NovelToon NovelToon
PENYANGKALAN

PENYANGKALAN

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Single Mom / Cerai / Cintapertama / Tamat
Popularitas:638
Nilai: 5
Nama Author: Emie_lia

Jika memang nanti semesta hanya mengizinkan mu singgah kepadaku, maka aku akan membiarkan mu pergi mencari tempat pulang sesungguhnya. Tapi paling tidak aku sudah menjadi bagian cerita yang akan selalu kamu ingat. Meski kamu berusaha untuk melupakannya, akan ku suruh takdir mengikatmu dengan belenggu kenangan. Aku egois bukan?

Benar, kemarilah, akan aku ajari kau arti menunggu.

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur lelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emie_lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 babak baru: Bergema

Malam sebelum debat dimulai...

📲:"Ay, ay, ay. I'm your little butterfly"

📲:"Ay, ay, ay. I'm your little butterfly"

"siapa sih?"

Kala ratri perlahan menurunkan tirainya, menaburkan kelam yang lembut di sudut-sudut dunia, raga ini pun mulai beringsut pergi dari hiruk-pikuk fana. Langkahnya lirih, seolah takut membangunkan waktu, menuju sebuah peraduan sunyi yang menjanjikan ketenangan abadi. Di sanalah jiwa ingin berlabuh, melepaskan segala letih yang seharian menggurita, membiarkan napas kembali menemukan iramanya.

Dalam keheningan, aku bercengkrama dengan sang pemilik diri, ia yang paling setia, paling memahami bahasa lelah tanpa perlu kata. Benar adanya, dialah maharaja kasur dan bantal guling, penguasa kerajaan empuk yang memeluk tubuh apa adanya.

"loh, ngapain sih!"

Sayang sekali, ada satu jiwa usil yang tak paham bahasa sunyi, saat kelopak mataku hendak terpejam dan mimpi hampir meraih tangan, ia datang mengusik, merenggut lelap yang seharusnya menjadi milikku.

📲:"lama banget neng"

📱:"ngapain rame-rame nelpon aku?"

📲:"kami mau bahas visi-misi kakak, jadi aku bawak Elnino"

📱:"aku mau istirahat loh, disekolah juga bisa"

📲:"kamu selalu sibuk tolong sadar, terus kami ga ngelarang kamu untuk tidur"

📱:"terserahlah"

Begitu rutinitas tiap malam on and start.

📱:"itu siapa?"

📲:"mana?"

📱:"pakek nanya, yang satu lagi."

📲:"oh, teman Elnino"

📱:"yakin teman?"

Empat hari berlalu tanpa berarti, call adalah hal biasa untuk membahas debat esok hari.

"seperti penjelasan kakak kemarin malam, patahkan lalu kejar, kakak yakin pasti lancar"

"baik kak, terimakasih"

Tapi siapa sangka.

"alasan apa yang membuat kalian merasa pantas untuk kami pilih sebagai ketua dan wakil OSIS berikutnya?"

Instingku memang jarang meleset, namun pertanyaan ini sangat lucu untuk terbit.

"saat ingin menjatuhkan disanalah permainan kotor dimunculkan"

Perdebatan menjadi tidak sehat, opini bangsat sering mencuat. Untungnya Hana menjadi mc, kondisi para calon masih terkendali.

"penuturan berisi bahwa budaya membaca sangat penting untuk ditingkatkan dalam lingkungan sekolah, kalau begitu apakah adiwiyata tidak penting bagi misi kalian?"

Pertanyaan kedua-pun masih tidak waras.

Aku tertawa, melihat rasional tidak masuk logika, "ketika lawan terlalu tinggi, selalu ada anomali iri-dengki"

Mata kami saling berlaga, memberi kode hanya untuk bertiga. Akar ketua dan wakilku sudah terlalu kuat untuk mampu mereka cabut.

"baik kami akan menjawab pertanyaan dari kakak. Dalam pernyataan kami, memang benar kami berkata bahwa literasi menjadi sangat penting disekolah, namun misi tersebut juga tidak mengesampingkan adiwiyata" wakilku angkat bicara duluan.

"dengan pemahan sedikit saja kakak seharusnya bisa mengerti, bahwa perlombaan kebersihan kelas yang tercantum dalam misi kami sudah merangkul adiwiyata. Memang benar kami tidak menjelaskan adiwiyata secara detail seperti kakak, namun misi kami pada nomor lima dapat menjadi tonggak dalam menjaga sekolah adiwiyata" kemudian ketosku memberi tambahan. Mereka berencana ingin menjawab pertanyaan secara bergantian.

"seperti penjelasan kakak, sekolah kita sudah megenggam adiwiyata selama tiga tahun berturut-turut, mana mungkin kami bisa lupa. Namun perlu diketahui bersama menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0,001%. Minat baca tersebut harus meningkat, menurut kakak jika tidak dari kaca sekolah, lalu mau kapan lagi?"

Benar, diamlah seperti batu, kau terlalu cupu untuk menjatuhkan para suhu.

"apakah kakak puas dengan jawaban kami?" tiada perlawanan lagi.

Senyumku menyungging tanpa bergeming. Mereka menatap kearahku, wajahnya meminta untuk dipuji, melayangkan kedip mata sudah cukup melambangkan sekian arti, aku terlalu malas untuk mendengar orasi, "melibatkan orang dalam agar mereka bisa memimpin organisasi"

Relokasi adalah kata tak berarti, sukma terlalu mudah terbaca. Berjuta mata kini meraba, seolah berkata aku macan, bersiap datang lalu menerkam. Aku sudah mengasah pisau hingga tajam, mustahil mereka gagal untuk menikam.

Puncaknya calon ketos dan waketos nomor urut 01 berhasil naik menyandang gelar pemimpin.

Apakah sudah rampung? tentu belum, H-1 menjelang upacara pengangkatan anggota baru, ketika segala persiapan seharusnya mengerucut pada satu kata siap, justru kabar getir itu datang tanpa aba-aba. Sepuluh nama mengajukan surat pengunduran diri, sunyi, tanpa riuh, tanpa penjelasan yang sempat kami pahami. Lebih menyakitkan lagi, surat-surat itu ternyata telah disetujui, diam-diam, seolah keputusan besar dapat berjalan tanpa perlu memberi tahu mereka yang masih bertahan.

Sekian kali keremangan menjadi saksi kekalutan malam-malam panjang dilalui dengan pikiran yang tak kunjung teduh, pertanyaan beranak-pinak tanpa jawaban. Dalam redup cahaya dan sisa keyakinan yang goyah, kami belajar bahwa yang paling melelahkan bukanlah beban tugas, melainkan rasa ditinggalkan tanpa sempat diajak bicara.

📲"astaga cuy, aku ngantuk"

📱"sabar, kan kamu yang naikkan mereka berdua Ana."

📲"lu juga ya Sophia"

📱"kamu pikir alasanku bertahan apa?"

📲"sumpah gak kuat" Ana merengek.

📲"yasudah biar El saja menghandel anggota satu lagi, kakak tidur saja"

📲"oke thank you"

Ana meninggalkan loby.

📱"dasar sedetik doang langsung keluar"

📲"kakak juga tidur saja, El bersama Raka bisa dipercaya"

📱"okelah, semangat kalian berdua"

📲"oke kak, terimakasih"

Dicelah yang ada, suaranya bergema.

📲"selamat tidur kak, mimpi indah"

Ucapan itu meluncur begitu saja, ringan seperti angin malam, namun diam-diam mengetuk relung yang tak siap terbuka. Akankah ia sekadar basa-basi penutup hari, ataukah menyimpan makna yang sengaja disamarkan di balik senyum dan jeda?

Di antara detik yang melambat dan sunyi yang merapat, kata-kata itu bergaung seperti gema kecil di lorong pikiranku. Ia terdengar sederhana, namun terasa berlapis anuraga asa, perhatian yang enggan diakui. Lalu aku pun bertanya pada gelap yang ramah "apakah ucapan itu akan menemaniku hingga terlelap, atau justru menjadi cahaya kecil yang membuat mata enggan terpejam?"

...----------------...

..."bagaimana kalau kita buat kriminal, agar nanti bisa masuk kedalam penjara khusus dua orang. Namanya adalah penjara hati"...

1
Nunu
mantap kak
NOname 💝
El itu cocoknya di buang aja, masukkan ke got
Wolfmoon
Hai kak, ceritanya baguss
Remi: thank you
total 1 replies
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦
ceitanya bagus, walau aku nggak terlalu paham sih
❦L͙o͙t͙u͙s͙ E͙m͙a͙s͙❦: sama²,
selamat berkarya
total 2 replies
Helen
Menggugah perasaan
Poplar Taneshima
Adem ayem baca cerita ini sampe hiatus menuju mesra sama buyer.
Remi: haloww nantikan terus ya chapter selanjutnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!