NovelToon NovelToon
MENCINTAIMU DALAM DIAM

MENCINTAIMU DALAM DIAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Karlina Sulaiman

SEASON 1

Tentang Azzahra yang memiliki kehidupan rumit dan dicintai banyak laki-laki sampai hampir kehilangan nyawa.

SEASON 2

Tentang kehidupan Azzahra setelah menikah dan kehidupan kakaknya yang telah mendapatkan jodohnya masing-masing. Juga cerita laki-laki yang mendapat cinta tulus dari wanita lain setelah patah hati karena Azzahra.

SEASON 3

Tentang perjuangan cinta Azam dan Aisha dengan anak-anak dari sahabat orangtua mereka.

Penuh suka duka, juga perjuangan yang kuat dan tangguh dari mereka.

***

Ig. Karlina_sulaiman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karlina Sulaiman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Setelah masuk, Azzahra segera menuju ke kamarnya, sebelumnya tadi dia ijin kepada Abi dan Kak Arta. Sedangkan abi dan Kak Arta masih mengobrol di ruang keluarga.

Azzahra membersihkan diri di kamar mandi kemudian setelah selesai memutuskan untuk segera tidur karena besok Azzahra harus bekerja.

Waktu menunjukkan pukul 22.50 tak lama terdengar suara motor milik Kak Arvie dari luar rumah. Abi membukakan pintu untuk Kak Arvie, setelah mengucapkan salam dan mencium punggung tangan abi, Kak Arvie masuk.

"Nak, nanti kamu tidur dengan Arta, karena Arta akan menginap disini, tadi Arta yang mengantar Azzahra pulang," ucap abi setelah mereka sampai di ruang keluarga.

"Soalnya kamar tamu belum dibersihkan jadi, kamu tidak keberatan kan kalau Arta tidur dengan mu?" ucap abi lagi.

"Tidak Abi, Arta kan juga sahabat Arvie," jawab Kak Arvie kemudian menyapa Kak Arta.

"Yasudah kalau begitu, kalian tidurlah hari sudah larut, Abi juga akan pergi tidur sekarang, selamat malam," ucap abi kemudian pergi ke kamar.

"Ayo segeralah tidur," ajak Kak Arvie.

"Baiklah," balas Kak Arta kemudian mengikuti Kak Arvie ke kamarnya.

Sesampainya di kamar Kak Arvie, Kak Arta segera merebahkan tubuhnya tidak lama Kak Arta sudah terlelap, sedangkan Kak Arvie sebelum tidur mandi dulu.

***

Keesokan paginya setelah bangun dan mandi Azzahra salat Subuh, membaca Al-Quran, sebentar, kemudian membantu umi memasak makanan untuk sarapan.

Setelah makanan siap, Azzahra memanggil anggota keluarga yang lain, karena Kak Arta menginap jadi Kak Arta ikut sarapan bersama mereka.

"Kak Arvie, Kak Arta ayo sarapan dulu, sarapannya sudah siap!" panggil Azzahra dari depan pintu kamar Kak Arvie, sambil mengetuk pintu.

"Iya, nanti Kak Arvie nyusul," jawab Kak Arvie dari dalam tanpa membuka pintu.

Azzahra pun turun duluan.

Setelah selesai sarapan Azzahra bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit tempat Azzahra bekerja.

"Azzahra sudah mau berangkat?" tanya Kak Arta.

"Iya, Kak."

"Mau bareng Kak Arta nggak?" tanyanya.

"Lain kali, Kak. Azzahra bawa motor kok."

"Oh oke,kalau gitu berangkatnya hati-hati ya, nggak usah ngebut."

"Siaaaap komandan," jawab Azzahra sambil bersikap tegap kemudian memberikan hormat kepada Kak Arta.

"Kak Arvie kemana? Kok nggak keliatan," tanya Azzahra karena tidak melihat kakaknya.

"Lagi nyiapin berkas buat meeting sama client nanti, di ruang kerjanya," jawab Kak Arta.

"Meeting terus tiap hari, emang nggak capek apa ya?" ucap Azzahra "Kalau gitu Azzahra berangkat dulu ya kak, assalamualaikum." pamit Azzahra.

"Wa'alaikumussalam..." Kak Arta membalas ucapan salam Azzahra.

Azzahra berangkat menggunakan motor matic miliknya.Azzahra melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Tiga puluh menit kemudian Azzahra sampai di rumah sakit.

Azzahra masuk ke ruangan khusus untuk dirinya, di depan pintu bertuliskan nama Dokter Salsabilla Azzahra.

***

Karena hari ini Azzahra tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya , Azzahra memutuskan untuk berkeliling rumah sakit.

Saat berkeliling Azzahra melihat seorang pria yang sedang duduk di salah satu kursi di taman belakang rumah sakit. Azzahra berniat menghampiri pria itu.

Saat Azzahra sudah mendekati pria itu, Azzahra dikejutkan oleh suara orang yang memanggil namanya.

"Dokter Azzahra." Suara itu berasal dari belakang Azzahra, Azzahra pun menoleh dan dilihatnya Dokter Zainal.

"Dokter Zain, menggetkan saja," ucap Azzahra, setelah berbalik badan.

"Maaf kan aku, sedang apa kamu disini?" tanya Dokter Zainal.

"Aku mau menghampiri pria itu," tunjuk Azzahra kepada pria yang dimaksud.

"Siapa dia?" tanya Dokter Zainal.

"Aku tidak tau, aku melihat dia hari ini," jawab Azzahra.

"Mungkin dia pasien baru karena dia menggunakan pakaian pasien rumah sakit," ucap Dokter Zainal ,"Aku masih ada urusan, kalau begitu sampai jumpa!" lanjutnya kemudian berjalan meninggalkan Azzahra.

Setelah kepergian Dokter Zainal Azzahra memutuskan untuk segera menghampiri pria tadi.

Azzahra berbalik dan tepat saat dia berbalik Azzahra dikagetkan ketika pria yang tadi duduk di kursi taman kini sudah berdiri tepat di hadapannya.

Dan Azzahra tambah kaget ketika pria itu tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat. Azzahra mencoba melepaskan pelukan pria itu, tapi nihil karena pelukan pria itu sangat kuat.

"Jangan pergi aku mohon, jangan tinggalkan aku, aku tidak mau sendirian," umam pria itu lirih sambil menangis.

"Hei, tenanglah. Coba lepaskan dulu pelukanmu, dan ceritakan kenapa kau tidak mau aku pergi," ucap Azzahra dengan nada menenangkan.

"Berjanjilah dulu, kau tidak akan meninggalkanku." Pria itu belum melepaskan pelukannya.

"Baiklah, aku janji. Ayo sekarang lepaskan aku!" ucap Azzahra.

Pria itu pun melepaskan pelukannya dari Azzahra kemudian menggenggam tangan Azzahra dan mengajaknya duduk di kursi.

Pria itu tampak sehat jika dilihat dari luar, namun Azzahra tau bahwa pria itu mengalami gangguangan psikologis setelah melihat raut mukanya.

Setelah mereka berdua duduk, Azzahra mencoba mengajak pria itu berbicara.

"Bolehkah aku mengetahui namamu?" tanya Azzahra sambil tersenyum ramah.

"Hafizh," jawabnya singkat sambil menatap Azzahra lekat.

Azzahra sepertinya tidak asing dengan nama itu, Azzahra sepertinya pernah mendengar nama itu bahkan dia merasakan dulu dia sering menyebut nama itu, Namun Azzahra tidak menghiraukannya.

"Berapa usiamu, aku lihat mungkin kau lebih tua dariku?" tanya Azzahra.

"27 tahun," jawab Hafizh kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Azzahra.

Azzahra membiarkan saja karena tadi Azzahra sudah berusaha untuk menjauhkan kepala pria itu darinya namun percuma.

"Bolehkan aku memanggilmu Kak Hafizh?"

"Tentu saja," jawabnya santai seperti bukan seseorang yang sedang sakit.

"Kenapa tadi Kak Hafizh memelukku, dan melarangku untuk pergi?" tanya Azzahra mulai mengidentifikasi.

"Kenapa kau malah bertanya seperti itu, Bee?" Kak Hafizh malah balik bertanya.

"Bee?" tanya Azzahra, sambil mengingat-ngingat sepertinya dia akrab dengan panggilan itu.

"Iya, Bee. Bukankah kau sangat menyukai panggilan itu, kau sangat dekat denganku dan aku menyayangimu. Tapi kenapa kau pergi Bee, kenapa kau pergi meninggalkan ku, apa kau tidak tau betapa hancurnya aku saat kau tinggal dulu?" ucap Kak Hafizh panjang lebar sambil menangis.

Azzahra sangat terkejut dengan ungkapan Kak Hafizh, Azzahra berpikir kapan ia mengenal Kak Hafizh, kenapa Kak Hafizh berkata bahwa dirinya menyukai panggilan Bee dan kapan dirinya meninggalkan Kak Hafizh.

Banyak sekali pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala Azzahra.

"Apa maksud Kak Hafizh?, aku sungguh tidak mengerti?" tanya Azzahra karena dia benar-benar bingung.

"Sampai kapan kau akan berpura-pura tidak mengenalku hah?" bentak Kak Hafizh yang tiba-tiba berdiri dan membuat Azzahra terkejut.

"Maafkan aku, tapi aku benar-benar tidak mengerti apa maksud Kak Hafizh," ucap Azzahra jujur.

"Kau benar-benar tidak berubah, kau masih pandai menyembunyikan perasaan mu hanya dengan senyuman mu itu," ucap Kak Hafizh dengan nada penuh kemarahan.

Selama ini Azzahra memang pandai menyembunyikan perasaannya dari orang lain.

Dia menutupi semua perasaannya dengan sebuah senyuman.

Ekpresi yang Azzahra tidak bisa sembunyikan hanyalah ekspresi senangnya saja.

"Maaf, Kak tapi sungguh, aku benar-benar tidak mengerti dengan maksud Kak Hafizh." Setelah mengatakan itu Azzahra langsung berdiri dari duduknya dan berlari meninggalkan Kak Hafizh.

Kak Hafizh mencoba untuk mengejarnya namun sia-sia karena Azzahra lari dengan sangat cepat sehingga Kak Hafizh kehilangan jejaknya.

Kak Hafizh menjatuhkan tubuhnya di lantai koridor rumah sakit, dia tidak sadarkan diri.

*IG karlinasulaiman7770

1
Yuliana Hartini
Thor msh sekolah gimana bagi waktu utk belajar dan nulis karyanya semoga tdk terganggu ya sekolahnya semangat terus ya 👍😃
Yuliana Hartini
Saya selalu semangat membacanya semoga thor semangat juga 👍😃
Yuliana Hartini
Sorry thor jawaban suka2 gue boleh sja, tp bisa nggak yg agak lembut dikit 👏👍
Yuliana Hartini
Lanjut thor tolong biar enak yg baca jalan ceritanya lebih tersusun rapii ya dn semangat trus 👍😃😃
Nana Bati
bagus banget ceritanya walaupun awalnya agak membingungkan.... lanjoooot thor 👍👍👍
Nana Bati
bahagia ....ternyata Allah maha baik diatas kegundahan Azzahra dia dititipkan janin yg sedang berkembang dirahimnya smp 9 bln.. lanjut thor 👍👍👍
Nana Bati
seruuuuu.... semoga endingnya membahagiakan... semangat thor 👍👍👍👍👍
imam zulkifli
sadar dong azahra
᪙ͤæ⃝᷍𝖒ᵗᵃʳⁱ♡⃝𝕬𝖋🦄❁︎⃞⃟ʂᶬ⃝𝔣🌺
cerita ny bgus ka...sllu bikin para readers ketawa
aku joker
semangat thor
Rinjani
happy happy walau jalan nya sendat2
Rinjani
🥰🥰🥰🥰🥰🤪🤪❤❤❤🤭🙏🙏🙏🙏
Rinjani
gatol MP
Rinjani
sedih trus..kok Azhara apes trusss seh Thor ...thor dihhh kok buat susah trusss😭😭
Rinjani
Azmy gila kok malah nyulik Azhara krn cinta di tolak🤭🤭🥰
Rinjani
Arta drh
Rinjani
ini cerita org Dubai yg anak hilang di sadur apa gmn nih apa hanya ngarang aja🤭🤭🤦‍♀️🙏
Rinjani
Arya kakak yg hilang yaa Azhara adik bungsunya
Rinjani
siapa Arya ya apa kakak Arvie dan Azharra
Rinjani
ceroboh ibu kok kayak anak2 yg minta mainnan ya namanya bukan zaman siti nurbaya u nikah paksa..kayak kekurangan laki🤭🤭🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!