Chen pergi ke masa lalu untuk mencari tau obat yang bisa menyembuhkan kakaknya dengan mencari sahabat lama kakaknya, suatu kejadian Chen bertemu orang yang menyebalkan dan ternyata orang itu adik sahabat kakak nya walaupun mereka menghadapi banyak masalah Chen yakin bisa menemukan obat untuk kakaknya walaupun nyawa taruhannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Larsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
sebuah botol air mineral disodorkan Chyou sambil berkata "Kamu baik-baik saja?," tanpa pegawai wanita itu sadari. Orang yang berdiri di hadapannya dan orang yang memberinya sebotol air mineral itu adalah Pak Direktur yang mereka takuti. "Terimakasih sudah mengantarkan Adikku"
" 𝘌𝘮, 𝘮𝘢𝘤𝘪 𝘢𝘤𝘢𝘬" Ucap Nuan dengan keimutannya, membuat panah itu menancap ke hati pegawai wanita dan para pegawai kantor yang melihat kejadian itu.
Telfon yang semulanya diam, sekarang berdering dan itu membuat Chyou menunda jadwalnya sampai siang.
"Halo tuan Yu, Adik Anda; Chen berada di rumah sakit"
"Iya, aku kesana dan jelaskan apa yang terjadi".
" O, Tuan Yu, Anda sudah datang!, tadi Chen tiba-tiba terjatuh saat pelajaran kimia dan Dokter juga mengatakan Chen sudah.....(tiada)"
"Apa maksud mu, adikku meninggal ha!, aku liat Chen hanya tertidur". Paiyu menarik baju Kakaknya sambil bertanya apakah Kakak Kedua sakit, "Apakah Kakak Kedua tidak apa-apa," Ucap Nuan sebagai tambahan.
"Iya, dia baik-baik saja. Lihat Kakak Kedua sudah bangun". Chen yang terbangun dengan memegang kepalanya sambil bertanya apakah dirinya tidur terlalu lama dan mengapa semua orang menatapnya. "Mereka semua, orang menghawatirkan mu Chen," Kemudian tiba-tiba perut Piayu berbunyi dan itu membuat Nuan tertawa terbahak-bahak karena ia sempat mengira suara (gemuruh dari perut Paiyu) itu berasal dari pintu yang rusak, dan siapa yang mengira itu dari Paiyu.
Perkataan dan tawa Nuan membuat semua orang ikut tertawa kecuali Chyou yang tersenyum sambil berkata "Lapar ya"
" Ung, hehe. 𝘞𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯," Saat mereka makan, Chyou menikmati, memandang Adik-adiknya makan dengan lahap. Tak lama kemudian terdengarlah suara smartphone berbunyi itupun 'tak lama setelah ia mematikan telfonnya, sehingga membuat Chen bertanya "Ada apa kakak?"
" Tidak ada, Chen nanti aku pulang sedikit malam dan bisakah kamu menjaga Paiyu dan Nuan sebentar"
" Tidak bisa! aku masih ada kelas nanti." Ucap Chen dengan tegas bahwa dirinya begitu sibuk dengan dunia kampusnya sehingga tidak bisa menjaga si kembar, kemudian Nuan menarik baju Chyou sambil berkata bahwa mareka bisa menjaga diri mereka sendiri "𝘌𝘮, 𝘤𝘢𝘤𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘬 𝘦𝘭𝘶 𝘸𝘢𝘵𝘪𝘓" Ucap Paiyu sebagai tambahan.
Chyou tersenyum dan berterima kasih. Dan sepertinya Chen kalah kali ini, dikarenakan voting terbanyak mengarah ke opsi Chen yang harus mengurus Paiyu dan Nuan selama sehari, tapi bagaimana dengan kuliahnya saat ini.
"Hmm, aku akan mengurus itu dengan Kepala Sekolah nanti. Paiyu, Nuan jangan menyusahkan Kakak Kedua selama Kakak berkerja"
" Ung, ocey Bos"
Malam sudah tiba, si kembar melihat ke arah pintu lagi dan lagi. Membuat Chen kesal sehingga menyuruh mereka untuk cepat tidur sekarang, dengan nada tinggi, membuat mereka ketakutan dan dengan cepat mereka mematuhi Chen yang berselang dengan mobil yang berhenti di Kediaman Yu. Si kembar berlari dan langsung memeluk Chyou yang baru turun dari mobil. "Mengapa kalian belum tidur?"
" Mereka rindu Kakak, padahal baru di tinggal sebentar"
" Begitukah?," Chyou menggendong si kembar kembali ke kamar dan menyelimutinya. sebelum pergi, Kakak mencium dahi si kembar tapi sebelum itu "Acak, hoam, ita," mereka tidak akan mengizinkan Kakak keluar kamarnya sebelum ia menceritakan, cerita sebelum tidur.
Jaman dahulu seorang anak laki-laki yang terjatuh dan menangis di
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
terima. a kasih