Hardi, seorang ayah tunggal yang tidak lagi percaya akan cinta. Dia bertekad untuk merawat putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun.
Dia berusaha sekuat tenaga untuk menjaga putri nya tersebut dia yakin dia tidak akan membutuhkan pendamping untuk dirinya bahkan dia sangat khawatir akan kasih sayangnya yang nanti bisa terbagi. Akankah Hardi tetap dengan prinsipnya? Ataukah dia akan goyah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Achdia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayangnya Ayah
Hardi pulang lebih awal dari biasanya, waktu menunjukan pukul 7 malam. Dia masuk kedalam rumahnya, setelah bi Nani asisten rumah tangganya membukakan pintu. Terlihat Cilla sedang di gendong Lia pengasuhnya, Cilla melihat kedatangan ayahnya lalu ia turun dari gendongan Lia dan langsung berlari ke arah ayahnya.
Hardi berjongkok merentangkan tangan dan meraih tubuh Cilla lalu menggendongnya.
"Ayah... ayah pulang cepat, Cilla seneng" Cilla mencium pipi ayahnya.
"Iya dong ayah kan kangen sama Cilla, jadi ayah pulang cepat hari ini" Hardi mencubit gemas pipi putrinya.
Hardi membawa Cilla dan mendudukannya di sofa depan ruang TV.
"Oh iya, aya punya sesuatu buat Cilla" hardi mengeluarkan sesuatu dalam tasnya.
"Ini dia, buat putri ayah yang cantik" sebuah boneka Barbie yang cantik dari Hardi untuk putrinya.
"Asyikk.... Cilla suka... Makasih ayah" Cilla kegirangan sambil loncat-loncat lalu memeluk ayahnya.
"Yaudah, sekarang Cilla harus bobo yah. Soalnya udah malam, besok baru main dengan mbak Lia" pinta Hardi dan Cilla pun mengangguk.
"Selamat malam ayah" Cilla mencium pipi ayahnya dan Hardi membalas mencium pipi putrinya.
Lia membawa Cilla ke kamarnya untuk segera tidur. Hardi pergi ke kamarnya yang cukup luas, dia menaruh tasnya di meja, melepas jas dan dasinya lalu beranjak ke kamar mandi.
Hardi mengucurkan kepalanya di bawah shower, terlihat tubuh tinggi dengan dada bidang dan perut sixpack di tunjang dengan kulit yang putih bersih membuatnya terlihat sempurna. Wajahnya yang tampan membuatnya tampak sangat menawan.
Selesai mandi, dia melilitkan handuknya di pinggang nya, menuju ruang ganti yang di sana sudah tersusun rapi pakaian yang di susun sesuai warna dan kegunaannya. Hardi mengambil piyamanya lalu segera memakainya. Kemudia dia membaringkan dirinya di tempat tidur yang cukup luas, lalu ia menyelimuti dirinya dengan selimut dan mencoba untuk terlelap.
***
Hardi terdiam tak bisa beranjak dari tempatnya seakan ada yang menahannya, dia mencoba sekuat tenaga untuk bisa bergerak namun sia-sia.
Di depannya terlihat Wulan sedang menggenggam tangan pria lain di depannya, menggandengnya erat. Wulan menatap Hardi lalu tersenyum menyeringai tanpa berkata sepatah katapun. Wulan dan si pria saling bergandengan tangan lalu mereka berjalan menjauhi hardi yang hanya berdiri mematung tidak bisa bergerak walau sudah mencoba. Semakin lama semakin jauh dari Hardi, membuat Hardi sangat emosi dan berkali-kali meneriaki nama Wulan namun Wulan tak bergeming dia terus menjauh semakin jauh.
Wulan
Wulaannn
Wwuulllaannn
Wwuulllaannn
Hardi terus berteriak memanggil nama istrinya, sampai terlihat wulan dan pria itu menghilang dari kegelapan.
Wwwwuuulllaaannnnnnnn
Hardi terbangun dari tidurnya dengan nafas yang berat dan keringat yang mengalir di dahinya. "Hush...." Hardi membuang nafasnya kuat-kuat.
"Mimpi itu lagi, lagi lagi mimpi perempuan sialan itu lagi" gerutu Hardi sambil melap keringat di dahinya.
Mimpi yang terus berulang, yang selalu mengganggu tidurnya selama ini, hingga terkadang ia enggan tidur agar tak memimpikan itu lagi, maka dia sering melampiaskannya dengan banyak bekerja yang tidak kenal waktu.
Waktu menunjukan pukul 6 pagi, Hardi beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah itu dia bersiap-siap untuk berangkat ke kantor lagi.
Jam 7 pagi, Hardi keluar dari kamarnya, dia melihat putrinya sedang sarapan di suapi oleh Lia. Hardi menghampiri putrinya lalu mencium pipinya.
"Ayah berangkat kerja ya sayang, kamu jangan nakal yah" Hardi memeluk putrinya.
"Iya ayah" Jawab Cilla dengan suara khasnya.
Cilla melambaikan tangannya dengan tersenyum kepada ayahnya ketika Hardi berjalan menjauhinya.
Harta terindah bagi Hardi adalah putri semata wayangnya, Hardi sangat menyayangi nya. Tak ada yang bisa melebihi betapa besar cinta dan kasihnya terhadap putrinya tersebut.
****
Dukung Author dengan Like dan Vote yah. Jangan lupa jika ada Kritik dan Saran bisa di tulis di komentar.
terimakasih 😊😊😊
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
black care perhatian lgi, sabar sarah sabar bntar lgi bucin akut kynya