Seolah luka sayatan di tetes cuka. Begitu lah seorang gadis bernama Sebria. Kekasih yang begitu dicintainya tidak sengaja membuat kesalahan besar yang mengantarkan hubungan mereka pada sebuah perpisahan. Bersamaan itu juga telah terungkap rahasia kenapa Sebria di besarkan di panti asuhan selama ini. Demi penyembuhan diri Sebria menarima tawaran mutasi dari kantornya sehingga mempertemukan dirinya dengan anak pemilik perusahaan. Hubungan mereka berlanjut sampai ke pernikahan tapi sayangnya. Istana yang di tempati Sebria tidak sehangat awal pernikahan. Semuanya berubah beku karena insiden yang terjadi menyebabkan kelumpuhan untuk Sebria.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti pernah bertemu
Seperti yang terjadwal Sebria tengah bersiap untuk pergi. Di parkiran gedung Kanaga sudah menunggu bersama sopirnya. Entah kenapa ada perasaan gelisah bersarang dalam dada Sebria, langkahnya sedikit berat terayun. Mengenyahkan perasaan itu Sebria menarik nafas panjang lalu mantap menunggu pintu kotak besi yang membawa daksa nya turun terbuka.
Matahari unjuk pesona dengan kilau menyengat mata. Kaca mata hitam sudah melindungi mata indah milik Sebria, rambut terurai sebahu memberikan kesan manis tanpa bosan di pandang. Sesaat manik mata Kanaga terpaku menatap keindahan itu. Gadis mungil yang melangkah ke arahnya itu memilik pesona tidak terbantahkan.
"Maaf membuat bapak lama menunggu."
"Ah, nggak apa-apa. Saya yang datangnya kecepatan." Kanaga sedikit salah tingkah. "Siap berangkat?"
"Iya." Sebria mendaratkan tubuh ke dalam mobil dengan perasaan sedikit canggung karena atasan nya itu membuka pintu untuknya.
"Bagaimana kamu mengenal artis ini?" Kanaga cukup penasaran.
"Saya belum bertemu langsung tapi saat ini dia sedang naik daun, saat itu orang kantor kita menghubungi staf agensi nya dan mereka setuju untuk kerjasama kebetulan dia tidak sibuk."
"Saya kira kalian berkenalan secara pribadi."
"Nggak, apa dia sudah disana?" Sebria menoleh.
"Dalam perjalanan."
Perjalanan selama tiga jam itu hampir tidak terasa karena Kanaga cukup menyenangkan. Mereka semakin akrab dan nyambung dalam cerita. Sebria selalu menjawab semua pertanyaan Kanaga begitu pun sebaliknya. Beberapa meter lagi mereka tiba di lokasi. Di salah satu vila milik perusahaan. Sengaja memilih disana karena permintaan dari pemilik perusahaan. Supaya sang artis merasa nyaman.
"Selamat datang Tuan Keona Alinzy." Sapa Kanaga.
Pemuda pemilik nama itu memutar tumitnya agar berhadapan. Ia melepaskan kaca mata hitamnya sambil tersenyum membalas uluran tangan Kanaga. Setelahnya sepasang netranya beralih ke samping. Dadanya tiba-tiba berdesir hebat kala bertemu tatap dengan Sebria.
"Hai, saya Sebria dari departemen pemasaran."
"Apa kita sudah bertemu sebelumnya."
Gadis berperawakan mungil itu tersenyum. "Seperti nya belum."
Keona mengangguk dan bersalaman. "Mungkin saya salah ingat." Ucapnya lagi.
"Mari kita masuk, jika anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya pada saya atau staf yang ada." Kanaga membawa langkah masuk.
"Anda istirahat dulu satu jam lagi kita berkumpul." Sebria menimpali.
Keona mengangguk. Sudut matanya masih mencuri pandang pada makhluk cantik yang melenggang masuk ke ruang lain. Aneh, kenapa ia merasa pernah bertemu atau melihat Sebria sebelumnya.
"Apa dia salah satu penggemar ku?" Gumam Keona masih belum melepas pandang.
"Aku perhatikan kamu tertarik dengan gadis itu?"
Suara menejer mengejutkan Keona. Alhasil tatapan tidak suka pun ia berikan. "Dia seperti nggak asing, apa dia pernah menghadiri fan meeting ku ?"
"Entahlah." Si menejer mengangkat bahu. "Penggemar mu sangat banyak. Istirahat lah."
Sementara di kamarnya Sebria tengah menjawab telpon dari Jehan. Senyum senang terukir di bibir tipisnya. Bagaimana tidak Jehan sudah merindukannya padahal baru beberapa jam.
...----------------...
Sebria dan yang lainnya kembali sibuk karena menyiapkan pemotretan untuk Keona. Pemuda itu menyetujui beberapa konsep di berikan oleh staf perusahaan. Di belakang layar, Sebria begitu antusias dan memupuk harapan penuh agar semuanya sukses. Di depan sana Keona begitu profesional bergaya seiring bidikan kamera. Postur tubuh tinggi, wajah tampan warisan kedua orang tuanya menjadi pendukung dalam karirnya. Sudah lima tahun ini sejak debutnya di dunia hiburan namanya belum juga redup bahkan semakin bersinar.
Kanaga mengangguk puas dengan hasil jepretan fotografer pilihannya. Keona sangat cocok dalam balutan fashion yang akan di luncurkan beberapa hari lagi. Bahkan vidio-vidionya nampak sempurna.
Detik waktu semakin maju menyongsong malam. Para staf yang ikut serta baru saja selesai makan malam. Mereka akan menghabiskan waktu dua hari disini sebagai bonus atas kerja keras mereka beberapa bulan terakhir. Perusahaan akan memberikan insentif jika produk kali ini terjual habis.
"Aku masih penasaran dimana kita pernah bertemu?" Keona mendaratkan tubuh di sisi kolam renang dimana Sebria duduk sendirian menikmati malam.
"Itu perasaan anda saja."
"Hei jangan formal." Keona terlihat tidak suka.
Sebria terkekeh. "Kita nggak dekat untuk bicara santai."
Keona tersenyum sambil mendongak kepalanya keatas melihat langit yang membentang. "Aku sungguh-sungguh, kita seperti pernah bertemu sebelumnya."
"Setiap hari kamu pasti banyak bertemu orang. Selain penggemar, kamu juga pasti banyak bertemu dengan orang penting dan mungkin salah satunya ada mirip dengan ku." Ujar Sebria bicara santai tidak mau membuat si artis itu tersinggung.
"Bertemu banyak orang tidak juga selain fan meeting. Kalau ketemu orang penting mungkin iya untuk kerja sama seperti kita. Tapi ketemu sama kamu rasanya seperti sudah lama tapi dimana?" Keona menoleh berusaha memindai tiap sudut wajah Sebria. "Aku jarang bertemu teman-temanku secara pribadi."
"Usia mu jauh dibawah ku, mana mungkin kita sudah bertemu."
Keona terkejut. "Kamu tahu umur ku?"
"Tentu saja, aku pasti melakukan riset sebelum memilih kamu."
Keona tersenyum. "Berapa selisih usia kita."
"Tujuh tahun."
"Aku nggak percaya, wajah kakak lebih muda." Ucap Keona mengubah panggilannya.
"Istirahatlah sudah malam, besok pengambilan gambar lagi gunakan waktu disini untuk istirahat. Bekerja sambil sekolah itu cukup menyita tenaga."
Keona memilih diam dan menatap kepergian Sebria. Rasa penasaran semakin membuncah di dalam hati nya. Dia yakin mereka pernah bertemu sebelumnya.
...----------------...
"Ma, aku mencintai Sebria."
"Cinta saja nggak cukup Jehan ! Seluk beluk keluarganya kita harus tahu, bagaimana menjelaskan pada keluarga besar kita siapa dia. Dari mana asal usulnya. Sebria besar di panti asuhan kita nggak tahu kenapa dia ada disana. Bagaimana kalau dia bukan dari keluarga baik-baik !" Kalimat sepanjang itu terucap dalam satu kali tarikan nafas. Suara ibu Diana begitu lantang dan nyaring menggema di ruang tengah.
Jehan terperangah tidak bisakah ibu nya hanya melihat kebaikan dari Sebria saja. Gadis itu juga tidak mau di lahirkan tanpa identitas keluarga. "Ma, Sebria gadis yang baik dan pekerja keras. Cukup lihat kebaikannya saja."
Ibu Diana menatap tajam putra nya itu. "Mama tetap nggak setuju. Semua teman-teman mama punya menantu yang jelas latar belakangnya. Bagaimana jika gadis itu cuma menipu kamu saja !"
"Ma, cukup !" Suami ibu Diana bersuara. "Gadis itu baik."
"Dia baik tapi bagaimana suatu hari dia berubah, seseorang bisa berubah karena tekanan hidup begitu juga gadis itu. Apa jaminannya kalau dia nggak memanfaatkan Jehan suatu saat nanti. Dia berbeda ! Gadis yang memiliki keluarga sudah pasti tidak akan memanfaatkan Jehan apalagi dari keluarga yang setara dengan kita." Nafas ibu Diana memburu. "Sementara dia, jangankan keluarga materi pun dia nggak punya !"
Tenggorokan Jehan seolah mengering seluruh tubuhnya luruh tidak berdaya. Kekuatannya terserap dalam emosi yang tidak dapat ia salurkan. Tidak mungkin ia mengeluarkan segala amarahnya pada wanita yang melahirkannya itu. Tanpa sepatah kata ia keluar dari sana dalam balutan sakit hati dan kemelut pikiran yang kacau.
nyesek bnagettt..
masih mengutamakan shabat.
❤😍😍❤❤❤
ayusa pura2 baik2 saja..
padahal dia kan cinta ama jehan..
lama2 ya sakit2an gak terbalas cinta..
apalgipaaca melahirkan
😍😍😍❤❤❤
Next, lanjut Kak Ririn. 🥰