NovelToon NovelToon
BECAUSE OF YOU VARO

BECAUSE OF YOU VARO

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Noveliaprasojo

Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.

Giovaro Putra Admaja

"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "

Nadira Queensha Candradinata

" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"

BECAUSE OF YOU VARO

SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3

BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!

Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bag 5

Jam istirahat Jihan dan Rara memutuskan untuk pergi ke kantin.

" JiRa !! Woi...!!!" Seru Seseorang memanggil mereka. Ya sebutan untuk mereka Adalah JiRa, Jihan Rara. Karena mereka selalu bersama kemana pun, jadi teman-teman mereka memanggil mereka berdua seperti itu.

"CK, apaan ?" tanya Jihan sambil membalikan badannya melihat Kearah orang tersebut.

" Kalian mau ke kantin ? Bareng dong !" Ucap Jodi Pemuda Kutu buku yang dekat dengan mereka. Namun walau kutu buku dia Tidaklah pendiam dan malah cenderung Banyak bicara dan rewel. dan dia lah yang sering menegur Jihan dan Rara jika mereka melakukan sesuatu yang melanggar peraturan sekolah, Seperti bolos dan berkelahi. Jika Rara kalau Jodi sudah Mengomel dia akan diam dan tak menanggapi, tidak dengan Jihan yang akan membantah dan berakhir perdebatan antara Jihan dan Jodi.

"Yuk lah" jawab Jihan, Jadilah mereka Ke kantin bertiga sambil mengobrol sepanjang jalan.

Sesampainya di kantin, Tentu saja Jihan akan menyuruh Jodi memesan makannya, Walau menggerutu tetap saja pemuda itu berangkat memesan makanan untuk mereka bertiga.

" Ji, Tadi kok bisa sih tugas kamu sudah di bawa oleh pak Rudi ?" tanya Rara penasaran.

" Oh, Itu tadi aku suruh anterin orang rumah buat anterin tugas kesini, mungkin karena gak tau kelas aku dimana jadi di anterin ke kantor" jawab Jihan berbohong.

'Maafin Jihan Ya Allah, Sudah sering bohong! tapi gak apa-apa lah ya, Nanti Jihan bakal minta maaf sama Rara deh' Gumam Jihan dalam hati, Sambil Tersenyum merasa bersalah pada rara.

Tak berapa lama Jodi datang membawa pesanan mereka. Mereka makan dengan sesekali tertawa karena Ocehan Jodi yang lucu menurut mereka.

Saat Asyik dengan makanan mereka, Terdengar suara riuh dari para siswi yang berteriak seperti melihat sesuatu yang menakjubkan. Membuat Rara, Jihan dan Jodi menoleh ke arah pintu masuk kantin.

Jihan tentu tidak terkejut, Jodi Yang tidak tahu u hanya bertanya-tanya siapa dua pemuda tampan yang baru saja memasuki kantin tersebut, karena selama ini dia belum pernah melihat mereka, Rara mengerutkan keningnya seperti berfikir.

" Mereka murid baru ? " Tanya Rara pada jihan, dia berpikir sepertinya Jihan mengenal mereka karena melihat respon Jihan yang biasa saja.

Pertanyaan Rara tentu saja membuat Jihan sedikit terkejut. Dan berfikir apa Rara tidak mengenal Bang Varo ? Hanya 6 tahun dan Rara melupakan wajah Abang nya ? Sungguh kenyataan yang luar biasa ! pikir Jihan.

" Sepertinya Iya" Jawab Jihan kemudian.Rara hanya mengangguk dan tak peduli lagi. Begitu lah Rara yang selalu dingin pada semua Pria. Bukan tidak ada yang mendekati nya, Hanya gadis itu terlalu dingin dan tak peduli pada Pemuda-pemuda yang berusaha mendekati nya. Berbeda jika mereka hanya ingin berteman maka gadis itu akan membuka tangan lebar-lebar menerima mereka berteman dengannya.

Jihan yang memang mudah bergaul dan ramah tentu dia memiliki banyak teman, Dia tak pernah membedakan Orang lain berdasarkan Fisik ataupun Materi. Baginya semua orang itu sama!! Yang membedakan adalah sifat orang tersebut. Jika orang tulus padanya tentu Jihan akan lebih tulus, namun jika orang itu berusaha menyakitinya, maka jangan salahkan dia yang bisa bertindak lebih kejam.

Varo dan Vino duduk di salah satu Kursi yang ada di sana tanpa memperdulikan teriakan-teriakan dari para siswa-siswi yang lumayan memekakkan telinga.

Saat mata Varo beredar pandangannya melihat kearah Jihan dan tak sengaja bertemu dengan pandangan mata Rara yang duduk di samping jihan.

Deg

Entah bagaimana, Melihat mata Varo Jantung Rara berdetak lebih cepat.

Namun dengan Cepat Rara mengalihkan pandangannya dan kembali memakan makanan nya yang belum habis.

" Kau tumbuh menjadi gadis yang sangat Cantik" Gumam Varo pelan, bahkan sangat pelan, Hingga hanya dia sendiri yang dapat mendengar nya.

" Bukan kah itu dia ?" tanya Vino memastikan karena selama ini dia memang belum pernah melihat Rara secara langsung, Dia hanya tau dari Foto yang ada di kamar Varo saat di London. Tentu aja Varo mempunyai foto Rara dari kecil hingga remaja seperti sekarang.

" Hm" Jawab Varo singkat

" Sepertinya dia tidak Mengenali mu" ucap Vino kemudian

" Biarkan seperti ini dulu, Mungkin begini Akan lebih baik" Ucap Varo menatap kearah Rara dengan pandangan yang sulit di artikan.

Varo bahkan sangat merindukan Masa kecilnya bersama Rara, Momen dimana dia yang selalu menganggu Rara dan membuat gadis itu kesal, Dan berakhir dengan permintaan maaf dari Varo.

Mereka sangat bahagia saat itu. hingga sebuah insiden yang menyebabkan Rar kehilangan Disha, Mama Rara karena Menyelamatkan Varo pada saat itu.

*Flash Back On*

Saat itu Varo masih berusia 13 tahun, Dan baru menyelesaikan Pendidikan Magister nya, Dengan Bahagia Pemuda remaja itu Ingin segera kembali kerumah dan mengabari Rara juga mama Disha.

Derren dan Jen yang saat itu juga baru sampai menghadiri Kampus Varo pun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat Keantusiasan Varo yang tak sabar ingin memberitahu Rara dan Juga Disha.

" Ma.. mama !! Queen !!" Teriak Varo Saat sudah berada dirumah Disha.

" Varo, Ada apa sayang kenapa teriak-teriak seperti itu?" tanya Disha yang tampak muncul dari dapur.

" Mama, Dimana Queen ?" Tanya Varo padanya.

" Queen Sejak tadi pergi ikut papa ke kantor, Ini mama lagi buat makan siang dan akan mengantarkan ke kantor papa nanti." jawab Disha sambil tersenyum

" Benarkah? Wah padahal aku sudah tidak sabar memberitahu nya sesuatu" jawab Varo sedikit kecewa. Disha yang melihat itu pun tersenyum dan berniat mengajak Varo ikut dengannya ke kantor Gabriel.

" Ya sudah, Kalau begitu kau ikutlah dengan mama ke kantor, Tapi sebelum itu ijin lah dulu pada Bunda mu agar dia tidak khawatir nanti" Ucap Disha

"Boleh kah ma ? Baiklah aku akan telpon bunda dulu" Varo meraih ponselnya dan segera menghubungi Jen, Setelah mendapatkan izin dari bunda nya Varo pun memberi tahu Disha.

Karena Masakan Disha tadi belum selesai,jadi dia segera menyelesaikan nya. Varo dengan senang hati membantu wanita yang sudah seperti ibu baginya itu. Mereka memasak sambil berbincang banyak hal.

" Sayang, Jika mama tidak ada suatu saat nanti, Bisa kah kau berjanji untuk selalu menjaga Queen ?" Ucap Disha tiba-tiba membuat Varo sedikit tersentak mendengar ucapan Disha.

" Mama ini bicara apa? Sejak dia lahir aku sudah berjanji akan menjaga nya seperti aku menjaga Jihan. Dan mama kita akan menjaga Queen bersama, Memangnya mama mau kemana ?" Jawab Varo sedikit Tidak senang sebenarnya mendengar perkataan Disha yang seperti akan meninggalkan mereka selamanya, dia bukanlah anak kecil lagi, Bahkan dia sudah bisa dibilang dewasa walau usianya masih menginjak remaja.

" Mama percaya padamu sayang, Mama tidak akan kemana pun, Hanya, Kehidupan manusia kita tidak ada yang tahu akan sampai kapan, Mama hanya ingin jika suatu saat mama pergi Akan ada yang selalu menjaga putri mama, Bukan kah kau ingin menikahinya jika sudah dewasa. Hm ?"Ucap Disha menggoda Varo. Disha meletakan makanan ke dalam kotak makan, setelahnya ia menatap Varo penuh arti. Varo yang masih mencerna ucapan Disha barusan.

" Baiklah ma aku berjanji akan menjaga Queen seumur hidupku, Walau kita gak pernah tau bagaimana kedepannya, Ntah aku Dan queen akan bersama atau tidak, Karena Jodoh di tangan Tuhan. Tapi disamping itu aku pasti akan menjaganya sebagai seorang kakak. Walau dia sudah berkeluarga suatu hari nanti dan jika bukan bersama ku, aku juga tidak akan lepas tanggung jawab untuk menjaganya dari jauh. " Jawab Varo dengan tegas membuat mata Disha berkaca-kaca, Disha merengkuh Tubuh Varo dalam pelukannya.

" Terima kasih sayang" Disha melepas pelukannya dan segera menghapus air matanya. Ntah dorongan apa yang membuat mereka membicarakan sesuatu yang menurut Varo tidak berdasar.

Disha segera bersiap dilamarnya, saat ini merasa lebih tenang, ntah mengapa tapi ia jauh lebih tenang saat ini setelah beberapa hari ia merasa gelisah. Varo menunggu diruang tamu dengan pandangan yang sulit di artikan. Dia masih saja kepikiran dengan perkataan Disha tadi. Kenapa mereka harus membicarakan hal seperti itu, Bukankah hari ini hari bahagianya karena telah menyelesaikan pendidikannya dalam waktu sesingkat itu, anak seusianya kebanyakan masih menduduki bangku sekolah menengah pertama.

Namun dirinya sudah mendapat gelar Magister. bukankah dia ke sini tadi hendak memberi tahu kabar gembira ini pada Disha dan Rara, tapi apa ini mereka malah membahas pembicaraan yang tidak mendasar seperti ini tetapi mampu membuat pikiran Varo cukup kacau.

Tak berapa lama Disha sudah turun dan mengajaknya Ke kantor Gabriel. Disha memang tak memberi tahu Gabriel hendak ke kantornya, Disha berencana mengejutkan Gabriel dan Rara saja, Siapa yang sangka dia malah datang bersama Varo.

" Ma, Apa mama baik-baik saja ?" tanya varo, Kini mereka sudah berada di dalam mobil.

Disha menoleh kearah Varo yang duduk di sebelahnya.

" Tentu saja mama baik" Jawab Disha sambil mengelus lembut kepala Varo.

" Apa mama yakin?" Tanya Varo masih tak tenang dengan jawaban Disha. tidak menjawab Disha hanya menganggukan kepalanya saja, Varo pun sudah tidak bertanya lagi, ia hanyut dalam pikiran nya sendiri.

Sampai di kantor Gabriel, Disha dan Varo turun dari mobil dan segera masuk ke dalam perusahaan milik Gabriel. Tentu sudah banyak yang tau siapa Disha dan untuk masuk kesana tak perlu ijin siapa pun lagi.

Sesampainya di depan ruangan Gabriel, Disha melihat meja sekertaris Gabriel kosong. membuat Disha bertanya tanya.

' Apa mereka mitting? Jika sekertaris nya gak ada bukankah Gabriel juga tidak ada' ucap Disha dalam hatinya.

" Ada apa ma? kenapa berhenti?" tanya Varo

" Eh, Gak sayang, Ayo"

Ceklek

Brak

Disha menjatuhkan Paper bag yang ia bawa tadi, Matanya membulat sempurna dan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

" A.. Apa yang kalian lakukan ?" Lirih Disha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

.

.

.

.

.

Bersambung

Hai Readers jangan lupa untuk Like Komen n Vote nya ya

Happy Reading gays 🥰.

1
Oryn vesgi Cantika
lanjut thor
Nur Azmi
ne dah 2025,blm kelar juga masalah ny Thor 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
Nur Azmi
mana ne lanjut tan ny,,dh jamuran nungguin
Nara Putri: lnjutin varonya
total 1 replies
Mifta Siregar
kak ohh kak sampai saat ini aq masih menunggu kak dsini lohh
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
Cinthya Chya
Lumayan
Cinthya Chya
Kecewa
Azmi Rizal
mana nih sambungannya...???
ku menunggu...
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
피롷
thor ini ga dilanjut lg kah aku nungguin lho
Asep
loh kok tamat.gaje banget🤔🤔
Shafa Shafa
mana lagi lanjutannya..............
ayo up dong Thor.......
Nadya Prilly
kok gk di lanjutinn sihhhh
Teh Ningsih Nyonya'e Ijan
Thor ada cerita tentang Jihan x gak nih kayanya seru kalau ada Jihan
Devi Irawati
tamat?
Reni Anggraeni
lnjut
Rani
kapan up lagi thor
Noby Kurniawan
lnjut dong thor
indadzil18
lanjut thor
pink magenta
ya ampun thor. ini gimana. cerita sebagus ini kamu hiatusin coba. udah berapa purnama yang terlewat dan masih belum lanjut juga. syedih aku tuh. jahat kmu thor. semoga cepet bisa dapet ide buat lanjutin ceritanya ya thor🙏
Kustini Axazzam
kok belum up lagi sih Thor.. masih setia nunggu kelanjutan kisah varo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!