Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Suasana tegang mulai terasa sehingga membuatku mengeluarkan keringat yang membasahi dahiku. Umi mulai beraksi dan bertanya itu ini pada teman lelakiku, yang membuat jantung temanku terasa mau copot, maklum mungkin karena Umiku ingin mendapatkan calon suamiku yang baik dan punya keteguhan hati yang kuat.
“Nak kamu berasal darimana?”.
Syahrul
“Saya dari Bandung Umi”.
Umi
“Tinggalnya dimana kalau di Bandung dan disini dimana?
Syahrul
“Di Bandung saya tinggal di komplek pesantren Al-Hikmah, kalau disini saya tingal di asrama kampus sekaligus mengurus Masjid kampus”.
Umi
“Apakah kamu sudah punya pacar atau pacaran dengan wanita lain selain kenal dengan anak Umi?”.
Syahrul
“Ma… ma… maaf Umi, aku tidak mengenal pacaran dan dilarang oleh Ayah dan Umi ku, aku diwajibkan focus pada kuliahku. Kebetulan saya memang berteman dengan anak Umi, tetapi aku tidak berani menyukainya sebelum aku lulus dan menjadi orang yang bermanfaat bagi yang lain. Maaf jadi ngelantur”.
Umi
“Hmmmmm, baguslah kalau begitu!”.
Syahrul
“Beribu maaf Umi aku lancang, sebelumya Umi kenapa bertanya seperti itu?”.
Umi
“Ya Umi mau menilai kamu dari segala asfek, karena anak Umi si neng mulai suka sama kamu dan sering bercerita panjang lebar tetang kamu saat liburan kemarin. Jadi Umi wajar bertanya begitu karena Umi menjaga agar sineng tidak salah gaul dan mencari teman yang mampu membawa kejalan yang baik”.
Syahrul
“Dia terdiam dan hanya menunduk, sambil sesekali menengok ke arahku sambil menggelengkan kepala”.
Aku hanya diam seribu bahasa dan tak mampu berkata apa apa.
Introgasi berlanjut ternyata, kemungkinan Umi masih ingin tahu banyak tentang Syahrul.
Umi bertanya kemBali pada Syahrul.
“Kalau boleh tau Ayah dan Ibu mu bekerja apa, maaf ya nak Umi tak bermaksud jelek?”.
Syahrul
Dia terhenyak sambil menelan ludah. “Iya tidak apa-apa Umi,! Maaf Ayahku pimpinan pondok dan Ibuku adalah seorang guru disebuah madrasah di kampungku”.
Umi
“Alhamdulillah”. Sambil memberi kode padaku.
Syahrul
“Maaf Umi kenapa?”.
Umi
“Ya alhamdulillah sineng tidak salah gaul, sehingga Umi jadi tenang. Dan Umi setuju sineng berteman denganmu. Tapi jangan macam macam sama anak Umi ya”.
Syahrul
“Alhamdulillah. Saya oleh Ayah dan Ibu sedari kecil ditanamkan tentang menjaga ahwat dan harus menghormati menghargainya baik itu teman, istri atau siapapun InsyaAllah saya tidak seperti itu”.
Umi
“Percaya sama kamu nak!”.
Kelihatnnya Umi puas dengan percakapan tadi dan pesananpun datang, kami melanjutkan dengan makan. Dan alhamdulillah hari yang meneganggkan itu telah berlalu, kami berpisah dan kemBali ketempat masing-masing.
Ketika sampai dikosan, Umi tiba tiba memberikan jempol,
“Aku bangga padamu nak, kamu bisa memilih teman yang baik dan berakhlak, masalah Ayah biar Umi yang member pengertian. Kamu focus dan selesaikan kuliahmu ya nak”.
Aku menjawab
“Iya mi baik, makasih Umi aku semakin kagum pada Umi yang mau mengerti tentang anaknya”.
“Itu tugas Umi nak mencarikan jodoh yang baik untukmu”.
“Aku hanya tersenyum hehehehe”.
Akhirnya setelah menempuh perkuliah 4 tahun lamanya dengan tantangan rintangan dan hambatan yang luar biasa, akhirnya ujian skripsiku sudah selesai, ku bernafas lega.
Aku selesai tepat waktu dan sesuai dengan keinginan Ayah dan Umi. Kupersembahkan hasil kuliahku kepada keduanya, dengan gelar mahasiswa terbaik dan teladan dikelasku. Dengan masuk 5 besar dan mendapat comloads.
Ayah dan Umi alhamdulillah bangga padaku, dan tak disangka Ayah ku seketika memanggil teman lelakiku itu yang lulus sama di tahun yang sama. Dan meberikan ucapan selamat padanya “Selamat ya nak dan jagalah anak Ayah ini kelak kamu temuin dia dan jadikan dia istri untukmukelakar Ayah ku”.
Seketika dia diam dan hanya mencium tangan Ayah ku, sembari tersipu malu dan memanggil Ayah ibunya, sambil memperkenalkan orang tuanya pada keluargaku.
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...