Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 6. Persiapan pembukaan toko sembako
Arumi menghubungi seluruh distributor yang sudah dia datangi, dan akhirnya mereka antusias untuk datang, Arumi tetap membantu untuk awal saja, dan pakde juga bisa belajar.
Seminggu sebelum pembukaan, terlihat banyak mobil box datang untuk memenuhi isi toko dan gudang, para karyawan ikut membantu sekaligus belajar menata barang, mereka di ajari oleh orang-orang dari distributor.
Para sales juga datang, ikut membantu penataan barang yang mereka suplai, terhitung ada 5 distributor yang bekerjasama dengan toko pakde, di luar minyak goreng dan beras serta telur.
Banyak warga yang datang melihat kegiatan itu, mereka takjub dengan perubahan pakde dan Bude, bahkan ada sepupu bude yang bekerja sebagai PNS kecamatan, sangat tidak suka dengan Bude.
Dia merebut tanah Bude di tengah Desa dengan cara licik, memanfaatkan si kembar yang lagi sakit, hingga bude meminjam uang kepadanya dengan jaminan tanah, dan memang bude tak sanggup bayar, hingga akhirnya bude pindah ke tempat tinggal sekarang, di lahan warisan orang tua Pakde.
"Hey Sulis, memangnya kamu pikir ini akan berhasil, nanti juga tanah suami kamu di sita sama Bank, ucap Sepupu Bude.
"Maaf ya, ini tanah saya, kalaupun nanti di sita Bank, apa sangkut pautnya dengan kamu? Balas Pakde.
"Prayitno, kamu memang lebih tangguh untuk tukang ojek, secara kamu paling bodoh di kelas, ucap Suami sepupunya Bude.
"Tidak masalah, pertanyaannya jika aku bangkrut, dan tanah ink disita, apa sangkut pautnya dengan kalian, dan ingat baik-baik, saya tidak punya masalah dengan kian dan juga hutang sama kalian, Geram si Pakde.
"Kami hanya menasehati kamu, agar jangan bermimpi terlalu tinggi, lanjut suami sepupu Bude.
"Pakde, Bude, jangan di tanggapi orang seperti ini, buktikan jika Pakde dan Bude bisa maju, gaji mereka berdua paling banyak 15 juta, dan tambah dengan hasil kebun dan rentenir, paling sebulan 30 juta, tapi sebagian uang mereka adalah hasil rente dan itu tidak halal, karena kebanyakan makan yang tidak halal, maka pikiran mereka juga selalu buruk", ucap Arumi menyindir sepupu Bude
"Kamu siapa, jangan ikut campur, ingat baik-baik kamu disini hanya numpang, jadi tahu diri", Hardik sepupu Bude.
"Siapa bilang saya ikut campur, saya hanya menyarankan agar Bude jangan terbawa emosi, dan juga agar Bude dan pakde bekerja keras agar bisa bayar kredit bank seperti yang kamu bilang", jawab Arumi.
"Kata adikku, kamu menyarankan Mereka agar membuat usaha ini, bodohnya mereka mengikuti omongan kamu hingga berhutang ke bank 1 miliar, ucap Suami sepupu Bude.
"Hahahaha, kalau gak salah dengar tadi kamu bilang pakde adalah orang Bodoh, ternyata kamu yang lebih bodoh karena mau saja di bohongi oleh adikmu yang sehari-hari kerjanya mabok dan mengganggu saya, lagian lucu, mereka yang berhutang, kok kalian yang repot, memangnya beban hutang mereka kalian yang bayar, juga apa tanah kalian yang disita jika mereka tidak bisa bayar, orang tamat SD saja tau", Jawa. Arumi menohok.
"Kurang ajar kamu, kesal laki laki itu.
"Aku kasih tau kalian, Pakde dan Bude, walau pendidikan rendah, tapi martabat mereka lebih tinggi dari kalian berdua, PNS, tapi menjalankan praktek rentenir, dan saya ingatkan, sekali lagi kalian mengganggu disini, ku pastikan kalian pensiun tanpa upah", tekan Arumi.
"Kamu menantang kami, apa kamu tidak tahu siapa keluargaku? Ucap pria itu.
"Oh, sehebat apa orangtua mu, apa karena ayahmu bekerja di Galangan Kapal Synergi Shipyard, walaupun dia Manajer, tapi dia juga bukan pemilik dari perusahaan itu, apakah jabatannya akan selamanya, dasar pikiran sempit", cemooh Arumi.
Synergi Shipyard adalah perusahaan pembuat Kapal Laut milik almarhum ibunya Arumi dan jelas Arumi adalah pewaris tunggal, hanya saja Arumi masih malas untuk datang kesana, bahkan uang dari ibunya belum sama sekali di ambilnya.
Seluruh keuntungan Synergi Shipyard dan Synergi Steele, masih tersimpan rapi di Bank Mandiri dan BRI, hingga saat pihak Bank tetap menyimpan dan mengelola keuangan Arumi.
Arumi juga belum mengambil haknya di Singh Adhitama Group yang mana 75 persen saham adakah milik Ibunya, dan semua dokumen kepemilikan saham sudah berada di tangan Arumi.
"Satu lagi, seluruh pembiayaan dan modal usaha ini, menggunakan uang hibah dari saya, artinya, Pakde dan Bude tidak berkewajiban mengembalikan apa yang sudah aku berikan, kamu silahkan tanya seluruh Bank yang ada, apa mungkin mereka akan memberikan kredit 1 milyar dengan jaminan tanah setengah hektar.
Kalau kamu pintar, kamu tahu syarat mengambil kredit bukan ? Lagi Arumi membuat laki-laki itu tak mampu membalas ucapannya.
"Sombong sekali kamu, uang 1 milyar kamu berikan begitu saja kepada mereka? Ejek Laki-laki itu.
"Dasar dengki, sudahlah percuma bicara dengan orang terlalu pandai hingga hal sederhana saja dia tak mengerti, seluruh barang yang ada di toko hingga di gudang saja, lebih dari 1 milyar, dan itu semua bayar cash, belum biaya pembangunan, sudah hampir 600 juta.
Apakah pengajuan kredit 1 milyar akan di setujui 1 milyar, apalagi selama ini Bude dan pakde tidak pernah kredit di Bank, tabungan mereka saja tak sampai 10 juta, apa kamu berpikir sampai ke sana, jawab Arumi makin sengit.
"Mas Dony, harusnya kalian sebagai saudara itu mendukung usaha saudara kalian, kami saja bangga dengan Prayitno dan Sulis, karena mereka mencoba berusaha lebih besar, harusnya saya bekerja kota, tapi saya tunda, karena biar bagaimanapun saya bekerja di kampung, dan itung-itung membantu kawan, saya borong ini semua 650 juta hingga selesai, dan selama pembangunan kami dikasih makan siang, hitung saja itu kami ada 15 orang, belum kopi dan kue pagi sore, ucap kepala tukang.
"Halah.. Mereka terlalu bermimpi, ucap sepupu Bude.
"Kalau kalian mampu, silahkan buat usaha seperti ini, kan kalian orang kaya, mobil saja ada 2 unit, sarkas Arumi.
Akhirnya kedua orang syirik itu pergi dengan kesal, keluarga mereka memang tidak ada yang suka dengan Bude, karena orangtua bude hidup miskin, di tambah lagi bude menikah dengan pakde yang juga juga miskin, dan menolak di jodohkan dengan juragan sayuran dari kecamatan sebelah yang beristri.
Arumi, melindungi area mereka dengan Formasi, jadi siapapun yang berniat jahat tidak akan bisa masuk dengan tenang, mereka akan merasa gusar dan gelisah, sedangkan untuk malam hari, Formasi akan berubah lebih kejam, siapapun yang berniat jahat, tidak akan bisa masuk, dan langsung pulang, dan akan sakit selama beberapa bulan, untuk dalangnya, akan malam hari itu juga akan berteriak kesakitan.
penasaran nii