Awal nya aku hanya merasa empati dengan keadaan nya yang membuat nya harus terbaring di kursi roda
Kuberikan motivasi dan menghiburnya di kala dia down
Entah mengapa kebersamaan kami membuatku jatuh cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat Ayah
Sebuah mobil sedan mewah memasuki pelataran rumah ku...
kulihat sepasang suami istri paruh baya memasuki rumah kami, di ikuti seorang laki-laki gagah
ku perhatikan laki-laki muda itu, rasanya tak asing...
ku coba mengingat-ingat siapa orang tersebut
Tok tok tok
"Assalamu alaikum"
"Wa alaikum salam " jawabku membuka pintu
kulihat pak Surya dan istrinya tersenyum padaku
"Silahkan masuk pak, bu"
ku salami mereka satu persatu dan tiba pada laki-laki muda di belakang mereka
aku terkejut, ternyata mas Arya langganan tetap ku di cafe
kulihat dia pun terkejut lalu cepat menutupi keterkejutan nya dan berjalan mengekor ke dua orang tuanya.
ngapain Mas Arya kesini?.. apa dia anak pak Surya ya?" tanya ku dalam hati
aku berjalan ke dapur, lalu ku siapkan minuman dan beberapa cemilan untuk suguhan di ruang tamu
kami semua duduk berbincang di ruang tamu
"Jadi ini anak sulung mu Sur... sudah besar ya, dulu sering ikut ke kantor "
"Iya Pram... dia kerja di sini... sudah setahun dia menetap di Indonesia, "
bapak manggut-manggut mendengar penjelasan pak Surya
"Pram itu anakmu yang bungsu... terakhir kali aku lihat masih sekolah dasar, sudah besar dan cantik" puji bu Surya
aku hanya tersenyum dan menundukan kepala...
"Jasmine sepantaran dengam putri kita yang bungsu mom... nanti kapan-kapan om bawa kemari, biar kalian akrab " ucap pak Surya
setelah makan malam selesai ku rapihkan meja makan...
kulihat dari kejauhan ayah
tak berhenti tersenyum dan tertawa.
rasanya aku sudah lama tidak melihat ayah bahagia. senyum tak lepas daru wajah nya
ayah tertawa lepas.
aki bahagia tapi di lain sisi aku sedih, ada rasa perih di hati ku
ayah yang dulu di segani dan di hormati banyak orang, ternyata sekarang tak seorang pun melihat ayah...
mereka menghindari ayah seperti seorang pesakitan yang mempunyai penyakit menular, mereka menjauh
mereka memalingkan wajah nya...
hanya pak Surya yang tetap baik dengan ayah.
masih ku ingat saat teman kuliah ku mendengar kabar bahwa perusahaan ayah bangkrut dan kami terlilit hutang, satu persatu mereka menjauh dari ku
melihat ku dengan pandangan merendahkan sepeti melihat kotoran saja,
hanya Shandy yang tak pernah berubah.
dia tetap menjadi teman baik ku hingga kini
ku hampiri bunda yang sedang asik berbicara dengan bu Surya
" Bunda ayah kemana ? tanya ku celingak celinguk
" Di depan teras sayang mereka kaum lelaki sedang bahas kerjaan . kamu di sini aja temenin tante sama bundamu" ajak bu Surya sambil menepuk sofa sampingnya
"Jadi nak Jasmine kuliah dimana? tanya bu Surya
"Eh itu tante,, Jasmine ambil cuti dulu tan... soanya kemarin kan ayah sakit, jadi Jasmine bantu ayah cari uang "
"lah nak sayang sekali kuliah kamu tinggal bbrp semester lagi kan ? kerja di mana kamu?
tanya bu Surya antusias
"Jasmine kerja di cafe tante... kalau sore Jasmine di cafe temen.
"Astaga nak kamu kerja dua tempat ?
ku anggukan kepala... bu Surya melihat ku terkejut dan menyentuh tangan ku
" Sabar ya nak... kamu anak yang baik...
apa kamu mau kuliah lagi, biar kami yang biayakan? ok ?"
"Maaf tante bukan Jasmine menolak,.tapi jasmine mau kuliah dengan kemampuan sendiri tan. makasih atas tawaranya"
"Tante serius sayang.
ayah mu dulu yang membantu kami hingga kami seperti sekarang ini semua berkat ayahmu.
jadi kami merasa wajib membalas kebaikan beliau. kamu sudah seperti anak kami sendiri"
"Iya tante, Jasmine hargai kebaikan tante... makasih. nanti kalau Jasmine butuh pasti hubungi tante"
"Tante akan bantu kamu apapun yang kamu butuhkan sayang... jangan sungkan ya"
Kami berbincang- bincang di selingi gelak tawa karena bu Surya menceritakan masa kecil ma Arya dan akhirnya aku tahu jika mas Surya bukan anak kandung nya. tante Erlin adalah istri kedua pak Surya, namun tante Erlin sangat menyayangi Arya seperti anaknya sendiri dan dari pernikahan nya dengan pak Surya tante Erlin mempunyai anak bernama Karina
setelah berbincang-bincang lama akhirnya keluarga pak Surya mohon pamit...
mereka berjanji akan bertandang lagi kerumah kami .
tante erlin pun memberikan nomer ponsel nya dan alamat rumah mereka agar kami bisa main kerumah mereka
setelah keluarga pas surya pergj kulihat ayah masih tersenyum
ku colek bunda, dan kami mendekati ayah yang tak sadar masih dengan senyum lebar nya
" hayoooo ayah ngapain dari tadi Jassi liat senyum-senyum sendiri"
"Iya nih ayah gak sakit kan bunda jadi kawatir nih ayah kesurupan" ucap bunda asal sambil memegang kening ayah
"Hahaha bunda, Jassi ayah seneng . besok senin ayah mulai kerja di kantor Surya
"Hahhhh??? Alhamdulillah ya Allah " ucap bunda dan aku berbarengan lalu kami berpelukan erat
terima kasih tuhan atas rezeki mu
allooooo pembaca ku makasih ya sudah mampir..
tunggu episode berikut nya....
bantu aku like dan coment ya ...
jangan lupa klik favorit agar kamu dapat pemberitahuan update
terima kasih
---pooh--
semangat Thor
mampir ya