Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.
Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab . 06
Sehari sebelum acara pernikahan berlangsung , rumah Shalwa sudah selesai dirias , iya Shalwa meminta acara pernikahan yang sederhana , yang hanya diadakan dirumahnya , yang dihadiri keluarga terdekat dan tetangga , bahkan Naura sengaja tak mengundang teman sekolahnya .
Pada umumnya calon pengantin sebelum Hari H berlangsung , mereka akan melakukan berbagai perawatan diri dan memperbanyak istirahat , agar ketika acara berlangsung terlihat lebih segar atau fresh , tapi lain hal nya dengan Shalwa , walau acara pernikahannya semakin dekat , Shalwa tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti biasanya , bahkan Ibu Dania memberi pekerjaan tambahan pada Shalwa , Bu Dania memerintahkan Shalwa untuk membersihkan gudang , mengelap semua koleksi tas dan sepatunya sampai mengkilap . Ibu Dania sungguh tak membiarkan Shalwa pergi dari rumah sebelum semuanya benar-benar bersih .
Tak hanya itu Ibu Dania memerintahkan Shalwa untuk membereskan semua barang-barang milik Shalwa dan memperingatinya agar tidak ada barang Shalwa yang tertinggal satu pun , setelah nanti ia dibawa suaminya atau meninggalkan rumah . Sepertinya ibu Dania ingin membuang Shalwa dan semua yang berhubungan dengan Shalwa lebih tepatnya tak ingin melihat apa pun yang berhubungan dengan Shalwa. " " Memang aku ini anak yang tak diharapkan berada disini ", batin Shalwa sendu .
##
Acara pernikahan pun tiba .
Pagi-pagi sekali Shalwa sudah bangun , lalu ia segera membersihkan badannya dikamar mandi , tak lupa Shalwa pun mengambil air wudhu .
Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim , Shalwa pun membereskan kembali alat sholatnya , dan bertepatan dengan itu pintu kamar Shalwa diketuk dari luar , munculah dua orang wanita dengan membawa berbagai alat make up dan gaun pengantin , sudah dipastikan mereka adalah MUA yang sudah diperintahkan untuk merias Shalwa .
Shalwa dituntun untuk duduk didepan meja rias , lalu dimulailah untuk menata riasan diwajah Shalwa .
Jangan tanya perasaan Shalwa saat ini , ia begitu gugup dan cemas . Gugup ? , entahlah , walaupun pernikahannya ini karna perjodohan atau lebih tepatnya keterpaksaan tapi Shalwa merasakan dirinya begitu gugup , mungkin karna ini pertama kalinya dalam hidup dan Shalwa berharap ia hanya sekali melakukannya .
cemas ? , jelas Shalwa sangat cemas karna memikirkan nasibnya kedepan setelah menyandang setatus sebagai menantu keluarga Wiguna .
Andaikan pernikahannya tak seperti ini , mungkin Shalwa akan merasa senang dan bersyukur , seperti pasangan pangantin pada umumnya yang saling mencintai dan saling menginginkan untuk bersatu . lamunnya dengan mata yang berkaca - kaca .
" Ibu..., andaikan Ibu masih ada , mungkin tak akan seperti ini nasib Shalwa hiks " , batin Shalwa dengan lelehan air mata yang mengenai pipinya , sehingga MUA pun menegur Shalwa untuk tidak menangis karna akan membuat make up nya berantakan.
" Maaf Mba jangan menangis dulu , nanti riasannya berantakan " , ucap salah satu MUA dengan nada lembut .
Shalwa pun mengelap lelehan air matanya dan akan mencoba menahannya agar tak jatuh kembali , walau susah tapi Shalwa akan berusaha sebisa mungkin .
Kini Shalwa sudah selesai dirias dan sudah mengenakan baju pengantin , tak lupa hijab yang menutupi kepalanya . Shalwa terlihat begitu cantik dan anggun dengan make up yang natural , yang membuat wajah cantiknya semakin bertambah cantik berkali lipat .
Diluar kamar tengah berlangsung akad nikah dan beberapa menit kemudian terdengarlah kata SAH diseluruh ruangan .
" Selamat ya mbaa " , ucap dua orang MUA tadi dan Shalwa hanya menanggapinya dengan tersenyum paksa lalu mengangguk untuk mengelap air matanya yang mulai meleleh .
Pintu kamar Shalwa pun diketuk dan munculah sosok Ayah Andi . " Kemana Ibu Dania ? , kenapa ia tak menjemput Shalwa ? , Sebegitu bencikah ibu Dania sama Shalwa , sampai dia tak mau mengantarkan Shalwaa untuk menemui laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya ". Batin Shalwa bertanya , Karna yang menjemput pengantin wanita biasanya ibu bukan Ayah , pikir Shalwa .
Ayah pun menghampiri Shalwa dan langsung memeluknya dengan erat , dicium pucuk kepala Shalwa lembut .
Shalwa melongo tak percaya atas perlakukan Ayahnya , tapi beberapa detik kemudian Shalwa pun sadar dan langsung membalas pelukan sang Ayah , Shalwa menumpahkan semua kesedihan , rasa gugup , cemas dan sesaknya pada sang Ayah tapi jujur Shalwa sangat senang diperlakukan seperti ini oleh Ayah Andi , sudah lama sekali ia tak merasakan pelukan hangat dari Ayahnya , walau Ayah tak banyak bicara tapi Shalwa bisa merasakan kalau Ayah masih sayang padanya .
" Sudah ayo kita turun semuanya sudah menunggu " , Ajak Ayah sambil melepaskan pelukannya .
Shalwa dituntun oleh Ayah Andi untuk keluar dari kamar dan bertemu dengan suaminya .
Semua orang begitu terpesona ketika melihat Shalwa yang terlibat sangat cantik dan anggun dengan memakai gaun putih panjang menjuntai , tak lupa hijab yang menambah kecantikannya . Riasan yang natural menambah berkali lipat kecantikannya yang sangat terlihat berbeda , bahkan sampai ibu Dania dan Gandi pun melongo tak mengenali Shalwa .
" Cantik " , lirih Alex pelan sambil terus pandangannya menatap wajah Shalwa .
" Ekhem " , Abimanyu berdehem sambil mencoba menyadarkan anaknya .
Alex pun tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya , " Sial " , umpatnya kesal , karna bisa-bisanya ia melongo melihat kecantikan Shalwa .
" Shalwa ayo sekarang kamu cium tangan suamimu nak " , Ucap pak Abimanyu yang tak lain Ayah mertua Shalwa , Shalwa pun menurut .
" Dan sekarang giliran Alex yang mencium kening Shalwa " , Titah Abimanyu , walaupun awalnya Alex merasa enggan tapi dengan perkataan tegas Ayahnya Alex pun menurut .
Semua rangkaian acara telah selesai dilalui , kini Shalwa pamit ke kamar untuk membersihkan badannya . Shalwa berendam di bathtub mencoba merilekskan badannya yang lumayan lelah.
Setelah dirasa cukup , Shalwa pun membersihkan badannya dibawah guyuran air shower dan langsung memakai baju gantinya yang sudah ia bawa ke kamar mandi , karna Shalwa tak mau ceroboh , ia membayangakan ketika dirinya sedang memakai baju , tiba-tiba suaminya datang , walau sudah SAH tapi Shalwa masih belum siap memberikan semua haknya .
ceklek
Shalwa keluar dari kamar mandi dan benar saja suaminya sudah ada diatas tempat tidur sambil bersandar dikepala ranjang memainkan ponsel .
" Lelet di kamar mandi aja lama " , cibir Alex yang langsung bergeges bangun dan masuk ke kamar mandi .
" Sabar Shalwa " , gumamnya pelan sambil mengelus dada .
Shalwa langsung mengambil alat Sholatnya dan langsung menunaikan kewajibannya , kebetulan ia belum melaksanakan Sholat ashar .
Alex keluar dari kamar mandi dan melihat Shalwa yang tengah Sholat , ia tak banyak bicara dan langsung kembali membaringkan tubuhnya ditempat tidur , sesekali Alex mencuri pandang melihat Shalwa yang tengah sholat .
Assalamu'alaikum warohmatullah , pertanda Sholat Shalwa telah selesai , lalu Shalwa pun melirik Alex yang sedang berbaring diatas tempat tidur dengan suara nafasnya yang teratur .
Shalwa mengangkat kedua tangannya untuk memohon dan berdoa kepada sang Khalik , sudah kebiasaan Shalwa , setelah selesai sholat pasti ia akan berdoa serta mendoakan almarhum ibunya agar ditempatkan disurganya Allah SWT .
" Ya Allah aku percaya atas semua takdir MU , maka kuatkanlah aku untuk menerima semuanya , kini aku sudah bersuami maka jadikanlah aku Istri yang Sholehah yang patuh pada suami hamba dan jadikanlah keluarga hamba menjadi keluarga yang Sakinnah , Mawaddah dan Warohmah . Aamiin hiks " , doa Shalwa disetai lelehan air mata .
-
-
-
Selamat ya neng Shalwa dan aa Alex semoga mejadi keluarga yang SAMAWA 😁😁😁
😘
😘
😘
Makasih yang sudah mampir semoga rizqi kalian selalu diluaskan dan berkah 🙏🤗🤗🤗
tinggalkan jejak Like , komen dan Vote tak lupa tambahkan ke favorite 💙 ya