NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Ke Dua

Air Mata Istri Ke Dua

Status: tamat
Genre:Angst / Tamat
Popularitas:239.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Amallia

Arini harus merelakan masa mudanya dengan menikah. Terpaksa dia menerima tawaran menjadi istri ke dua demi mendapatkan biaya untuk operasi neneknya. Namun pengorbanannya sia-sia. Neneknya meninggal pasca operasi. Namun pernikahan yang sudah terjadi tidak bisa di sudahi. Karena Arini masih harus mengandung benih dari lelaki yang sudah menjadi suaminya. Jika dia sudah melahirkan, baru boleh pergi dari kehidupan Alex dan Mila sang istri pertamanya. Karena itu syarat yang Mila berikan kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.6

Arini tak mau kejadian kemarin terulang lagi. Wanita hamil sepertinya tidak boleh sedikit pun lupa makan. Jadi Arini memutuskan untuk mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhannya.

Arini mengusap keringat yang menetes dari keningnya. Sejak tadi dia berjalan tak tahu arah demi mencari pekerjaan. Namun belum ada yang mau menerimanya bekerja.

"Aku harus kemana lagi? Sepertinya aku sudah tak sanggup lagi jalan," Arini menghentikan langkahnya. Dia duduk di pinggir jalan sambil menyelonjorkan kakinya.

Tin tin

Terlihat sebuah mobil berwarna merah berhenti di depan Arini. Seorang lelaki tampan keluar dari mobil. Melepas kaca mata hitamnya, lalu menatap Arini yang sedang duduk di pinggir jalan.

"Maaf, Nona. Apa Nona sedang sakit? Tadi saya melihat Nona memijat-mijat kakinya sendiri," ucapnya.

Arini mendongkakkan kepalanya menatap lelaki tampan yang kini berdiri di dekatnya.

''Saya tidak apa-apa kok,'' ucapnya sambil tersenyum.

''Oh baiklah, saya kira Nona sedang sakit. Kalau begitu saya permisi,'' lelaki itu pergi dari hadapan Arini.

Arini tersenyum kecil menatap kepergian lelaki itu. Dalam hatinya dia bertanya-tanya, apakah dirinya terlihat memprihatinkan di mata orang lain sehingga ada yang menghampirinya seperti tadi.

Akhirnya Arini mendapat pekerjaan di warung nasi pinggir jalan. Dia memang tak meminta upah yang banyak, hanya di perbolehkan makan tiga kali sehari saja itu sudah cukup untuknya.

Hari ini Arini tak langsung bekerja, karena sang pemilik warung melihat wajah Arini yang terlihat lelah. Jadi meminta Arini besok saja memulai kerjanya.

Arini kembali berjalan kaki pulang ke rumah. Kini dia telah sampai di depan rumah suaminya. Arini melihat ada mobil yang terparkir di halaman rumah. Sepertinya di dalam sedang ada tamu, karena mobil yang terparkir di depan itu bukanlah mobil suaminya atau pun milik Mila.

''Permisi, Assalamu'alaikum.'' ucap Arini sambil mengetuk pintu, lalu dia langsung membuka pintu itu.

Saat melewati ruang keluarga, Arini melihat Mila dan Bu Susan sedang mengobrol dengan seorang lelaki. Lelaki itu yang tadi sempat bertemu dengannya di jalan.

''Kamu kok kesini?'' lelaki yang bernama Devan itu bertanya kepada Arini. Devan adalah adik dari Alex yang kebetulan baru pulang dari luar negeri karena baru selesai study disana.

''Iya, Kak. Saya tinggal disini,'' jawabnya.

Devan menatap Bu Susan yang duduk di hadapannya.

'’Dia siapa? Kok bisa tinggal disini?" tanya Devan.

Dengan cepat Bu Susan menjawab. Takutnya Arini yang berbicara duluan dan mengatakan yang sebenarnya.

''Kebetulan dia itu menumpang disini. Dia saudaranya Bibi dari kampung,'' jawab Bu Susan.

''Tapi tadi kok Devan lihat dia di pinggir jalan ya,'' kata Devan.

''Itu wajar saja, karena dia kan memang orang kampung,'' jawab Bu Susan.

''Saya permisi dulu,'' Arini sedikit membungkukkan badannya memberi hormat, lalu dia berlalu pergi dari sana.

Devan masih memperhatikan Arini hingga sampai Arini memasuki kamar tamu. Entah kenapa Devan merasa kasihan kepada Arini.

''Mah, dia namanya siapa?'' tanya Devan.

''Arini, memangnya kenapa? Penampilannya kuno ya?''

''Em justru dia itu terlihat sederhana apa adanya,'' jawab Devan.

Bu Susan memperhatikan Devan yang sedang senyum-senyum sendiri.

'Jangan sampai Devan tertarik sama Arini,' batin Bu Susan.

Devan sudah menganggap Bu Susan seperti ibunya sendiri. Kebetulan dia dan Alan sudah tidak memiliki orang tua. Jadi Bu Susan lah yang menjadi sosok ibu untuk mereka.

....

....

Terlihat Arini yang sedang mencuci piring di dapur. Kebetulan Devan pergi ke dapur karena akan mengambil minum. Devan kagum melihat Arini yang terlihat begitu rajin.

''Arini, kamu rajin sekali,'' ucap Devan memuji.

Arini tersenyum sambil menoleh menatap Devan.

''Di rumah ini saya hanya menumpang, jadi sudah sepantasnya saya bantu-bantu,'' jawabnya.

Dari kejauhan Bu Susan melihat Devan yang sedang mengobrol dengan Arini. Bu Susan tak suka melihat kedekatan mereka. Setelah melihat Devan pergi dari dapur, kini Bu Susan bergegas menghampiri Arini.

''Hei, Arini. Kamu jangan tebar pesona ya disini. Jangan coba-coba menggoda Devan,'' gertaknya.

''Maaf, Bu. Tapi saya sama sekali tidak menggoda Kak Devan,'' Arini membela diri karena dirinya memang tak merasa melakukan apa yang di tuduhkan.

''Awas saja kalau kamu ketahuan menggoda Devan. Itu akan menjadi urusan saya. Karena saya tidak mengizinkan kalian menjalin hubungan,'' Bu Susan berucap penuh penekanan.

Arini tak lagi menjawab, karena takutnya berujung keributan.

Setelah kepergian Bu Susan, kini Arini menumpahkan air matanya yang sejak tadi di tahan. Rasanya begitu sesak jika mengingat lagi perkataan Bu Susan yang seenaknya menuduh. Mungkin karena efek kehamilan juga membuatnya gampang sedih.

Andaikan Arini tak mengatakan jika dia sedang hamil, pasti saat ini juga dia bisa pergi dari rumah itu. Sebenarnya Arini mengatakan kehamilannya karena dia pikir Alex akan menanggung biaya hidupnya. Namun ternyata tidak, dengan kehamilannya dia di perlakukan semena-mena oleh mereka.

'Kamu harus sabar, Rin. Kamu tidak boleh sedih. Kasihan anak yang ada di dalam kandunganmu jika kamu terus sedih,' batin Arini sambil mengusap perutnya yang masih rata.

Beberapa menit setelah kepergian Bu Susan dari dapur, kini Mila pun pergi ke dapur. Mila menuangkan air putih ke dalam gelas. Namun sengaja dia terus menuangkan air itu walaupun gelas yang dia pegang sudah penuh. Air itu tercecer ke lantai.

''Eh maaf, aku tidak sengaja. Nanti kamu pel lantainya ya,'' ucap Mila kepada Arini. Dalam hatinya Mila merasa puas.

''Iya, Kak, Nanti akan Arin pel lantainya,'' jawabnya.

Mila tak berkata lagi, dia meneguk habis air yang ada di dalam gelas lalu pergi dari sana.

....

....

Tengah malam Arini terbangun dari tidurnya. Dia merasa sangat lapar. Beruntung dia masih mempunyai simpanan makanan ringan di kamarnya. Arini membuka laci, mengambil beberapa bungkus cemilan dan mulai memakannya. Setelah melahap habis cemilan miliknya, kini Arini pergi ke dapur untuk mengambil minum.

Saat melewati ruang keluarga, tak sengaja Arini melihat Mila dan Alex yang sedang duduk bersama. Terlihat Mila yang sedang makan.

''Terima kasih ya, Mas. Sate ini begitu lezat,'' ucap Mila sambil melahap sate miliknya.

''Sama-sama, sayang. Apa pun akan Mas lakukan demi kamu dan anak kita,'' ucap Alex.

Arini tersenyum kecil menatap mereka, pasangan yang terlihat romantis. Apalagi Alex terlihat sangat perhatian kepada Mila. Beda dengan dirinya, sedang hamil muda namun jika ingin sesuatu pun harus bisa menahannya. Karena tidak semua keinginannya bisa ke beli. Masih bisa makan saja Arini sudah bersyukur.

Mila menyadari keberadaan Arini. Dia semakin memperlihatkan keromantisannya dengan suaminya.

Arini sudah selesai minum, kini dia akan kembali ke kamar untuk lanjut tidur. Namun saat melewati ruang keluarga, dia menyaksikan adegan yang membuatnya semakin sesak. Mila duduk di pangkuan Alex dan ke duanya saling berciuman. Arini buru-buru pergi dari sana karena tak kuat menyaksikan kemesraan mereka.

'Kenapa aku merasa sakit melihat ayah dari anakku sedang berciuman dengan istri pertamanya? Apa aku jatuh cinta kepadanya? Tidak-tidak, ini tidak boleh terjadi,' gumam Arini dalam hati.

1
ayu cantik
suka
Misaza Sumiati
kenapa Arini tidak bilang ke alek mila yang menculiknya
Nurlaila Hasan
keren
Neneng Hasanah
1👍👍👍
Mutiara Adz Dzikri
kasian arini
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat cerita nya.. walaupun singkat tapi mantap.. sukses selalu dalam penulisan nya dan sehat hendaknya 😘😘
Yunerty Blessa: sama² kak thor
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya.. Alex hidup bahagia bersama Arini.... makasih kak thor cerita nya sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
padan muka kau Mila..
Yunerty Blessa
yah.. senangnya jika Alex dan Arini bersatu sedangkan Devan dan Asila..
Yunerty Blessa
sabar Linda....Alex lagi jatuh cinta 🤣🤣
Yunerty Blessa
yes Alex bakal bersatu kembali dengan arini...
Yunerty Blessa
rasakan itu Mila.. kebusukan mu akan terbongkar..
Yunerty Blessa
mantap Linda
Yunerty Blessa
alasan saja Mila..
Yunerty Blessa
Mila jahat sekali..
Yunerty Blessa
bodoh nya Arini menolak lamaran Devan
Yunerty Blessa
ikatan antara ibu dan anak memang kuat
Yunerty Blessa
sabar Arini
Yunerty Blessa
suatu saat akan terbongkar juga kebusukan Mila dan bu Susan..
Yunerty Blessa
bilang saja Alex kalo kau juga mau miliki Arini......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!