NovelToon NovelToon
Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Bos Perkasa Mengejar Istri Nakal yang Kabur

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:228k
Nilai: 5
Nama Author: misshel

Demi terbebas dari tekanan Melia—ibunya, Olla memutuskan menikah dengan pria pilihan Melia bernama Alvin. Seorang pengusaha muda yang begitu kaku dan sombong.


Ia memberikan semuanya, agar di hari yang sama dia bisa melarikan diri dan hidup bebas.


Namun, kaburnya Olla setelah malam pertama, justru membawa petaka bagi Alvin Perkasa. Bagi Alvin, Olla adalah syarat mutlak agar dia bisa merebut kembali perusahaan warisan milik ibunya yang kini dikuasai oleh ayah dan kakak tirinya.

Bermacam cara Alvin lakukan, hingga akhirnya dia berhasil menemukan Olla, tetapi wanita itu justru selalu berhasil kabur setiap kali Alvin berusaha membawanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon misshel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Yang Berbakti Part 2; Rindu Yang Menggebu

Apa yang diutamakan ketika suami istri usai berpisah?

Ya, benar ... bercinta!

Itu yang Alvin pertama kali lakukan pada Olla saat mereka bertemu. Tapi sayangnya, Alvin tidak bisa membiarkan Olla membuka mulutnya sedikit saja. Suara Olla agak berisik dan mungkin akan terdengar dari luar. Ini tidak bagus kan?

Tidak ada kata ampun sampai Alvin puas, sampai Olla tergolek tak berdaya kehabisan napas dan tenaga.

Alvin menyalakan rokok dan menutupi tubuh Olla dengan selimut seadanya. Bekas merah di dada hingga paha dapat ia lihat dengan jelas. Membentuk sebongkah kepuasan tersendiri di hatinya.

"Kamu emang luar biasa, Sayangku!" Alvin mencium kening Olla tetapi langsung ditepis dengan tamparan lemah dari Olla.

Alvin sama sekali tidak marah. Dia senang karena Olla masih ada sisa tenaga; untuk menamparnya dan menggeser tubuh menjauh. Apa Olla ingin kabur lagi?

Ia menangkapnya. Mengerling Olla yang sudah duduk di tepi ranjang. "Mari kita habiskan tenaga kamu yang masih tersisa, Sayang!" Rokok yang baru dihisapnya langsung dicocok ke meja, lalu menghadap Olla kembali.

Olla membeliak. "Ja-jangan—Al, kumohon jangan!"

Alvin terkekeh. "Kamu memohon padaku? Benar kamu istriku yang bermata galak itu?!" Ia lantas tertawa keras

Olla menggeleng cepat. "Al, maaf!" Tidak ada yang bisa Olla katakan sekarang. Jujur saja dia ingin menendang pria itu tepat di bagian selang kangan, tapi untuk berdiri tegak saja dia butuh bantuan.

Seketika tawa Alvin terhenti. "Terus sebut Al untuk memanggilku, Sayang!" Ia mendekat ke sisi telinga Olla dan berbisik. "Aku suka!"

Olla membeliak ketakutan. "Al, aku mohon ... aku lelah!'

"Kau kemarin juga bilang begitu sebelum kabur, jadi aku tidak bisa berhenti sekarang!" Seringai di wajah Alvin terkesan mengerikan. Olla takut dan perlahan meronta walau sia-sia.

"Kamu harus dibius dengan racun ku, agar bisa diam dan patuh, benar kan?" Alvin menarik tangan Olla hingga dada mereka saling bertabrakan. "Uh, dia masih kecil dan keras, Honey! Mari biar aku bantu lembutkan dan besarkan!"

Olla mengumpulkan keberanian, lalu menatap Alvin tajam. Dia jijik ucapan vullgar dan mesuum seperti itu. Olla benci pria bermulut amis seperti itu.

"Cuih!" Olla beneran meludahi Alvin di muka. Ia begitu panas. "Kau ternyata lebih menjijikkan dari air comberan, Al!"

Alvin memejamkan mata, lantas membanting Olla ke ranjang. "Kau tau kenapa aku menjijikkan begini? Karena mahkluk seperti kalian yang tidak tahu diri!"

"Ouw—ah!" Punggungnya terasa patah. Ia menahan ringisan di bibir. Sialan pria ini!

"Sudah tahu kami menjijikkan, tapi kenapa masih kau nikahi? Harusnya kau cari kaum kamu yang hebat itu!" Olla melupakan sejenak rasa sakit di tubuhnya, hatinya lebih perih.

"Kau tanya kenapa?!" Alvin tersulut dan makin berang. Ia menghardik Olla dengan kejam. "Kenapa aku nikahi kamu?!"

Olla mengerjap. Dia tahu kenapa. Karena uang beberapa puluh juta yang diberikan Alvin cuma-cuma ke Mamanya. Iya kan? Benar kan?

"Aku akan kembalikan semua uang yang kamu berikan ke Mama dan yang aku ambil, Al!" janjinya sementara. Kenyataannya, dia mungkin butuh sepuluh tahun dengan profesinya sekarang. Pekerja tapi tidak ada gaji. Aduh, bagaimana ini?

Olla menggenggam tangan Alvin erat. Ia sungguh-sungguh ingin hidup tanpa tekanan siapapun. "Aku akan balikkan semuanya, asal kita tidak lagi berhubungan, Al! Please ...," pintanya pelan dan berkaca-kaca.

"Aku tidak mau, karena aku butuh kamu! Aku butuh raga kamu hadir di rumahku!"

Itu saja cukup.

"Al ...!" Olla menarik tangan Alvin yang sudah hampir berbalik.

"Besok kita pulang—"

"Alvin—dengerin aku!"

"Oke, sekarang juga kita berangkat!"

Alvin tidak pernah tidak konsisten. Kalau tidak, dia tidak berada satu langkah di depan PT. AUT, berdiri berhadapan dengan monster mengerikan berkulit manusia. Dia segera memakai pakaiannya.

"Segeralah berpakaian! Atau begini saja agar mudah aku memasukimu dari belakang!"

"Alvin!" Olla berdiri dengan sisa tenaga dan kebesaran hatinya. Ia menatap Alvin tanpa takut. Pria itu sudah kelewatan melecehkannya. Dalam pernikahan, dipaksa atau memaksa salah satu pihak untuk melayani, juga bisa dipidana. Alvin pikir tidak bisa, ya?

Alvin hanya menoleh sekilas lalu kembali mengambil sebatang rokok.

"Aku bisa lapor ke polisi kalau sampai kamu maksa aku ikut sama kamu!" ancam Olla.

"Laporkan saja, aku tidak takut!" Alvin melangkah ke pintu, lalu mengambil kunci kamar dan mengantongi nya di saku depan. Jika Olla mengambilnya, otomatis menyentuh bagian sensitifnya, dan Alvin memang tidak bisa diusik bagian itu. Atau dia akan terjaga sampai yang membangunkan pingsan.

"Dan aku sudah di sini sama kamu, jadi pilihan mu hanya satu! Mati bersama di sini, atau kita keluar dan ikut ke rumahku!"

Sial! Tapi bagus kalau mati sama-sama. Dia akan terbang ke surga bersama bidadari dan brengsek itu pasti membusuk jadi abu di neraka paling dalam.

"Kita mati bersama di sini!" jawab Olla tanpa ragu dan takut.

Alvin terkekeh. "Oke, yang jelas, kamu yang mati lebih dulu, Olla! Karena aku akan mengurungmu di sini, sementara aku bisa bebas kemana saja! Kunci di saku ku, kau ingat?!" Ia menepuk benjolan di paha.

Olla terdiam. Jadi dia dipermainkan? Rada takut juga kalau mati! Dia akan dibakar dalam api yang panas. Ish!

Alvin mendekat. "Beda cerita kalau kamu patuh—"

"Lebih baik aku mati daripada aku nurut kamu!" Olla menantang Alvin dengan mata melotot.

"Oke, Sayangku! Permintaan dikabulkan!" Alvin segera keluar. Mengunci pintu lagi dan berteriak kecil.

"Aku akan menghiburmu selagi kau menunggu malaikat maut datang, Sayang!" Alvin terkekeh lirih.

Olla ambruk dan bergerak seperti anak kecil yang marah. "Kenapa jadi dia di sini lalu seenaknya sama aku sih?"

"Berdoalah yang khusuk agar Tuhan mendengar doamu!" teriak Alvin lagi.

Olla meraih apa saja yang paling dekat dengannya lalu melempar ke pintu agar Alvin diam. "Haish, pria sialan!"

Dua detik setelahnya, terdengar bunyi ketukan seperti orang memalu paku. Olla menoleh ke arah jendela kayu. Seketika ia membeliak. "Hei kau mau apa? Jangan di paku! Aku tidak bisa—"

"Kau tidak akan bisa keluar memang! Jadi besok penyuluhanmu gagal!" jawab Alvin yang sudah sampai di samping rumah.

"Hah?!" Olla baru ingat. Astaga! Ia menepuk kepalanya kuat-kuat. Ini bagaimana?

Ia bergegas menuju meja kecil dimana asbak dengan beberapa puntung rokok di dalamnya.

"Kau cari ponsel? Dia di kantongku—"

"Alvin sikopat gila! Sialan! Bajingan! Brengsek!" teriak Olla seraya merayap ke dinding dari kayu. "Balikin!"

"Janji bersedia ikut ke rumahku, aku balikin semuanya! Termasuk kebebasanmu!"

"Nggak! Gue nggak mau!"

Terserah, Olla! Tapi bayi di perutmu pasti butuh sosok ayah nantinya!"

"Haish—sialan!" Seketika Olla berjongkok. Berharap apapun yang Alvin masukkan ke sana bisa keluar semua. Tak sudi rasanya membawa benih pria itu kemana-mana.

1
YPermana
miss ini kapan dilanjut?? 🥺🥺🥺
Daniah Andini
astagaaa, aku sudah sejauh ini, ternyata Hiatus setahun lamanya?
ada apa dengan kak misshel?
tumben2an ini
Daniah Andini
POV Olla: pegang erat aku vin, jangan pernah lepaskan, kalau kamu melepasku aku yang akan mencengkerammu menemprlimu bagai lintah agar kamu tak mudah melepasku
Daniah Andini
panji semoga berusaha menyelamatkan nyawa ool
Daniah Andini
sukurin sajalah, habis keras kepala bgt
Daniah Andini
Andika tidak waras yah, Alvin bukannya anaknya, sedang Demian hanya anak bawaan
Daniah Andini
Karena tujuan pernikahannya dari awal sudah salah, Ola capek ke ibunya, Alvin untuk syarat mengambil harta warisan ibunya
Sofiyana Sofi
karyamu sungguh bagus banget thor,, dilanjutin aja ceritanya thor,, biar pembacanya senang,, semoga autor selalu sehat, dan dapat update terus ceritanya.. kami para pembaca selalu mengunggu karya² u thor.. lanjutin ya Thor agar tidak menggantung ceritanya.. satu² dulu yg diselesaikan ceritanya thor,,
Rita Tanti
Luar biasa
Ayachi
Thorrr, Lanjutin dong thorr karyanya yang ini, plisss, gantung bangettt😭 udah hmpir setahun loh thorrr karyanya ga up lgi, pliss thorr up lgi😭🙏🥺💞
Ayachi
Thorr udah setahun lohh😭 kenapa ga di lanjuttin?😭 Hubungan Olla dan Alvin Masi dalam kesalahpahaman, Alvin pikir Olla Masi ingin bebas sperti saat olla belum mencintainya dulu, TPI Alvin ga TW Olla udah ada rasa sama dia, teruss Olla pake lupa lgi taruhan yg dia buat sama Alvin mengenai Wika, jdinya Olla mikir Alvin ga butuh dia lgi... Waduhh stidaknya jangan gantungin disaat mereka hubungan mereka belum baik² sja dong thorrr 😭 mana Alvin Masi belum sadarkan diri lgi, dihh gantung banget... mana udah setahun lagi, ini beneran ga mw dilanjutkan Thorr?😭 ceritanya lebih menarik dari kisahnya Dinka jujur😭💞
Ayachi
sindrom Stockholm klo ga salah
Ayachi
ANJIRRttt sakit jiwa, gada hati. Rill udah gada hati, ga tau diri, ga tau malu lagi. HEYY! Andika is just Grace's driver! Cuma gelandangan yg di angkat derajatnya dan apa? bukannya bersyukur dan berterimakasih malah ngelunjak, membunuh, bahkan tanpa belas kasih menyiksa anak kandung hanya karena lahir dari wanita yg dia ambil harta dan nyawanya, udah gitu tiap peringatan kematian Grace malah berpesta pora. GILAAA Rill sih GILAA. Rumah sakit jiwa atau penjara harusnya tempatnya
Ayachi
Jelas Olla emosi pas tahu, Damian dan Andika dengan tega meracuni orang² di desa demi mempertahankan harta yg bukan milik mereka, entah gimana Olla bisa tahu
Ayachi
Jika di logika kan, Cinta tidak ada kaitannya dengan bisnis, bisnis yah bisnis itu hal material yg tidak bisa di hubungkan dengan perasaan pribadi seseorang yg bersifat privasi, dalam bisnis jika memakai perasaan tanpa melihat keuntungan yah bukan bisnis menguntungkan malah merugikan dan hanya orang bodoh yg melakukan bisnis tapi mau merugi.

Hanya karena wasiat harus memiliki pasangan baru dapat mewarisi bisnis tersebut, bukti nyata seperti buku nikah sudah cukup untuk memenuhi syarat. Hal seperti cinta tidak dapat dijadikan syarat karena sesungguhnya perasaan adalah suatu hal yg tak bisa di lihat, bisa dibuktikan tapi tetap tidak diketahui bukti tersebut tulus atau tidak.

Jadi, si tua Andika dan Damian kalian yg tidak memiliki perasaan dan hanya dibutakan harta harusnya lebih paham hal tersebut tapi malah sok² bijak/baik + sok tau menilai pernikahan seseorang demi mempertahankan yg bukan milik kalian. Sudah Jelas Tololnya + tak Tau malunya deh😏
Ayachi
Si Alvin mau sok²an kuat nahan gitu, emng Lo Cassanova, yg pro? Rasain tuh lemes dibuat olla
Ayachi
Oll, brani Skali kmu😭 Polisi loh itu yg kamu ancemm😭😭
'Nchie
ya kalian memang serasi. Olla Alvin ..sama di curangi keluarga sendiri
'Nchie
jangan metong dong Olla kasian Alvin...meskipun sama2 gilanya tapi kalian cocok😂
'Nchie
cerita Olla malah seru banyak ngakaknya...Sony . Sony ..kasian banget kamu 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!