Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu Selir si Star
★★★
“Hey, kau pembantu baru ya?" tanya Tante Nadine pada Susi.
“Bukan," jawab Susi.
“Beb, siapa gadis ini?" tanya Tante Nadine.
“Dia, dia,” Star bingung mau menjelaskan apa.
“Sebentar aku mau telpon Mama Divya dulu, agar kalian tau aku itu apa disini,” kata Susi judes.
Wduhhhh... kali ini Star kelimpungan, pria itu langsung mendekati Susi mengambil ponsel Opoh andalan istrinya itu, “Tante-tante, perkenalkan dia adalah,”
“Istri Star,” jawab Susi, jika di tempat lain istri istri kontrak begitu akan di akui sebagai pembantu dan yang cewek menerima lapang dada karena tidak ada cinta di antara mereka.
Berbeda dengan si Susi, gadis itu gamblang, apa adanya tidak suka bohong dan lugas, “Apah dek kau Menikahi gadis kampungan ini?” kata Tante Nadine sinis.
“Maafkan Star Tante, gadis ini di jodohkan oleh Mama, jangan ngambek gitu dong, star kagak cinta sama gadis kecil ini. Entar malam Star, mau di bobok in sama Tante aja,” kata Star mengandung kata sindiran yang menyelekit.
“Aku pun tidak cinta, sukur deh kau punya kuda untuk di tunggangi setiap malam, biar aku tak pusing-pusing ngasik tubuh ku yang berharga ini kepada pria seperti mu. Aku ini gadis bersih, hiyyyhhh... Aku takut penyakitan,” kata Susi lebih sakit dan kejam.
Dua Tante di depan teras itu melongo mendengar tanggapan si Susi. Sedangkan wajah si Star memerah bak kepiting rebus, mungkin sebentar lagi ada asap keluar dari telinga pria itu.
“Heh, kau berani bilang seperti itu sama kekasih kami, sini kau,” Tante Cici menarik tangan Susi tapi tak sedikitpun tubuh Susi bergeser.
“Lah kenapa anda marah, saya kan hanya mengucapkan fakta, apakah anda tersinggung, di tunggangi pria itu tapi kagak di nikahi, waduh kasian bener hidup anda, jangan-jangan kalian janda kesepian kagak punya anak dan menikmati rasa sosis pria muda dengan bergantian bersama teman anda!” kata Susi.
“Dengarkan saya, ambil saja sosisnya, saya tak berminat yang saya minati itu sosis milik pribadi meski second saya mau karena setelah itu saja pastikan menungganginya sendiri.”
“Pak bantu saya bawak barang-barang saya ya,” setelah membuka ceramah ilahi si Susi tanpa di persilahkan masuk ke dalam rumah.
“Lah ada pembantu baru ya,” seorang wanita berbaju kuning dengan potongan rambut Bob duduk di ruang keluarga.
Susi tak peduli, ia tetap masuk ke dalam bak tuan rumah, “Kita harus bicara," Satar menarik tangan Susi membawanya ke dalam ruang kerja.
“Jangan pernah sentuh tubuh ku," Susi menghempaskan tangan Star.
“Oh, ayo kita bicara," ajak Star.
***
***
“Katakan!” kata Susi to the points.
“Bisakah kita hidup damai, aku dengan hobi ku dan kamu dengan hobby mu," kata si Star.
“Tidak, aku bisa memuaskan hobi ku tanpa bantuan mu. Yang aku inginkan adalah Bercerai," kata Susi.
“Ok, kita bercerai aja, ayo ku Catatan sipil," jawab Star.
Kloning... bunyi hp di ponsel Star berbunyi.
Sebuah data perjanjian pranikah Sustar di kirim oleh Mama Divya, awalnya Star biasa-bisa akan tetapi sebuah poin nomer 150 KUHP Pasar 7 harta gono gini STAR DAN SUSI DI BOLEH BERCERAI 1 TAHUN SELAMA PERNIKAHAN, JIKA STAR MENCERAIKAN SUSI SANCA WATI MAKA SELURUH HARTA STARONE PEYTON WAJIB MENYERAHKAN SELURUH HARTANYA KEPADA MANTAN ISTRI.
“Ahhhhh, Sialan!” Star meraup wajahnya kasar orang tuanya itu sungguh kebangetan.
Pantas saja ibunya itu membuat acara pernikahan dadakan biar si Star asal tanda tangan tanpa membaca cermat semua berkasnya.
“Sudah selesai kan? Kau tak bisa menceraikan ku? Aku di ancam akan di kutuk oleh pak Bowo jika aku bercerai dengan mu sebelum 1 tahun dan kambing kesayangan ku di ancam akan di sembelih saat itu juga. Berbeda jika kau menceraikan ku, bapak akan menyambut ku dengan lapang dada," kata Susi. Gadis itu dongkol karena mendapat surat juga dari bapaknya, bapaknya ini adalah Titisan Emaknya bawang merah.
Ia lah di sambut lapang dada, kau akan menjadi janda kaya sedangkan aku akan menjadi duda melarat.Jawab Star dalam hatinya saja yang berkobar-kobar.
“Aku akan membuat peraturan," kata Star.
“Aku yang membuat peraturan disini, karena aku yang paling di rugikan mendapatkan suami macem kamu ini,” kata Susi lancar jaya.
Sialan gadis ini, lama-lama ku sumpal mulut gadis ini menggunakan semvak. Siapa tuan rumah disini? Kayaknya ini cewek kagak ada takut-takutnya. Aku harus mencari cara agar gadis ini tunduk di bawah kekuasaan ku. Jika bisa ku buat ramuan kusus menundukkan keangkuhan istri kampung ku ini. Batin si Star bersumpah serapat.
“Katakan!" kata Star.
“Aku hanya ingin hidup damai, tidak ada gangguan, dan tidak ada seorang pun boleh menganggu ku, jika ada yang menanggung ku. Kau tak boleh ikut campur aku melakukan tindakan apa saja. Oh ia aku mau kamar sendiri dan kau tak boleh masuk ke dalam kamarku," kata Susi.
“Ok, dell,” pasangan suami istri itu bersalaman setelah itu si Susi mengusap tangannya ke atas meja.
Sialan istri gila ini! batin Star dongkol.
***
***
TBC....