Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa yang dia lakukan?
Satu persatu peserta menunjukan kebolehannya masing-masing.
Ada yang tidak menggunakan tongkat sihir dan ada juga yang tidak merapalkan sedikitpun mantra.
Beberapa dari mereka ada yang tepat mengenai sasaran dan ada juga yang tidak sehingga terkadang mengundang perhatian dan gelak tawa para peserta yang lainnya.
Selain itu para panitia juga terus memperhatikan serta menilai para peserta dengan sangat teliti. Karena dari sini juga lah mereka akan memilah para ksatria ksatria tersebut untuk kemudian dibentuk kelas berdasarkan tingkatan sihir mereka masing masing.
Para peserta yang telah melakukan test pertama, mereka keluar dari arena dan duduk di kursi penonton untuk melihat para peserta lain.
Mereka tentu saja harus saling mengawasi dan saling mewaspadai satu sama lain karena semua peserta disana berpotensi menjadi lawan pada tes kedua.
.
.
.
.
Tak lama seorang gadis berparas cantik dengan dada yang lumayan besar dan tubuh yang sangat modis maju.
tentu saja gadis itu langsung mencuri perhatian para lelaki disana tak terkecuali para tim penilai. Gadis itu tak lain adalah Elina.
"Gadis itu lumayan juga, sepertinya dia cocok menjadi murid bimbinganku hehehehe." Ucap Dustin yang sedang duduk sambil tersenyum nakal. Matanya terus memperhatikan Elina.
Dustin Rochester adalah salah satu dari tim penilai dan juga guru sihir yang dikenal kerap kali tidur dengan banyak wanita malam dan juga para siswi disana.
.
.
.
Setelah sampai pada tempat untuk membidik objek, Elina langsung mengambil posisi yang pas untuknya, kaki kanan berada di belakang sementara kaki kiri berada di depan persis seperti orang yang sedang ingin berlari, lalu ia menggenggam pedang mirip yang berada di pinggangnya.
Kemudian ia sedikit membungkukkan badannya sehingga membuat lekukan tubuhnya lebih terlihat Jelas dan tentu hal tersebut membuat para lelaki yang ada disana sedikit gaduh.
Ia menarik pedang itu keluar dari sarungnya dan mengangkatnya ke atas. pedangnya diselimuti oleh aura berwarna hitam.
"Sihir Kegelapan: Tebasan Pembelah Dimensi!"
Ia dengan cepat langsung menebas dari atas hingga pedangnya menyentuh tanah. Sebuah gelombang tebasan itu bergerak dengan cepat menuju target sambil membelah tanah dan membentuk gelombang sihir berwarna hitam yang tinggi.
Hanya dengan hitungan detik target itu terbelah menjadi dua.
Semua yang ada disana terpukau melihat aksi dan juga tubuhnya. Mereka semua memberikan tepuk tangan dengan meriah. Hal tersebut tentu membuat Elina semakin terbang dan menjadi-jadi. Ia pun berbalik dan pergi menuju kursi penonton dengan mengibaskan rambutnya yang panjang sambil menutup kedua matanya.
Hal serupa juga terjadi pada Damian.
Reaksi luar biasa juga didapatkan olehnya lantaran ia berhasil menghancurkan target namun alasan para gadis di sana berteriak bukanlah karena hal tersebut.
Mereka tak tahan melihat ketampanan Damian.
"Ya ampun, Damian tolong nikahi aku!!!" ucap seorang gadis yang memicu kerusuhan di tempat para penonton.
Barisan peserta mulai menipis, itu menandakan bahwa giliran arthur semakin dekat.
Hanya berselang sekitar 10 menit, akhirnya tibalah giliran untuk barisan yang terakhir.
Arthur mulai mempersiapkan posisinya. Ia mengikuti ancang-ancang yang diambil oleh Elina.
Hanya tinggal menunggu aba-aba dari panitia maka mereka akan memulainya.
sesaat pandangan Arthur dan Elina saling bertemu. Arthur memejamkan mata sebelah kirinya dan memberikan jempolnya tanda bahwa ia sangat siap.
Berbanding terbalik dengan elina. Ia menggenggam kedua tangannya dengan sangat kuat dan wajahnya pun mengisyaratkan bahwa ia sangat cemas dengan apa yang akan terjadi
.
.
.
.
.
.
Seorang panitia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju bagian paling kanan dari para peserta untuk memberikan aba aba dimulainya di test.
Setelah sampai pada tempatnya, Ia mengangkat tangan kanannya ke atas seraya berkata: "Mulai!!!!".
Tak menunggu lama mereka langsung mengeluarkan sihir mereka masing-masing.
Setelah selesai melakukannya para peserta mulai membubarkan barisan dan pergi menuju kursi penonton untuk bersiap dan menyaksikan tes kedua.
Namun ada seorang peserta yang tidak pergi dari tempatnya dan tak kunjung selesai.
Ia hanya mengayun-ayunkan pedang tanpa mengeluarkan apapun.
Para panitia dan penonton yang melihat pun mulai kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh Arthur.
Tapi dengan cepat seseorang menyadari bahwa peserta tersebut bukan sedang kesulitan untuk menggunakan sihir melainkan ia memang tak bisa menggunakan sihir.
"Oi!, lihat dia!!, dia tidak bisa menggunakan sihir!"
Lantas perkataan pria tersebut mengundang gelak tawa para penonton yang lainnya.
Semuanya tak bisa merasakan Mana milik Arthur sehingga mereka berpikir bahwa memang ia tak memilikinya.
"Iya benar, aku tidak bisa merasakan Mana miliknya."
"Apakah dia cacat?"
Tak lama terdengar banyak suara cemoohan dari berbagai penjuru di ruangan tersebut.
"Oi bocah!, lebih baik kau pergi ke sekolah kebidanan. mungkin kau akan sukses disana hahaha."
Arthur tak menghiraukan cemoohan mereka dan terus berusaha untuk bisa mengeluarkan sihir.
Sementara itu di kursi penonton orang-orang yang berada di sekeliling elina tertawa terbahak-bahak, ia hanya bisa diam melihat hal buruk yang menimpa adiknya.
Cemoohan dan tertawaan dari orang-orang kian semakin kencang dan semakin banyak.
Ia tak kuat hingga akhirnya meneteskan air mata sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Elina sudah benar-benar tak tahan melihatnya. Ia terlihat seperti merasakan apa yang dirasakan oleh Arthur.
Tapi kenyataannya…
Ia malah ikut tertawa terbahak-bahak bersama penonton yang lainnya bahkan hingga hampir terjungkal ke belakang.
Ia menangis bukan karena tak tahan membendung kesedihan karena Arthur telah dicemooh oleh banyak orang melainkan tak tahan ingin ikut tertawa juga.
Melihat kondisi yang semakin tak kondusif akhirnya seseorang dari tim penilai turun ke arena dan berjalan menghampiri Arthur.
Pria tersebut masih terlihat sangat muda dengan rambut berwarna kuning dan memiliki tato di sekujur tubuhnya, dia bernama Fabio.
Pria itu kemudian menepuk bahu sebelah kanan Arthur dari belakang dan Arthur pun menoleh ke arahnya.
"Sudah cukup hentikan, kamu telah berusaha dengan sangat baik." Ucap Fabio sambil tersenyum menatap wajahnya Arthur.
Arthur mengetahui bahwa memang yang ia lakukan merupakan hal yang sia sia karena pasalnya memang ia benar-benar tak bisa menggunakan sihir tapi ia tetap bersikukuh untuk menjadi ksatria sihir.
Dengan wajah yang sedikit kecewa Arthur pun menghela nafasnya dan pergi berjalan meninggalkan arena bersama fabio menuju kursi penonton.
bersambung.
jangan lupa like + komen yaa kalo bisa tambahkan ke favorit
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍