NovelToon NovelToon
Dear, My First Love

Dear, My First Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:183.5k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Zoviza

Sekuel(Emily:Ketika cinta harus memilih)

Maxime Alexander Lemos pria berusia 37 yang merupakan orang kepercayaan pimpinan mafia paling kejam di Jerman jatuh cinta pada seorang gadis namun cintanya harus kandas terhalang restu dari orangtua gadis yang ia cintai dan meninggalkan luka yang begitu mendalam hingga cinta itu berubah menjadi dendam. Ia pergi meninggalkan semuanya merelakan orang yang ia cintai menikah dengan pria pilihan orangtua.

Hingga berbulan lamanya dan keduanya kembali dipertemukan dengan keadaan yang berbeda.

Bagaimana kisah mereka, yuk simak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6.Kritis

Para anak buah Maxime membentengi Maxime yang menggendong Amora masuk ke dalam markas dari para musuh yang berusaha untuk membidik keduanya. Sementara Damian dan Revan masih berusaha menghabisi lawan mereka.

Maxime langsung meminta Kakek Armand menghubungi Dokter Cleo. Kakek Armand memang berada di dalam dan tidak diperbolehkan oleh Amora dan Damian untuk keluar

"Max, Dokter Cleo hari ini mulai cuti," ucap Armand.

"Lalu bagaimana lagi caranya Kek, Amora bisa kehilangan banyak darah," jawab Armand menatap wajah pucat Amora. Melihat keadaan Amora saat ini mengingatkannya dengan Amelia pernah tidak sadarkan diri karena kehujanan tapi sekarang keadaannya berbeda yang ada dihadapannya bukanlah Amelia tapi orang lain.

"Hubungi dia Kek, minta dia datang!," ucap Maxime karena hanya Dokter Cleo yang biasa menangani mereka jika mereka ada yang terluka.

"Baiklah," jawab Armand segera menghubungi Dokter Cleo.

Maxime menatap Amora dengan gelisah. Entah kenapa tiba-tiba hatinya tidak tenang dan juga sakit melihat keadaan Amora saat ini. Apakah karena Amora mirip dengan Amelia atau ada hal lain yang ia rasakan pada gadis ini.

Armand meminta pada Kakeknya jika ia yang bicara pada Dokter Cleo. Ini benar-benar urgent jika tidak nyawa Amora tidak bisa di selamatkan karena kehilangan banyak darah.

"Cleo, aku tidak menerima apapun alasanmu. Datanglah ke markas jika kamu tidak ingin karirmu berakhir saat ini juga," ucap Maxime dengan penuh ancaman. Ia tidak peduli jika Cleo hari ini sedang dalam masa cuti kehamilannya. Yang ia ingin sekarang Amora segara ditangani.

"Baiklah Max, beri aku jalan untuk masuk ke Mansion. Bukankah kata Kakek Armand terjadi kekacauan di depan markas kalian. Aku tidak ingin nyawaku dan anakku menjadi korbannya," jawab Dokter Cleo.

"Semuanya sudah aman terkendali," jawab Maxime saat melihat Revan dan Damian masuk dan mengacungkan jempol padanya.

"Baiklah. Minta Revan menjemputku sekarang juga!," ucap Cleo karena suaminya tidak lagi mengizinkannya mengendarai mobil sendiri.

"Hm"

"Amora, bangun!," ucap Revan langsung menghampiri Amora yang ditidurkan Maxime diatas sofa. Melihat keadaan Amora mengingatkannya dengan kejadian delapan bulan silam saat ia menyelamatkan Amora dari sebuah kecelakaan yang membuatnya koma selama satu bulan.

"Van, kau jemput Dokter Cleo di rumahnya!," ucap Maxime dengan tatapan dinginnya. Ia merasa tidak suka saat Amora diperhatikan sepatu itu oleh Revan.

"Jarak rumah Cleo dari disini hanya lima menit berkendara Max, dia bisa menyetir sendiri bukan?. Amora harus segara ditangani," jawab Damian menimpali.

"Pergi saja Van atau nyawa Cleo tidak bisa terselamatkan!," ucap Maxime.

"Pastikan Amora tetap bernafas!," ucap Revan langsung berlari keluar. Ia memang berhasil menghabisi para musuhnya meski keadaannya saat ini juga kacau. Ia mendapat luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya tapi ia tidak mempedulikannya karena itu adalah hal biasa baginya.

"Hm," angguk Maxime.

Maxime menghampiri Amora yang tiba-tiba saja mengalami kejang."Amora, bertahanlah," ucap Maxime mengenggam tangan gadis itu.

"Max, kita tidak punya cara lain selain mengeluarkan selongsong peluru itu dari tubuh Amora dari pada nyawanya tidak terselamatkan," ujar Damian itu cemas melihat keadaan Amora. Meski Amora baru bergabung dengan mereka berarti Amora sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.

"Tapi--

"Kau pasti bisa melakukannya Max. Apakah kau tidak ingat dulu juga pernah menyelamatkan nyawa Revan yang hampir juga kehilangan nyawanya jika saja kau tidak mengeluarkan selongsong peluru itu dari tubuhnya," ucap Damian.

"Baiklah...," angguk Maxime. Ia tidak punya cara lain untuk menyelamatkan nyawa Amora. Ia tidak ingin ada Revina kedua.

Maxime mengangkat tubuh Amora menuju ruangan yang diperuntukkan untuk perawatan bagi anggota yang terluka. Wajah gadis itu makin terlihat pucat karena darah yang terus mengalir meski Maxime sudah berusaha untuk mengikat lukanya untuk menghentikan darah yang keluar.

Maxime memulai mengeluarkan selongsong peluru yang ada di bahu kanan Amora. Dengan tangan bergetar Maxime membuka resleting gaun Amora Dengan begitu hati-hati agar memudahkannya untuk mengeluarkan selongsong peluru itu.

"Max... apa yang kau lakukan?," teriak Cleo yang baru saja datang.

"Cleo..."

"Keluarlah!, biarkan aku yang tangani," ucap Cleo segara memakai sarung tangannya dan memulai pekerjaannya.

"Aku akan disini Cleo," jawab Maxime kekeuh. Entah kenapa ia tidak ingin berjauhan dengan Amora. Ia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba saja merasakan hal seperti itu padahal ia masih berharap untuk bersama dengan Amelia yang sampai saat ini tidak ia ketahui dimana keberadaannya.

"Kau membuatku tidak fokus saja Max," ucap Cleo.

"Aku janji tidak akan mengganggumu," jawab Maxime yang tatapannya masih tertuju pada Amora yang baru saja selesai dipasang oksigen.

Cleo hanya bisa mengangguk pelan karena ia tahu seorang Maxime tidak akan pernah bisa dilarang.

Cleo fokus pada pekerjaannya untuk segara mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh Amora."Max...seperti kita harus membawanya ke rumah sakit. Kondisinya semakin menurun, aku tidak bisa bekerja sendiri jika keadaannya seperti ini," ucap Cleo karena tiba-tiba Amora kembali mengalami kejang. Ia belum berhasil mengeluarkan selongsong peluru itu dari tubuh Amora.

"Lakukan yang terbaik Cleo," jawab Maxime.

***

Amora saat ini ditangani oleh tim Dokter di ruang operasi. Maxime membawa Amora ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa gadis itu.

Sementara itu Maxime menatap lurus pada Revan yang tampak begitu kuatir didepan pintu ruang operasi. Revan terlihat begitu mencemaskan keadaan Amora. Melihat Revan mencemaskan Amora entah kenapa ia tidak suka.

Tidak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka dan terlihat Revan segara menghampiri Dokter yang menangani Amora. Dokter yang sama menangani Amora delapan bulan yang lalu.

"Dokter bagaimana keadaan Amora?," tanya Revan. Sementara Maxime hanya memperhatikan interaksi Revan dengan Dokter itu.

"Keadaannya kritis karena pasien kehilangan banyak darah," jawab Dokter.

"Oh ya... apakah pasien sudah mendapatkan ingatannya kembali?. Masalahnya pasien tidak lagi datang ke sini memeriksakan kondisinya," tanya Dokter membuat Revan tampak gelagapan karena Maxime menatapnya dengan tatapan penuh curiga.

"Be-belum Dokter," jawab Revan.

"Anda ini bagaimana, bukankah saya sudah katakan sebelum pasien mendapatkan ingatannya kembali, dia harus melakukan cek up rutin dan terus mengkonsumsi obatnya," ucap Dokter.

"Cedera di kepalanya jika tidak ditangani dengan baik, akan berdampak buruk dikemudian hari," sambung Dokter.

"I-iya Dokter. Setelah ini saya akan meminta Amora untuk kembali melanjutkan pengobatannya," jawab Revan.

"Harus itu," ucap Dokter.

" Oh ya untuk sementara pasien akan ditempatkan di diruang ICU sebelum ia melewati masa kritisnya," sambung Dokter lalu segara pergi meninggalkan Revan yang terdiam membeku.

"Kau menyembunyikan sesuatu dariku tentang Amora, Revan?," tanya Maxime dengan tatapan menghunusnya pada Revan. Ia paling membenci yang namanya kebohongan.

"Max aku--

"Katakan siapa Amora sebenarnya, Revan?," tanya Maxime dengan kalimat penuh tuntutan.

"Dia--

...****************...

Author skip dulu ya...hehehe

1
Sri Wulandari
bahagianya qm amelia setelah kehilangan kedua orangtuamu & hidupmu begitu sulit dg tinggal bersama ibu tirimu..,..

sekarang setelah menikah suamimu & klrgnya sangat mencintai & menyayangimu walupun suamimu sangat sibuk dg pekerjaannya jg smua urusannya tp dia sllu berusaha mencari cara untuk sllu bs bersamamu & memanjakanmu karna qm adalah hidupnya & jg prioritas utamanya
bahagia sllu bersama suamimu max... amelia 💞💖💖❤️❤️❤️🤗🤗🤗
Sri Wulandari
knp max g tanya langsung sj sm pengawal yg d tugaskannya utk menjaga amelia mereka pasti akan menceritakan apa yg terjadi dg istrimu max
Sri Wulandari
raya ternyata g ada kapok2nya dulu dia mengganggu emili & skrng amelia....jika max tau dia mengganggu istrinya & menyakitinya qm pasti g akan d lepaskan masa max dia pasti akan membalasnya dg kejam
Sri Wulandari
casanova yg sdh taubat🤭
selamat bahagia sllu selamanya max bersama istrimu....jaga kepercayaannya & jangan sakiti hati amelia karna dia sdh memberi kesempatan pd mu & menerimamu dg segala kekuranganmu max karna cinta istrimu sangat tulus
Sri Wulandari
kenapa qm g memilih menjalani kehidupan yg normal sprti k banyakan orang max biarkan kepemimpinan mafia qm serahkan k damian sj supaya qm & amelia bs hidup dg damai tanpa musuh
Sri Wulandari
kenapa qm tega ingin membunuh suamimu laura padahal suamimu mencintaimu dg sangat tulus hanya gara² masa lalu yg tdk pernah bs qm lupakan qm rela mengorbankan k bahagian mereka klrg mu sendiri
Sri Wulandari
kakek lemos pasti d kurung sm kakek armand sprti grandma laura dulu
Fitriyani
cantik banget amelia 😍
lia rahma
lanjutkan Thor jangan banyak2 ya babnya tp banyakin ceritanya wkwkwkwkwk....
falea sezi
ngeyel amat si Amelia diem bae di situ /Hey/
Ana
semangat kakak💪
Ana
Aamiin🤲
altanum
akhirnya Hepy ending
selamat atas kelahiran putra pertamanya y max amelia.
meski berlatar belakang keluarga mafia,tp ceritanya penuh dengan cinta yang menguat setiap saat.dengan tatabahasa yang epic sehingga alir ceritanya semakin menarik.
terima kasih atas bacaannya yg menarik thor
terus semangat berkarya..../Heart//Heart//Heart//Heart/
Jessica Xie
plis tambah bonchapnya thor n sesion 2 anak2 mereka yg tumbuh dewas
terima kasih thor🙏
wo te
ada boncap nya ga kak ini nanti nya apa akan ada sesion 2 nya,,ank2 mereka tumbuh dewasa 🤗🤗
Maya Lara Faderik
selamat,ya.. akhir yang bahagia
Ana
happy ending 🥰
Ana
sama-sama Kak🥰
Ana
Alhamdulillah🥰 welcome baby boy
Ana
hais kamu ga sopan max 🤣 jangan panik dong daddy mu udah pengalaman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!