NovelToon NovelToon
Sebening Cinta Aisyah

Sebening Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Aisyah Safitri, menerima pinangan dari Hanif, seorang dosen yang terkenal soleh dan baik hati.

Awal pernikahan mereka, memang terlihat seperti rumah tangga orang lain pada umumnya, yang bergitu romantis dan harmonis.

Tapi siapa sangka, dibalik keharmonisannya itu, tersimpan sebuah rahasia, yang membuat rumah tangga mereka berada di ujung tanduk.

Akankah perceraian terjadi di antara keduanya? Dan mampukah, Aisyah mempertahankan rumah tangganya? Apa sih rahasia penyebab itu semua?

Yang penasaran, yuk lanjut baca aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Nara

Malam harinya, setelah selesai melaksanakan solat isya berjamaah, Aisyah dan Hanif segera bersiap untuk pulang kembali ke rumah mereka.

Didalam mobil. Suasananya begitu hening, tidak ada yang memulai obrolan diantara keduanya. Sampai sepuluh menit berlalu.

"Aisyah," panggil Hanif, sambil fokus mengendarai mobilnya.

"Iya Uda." Aisyah menoleh.

"Kita ke supermarket dulu ya, belanja kebutuhan buat di rumah."

"Baik Uda," ucap Aisyah, menganggukkan kepalanya pelan.

Kini Hanif menghentikan mobilnya tepat di halaman parkir supermarket, yang cukup besar dan luas. Mereka segera keluar dari mobil, dan bergegas masuk ke dalam supermarket.

Mereka berdua, berjalan mendorong troli, sambil mengambil dan memasukkan beberapa bahan makanan ke dalam troli itu.

Hanif nampak seperti kebingungan, sambil terus merogoh saku celananya. "Aisyah," panggil Hanif, Aisyah menoleh ke arah suaminya.

"Kamu pilih saja ya barang yang mau di beli, Uda mau mengambil dompet dulu di mobil, lupa tidak kebawa," ucap Hanif, Aisyah mengangguk tersenyum. Dan Hanif pun segera pergi, kembali ke mobilnya.

"Ah... kenapa bisa lupa," ucap Hanif, sambil membuka pintu mobilnya, dan benar saja, dompetnya tergeletak di kursi kemudi. Hanif segera meraih dompetnya, sebelum kembali ke dalam supermarket.

Namun ketika di depan lobi, lagi-lagi Hanif bertemu dengan Lidya. Terlihat wanita berambut panjang itu, sedang mendorong troli, dengan beberapa barang yang sudah di bungkus plastik. Menandakan ia sudah selesai berbelanja.

"Lidya," panggil Hanif. Lidya, menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.

"Mas Hanif," gumam Lidya.

"Apa kamu berbelanja untuk–" ucapan Hanif terhenti, ketika ia mengalihkan sorotan matanya, ke arah seseorang yang muncul di belakang Lidya.

"Nara," gumam Hanif pelan, tak terdengar.

"Mas Hanif," panggil Nara, melebarkan senyumannya.

Wanita cantik, dengan paras ke arab-araban itu, menyapa Hanif begitu ramah. Senyuman manisnya ia lemparkan kepada lelaki yang memiliki wajah tampan itu. Rambut ikalnya yang di biarkan terurai begitu saja, membuat tampilan wanita ini begitu manis.

"Nara, kamu ada di sini?" tanya Hanif seakan senang, sambil membalas senyuman Nara.

Nara mengangguk, sambil tersenyum malu. "Iya Mas, kamu juga sedang apa di sini?" tanya Nara.

"Oh... a-aku, mengantar–"

"Mengantar Umma berbelanja ya?" potong Nara. Hanif hanya mengangguk tersenyum. Sebenarnya ia gugup sekali, bahkan kalaupun harus menjawab jujur, entah apa yang akan ia katakan.

Sementara Lidya, ia hanya memutar kedua bola matanya, saat melihat Hanif, yang mengiyakan perkataan Nara.

"Sudah jelas, tidak mau jujur," batin Lidya, melirik tak suka kepada Hanif.

"Ayo Nara, kita pulang," ajak Lidya, mendorong troli nya.

"Biar aku bantu," ucap Hanif, hendak mengambil alih troli yang di dorong oleh Lidya.

"Gak usah! Aku juga bisa sendiri," ketus Lidya.

"Lidya... kamu gak boleh begitu," tutur Nara dengan lembut.

"Terima kasih Mas, tapi sepertinya Lidya bisa melakukannya sendiri," ucap Nara kepada Hanif.

"Baiklah, kalian hati-hati ya, a-aku akan pergi ke dalam," ucap Hanif, menunjuk ke arah dalam supermarket.

Dari jauh, Aisyah yang sedang mengantre di tempat kasir. Ia tak sengaja melihat Hanif sedang berbicara dengan dua orang wanita. Tentunya hal itu membuat Aisyah penasaran.

"Kenapa mereka mengobrol lama sekali?"

"Siapa dua wanita itu? Apa itu temannya Uda?" gumam Aisyah.

Tak lama, Hanif pun masuk ke dalam supermarket. Ia terlihat sedikit kebingungan, mencari keberadaan Aisyah.

Aisyah melambaikan tangannya dan akhirnya, Hanif mendapatinya dan segera menghampiri Aisyah.

"Maaf Aisyah, apa sudah selesai belanjanya?" tanya Hanif.

"Tidak apa-apa Uda, iya sudah selesai, untuk sementara kita beli untuk stok satu minggu saja Uda."

Selesai membayar di kasir. Hanif membantu Aisyah membawa belanjaannya ke bagasi mobil.

Aisyah dan Hanif sudah masuk ke dalam mobil. Hanif segera melajukan mobilnya keluar dari area parkir supermarket.

"Uda, apa Aisyah boleh bertanya?" tanya Aisyah ragu-ragu, sebenarnya sedari tadi Aisyah ingin bertanya akan dua wanita itu, tapi ia sedikit segan karena takut terlalu ikut campur dalam urusan pribadi suaminya.

"Bertanya apa?"

"Dua perempuan tadi yang Uda temui ... mereka siapa?" tanya Aisyah sedikit ragu.

"Apa Aisyah tadi melihat Uda bersama mereka?"

Aisyah menganggukkan kepalanya. "Iya Uda, tidak sengaja."

"Mereka berdua teman Uda, sudah lama kami tidak bertemu, makanya tadi Uda sedikit mengobrol dulu bersama mereka," tutur Hanif, menjelaskan.

"Oh...." Bibir Aisyah membulat dengan sempurna.

"Uda, apa Uda punya mantan kekasih?" tanya Aisyah, tiba-tiba tak terduga. Bahkan ia sendiri pun tak sadar akan pertanyaannya itu.

"Eh... maaf Uda, Aisyah terlalu lancang. Maaf," ucap Aisyah menundukkan wajahnya, merasa tidak enak. Sambil membungkan mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

"Tidak apa-apa. Uda kan suami kamu, jadi kamu berhak bertanya apa pun kepada Uda," ujar Hanif, sedikit terkekeh melihat ekspresi yang ditunjukan istrinya itu.

"Tidak, Uda. Maaf, Aisyah terlalu lancang menanyakan masa lalu Uda. Tidak apa, tidak usah di jawab Uda."

"Aisyah... Aisyah." Hanif, tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya.

1
Nani Sumarni
masih me nyimak alur ceritanya
Vivi Bidadari
Wanita siluman berwajah manusia ga terima ditinggal nikah eehhh mau merebut pula suami org... haduhhh beginian mau jadi dosen gimana mahsiswa/i yg diajar ya minus akhlak..

Mau menyamakan. Aisyah ya beda level lah Nara kamu mah ga ada apa apanya
Vivi Bidadari
Suami macam apa kamu Hanif lebih mementingkkan wanita lain dari istri Mu sendiri ...

Kamu selingkuh Hanif

Biar Aisyah sama Adam aja
Kasna Wati
lanjut jangan lama2 x
Annie Caem
lanjut dink cerita x rme bnget
Samsidar Mnk
lanjut
Muna Muna
lalnjut
Tetty Manik
lanjut
Siti Sarfiah
movelx seru bangat, lanjutkn
NuryamahFatmah
Thor...apa Hanif pacaran sama Nara?
NuryamahFatmah
thorr..kalo panggilan nya Abang lebih mesra deh
Ros Diana
kasihan aisyah dibohongi.
Nurdaidah
ga suka sama hanif. alim tp pegang tangan nara. dasar oon
Nurdaidah
kalau hanif alim ga spt itu. g pernah lht org alim ketempat paxar hehe
Alenia Askiya
katay tamat kok menggangtung....
Alenia Askiya
kok g ada lanjutannya...
Fitrah Fitrah
tlong klo nara mau Hanif
minta ke Aisah baik2
jngan pake cra yg keji , jahat
Novi Handayani
Lanjut
Andi Wati Mallaniung
sama adam aja,hanaf kan ada pacarx.
Rita Handayani
tetap Hanif aja...kasih hati Hanif untuk Aisyah Thor... kasihan Aisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!