NovelToon NovelToon
Mentari Istriku

Mentari Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:403.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: febyanti

Menikah dengan orang yang kita cintai tentu menjadi impian semua orang, tapi tidak dengan Alga dan Mentari. Mereka menikah karena terpaksa, hingga lambat laun perasaan itu berubah menjadi cinta.

Tapi sayang, ketika cinta itu datang disaat mulai mengilang. Mentari menyerah karena cinta itu tak dapat ia gapai.

Rumah tangga seperti yang mereka jalani? Apa lagi tanpa cinta.

Yuk simak ceritanya hanya di novel berjudul MENTARI ISTRIKU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

"Sakit, Om. Lepasin." Tari menarik tangannya sendiri agar terlepas dari pegangan Alga, tapi sayang, tenaga Alga jauh lebih kuat darinya.

"Masuk!" Perintah Alga bak raja, ia tidak menerima penolakkan. Alga pikir, ia harus sedikit keras pada gadis kecil itu. Susah sekali mengatur Mentari.

Hingga helaan napas terdengar begitu berat dari Alga. Akhirnya ia berhasil membuat Mentari terdiam seketika. Mentari sendiri sedikit takut ketika melihat wajah pria itu, seperti sedang menahan amarah.

Apa kesalahannya kali ini benar-benar patal, pikir Tari. Padahal, itu hanya pikirian Tari sendiri. Nyatanya, Alga kesal karena ponsel Citra sedari tadi tidak bisa dihubungi, dan ia melampiaskannya pada gadis kecil itu.

Karena Tari sudah bisa dikendalikan, Alga mulai menjalankan mobilnya. Sesekali, Mentari melihat ke arah Alga. Pria itu nampak fokus, biasanya jika ia sudah melakukan kesalahan, pria itu pasti mengomel. Tapi ini, tapi ... Ah sudahlah, itu lebih bagus. Pikirnya lagi.

Alga mengendari mobilnya sedikit ugal-ugalan, dan itu membuat Mentari ketakutan. Gadis itu memegang handle yang menggantung di atas dekat jendela mobil. Ia tak berani protes, yang ia lakukan hanya komat-kamit seperti membaca mantra.

"Ya, Tuhan. Lindungi aku, aku belum siap mati. Aku belum nikah, 'ku mohon selamatkan aku. Aku ingin mersakan surga dunia." Entah doa apa yang dimaksud Mentari, yang jelas ia belum siap mati.

Meski suara itu begitu pelan, tapi ucapan itu terdengar jelas di pendengaran Alga. Pria itu menatap Tari sekilas, dilihatnya gadis itu tengah memejamkan mata. Akhirnya, Alga sadar apa yang ia lakukan. Pria itu pun melambatkan sedikit laju mobilnya.

Mentari membuka mata sembari mengelus dada.

"Terimakasih sudah mendengar doaku," ucapnya lagi.

"Doa ingin menikamti surga dunia maksudmu?" ujar Alga.

"Apa maksudmu bicara seperti itu? Aku rasa Om salah denger, mungkin Om yang menginginkan itu!" Sebisa mungkin Mentari membalikkan fakta.

Alga hanya bisa menelan ludah, gadis itu benar-benar ngajak perang. Dia menyindir Alga terang-terangan, usianya yang cukup matang untuk membina rumah tangga, tentu arah pembicaraan Mentari ke arah itu.

Skakmat sudah, Alga tak lagi bisa memperpanjang lebar urusan ini.

Setengah jam kemudian, mereka sampai di kediaman Alga. Mentari turun dari mobil, tapi tidak dengan pria itu. Mobilnya kembali melaju, Alga harus menemui Citra. Sudah dua hari ini ia tak bertemu dengan kekasihnya. Sibuk di kantor dan harus bolak-bolik antar jemput Mentari, itu jadi memakan waktu dan mengganggu pekerjaan Alga di kantor.

Akhirnya, kali ini Alga berhasil menemui Citra. Gadis itu tengah melakukan pemotretan majalah dewasa. Dengan baju yang sedikit terbuka. Alga hanya memejamkan mata ketika melihat itu, ini alasan orang tuanya tak merestui hubungan mereka hingga sekarang.

Citra selesai pemotretan, ia langsung menghampiri Alga. Mereka cipika-cipiki, meski terlihat jelas wajah masam Citra.

"Kamu marah?" tanya Alga kemudian.

"Aku rasa kamu sudah tahu jawabannya." Citra sendiri orangnya tidak bisa berbasa-basi, ia bicara selalu pada intinya. "Sesibuk apa sih kamu ini? Sampai kamu membatalkan janjimu yang akan menemaniku pemotretan malam itu!"

"Bukan membatalkan, Citra. Aku ketiduran."

"Alasan!"

"Please dong ... Jangan marah. Ok, sebagai gantinya kita shooping sekarang, kamu maukan?"

Tentu Citra menerima itu dengan senang hati. Gadis yang berusia 24 tahun itu langsung bergelayut manja di tangan Alga. Alga sendiri apa pun akan ia lakukan demi membahagiakan Citra.

* * *

"Ga, kapan pertunangan itu dilaksanakan?" Citra menagih janji Alga, yang di mana ia akan menikahinya dalan waktu dekat ini. Jangankan untuk menikah, restu saja belum ia dapatakan.

"Aku masih sibuk, bahkan ada proyek baru yang harus aku tangani langsung. Kamu sabar ya?" Alga terus meminta pengertian dari kekasihnya itu.

"Iya, tapi sampai kapan? Aku keburu perawan tua, Alga. Kamu tahu sendiri, Mama, Papa sudah memintaku untuk segera menikah. Hubungan kita juga udah cukup lama," keluh Citra.

"Aku janji, setelah proyek ini selesai, aku akan melamarmu."

"Janji?"

Alga mengangguk mengiyakan.

"Mending sekarang kamu pilih, apa saja yang kamu inginkan."

Mata Citra langsung berbinar, tentu ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia memborong baju untuk kebutuhan dunia modelnya, ia harus terlihat perpack seperti model propesional, meski ia baru terjun di dunia hiburan. Karena ini cita-citanya sejak lama dan baru terkabul.

"Ga, aku cape," keluh Citra. Bagaimana tidak cape, hampir se-mal ia ubek, bahkan kedua tangannya sudah dipenuhi oleh jinjingan yang berisikan baju dan tas brandad.

Tangan Alga tak kalah penuh dengan paper bag. Meski pun begitu, ia tak mengeluh. Demi kebahagiaan Citra ia lakukan.

"Kita cari tempat duduk, sekalian makan. Aku laper," kata Alga.

Kini mereka sudah berada di foodcort mal. Mengisi perut sambil bercengkrama, sesekali Citra tersenyum. Alga akan menjadi pria hangat jika berada bersama Citra, karena gadis itu gadis yang paling ia cinta selama ini.

Alga melirik jam di tangan, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Bahkan mal sebentar lagi akan tutup.

"Sudah malam, sebaiknya kita pulang," ajak Alga. Dan akhirnya, mereka pulang.

Alga mengantar Citra sampai ke rumahnya, rumah yang terlihat tidak begitu besar. Tapi, cukup membuat Citra nyaman. Keluarganya memang bukan berasal dari orang kaya, tapi kebutuhan Citra selalu terpenuhi karena ia anak satu-satunya di keluarga ini, sama seperti Alga.

"Masuk dulu nak, Alga." Mama Citra mempersilahkan calon menatunya itu masuk terlebih dulu. Itu salah satu Alga mempertahankan Citra, keluarganya begitu hangat padanya. Meski ia tidak tahu kapan ia mendapat restu dari orang tuanya.

"Sudah malam, Tante. Lain kali saja," tolak Alga dengan sopan.

"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan," ujar mama Citra lagi.

Citra melambaikan tangan ke arah Alga, hingga pria itu benar-benar menghilang, Citra baru masuk ke dalam rumah.

Lagi-lagi, Alga pulang telat malam ini. Kali ini ia katahuan oleh papanya sendiri. Niat hati tidak ingin terciduk, padahal ia sudah seperti maling. Mengendap-ngendap takut ketahuan. Tapi sayang, aksinya disaksikan oleh Yuda.

"Dari mana saja kamu, Alga?"

Alga memejamkan mata, lalu membalikkan tubuhnya menghadap sang papa.

"Keluar dari kantor pas jam 2 siang, dan sekarang baru pulang. Kamu pergi meninggalkan pekerjaan yang belum diselesaikan, Alga. Tadi Pak Bian menghubungi Papa, surat kontrak belum kamu periksa. Pacaran saja kerjaanmu."

"Maaf, Pa. Tadi tidak sengaja, aku janji tidak akan melakukan itu lagi. Besok, pagi-pagi aku ke kantor."

Karena kasihan, Yuda tidak memperpanjang masalah. Terlihat jelas wajah lelah anaknya itu. Karena Alga sudah tidak ada, ia pun kembali ke kamar untuk istirahat.

Keesokkan paginya.

"Tari, bisa cepat sedikit tidak! Aku buru-buru," teriak Alga memanggil Tari.

Tari sendiri belum siap, ia belum menyisir rambut. Mau tak mau ia berdandan di dalam mobil Alga. Sampai tidak terasa, lipstik milik Tari terjatuh di mobil itu.

1
Naufal hanifah
/Good//Good//Good/
antha mom
happy ending
Heryta Herman
si tari masih labil...pikiran anak remaja..tapi sdh jadi istri tengah mengandung pula....yaa gitu deh...emosi jadi naik turun...kayak roller coaster.../Chuckle//Chuckle/
vi
aq suka..... aq suka...
vi
Jadi kasihan sama sinta
vi
ceritanya seru banget
tuti sriyono
Luar biasa
Shifa Burhan
masalah paling utama wanita dalam membuat novel adalah sikap egois yang terkesan munafik sehingga dia buta dari keadilan

contoh simple
*intraksi pemeran utama pria (alga) dengan wanita lain dilaknat, dipandang menjijikan, kesalahan fatal, tidak mudah diterima dan dimaafkan
tapi apa ini
intraksi pemeran utama wanita (tari) dengan lelaki lain dibela dan dibenarkan, pelukan berkali dibela dengan alasan pertemanan lah, pertolongan (alasan munafik wanita),

*istri cemburu suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
apa ini
suami cemburu tetap suami salah karena cemburu buta

*pelakot dilaknat dan hinakan
tapi apa ini
pebinir dipuja dan diperlakukan sangat lembut, dibuat menang banyak berkali bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita

ini contoh kecil kemunafikan wanita dalam berkarya
Suherni 123
pasti lemah nih si alga
Suherni 123
siip tari kasih pelajaran dulu tuh si omsu
Ivana Monica
cerita nya baguss tanpa da pelakor...
Inaqn Sofie
kenpa g alga aja dulu ya yg jatuhnya
Adi Raffi Prasetya
wahhhh.....bigin penasaran ceritanya.
Qaisaa Nazarudin
Gak usah aneh gitu,terima aja tanpa protes,,😁
Qaisaa Nazarudin
Apa benar akan seperti apa yg Alha pikir kan?? Tapi aku gak percaya dgn Citra,,,
Qaisaa Nazarudin
Dihh kamu udah mulai sombong ya,,Ingat hubungan suami kamu sama Citra blom selesai,jangan sampe kamu nyesel nanti,,
Qaisaa Nazarudin
😱😱😱Gila,,segitu banyaknya,,Pasti boong tuh,ada agenda tuh,Atau jgn2 uang itu utk selingkuhan nya,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Kangan sampai dgn melihat kejadian ini,Alga gak jadi mutusin Citra,,,
Qaisaa Nazarudin
Apa benar Chiko udah bertunangan??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Selagi hubungan mereka belum berakhir,Kamu gak usah baper Tari,teruskan saja bersikap dgn menjaga jarak seperti sebelum ini,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!