Namaku Lin Mey, Putri dari seorang Kaisar, Kekaisaran Lin, ibuku bernama Xin Xia Fei, dari Klan Xin.
Pernikahan Politik, itu biasa terjadi, karena kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan dari Pernikahan itu.
Ibuku adalah wanita Genius, Ahli dalam Alkemis dan Formasi, tapi semuanya di rahasiakan dengan baik, setelah aku berumur 7 tahun, ibuku mulai melatih ku.
Kediaman kami yang terbilang jauh dari Istana, dimanfaatkan ibuku melatih ku.
Keberadaan ibuku sangat tidak disukai oh siapapun, termasuk ayahku, karena hanya Politik.
Dia tidak pernah datang melihatku, hanya jika ada acara Formal baru aku dan ibu bertemu dengannya.
Saat Umurku 10 tahun, entah ada masalah apa, tiba-tiba aku dan ibuku di kembalikan ke Klan dan status kami di cabut.
Kami tiba di Klan, terlihat suasana sudah kacau, ternyata Klan ibuku sudah di hancurkan, dengan tuduhan memberontak.
Ibuku tetap tenang, dan kemudian dia membawaku ke Hutan.
Penasaran lanjutannya... ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 06. Kehangatan Keluarga dan Persiapan
"Ayah, kekuatan ayah bisa meredam seluruh pemberontakan, jika hal itu terjadi, tapi Mey er tidak mau ayah terluka, berikan saja kekuasaan itu kepada Permaisuri, dan kita bisa pergi kemana kita suka, bagaimana? Tanya Lin Mey.
"Bagus juga idemu Nak, tapi apakah ibumu mau hidup bersama ayahmu ini? Tanya Kaisar Lin.
Terlihat wajah Xin Xia merah merona, wajahnya tertunduk, meskipun dia sempat bertunangan dengan Tuan Muda Klan Shui, tapi mereka jarang bertemu, dan memang Tuan Muda Shui sangat penyayang, hingga Xin Xia nyaman, tapi kali ini berbeda.
"Ibu, apa ayah boleh hidup bersama ibu dan Mey er", ucap Lin Mey berpura-pura polos.
"Asal kan ayahmu mau meninggalkan kekuasaannya, ibu sangat bahagia jika ayahmu mau hidup bersama kita", jawab Xin Xia.
"Beri waktu 1 hari, aku akan datang ke sini lagi, dan membawa stempel Kekaisaran, dan mohon pada Kedua Guru agar memberikannya kepada Lin Jun beserta surat kuasa yang ku buat, serta surat memulihkan status Putriku, agar suatu saat, keturunan Putriku memiliki hak di istana.
"Yang Bin, apa kamu akan mengikuti ku, atau tetap di istana? Tanya Kaisar.
"Aku akan mengikuti mu, kedua anakku berada di Sekte jadi aman, orangtuaku berada di Desa, tidak ada seorangpun di istana yang tahu tempatnya, terakhir istri ku sudah meninggal, dan aku sendiri tidak memiliki selir", Jawab Yang Bin.
"Kamu Yen Yen, apakah tetap akan mengikuti saya dan istri, dan mungkin kehidupan kami akan lebih buruk", tanya Kaisar.
"Yen Yen akan mengikuti, yang Mulia dan Nyonya, ibu suri juga sudah tidak ada, Yen Yen juga hidup sebatang kara", Jawab Yen Yen.
"Mey er, lebih suka hidup dimana, desa atau kota ? Tanya Kaisar.
"Ayah, Mey er, sekarang Mey er banyak tugas yang di selesaikan, Mey sebentar lagi akan pergi jauh, dan lama baru kembali, saat Mey er memberi tahu ibu, ibu sedih karena akan kesepian, makanya Mey er menjemput ayah dan juga bibi Yen Yen, agar menemani ibu", ucap Lin Mey.
"Suamiku, Mey er sekarang sangat kuat, dia adalah Pewaris Dewi Phoenix yang Agung, dia akan memulai perjalanannya, makanya dia ingin kita berkumpul, ucap Xin Xia.
"Yang Mulia, mungkin anda kebingungan, karena tiba-tiba kekuatan anda meningkat bukan ? Tanya Cou Lan.
"Ya, kemarin tubuhku bergetar dan kekuatanku naik hingga ke Ranah Suci tahap Puncak, sungguh saya bingung, tapi saya bersyukur ada keajaiban seperti ini", ucap Kaisar Lin.
"Itu berarti ada cinta yang tulus Kaisar kepada Putrimu saat dia mengalami pencerahan, dan Tubuh Dewi Agung kami bangkit serta Jiwanya juga ikut bangkit, hanya saja Mey er harus memulai perjalanannya sebagai bagian dari pengabdiannya dari sang pencipta.
Kami Ras Phoenix bersama Hewan Surgawi lainnya memiliki tanggungjawab dari sang pencipta membantu manusia agar jangan berbuat melebihi batasnya sebagai manusia, Kebangkitan Ras kami, berada di tangan di pundak Mey er, lebih jelasnya adalah, Mey Adalah reinkarnasi Dewi Phoenix yang Agung", ucap Cou Lan.
"Suamiku, Klan Xin, tidak berasal dari daratan rendah, kami berasal dari Daratan Para Dewa, dan semua keluarga utama sudah kembali, aku pun akan kembali dan menunggu Mey er disana, mari kita tinggal disana dan menunggu kepulangan Putri kita", ucap Xin Xia.
"Kekuatanku belum mampu melindungi mu di sana, karena yang aku baca di Daratan Para Dewa, Ranah Saint itu hanya penjaga gerbang atau Prajurit", ucap Kaisar Lin.
"Ayah tenang saja, aku mampu menaikkan kekuatan ayah, paman Bin dan bibi Yen Yen, ucap Lin Mey.
"Nak, seharusnya ayah yang memberikan mu sumberdaya agar kamu bisa kuat, tapi ayah tidak berguna membiarkan menjadi kuat sendiri", ucap Kaisar Lin.
"Semua sudah lewat Ayah, singkat Lin Mey.
"Sekarang ayah dan Paman mu akan kembali ke istana, besok pagi kita bertemu di perbatasan Hutan ini bagaimana? Tanya Kaisar.
"Aku akan mengantarkan ayah dan Paman dan akan menunggu kalian berdua, setelah semuanya beres, panggil saja Mey er, nanti Mey er jemput agar ayah dan Paman tidak terlihat keluar dari istana, ucap Lin Mey.
"Berarti tadi Mey er, yang menjemput ayah? ucap Kaisar Lin.
"Hehehe ia ayah, maafkan Mey er membuatmu terkejut., jawab Lin Mey.
"Terimakasih sayang, ayah sangat bahagia, apalagi ayah akan hidup bersama ibu mu", balas Kaisar Lin.
"Berangkat lah, sebelum ada yang mencari Kaisar", ucap Cou Lan.
Dengan raut wajah bahagia, Kaisar Lin dan Yang Bin, kembali ke istana, hari ini dia akan bekerja seperti biasa, sedangkan Yang Bin, dia akan menyiapkan segala sesuatu.
Lin Mey mengantar mereka berdua hingga di kamar Kaisar, lalu pergi seperti hantu.
Seperti yang sudah di rencanakan, tidak ada yang curiga Kalau Kaisar, akan pergi dan tak tau kapan kembali.
Di sudah menulis surat kepada Kepala Rumah tangga Kaisar dan juga untuk Permaisuri.
Sedangkan Yang Bin, sudah memasuki ruang rahasia Kaisar, Dan mengambil harta benda peninggalan seluruh leluhur Klan Lin, termasuk stempel Kekaisaran.
Ruang Rahasia Kaisar kini telah hanya berisi barang-barang yang tidak terlalu penting, sebagian harta di berikan untuk Lin Jun, termasuk surat wasiat dan lesan Kaisar.
Kini tepatnya waktu makan siang, dan waktu Kaisar beristirahat, selesai makan siang, Kaisar Lin kembali ke kamar pribadinya dan bertanya kepada Yang Bin, dan dijawab bahwa semuanya sudah siap.
Kaisar merekam pidato terakhirnya dalam 2 buah kristal kenangan, 1 untuk Kepala urusan rumah tangga Kaisar yakni menteri dalam negeri dan 1 lagi untuk Lin Jun, Kaisar meletakkan baju Kaisar, saat dia dilantik dan Mahkota Putra Mahkota.
Mahkota itu, adalah Lambang sah sebagai Putra Penerus Kekaisaran yang di tunjuk langsung oleh Kaisar yang sah.
Setalah semuanya siap, Kaisar menulis 1 surat lagi untuk Permaisuri, dia berpesan bahwa Dia akan pergi dan untuk sementara Permaisuri yang akan meneruskan pemerintahan.
Begitu selesai, Kaisar memanggil Pasukan bayangan miliknya, agar membantu Lin Jun dalam memperebutkan haknya sebagai Kaisar di masa depan.
Keseratus orang itu bersumpah akan membantunya, Kaisar memberikan masing-masing 1 juta Koin Emas, Perak dan Perunggu, serta sumberdaya yang berasal dari Lin Mey, Kaisar memerintahkan kepada mereka agar terus berlatih, hiduplah seperti orang biasa, tapi tidak boleh jauh dari ibukota.
Pasukan bayangan, hanya bisa di perintah oleh Kaisar, dengan menggunakan token khusus, dan Token itu telah di siapkan untuk Lin Jun.
Para Pasukan Bayangan, di pastikan akan menjadi orang terkuat, di alam Rendah, Lin Mey memberikan itu agar Lin Jun bisa meraih kemenangan dalam perebutan Kekuasaan.
Lin Mey juga mempersiapkan gelang pelindung Kultivasi, karena Lin Jun di perkirakan akan akan naik ke ranah Dewa Awal dengan menggunakan sumberdaya dari Lin Mey, semua ini bertujuan agar kekuatan Lin Jun bisa menghantarkan dia menuju Kaisar dan tidak akan terkalahkan.
"Yang Bin, saya akan minta tolong agar kedua Putramu, di pindahkan ke Tempat Lin Jun, agar di masa depan, kedua Putramu bisa menjadi Jenderal Besar dan Penasehat Putraku, ucap Kaisar Lin.
"Terimakasih Kaisar, ucap Yang Bin.
"Sekarang mari ikut saya ke gudang penyimpanan harta Kekaisaran, ambil 3 Cincin itu, isilah sebanyak mungkin dan berikan untuk kedua orangtuamu dan kedua Putramu, aku sendiri akan mengambil untuk Lin Mey dan Lin Jun, serta untuk saya Xia er, serta kedua gurunya. tambahkan juga untuk mu dan juga Yen Yen.
Tak terbayangkan, Kaisar merampok di istana nya sendiri, dia juga tidak mau hidup susah bersama istrinya.
"Yang Mulia semua sudah selesai, mari kita kembali ke ruangan anda dan segel kembali pintu rahasia ini, ucap Yang Bin.
Tiba di kamarnya, dia segera menghubungi Lin Mey yang saat ini menunggu di salah satu restoran dekat Istana, dan tak berapa lama Lin Mey sudah berada di kamar pribadi Kaisar dan membawa mereka.
Tapi sebelum kembali ke hutan Bintang Jatuh, Yang Bin memohon agar mampir ke Sekte tempat kedua Putranya berlatih, dia mengirim lokasi Sekte dan Lin Mey berangkat ke sana.
Tanpa banyak bicara Lin Mey langsung memasukkan kedua kakak beradik itu kedalam kantong penyimpanan, saat kedua kakak beradik itu sedang istirahat latihan dan berada di Kediaman mereka.
Setelah melewati waktu yang panjang, akhirnya Lin Mey tiba Goa dan bertemu ibunya dan kedua guru.
Kemudian Lin Mey mengeluarkan 4 orang dari kantong penyimpanan, terlihat Kaisar Lin berpakaian orang biasa tapi kualitasnya sangat terbaik, begitu juga dengan Yang Bin.
"Guru, bolehkah kedua Putraku ini belajar di sekte anda, agar mereka bisa menemani Tuan Muda Lin Jun, ucap Yang Bin sambil membungkuk.
"Tidak masalah, justru akan lebih baik, Ucap Cou Lan dan Ying Ying.
"Saya berjanji mereka bertiga akan menjadi murid pribadi kami berdua, ucap Cou Lan lagi.
"Terimakasih Guru, ucap kedua Putra Yang Bin.
"Guru, tolong berikan ini kepada Lin Jun, tapi saat dia sudah siap, dan yang ini untuk biaya keseharian nya. Terakhir tolong jangan di tolak, kedua Cincin Penyimpanan ini, khusus untuk guru berdua, ucap Kaisar Lin.
"Baiklah, kami akan pergunakan dengan baik.
Lin Mey mengajak kedua putra Yang Bin untuk berburu Rusa, karena hari ini adalah spesial.
Mereka menikmati 1 ekor Rusa panggang dan beberapa ikan serta udang dan berbagai jenis sayuran.
Pada sore hari nya, Kedua Guru dan kedua putra Yang Bin, di antar Lin Mey hingga Gerbang Sekte milik Klan Kuno.
Ternyata letak Sekte itu, berada di kedalaman Hutan Monster, dan berada di Dunia kecil, yang berada di balik air terjun.
Lin Mey juga membantu Yang Bin untuk mengantarkan harta berupa Koin Emas, Lin Mey juga membantu Kultivasi kedua orangtua itu hingga ke Ranah Suci tahap Menengah Puncak.
Keputusan ini dia ambil agar mereka berdua bisa berpetualang.