Erland Dara Alexander Mateo (25) putra bungsu dari seorang pengusaha sukses dan terkenal ,namun siapa sangka kisah cintanya membuat nya menjauh dari keluarga nya dan memilih menetap di sebuah negara dan fokus mengurus perusahaan !!
Bahkan di umurnya yang di bilang sudah matang,dia sama sekali tidak punya pemikiran untuk memilih kekasih hingga banyak dari rekan kerjanya menawarkan anak mereka padanya tapi dengan tegas dia menolak !
Hingga suatu ketika kehidupan nya berubah karena sosok seorang wanita yang selama ini menemaninya selama di London,dan itu terjadi saat keduanya melakukan liburan bersama !!
Jangan lupa like,koment,vote dan hadiah nya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamanya akan tetap seperti itu
Setelah 4 jam mengudara kini Erland dan Aurellia sudah sampai di bandara Kayseri Erkilet Airport , kedua langsung turun dan di sambut ornag suruhan Brad .
Lalu keduanya berjalan ke luar dari bandara menuju mobil yang sudah di siapkan.
" Selamat datang Tuan muda , Nona " Sapa pengawal yang akan menemani mereka selama di sini .
Aurellia duduk di depan samping kemudi sedangkan Erland duduk di belakang wanita itu .
" Apa tuan ,ingin singgah membeli sesuatu " Tanya sang sopir saat mobil sudah meninggalkan bandara .
" Langsung ke penginapan " Jawab Erland .
" Baik tuan " Jawab sang sopir .
Hanya butuh waktu 20 menit mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat yang di siapkan Brad .
Erland menatap sekeliling nya lalu masuk kedalam penginapan sedangkan barang milik mereka di bawa pengawal .
" Selamat datang tuan " Sapa wanita baru baya menunduk kepalanya sedikit.
" Makasih Bu " Jawab Erland lembut menundukan kepalanya juga , bagaimana pun wanita yang ada di depannya lebih tua darinya .
" Mari saya antar ke kamar anda " Erland mengaguk sebagai jawabannya lalu mengikuti langkah wanita paruh baya itu .
Aku merindukan mu Eyang , Erland minta maaf belum sempat bertamu ke rumah eyang Ucap Erland dalam hati tersenyum tipis menatap punggung wanita paru baya itu .
" Ini kamar anda tuan ,yang di sampingnya kamar Nona Aurellia " Erland mengaguk pelan " Makasih " Jawabnya lalu masuk dalam kamar nya .
Untuk sesaat dia menatap sekeliling kamar nya lalu berjalan masuk setelah menutup kembali kamarnya .
secara perlahan kakinya membawanya ke arah balkon kamarnya,Erland membuka pintu penghubung pintu dengan kamarnya .
" Jika ada mommy,pasti dia akan senang " Gumam Erland menatap balon yang berterbangan di udara .
" Apa aku harus melakukan panggilan " Erland merogoh saku celananya " Di sana sore bukan ,berarti mereka sedang berkumpul " Erland menekan gambar kamera hingga panggilan itu terhubung .
Tidak butuh waktu lama ,panggilan itu sudah terhubung .
" Ade di mana " Pekik Adara heboh .
" Liburan " Jawab Erland tersenyum kuda melihat wajah berbinar Adara .
" Kenapa tidak bilang Mommy, biar mommy ikut " Ucap Adara kesal .
" Mommy bisa ke sini sama Daddy " Jawab Erland .
" Kirimkan fotonya pada Oma " Erland tertawa kecil melihat wajah Elvi yang tiba-tiba muncul .
" Untuk apa fotonya Oma ,kan Opa bisa membawa Oma ke sini " Ujar Erland .
"Opa kalian pelit sayang " Timpal Elsa membuat Erland semakin tertawa .
Tok ...Tok ...
Erland menatap ke arah pintu " Masuk "
Ceklek .
" Maaf, Makan siangnya sudah siap " Ujar Aurellia .
" Bawa ke sini saja ,kita makan di sini " Ucap Erland
" Baik tuan " Jawab Aurellia lalu ke luar dari kamar Erland .
" Tadi siapa dek " Tanya Elvi karena memang Erland menggunakan kamera belakang memperlihatkan balon .
" Kamu liburan dengan wanita " Cercah Adara memicingkan matanya membuat Erland tergelak .
" Erland tutup ya, mau makan siang dulu " Ujar Erland tersenyum miring .
" Jawab pertanyaan mommy dulu, atau mommy akan beri tahu Daddy " Bukannya menjawab Erland malah mematikan panggilan, saat mendengar suara Nova memanggil anak²nya .
" Lebih baik aku mandi " Gumam Erland lalu kembali masuk dalam kamar membiarkan balkon kamar nya terbuka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Erland ke luar dari kamar mandi langsung menuju koper yang sudah berada di kamarnya sekilas dia menatap ke arah luar ternyata Aurellia sudah berada di sana .
Bergegas Erland langsung memakai pakaian nya ,karena dia pun sudah kelaparan ,selama dia pesawat hanya minum jus selebihnya mereka tertidur .
Erland berhenti di ambang pintu menatap Aurellia yang sedang fokus pada pemandangan yang ada di belakangnya sehingga dia tidak menyadari jika Erland sudah berada di dekatnya .
" Kau ingin naik " Aurellia langsung membalikan badannya kaget lalu menutup Erland .
" Maaf tuan " Jawab Aurellia gugup lalu menutup kakinya dengan rok panjang miliknya .
" Kau ingin naik " Tanya Erland kembali lalu duduk di samping wanita itu dengan jarak aman .
" Tidak tuan ,terlalu tinggi " Jawab Aurellia tersenyum tipis .
" kita akan ke sana besok " Aurellia langsung melotot kan matanya " Aku ke sini liburan bukan hanya duduk diam menatap benda² itu " Jawab Erland tegas
Glek
Aurellia menelan ludahnya kasar bahkan hanya memikirkan saja Aurellia sudah keringat dingin .
" Baik tuan " Jawab Aurellia terbata , Erland hanya tersenyum tipis lalu menikmati makanan yang ada di depannya, begitu juga Aurellia .
Ayah ,ibu Ade jika Aurellia mati di sini jangan sedih ya , Aurellia mencintai kalian Ucap Aurellia dalam hati .
"Kamu tidak akan mati hanya menaiki itu " Ujar Erland menatap Aurellia .
" apa tuan yakin, bagaimana kalau talinya putus atau baloknya pecah dan kendala yang lainnya " Tanya Aurellia dengan wajah khawatir dan itu membuat Erland tertawa kecil .
" Apa yang kamu takutkan tidak akan terjadi Lia " Jawab Erland memakai nama belakang Aurellia . lalu dia mengambil jus nya menatap ke belakang nya .
" Bahkan orang rela ke sini hanya untuk naik itu ,dan kamu membuang² kesempatan yang belum tentu kembali terjadi hanya karena takut " Lanjutnya lagi .
" Akan saya usahakan Tuan " Erland hanya mengaguk lalu keduanya fokus pada makanan yang ada di depan mereka .
" Lia " Aurellia menatap Erland , seperti nya panggilan itu akan sering dia dengar tapi entah kenap Aurellia menyukai nya .
" Apa kamu pernah mencintai seseorang " Tanya Erland serius menatap Aurellia yang juga menatap nya .
" Perna ,tapi saya tidak tahu itu cinta atau hanya sekedar suka biasa tuan " Jawab Aurellia .
" Kamu tahu bukan jika saya mencintai kakak iparku sendiri " Aurellia mengaguk cepat " Bahkan sampai sekarang saya belum siap untuk kembali " Ujar Erland .
" Apa yang membuat Tuan menahan diri tidak ingin kembali " Tanya Aurellia sambil mengambil buah yang sudah di potong² kecil .
" Entahlah ,saya hanya belum siap " Jawab Erland seadanya .
" Bukankah tuan harus menghadapi nya , sekalipun sulit !! Saya juga tidak terlalu paham tentang hal seperti itu tapi jika tuan hanya berdiam diri dengan rasa yang sekarang ,selamanya akan tetap seperti itu ' Jawab Aurellia ,Erland menghela napas panjang .
Ucapan Aurellia membuat dia tertampar begitu juga ucapan Brad beberapa hari yang lalu sebelum dirinya memutuskan ke sini .
" Apa saya seperti orang bodoh " Aurellia menggeleng cepat " Semua orang punya pemikiran dan tindakan yang berbeda dalam mengatasi hati dan lukanya ,dan mungkin tuan memilih seperti ini " Jawab Aurellia cepat .
" Kita akan kembali ke sana bersama sekalipun hanya seminggu, Saya ingin melihat rumah Eyang,menyapanya dan meminta maaf karena hingga sampai sekarang saya belum bertamu ke rumahnya hanya karena perasaan ku " Ujar Erland pelan.
" Nyonya besar pasti akan paham dengan keadaan tuan ,dan itu juga bukan keinginan tuan seperti ini " Erland menatap Aurellia yang fokus pada makanan nya, bibir nya tertarik ke atas hingga melengkung .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Erland menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
q sk certanya klo g suka q skip.tp kdng ada bgian dimna kok gini amat mngkin ini pembeda diantra novel lainnya.