NovelToon NovelToon
I'M Just For You

I'M Just For You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:299.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jujuk Aza

Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.

Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.

Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.

Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.

Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya

Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.

Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?

Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Nayla tidak tahu harus pergi kemana sepagi ini? Kembali ke kost tidak mungkin, ke rumah pamannya lebih tidak mungkin lagi.

Gadis itu benar-benar hancur. Perasaannya campur aduk tak menentu. Yang bisa dilakukan saat ini hanyalah menangis dan menangis.

Nayla butuh seseorang yang dapat menenangkan hatinya, namun tidak ada siapa pun disisinya. Ia hanya bejalan mengikuti kemana kaki akan membawanya.

Tak tahu seberapa jauh ia telah melangkah, hingga sampailah Nayla pada sebuah taman yang pagi itu masih tampak sepi, sehingga tidak ada yang menyadari keberadaanya.

Nayla menghentikan langkahnya di taman, kemudian terduduk sambil memeluk kedua lututnya ditengah jalanan taman yang masih penuh dengan embun, lalu ia menangis sejadi-jadinya disana.

Menyesali kebodohannya yang membuat ia kehilangan mahkota yang selama ini ia jaga, Harga dirinya, Keperawannya. Ia menyesal kenapa kado ulang tahunnya harus kejadian yang sangat memalukan begini.

Selain menangis karena kehilangan Nayla juga menangis karena cemas akan masa depannya setelah hari ini? Bagaimana jika orang tuanya tahu jika dirinya sudah tidak perawan? Bagaimana jika dia harus hamil anak orang itu? Bagaimana jika setelah ini tidak ada yang mau padanya karena dia sudah tidak virgin lagi? Bagaimana jika pacaranya tahu dia sudah tidur dengan pria lain? Bagaimana jika pacaranya meninggalkan dia?

Berbagai pertanyaan berputar di otaknya, namun tak satu pun ada jawaban yang tertera disana. Membuat gadis bukan perawan itu semakin tertekan.

Ia merasa berdosa kepada kedua orang tuanya yang sudah menaruh kepercayaan penuh kepada. Dia sedih karena sudah mencoreng nama baik keluarganya, mengecewakan bapak dan ibunya. Rasa penyesalan yang mendalam itu lah yang membuat gadis itu menangis tiada henti.

Karena ia tahu sebagian besar anggota keluarga Nayla berfikir bahwa kesucian adalah segalanya bagi anak gadis mereka, karena itu para orang tua selalu memantau pergaulan anak-anak mereka, menyeleksi teman- teman mereka, agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas hingga mencoreng nama baik keluarga.

Mereka tidak membenarkan anaknya untuk pacaran karena takut jika anak mereka adalam cinta yang salah, yang berujung membawa aib bagi keluarga mereka.

Apalagi Nayla dibekali ilmu agama yang cukup sedari dini, agar ia dapat membedakan yang baik dan buruk, salah dan benar. Bapak ibunya juga mengajarkan sopan santun, Budi yang luhur, akhlak yang baik pada anak-anaknya, supaya kelak putra putri mereka menjadi orang yang berpendidikan dan bermoral. Bisa di hormati dan menjadi contoh teladan bagi banyak orang. Khusus bagi warga desa mereka.

Mengingat kedudukan bapaknya sebagai kepala desa setempat, dan keluarganya juga selalu lalu menjadi panutan bagi masyarakat tempat tinggalnya yang membuat sang bapak selalu meminta anaknya menjadi contoh yang baik warganya. Membuat ia merasa sudah menjadi anak yang gagal dalam menjujung tinggi nama baik keluarganya.

Belum lagi saan Nayla harus kembali teringat akan nasehat sang ibu yang terngiang di telinganya saat wanita itu mengatakan,

“Nak wanita itu tidak harus cantik, tidak harus kaya dan bermartabat tinggi, namun seorang gadis itu harus bisa menjaga amanah yang tuhan berikan, berupa mahkota untuk diberikan pada suami kelak, karena hanya satu itu saja yang di titipkan tuhan pada mu untuk dijaga-baik-baik. Jika kamu tidak bisa mempertahankan dan menjaga sampai ke jenjang pernikahan mu besok, bagaimana kamu akan bertanggung jawab dan menjaga kehormatan suami dan keluargamu? Sedangkan kamu sendiri saja tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Karena itu, hati-hatilah dalam bergaul. Terutama berhati-hati saat berteman dengan laki-laki. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari.” Tutur sang ibu ketika putrinya berencana kuliah di Jakarta.

“Ya Allah, begitu berat kah cobaan yang harus engkau berikan kepada hamba mu ini?” ratapnya lewat tangisan pilu.

“Begitu tidak pantaskah aku menjadi anak yang bisa menjaga kesucian dan nama baik keluarga ku?” tuturnya lewat tangisan.

“Kenapa sebagai seorang wanita aku tidak bisa menjaga sesuatu yang sangat berharga bagiku?”

“Kenapa aku harus kehilangan mahkota di hari ulang tahunku begini?”

“Kenapa aku harus menyerahkan semua kepada orang yang bahkan tidak ku kenal sama sekali?”

“Ya…Allah, apakah aku bukan hamba mu yang baik, sehingga engkau mengujiku dengan cara seperti ini? Cara seberat ini?"

"Benarkah ini cobaan untuk ku sebagai hamba mu? Atau memang aku pantas mendapatkannya karena aku mulai menduakan cinta mu dengan cinta yang lain? Cinta yang tidak kamu Ridhoi?” tangis Nayla.

Mengingat jika akhir-akhir ini ia tengah kasmaran kepada Farel, pacarnya hampir tiga bulan lalu, yang kata sahabatnya ia sedang jatuh cinta.

Karena cinta itu kah tuhan marah padaku?

“Jika memang engkau marah, apakah harus sebesar ini balasan yang harus aku tangung?

Aku sangat sedih tuhan, aku sangat sedih, aku kecewa pada diriku sendiri, yang tidak becus ini. Aku menyesal telah datang ke bar malam itu. Tuhan, tidak bisakah engkau kembalikan apa yang sudah engkau ambil dari ku?”

“Huhuhu! Huhuhu!” Nayla menangis sesenggukan layaknya anak kecil.

“Ibu maafkan Nayla bu, maafkan anak mu yang tidak bisa menjaga amanah mu untuk tetap menjaga kesuciannya. Maafkan Nayla ibu, maaf!”

“Ibu…, huhuhu...”

"Ibu, maaf kan Nayla ya bu…

"Huhuhu…

"Kalau seandainya Nayla percaya kata-kata ibu pasti semua ini gak bakal terjadi."

"Sekarang Nayla menyesal bu, Nayla menyesal tidak percaya dengan ucapan ibu.”

Bayangan ibunya yang menangis saat mengantar kepergian dirinya ke bandara terlihat jelas di mata. Sang ibunya yang melarang ia untuk kuliah di Jakarta. Ibunya yang marah kepada Nayla karena putrinya memaksa melanjutkan pendidikannya di kota Metropolitan, Dan bayangan ketika ibunya yang memberikan berbagai macam alasan ke sang paman agar laki-laki itu tidak membawa putrinya pergi dari rumah terlintas di otaknya. Sikap Ibu yang kekeh tidak mau memberi restu kepada putrinya saat dirinya dinyatakan telah diterima di Universitas Indonesia tampak jelas.

Semua cuplikan kejadian masa lalu silih berganti datang ke otaknya, bagaikan lembaran power points yang sudah disetting timer penayangannya.

Bahkan, kejadian beberapa bulan lalu, saat ibunya menangis ketika melepaskan Nayla kembali ke Jakarta, paska putrinya selesai liburan semester empat pun terlihat jelas.

Ibunya selalu saja berpesan hati-hati memilih teman, jangan kebanyakan bergaul sama laki-laki, jangan keseringan keluar malam dan jaga diri baik-baik, jangan sampai gara-gara salah pergaulan kamu jadi menyesal nantinya.

Mungkinkah sebelumnya sang ibu sudah merasakan sesuatu hal buruk yang akan terjadi pada anaknya jika ia pergi ke kota ini? Atau mungkin orang tuanya tahu jika putrinya akan kehilangan suatu yang paling berharga sebagai seorang gadis?

Karena terkadang, ada beberapa orang tua yang selalu peka dengan kejadian yang akan menimpa anaknya, misalnya saat Nayla di kos sedang sakit, ibunya di rumah merasakan sesuatu yang tidak nyaman di hatinya atau kejadian buruk yang berulang-ulang terjadi, bisa juga nasi di rumah selalu basi lebih awal dari biasanya dan lain sebagainya, yang berujung membuat wanita itu menghubungi anaknya guna menanyakan kabar putri mereka, hingga kejadian apa yang sedang menimpa putrinya saat itu.

Mungkinkah sekarang ini ibu, wanita yang paling dicintai di dunia ini merasakan hal yang sama? Merasakan penyesalan Nayla yang teramat dalam karena bencana ini?

Mengingat itu semua, membuat air mata Nayla tak mau berhenti mengalir.

Hati Nayla sangat sakit, sedih. Mungkin tergores oleh samurai lebih baik ketimbang suasana saat ini, ia teramat kecewa pada diri sendiri.

Yang membuat ia paling sedih adalah ketika pria yang tidur bersamanya adalah sosok yang sama sekali tidak ia kenalnya, Nayla bahkan tidak tahu siapa namanya? Dimana Alamatnya? Dia tinggal dimana? Apa agamanya? Apa Pekerjaannya? Siapa orang tuanya? Dan sudah memiliki anak istri atau belum?

Semua tentang pria itu adalah Nol. Sangat menyedihkan. Bahkan ia tidak ingat dengan jelas apa yang telah terjadi antara mereka berdua.

Nayla takut, bagaiman jika ia hamil nanti? Dimana ia harus mencari ayah dari anaknya? Bagaimana jika ternyata dia jadi pelakor dalam sebuah rumah tangga? Bagaimana jika karena dia seorang anak harus pisah dari ayahnya? Keluarga dia harus broken home?

"Ahhhggg..."

Gadis itu menjerit, karena bayangan masa depan yang terlalu menakutkan, tidak bisa di lihat, diraba dan diterawang. Nayla terlalu takut menghadapi kenyataan tentang hari esoknya yang terlihat sangat begitu suram.

Namun sepertinya setan tak hanya puas menyiksa tubuh kecil yang tengah menangis penyesalan sampai disitu saja. Karena otak Nayla kembali di hinggapi pertanyaanya yang kembali menyiksanya.

Apakah ia harus membesarkan anak itu seorang diri? Bagaimana dengan bapak dan ibunya? Apakah mereka mau menerimanya jika dia pulang dalam keadaan hamil di luar nikah? Tanpa ada pria yang bertanggung jawab terhadap bayinya? Apakah orang tuanya harus menanggung malu atas perbuatanya? Atas aib yang sudah Nayla ciptakan?

Begitu frustasi hingga gadis itu berteriak lagi sambil mengacak-acak rambutnya, membuat penampilannya semakin berantakan.

“Tuhan semua ini terasa tidak adil untuk ku?” ujar Nayla pelan,

“Mungkin aku memang bukan hamba mu yang baik, tapi aku akan tetap memohon pada mu, jangan jadikan hubungan ku dengan pria yang tidak aku kenal itu membawa kehancuran dalam hidupku, karena aku tidak mau membuat bapak dan ibu ku malu.”

Nayla mengharap dengan sungguh-sungguh, diantara isak tangis yang pilu.

Nayla tidak tahu bagaiman ia akan menyampaikan berita duka ini kepada kedua orang tuanya, dan apakah setelah semua ini keduanya masih mau menerima ia sebagai anaknya? Sebagai putri kesayangannya? Sebagai putri kebanggaan orang tuanya?

Jika ia tidak memaksa Faya mengajaknya ke club mungkin ini tidak akan terjadi. Semua memang benar-benar salah ia sendiri. Ia yang mencoba menggali lobang kuburnya sendiri bukan Faya ataupun orang lain. Namun kemana Faya? Kemana gadis itu, hingga ia harus mengalami ini semua? Apakah sahabatnya itu juga mengalami hal yang sama seperti dirinya?

Nayla mencari benda pipih yang selalu di bawanya kemana-mana dari dress-nya, karena ia lupa jika baju yang dikenakan pagi ini tak memiliki kantong, ia juga tidak ingat dimana menaruh clutch yang semalam ia bawa.

Mungkin tertinggal di hotel atau hilang di bar, karena ia pergi dengan pikiran blank sehingga tidak perduli dengan barang-barang yang ia bawa.

Nayla tidak mau menangis untuk kedua kalinya hanya karena kehilangan benda-benda yang tidak berharga itu, toh ia sudah kehilangan sesuatu yang lebih berharga dari pada benda murahan yang ia miliki.

Saat sinar matahari mulai menyingsing, juga beberapa orang mulai berdatangan untuk joging. Nayla beranjak dari tempat duduknya, ia berjalan mencari taksi yang akan membawanya ketempat yang ia tuju. Sebuah rumah yang selama dua bulan ini ia rindukan.

*****

Ilustrasi tentang betapa putus asa nya Nayla saat ia sadar.

1
mahdee 79
good
Eyu
Lbh cantik faya
Nany Susilowati
berantem sama farel ya..
Nany Susilowati
baikan...tapi bayaranya mahaaaaal....
Nany Susilowati
Hyun bin as Gion
Indahnya Dunia Halluku
loh.... itu nayla sengaja di jebak faya kah..
Nataliea Shaayanna
pas scane ini mirip Drakor secret romance
Sofiyati YT
klu pisah berarti g sesuai judulnya, hrsnya bersatu
Sri Prihatini Yuli Yanti
Thor kmn ni g pernah up lg
Jujuk: lajut season dua kak. belenggu cinta sang casanova
total 1 replies
Sofiyati YT
tlg dilanjutkan biar happy ending
Jujuk: lanjut season 2 kak
total 1 replies
Anindyah Adyra Putri
haii,salam kenal..☺️
Jujuk: Hay juga
total 1 replies
pxtrq_
mau saling dukung ga Thor?
Jujuk: ok kakak
total 1 replies
zien
Hadir 🌹💗
Susi Talaksoru
mampir thor
Jujuk: makasih kak
total 1 replies
Jujuk
salam kenal juga
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!