lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
Pagi ini sekolah digemparkan dengan kembalinya 5 siswa yang sudah sebulan tidak masuk sekolah. 5 siswa yang ditakuti setelah demon dark. Dilantai 2 sekolah 2 gadis sedang berdiri memantau kearah 5 siswa tersebut.
"mereka udah kembali ya"ujar Alengka.
"dan permainan nya dimulai"lentera dan Alengka saling memandang lalu tersenyum misterius.
Dari arah parkiran 5 cowok yang sedang duduk diatas motor mereka juga ikut melihat kearah 5 siswa tersebut yang baru saja kembali sekolah setelah liburan mereka. Tapi pandangan mereka langsung teralihkan kearah 2 gadis saat mendengar celetukan Arsha yang mengatakan lentera dan Alengka terus melihat kearah 5 siswa tersebut dengan pandangan penuh kebencian.
"mereka keknya punya dendam sama Zora dan teman temannya"ujar kael.
"semakin menarik"gumam Alfarez dan lagi lagi tersenyum penuh arti.
Garren hanya menatap datar tanpa ekpresi seperti biasa tapi jauh dilubuk hatinya dirinya bertanya tanya ada masalah apa 2 gadis itu dengan 5 siswa tersebut.
'*kenapa mereka bisa saling kenal*' batin Garren penasaran.
Mereka berlima terus melihat kearah Alengka dan lentera sampai akhirnya 2 gadis itu masuk kedalam kelas mereka.
Beralih kepada 5 siswa tersebut yang sekarang langkah kaki mereka tertuju kearah inti demon dark yang bahkan tidak melirik mereka sedikit pun. bahkan Alfarez lebih memilih mengirim pesan kepada lentera setelah kemaren dit8nya bersusah payah mendapatkan nya.
"hai semua"sapa Zora dan Luzy yang tidak digubris oleh inti demon dark.
Zorava Anala Xei gadis sombong yang eika semena mena dan menganggap dirinya diatas semua orang. Suka membully siapa saja yang tidak dirinya sukai bahkan ada yang sampai meregang nyawa.
Luzy Kerana Cova sifatnya juga sebelas dua belas dengan Zora tapi bedanya gadis itu tidak sembarang membully alasannya karena tidak ingin mengotori tangannya dengan membully orang yang beda kasta tapi jangan salah sedikit saja dirinya disenggol maka bersiap siaplah untuk menghilang dari dunia ini.
"ayo pergi"ajak Delta yang merasa jengah secara dirinya juga tidak suka terhadap inti demon dark.
Delta Exta Ghyfa sajah satu cowok dalam circle pertemanan mereka. cowok yang suka gonta-ganti cewek tanpa memikirkan perasaan mereka dan sering mengunjungi club untuk bersenang senang dengan kupu-kupu malam.
"gak capek nyapa tapi gak dibales mending kalo gue jadi lho berdua gue pergi aja secara gue sadar diri"cibir Erza sambil menatap jijik kearah 2 gadis tersebut yang dari tadi tatapan mereka terus terarah kepada Alfarez dan Garren.
"ck, gue duluan"pergi Revan.
Revano Axtam cowok yang tidak suka ikut campur dalam perbuatan jahat yang selalu dikerjakan 4 temannya karena dirinya hanya berteman tapi satu hal yang masih menghantui dirinya sampai sekarang yaitu kejadian saat itu kejadian pertama kali dan terakhir dirinya ikut dan itupun karena dirinya tidak tahu tujuan teman teman nya mengajak dirinya.
cowok yang bernama Arzan dari tadi hanya diam melihat itu semua tapi tatapan nya tertuju kearah Alfarez yang sedang tersenyum sambil membalas pesan.
Arzanel Vranka cowok yang terlihat cuek tapi licik dari dulu Arzan selalu ingin menang sendiri. Cowok egois yang suka membunuh siapa saja yang dirinya anggap menghalangi jalan nya tapi itu semua tidak diketahui oleh teman teman nya.
"woy! Ngapain lho nyuruh gue kesini!"teriak lentera dari jauh yang sudah koar koar gara gara pesan dari Alfarez.
"anjir gue pikir tuh cewek kalem eh ternyata bar bar juga "kaget kael melihat lentera yang berteriak dari kejauhan.
"jangan lihat dari covernya"ujar Arsha dengan bijak.
"sini"suruh Alfarez kepada lentera untuk mendekat kearah dirinya dengan senyum tipis yang terukir dibibirnya.
'*ternyata gak buruk juga pacaran sama tuh cewek*' batin Alfarez
"Ra, udah. yuk kesana"ajak Alengka yang lebih tepatnya menyeret lentera yang enggan menemui Alfarez.
4 orang yang berbeda gender hanya menatap dengan tatapan yang berbeda beda dengan 2 gadis yg sudah mencengkram rok mereka untuk menyalurkan kekesalan mereka dan 2 cowok menatap minat kearah lentera dan Alengka.
Garren dan Alfarez tahu kalau 2 cowok itu tertarik kepada 2 gadis itu dan ini semakin menarik bagi Alfarez apalagi setelah tadi lentera dan Alengka menatap penuh kebencian terhadap 4 orang itu yang tidak disadari oleh siapa pun.
"gak usah marah marah"ujar Alfarez begitu lentera berada didepannya sambil mendudukkan lentera diatas motor dirinya.
"Weh, sejak kapan seorang Alfarez mengizinkan orang lain menyentuh motor kesayangannya "bisik Erza.
"sejak hari ini"kompak kael dan Arsha
"gak usah gitu juga kali"Erza menatap sinis kearah 2 teman nya itu.
"jadi cewek kok gatal banget"sindiran Zora langsung ditatap oleh semua orang.
"lah, situ ngatain siapa"ladeni lentera.
"yang gatal kan situ bukan sini"nahkan kata kata pedas mulai keluar dari mulut Alengka dan lentera
"lho.."Zora kehabisan kata katanya.
"yang gatal itu kan kalian secara ngedeketin orang "Luzy membantu Zora yang sudah terdiam karena tidak tahu harus membalas apa.
"sorry ya, kita gak kegatelan secara yang kita dekati itu cowok sendiri bukan milik orang lain"ejek lentera sambil memeluk Alfarez yang dibalas oleh Alfarez dan tidak lupa senyum tipis yang masih terukir dibibir Alfarez.
"kalian! Awas aja nanti"ancam Luzy yang diseret pergi oleh Delta begitu juga Zora yang dibawa pergi oleh Arzan.
"gak usah perduliin mereka berdua, maaf ya semua terutama buat 2 gadis cantik"ucap Delta sambil mengedipkan sebelah matanya.
Arzan tersenyum melihat delta yang dengan berani dan terang terangan menggoda 2 gadis milik 2 cowok iblis itu. Alfarez dan Garren mencengkram tangan mereka inykenshsn supaya tidak menonjok delta yang dengan berani mengoda gadis milik mereka
"dih ngapain gue peluk elho"cepat cepat lentera melepaskan pelukan nya
Alfarez tersenyum tipis melihat sifat gadis didepannya itu yang berubah dalam sekejap.
"Al, pergi yuk. Gak usah dekat dekat sama yg tuh orang" lentera langsung menyeret pergi Alengka tanpa memberi waktu kepada Alengka untuk berpamitan dengan Garren.
"lho benar benar nyeselin banget hari ini, sumpah deh Ra lho gak kayak biasanya "Alengka menatap kesal kearah lentera.
Lentera hanya cengengesan tapi setelah itu ekpresi nya berubah.
"lho tahu gak" ucapan lentera langsung dipotong oleh Alengka.
"mana gue kan lho gak ngeberitshu"potong Alengka dengan tatapan malasnya.
"makanya dengar dulu, kemaren dia nyapa gue lagi setelah sekian lama"beritahu lentera dengan menatap lurus ke depan.
"lho serius"lentera langsung mengangguk sebagai jawaban.
"sepertinya dia juga bakalan ikut"setelah itu 2 gadis itu tersenyum misterius.
Kira kira siapa orang yang dibicarakan oleh lentera dan Alengka? Dan seperti apa kedepannya?