NovelToon NovelToon
White Love In You

White Love In You

Status: tamat
Genre:Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:10.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rniehamizan

ini cerita sedih tentang seorang istri yang tak di cintai suami nya, karena dia hanyalah istri yang di pilih keluarga nya bukan hatinya.

setelah perceraian terjadi, pria itu baru menyadari betapa pentingnya gadis itu untuknya.

perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kembali akankah berhasil? menikahinya untuk kedua kalinya. atau malah cintanya tak terbalas karena si gadis mencintai pria lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rniehamizan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Setelah ke jadian di rumah sakit kemarin membuat Adam semakin penasaran dengan Reva. Kenapa dia selalu menutupi semua perbuatannya yang buruk di depan semua orang. Membuat Adam tak bisa tidur dengan nyenyak semalaman karena memikirkannya.

Membuat bangun lebih awal tak seperti biasanya, Adam sudah duduk di ruang makan sebelum Reva memesan makanan.

"mau sarapan apa? biar ku pesan." Reva mencari menu makanan cepat saji yang tertera di aplikasi ponselnya.

"tak usah. buatkan aku nasi goreng." Jawab Adam membuat Reva melongo, apa Adam sedang kerasukan setan pagi ini? biasanya dia tak pernah mau memakan apapun yang di buat Reva.

"mas tak salah bicarakan?" Tanya Reva memastikan. Adam mendengus.

"jika tak ingin buat, tak usah."

"oke..oke.. mas tunggu sebentar. aku buatkan."

Adam memperhatikan Reva yang begitu cekatan membuat sarapan. Selama ini dia tak pernah menyadari kalau Reva begitu cantik jika sedang berkutat di dapur. Mulai saat ini Adam akan mulai memperlakukan Reva dengan sedikit baik, dia tak ingin membalas kebaikannya dengan hal yang buruk.

"ini mas, jika tak suka mas bilang padaku." Reva menyerahkan nasi goreng itu pada Adam.

Suapan pertama membuat Adam sedikit terkejut.

ini enak. batinnya.

Calvin tak berbohong tentang rasa masakan yang di buat Reva. Sangat lezat membuat lidah terbuai. Dia benar-benar tak mengetahui apapun tentang Reva meski sudah hampir setahun tinggal bersama. Mata Adam melirik Reva yang kini menatapnya seolah menunggu Adam mengatakan sesuatu.

"mm..lumayan." Ujar Adam berbeda dengan apa yang ada dalam isi hatinya. Reva tersenyum lebar lalu mulai memakan sarapannya.

"umm.. kemarin kau pinsan kata paman."

"i..ya.. aku sedikit kurang sehat kemarin."

"kenapa kau tak bilang padaku?"

"bukankah mas pernah bilang, jangan pernah mengatakan hal yang tak penting." Jawaban Reva membuat Adam terdiam. Dia memang pernah mengatakan itu di awal pernikahan mereka. Semua yang berhubungan dengan Reva bukanlah hal yang penting baginya.

"kau bekerja di tempat paman?" Tanya Adam lagi. Reva mengangguk pelan.

"sebagai apa?"

"aku.. hanya kerja di bagian dapur." Jelas Reva, tak memberi tahukan posisi nya di sana sebagai seorang koki utama.

Reva mengambil piring Adam yang sudah kosong lalu mencucinya.

"berangkat dengan ku. ku antar kau ke sana." Tawar Adam. Reva diam, dia sedikit curiga dengan sikap baik Adam.

"tak perlu. mas harus menjemput Jessy bukan. aku bisa berangkat sendiri. dan mas.. bersikap lah biasa, aku tak biasa di perlakukan baik seperti ini. sikap mas yang seperti ini membuat ku sedikit takut."

Adam memperhatikan Reva, tak ada kebohongan dari ucapannya. wanita itu terlihat sedikit tak nyaman.

"mas, aku sudah memikirkan nya. aku akan mengatakan semuanya pada ibu dan juga orangtuaku. kalau kita tak saling mencintai, aku akan membuat surat permohonan cerai secepatnya." Lanjut Reva dengan suara yang terdengar begitu tenang.

Bagai mendapatkan pukulan. Semua kata demi kata yang keluar dari mulut Reva begitu menyesakkan. Bukankah selama ini Adam menantikan ini, tapi kenapa saat kata itu terlontar dari mulutnya membuat Adam malah tak ingin menerima nya.

Adam masih terpaku di tempatnya, sampai tak menyadari kalau Reva kini telah pergi.

💋💋💋

Hampir seharian ini Adam tak bisa konsentrasi dalam menjalankan pekerjaan nya. Ucapan Reva terus terngiang di kepalanya. Apa benar jika wanita itu akan mengatakan pada Venty bahwa dia ingin bercerai.

Adam tak tahu harus berbuat apa, jika mencegah Reva mengatakannya sama saja dengan menghalangi niatnya untuk menikahi Jessy, tapi jika tak mencegahnya apa yang akan terjadi pada Venty. Dia begitu sangat menyayangi Reva, pasti hatinya akan terluka jika mendengar kata cerai keluar dari mulutnya.

"hei..Adam..kau kenapa?" Calvin menatap Adam dengan jengah, pasalnya sedari tadi dia bicara hanya di tanggapi dengan diam atau deheman kecil saja. Adam melihatnya seperti orang bodoh.

"apa? kau bilang apa tadi?"

"haih.. ada apa dengan mu hari ini." Rutuk Calvin. "dengar..hari ini Jessy tak masuk kerja. apa kau tahu apa alasannya?"

"oh.. shit.." adam segera berdiri, pagi ini dia lupa menjemput nya, Jessy tak akan masuk kerja jika tak di jemput oleh Adam. Semua karena perkataan Reva tadi pagi, Adam sampai melupakan Jessy hingga berjam-jam.

"kau mau kemana?" Tanya Calvin saat melihat Adam pergi keluar.

"jemput Jessy.." Jawabnya sedikit berteriak karena pintu yang sudah tertutup. Calvin mendengus, dia tak suka saat melihat Adam yang begitu bucin terhadap Jessy.

"enak sekali si lampir itu. jam 10 siang, dia belum datang. dan akhirnya di jemput oleh sang bos. sungguh ironis. andai saja aku adalah istri mu Adam, sudah ku gorok kalian berdua."

Adam melajukan mobilnya dengan cepat, tak butuh waktu lama dia menyetir, 20 menit saja sekarang Adam sudah berdiri di depan pintu apartemen Jessy.

Adam menekan tombol code, dia hapal dengan jelas karena dia sendiri yang membuat kode ini.

Ceklek..

Pintu terbuka, Adam masuk segera mencari Jessy, tapi tak ada. Semua ruangan kosong.

"sial, kenapa tadi tak aku hubungi dulu." Umpat Adam. Dia segera merogoh ponselnya dia kantong.

to. Jessy

 

yang, kau ada dimana? maaf tadi aku tak jemput. aku di apartemen mu sekarang.

 

Adam segera mengirim kan pesan. lalu duduk di sofa sambil menunggu balasan dari Jessy.

Adam

sayang, balas pesanku. kenapa saat ku telpon tak kau angkat.

Adam

beib, kau di mana sih...?

 

Adam terus mengirim pesan pada Jessy meski tak ada balasan satu pun. Dia khawatir Jessy kenapa-kenapa, pikiran nya melayang ke hal yang tidak-tidak. Mungkin saja pergi meninggalkan nya karena terlalu bosan menunggu.

Jessy mendengus kesal saat ponsel nya terus saja bergetar di atas mejanya.

"siapa sih, ganggu saja." Geram seorang pria yang kini tengah mengukung tubuh polos Jessy.

Jessy menangkup wajah pria di atasnya.

"sudahlah.. paling juga pacarku, Adam." Ucapan Jessy membuat pria itu terkekeh. Wanita ini memang sungguh kejam, di saat bercinta dengannya masih saja menyebut Adam sebagai kekasih nya.

"aahh..Peh...laaan.." Jessy meringis saat pria itu menghentakkan miliknya ke tubuh Jessy dengan keras.

"aah.. iyahhh.. be..huh...gitu..." Jessy meracau tak jelas. "ouh... Lexy."

Mereka berdua terus mendesah menikmati kenikmatan duniawi yang begitu memabukkan. Ini bukan pertama kalinya mereka melakukan hal kotor ini, sebelum menjadi pacar adam pun mereka sudah saling menyatukan tubuh, memuaskan hasrat masing-masing tanpa peduli dengan cinta. Mereka hanya saling membutuhkan dalam hal ranjang saja. Jessy selalu merutuki Adam yang tak pernah mau sampai ke tahap ini, Adam hanya melakukan setengahnya lalu akan mengakhiri nya di saat Jessy akan melayang kedunia penuh warna putih.

Adam melihat jam yang melingkar di tangannya.

"sudah hampir makan siang, Jessy masih belum membaca pesan ku."

Tring...

Beru juga adam mengumpat sebuah pesan masuk. Adam segera membukanya.

 

***Jessy love***

maaf, sayang. aku sedang sibuk. nenek ku sakit..jadi tadi pagi aku pergi ke Bandung.

 

adam

oh.. benarkah. kau akan menginap di sana? bagaimana nenekmu sekarang?

 

***Jessy love***

um.. kayaknya iya. nenek ku sudah agak baikan sekarang.

 

Adam

benarkah? baiklah.

 

***Jessy love***

iya,love you.. muuaahh

 

Adam tersenyum saat melihat tulisan dengan kata muaah, itu artinya secara tak langsung Jessy mencium nya.

Adam

muuuuaaahhh...juga beib.

Akhirnya Adam pun memutuskan untuk kembali kekantor. dia percaya begitu saja dengan isi pesan dari Jessy. padahal tanpa dia sadari Jessy telah membohongi nya. Selama ini Adam terlalu buta dengan cintanya pada wanita berwajah cantik itu. Sehingga semuanya terlihat baik dimatanya.

Adam masuk kembali keruangannya. Calvin yang melihat hanya Adam sendiri yang masuk membuat keningnya mengeryit.

"kau bilang akan menjemput nya?" Tanya Calvin.

"nenek nya sakit. aku berikan cuti padanya."

"dan kau percaya padanya?"

"apa maksud pertanyaan mu? tentu saja aku percaya.".

Calvin menghela napasnya. Adam begitu bodoh rupanya, terperangkap di lubang yang penuh duri.

"umm..." Calvin manggut-manggut. "jadikan malam ini mengajak ku makan di rumah mu.?"

Adam melirik Calvin sekilas, begitu semangat nya pria bersuara rendah ini.

"tentu saja."

Seringaian Calvin muncul. Dia akan melancarkan aksinya untuk mendekati Reva nanti.

semoga kau tak akan menyesal Adam. jika aku berhasil merebut nya darimu nanti.

1
Laili Dwi Agustina
karyanya bagus tapi kenapa off ditengah jalan /Sob/
Moch Firman
markutet mphi
Moch Firman
apakah authornya ini Army
Moch Firman
V kamu ngapain di sini
Moch Firman
mphi ngapain kamu di situ
Memelia Paixao
mantannya vante muncul
Memelia Paixao
saingan baru Adam nih😀😎
Memelia Paixao
thor buat reva pergi yg jauh
피롷
pantes kya ga asing sama nama vante🤣🤣🤣🤣cuma 1 yg pernah ngomong bgtu🤣🤣🤣
피롷
heh markutet disini😭😭😭
🍃༺𝕳𝖚𝖏𝖆𝖓༻🥬🍒
JEJAK
la lauce🌷🌿
nangis aku bacanya bang😭😭😭😭
Hasanah Ana
mantap
amalia gati subagio
some body new 4 R, plz 😈
amalia gati subagio
beehhhh carakternya si A dangkal yack 🤓💪💪
amalia gati subagio
telmi, heeeh...segitu terharu dpt perhatian si L ma V, apa ortu lo gak perhatian ma lo R. 😈 hmmmm next 🤓💪💪
amalia gati subagio
why......😈🤓💪💪💪💪
amalia gati subagio
dunia halu, penasaran endingnya 😁😈
amalia gati subagio
aduh....bab berapa ya 🤓
amalia gati subagio
Bab si R sadar zalim dgn dirinya membiarkan si A menyakitinya & pergi itu Bab berapa ya 😁💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!