NovelToon NovelToon
Valen For You

Valen For You

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Melz

Bagaimana jika kehidupan yang sempurna hancur dalam sekejap karena sebuah kesalahan dalam memilih pasangan?

Itu lah yang dialami Valen. Valencia harus menelan pil pahit karena berpacaran dengan Alden.

Orang tua keduanya tidak setuju mereka berpacaran, tapi Valen malah hamil di luar nikah.

Akhirnya, mereka menikah tanpa restu dari kedua belah pihak. Valen harus merintis usaha dari 0,sedangkan Alden juga berusaha menghidupi Valen yang gaya hidupnya bak sosialita.

Awalnya mereka bahagia, tapi lama-kelamaan muncul perasaan kecewa, sedih, marah karena kesalahan yang mereka perbuat dulu sehingga mengharuskan mereka menikah. Apalagi Alden harus kehilangan semua asetnya dari keluarga Sebastian.

Bagaimana kehidupan mereka? Apakah mereka dapat mempertahankan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Alden ke depan

Valen duduk di mobil dalam hening. Dia merasakan aura kemarahan Alden yang hanya menatap lurus ke depan. Dia pasti marah karena Valen bilang jika Alden itu pacarnya, bukan suaminya. Selain itu, Alden juga pasti mendengar ucapan Sandra yang menghina dirinya.

"Den,, kenapa kita ga jalan?" tanya Valen akhirnya.

"Apa kamu malu menikah dengan ku, Valencia Bramantyo?" ucap Alden dengan nada yang sinis.

"Maksud mu?"

"Kamu malu kan, menikah dengan orang seperti aku. Jadi, kamu berbohong soal status mu padanya." Alden menengok dan melayangkan pandangan tajam dengan mata sipitnya. "Cepat jawab." bentak Alden.

Suara Alden yang melengking membuat Valen ketakutan. Alden memang orang yang emosional. Tapi, sejak pacaran, Alden tidak pernah emosional pada Valen. Dia hanya emosi pada orang-orang di sekitarnya. Jika bersama Valen, Alden memperlakukannya dengan lembut bak seorang putri. Kenapa Alden sekarang berubah?

"Aku..." " Aku belum siap, Den untuk memberitahu teman-teman ku." Valen hanya mampu menunduk lesu.

"Kamu berbohong. Jelas-jelas kamu malu karena aku ini bukan pengusaha dan cuma orang miskin." jawab Alden sengit.

Dia merasa harga dirinya sebagai laki-laki terinjak-injak karena Sandra. Tidak hanya Sandra, tapi orang tua Valen juga kemarin menghinanya bahkan membawa masa lalu orang tua Alden.

"Den,,, kita baru beberapa jam menikah, kenapa sudah seperti ini?"

"Aku tidak akan marah jika kamu merespek ku. Apa kamu paham?" Alden memegang dagu Valen dengan satu tangannya.

Valen mengangguk. Dia tau jika Alden akan lebih marah lagi jika Valen memperpanjang urusan ini. Lagipula, betul yang Alden katakan. Valen malu karena Alden bilang jika dirinya seorang bartender.

"Maafkan aku, Val. Jika aku terlalu keras."

Valen mengecup bibir Alden. Dia memandang Alden dengan intens. "Kita lanjutkan di hotel saja ya sayang.."

Ciuman singkat Valen itu dapat meredakan emosi Alden 50%. Dan ajakan Valen pun membuat Alden langsung semangat 45. Sekarang mereka sudah sah, dan itu artinya Valen sepenuhnya sudah menjadi milik Alden.

*

*

*

"Aku mencintai mu, Valencia." ucap Alden sambil mengecup pucuk kepala Valen yang tampak kelelahan setelah sedikit olahraga malam. Ya, Alden harus mengerem keinginannya, untuk tidak berlebihan pada Valen mengingat istrinya sedang hamil muda.

"Jangan marah lagi, sayang." Valen memeluk Alden untuk merasakan kehangatan dari badan pria itu.

"Ya, tapi jangan ulangi itu lagi." ingat Alden. "Aku memang miskin, tapi aku bisa menafkahi mu."

"Hmmm.. by the way, uang yang diberikan Aeris ternyata sangat banyak. Kita bisa membeli satu rumah yang layak, dan juga sebuah mobil sport."

"Kembalikan saja padanya."

"Tapi Den.. kita butuh itu.." Valen mendongak untuk menatap Alden.

"Sayang.. kamu tidak percaya pada ku?"

"Bukan begitu, Den.. Kamu tau kan kebutuhan ku besar? Apalagi aku sedang hamil."

"Aku sudah menyewa sebuah rumah untuk kita, dan aku akan bekerja lagi di club. Kamu hanya perlu di rumah dan jaga kandungan mu dengan baik." ucap Alden tegas. Dia sudah menyusun rencananya untuk ke depan bersama dengan Valen. Alden akan membuktikan pada orang-orang yang menghinanya, jika kehidupan rumah tangga mereka akan baik-baik saja tanpa adanya bantuan dari keluarga Bramantyo ataupun Sebastian.

Valen terdiam saja. Apakah Alden memang akan dapat memenuhi kebutuhannya? Rumah macam apa yang di sewa Alden? Apakah pria itu punya tabungan? Berbagai pertanyaan memenuhi otak Valen.

"Hey, sayang.. kenapa melamun?" Alden membelai rambut Valen.

"Tidak apa-apa.." "Aku hanya sedang memikirkan Dad mu."

"Dad orang yang baik. Dia pasti akan memaafkan kita, meskipun butuh waktu yang lama."

"Tapi, dia sakit gara-gara kita, Den." Valen merasa tidak enak karena sebenarnya Ben Sebastian adalah orang yang begitu baik.

"Besok aku akan temui Sam dan bicara padanya." "Tapi, kamu harus menemui Aeris dan kembalikan ATM itu padanya."

Valen mengangguk, lalu kembali menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Alden. Dia berharap semua akan baik-baik saja. Pernikahan Valen ini ibarat kapal yang langsung di terjang badai. Valen hanya berharap sebagai nakhoda, Alden bisa membuat kapal tetap berjalan dan tidak terbalik atau hancur karena menabrak karang.

1
Mommy_Syah
bagus lucu seru
Melz: makasi mom☺
total 1 replies
Ramli Ila Hude
hy
Maya●●●
semangat kk
Maya●●●
aku mmpir lagi kk
Melz: wah.. thank you..🙂
total 1 replies
Maya●●●
aku mmpir ya kak. like, fav dan rate udah mendarat. jangan lupa mmpir di karyaku juga😊
Melz: oke.. thank you..
total 1 replies
Maya●●●
semangat kk
Melz: siap...
total 1 replies
Ramli Ila Hude
hy
Melz: halo ka..
total 1 replies
Rya Kurniawan
aku mampir Thor...semangat up
Rya Kurniawan: sma-sama kak
total 2 replies
Ka'Unna
udah aku favorite kan ya kak🥰
Melz: makasi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!