NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cerai
Popularitas:302.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: wiyanti

Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penghianatan

Tanpa terasa,dua minggu telah berlalu.Semenjak suaminya menuduhnya berselingkuh,selama itu juga Luna tidak pernah melihat Rama lagi.Luna pun tidak berdaya untuk itu,banyak hal yang ingin dia bicarakan pada suaminya.Namun untuk sekarang hanya sia-sia saja pikirnya.

Bukan hanya berpasrah diri,wanita itu bahkan berusaha menghubungi suaminya mengunakan telfon rumah sakit.Jangan kan untuk bicara dengan Rama,menerima panggilan darinya pun Rama tidak sudi.Dengan bersabar hati,Luna mengerti jika suaminya sedang dalam keadaan marah.Dia berharap setelah keluar dari rumah sakit,suaminya akan membiarkan dia menjelaskan segalanya.Walaupun sebenarnya Luna sendiri tidak yakin untuk itu.

Selama beberapa hari setelah kedatangan suaminya,Luna berhasil membujuk pria arogan itu untuk menghubungi Mira.Saat sahabatnya tau dia kecelakaan tentu saja membuat Mira kalang kabut,tidak lama kemudian Mira datang menemui Luna.

Pada saat itulah Mira sering ke rumah sakit guna menghibur sahabatnya,Dan hanya pada Mira lah Luna membagi setiap keluh kesahnya di dalam rumah tangganya dengan Rama.

Hari ini adalah hari,dimana Luna sudah di perbolehkan keluar dari rumah sakit.Tentu saja kabar ini membuat wanita cantik itu tersenyum cerah,selain dia ingin segera meluruskan masalahnya dengan suaminya.Luna sudah benar-benar bosan berada di dalam ruangan dengan bau obat yang menyengat itu.

Alasan selanjutnya,karna Luna sudah muak dan bosan dengan tingkah pria arogan yang sudah membuatnya seperti ini.Bukan hanya seluruh badannya yang terluka,tapi juga hatinya.Terluka karna kesalah pahaman dari suaminya,yang hingga sekarang belum terselesaikan sama sekali.

Setiap kata-kata kasar yang pria arogan itu ucapkan,membuat Luna ingin segera kabur dari tempat itu.Tapi Luna tau saat ini dia harus berfikir dua kali untuk melakukannya,luka di tubuhnya harus di obati.Jika tidak,bagaimana dia bisa menjelaskan kepada suaminya,atas apa yang terjadi.Sedangkan untuk berjalan saja dia tidak mampu pikirnya.

"Aku akan mengantarmu kembali ." Ucap datar Alan,dan ucapan itu sukses membuat Luna cemberut tidak senang.

Ya !! Dua minggu terahir ini mereka lebih sering bertemu,tapi waktu mereka sebagian banyak hanya mereka habiskan untuk bertengkar saja.Seperti Kucing dan Tikus.

"Jangan khawatir...Aku bisa pulang sendiri,aku akan mengunakan taxi." Tolak Luna halus,setelah dia keluar dari sini.Dia benar-benar tidak sudi berhubungan dengan pria arogan ini lagi.Atau dia akan mengalami kesialan.

"Kau menolakku ..?" Tanya Alan dengan suara sedikit meninggi,sedikit membanting kursi roda yang akan di berikannya pada Luna.

Walaupun Luna sudah bisa berjalan dengan pelan,tapi Alan tetap memaksa untuk mengunakan kursi roda saat akan ke mobil.Tentu saja Luna tidak akan menurutinya,hingga pada ahirnya Alan mengeluarkan ancaman untuk membuat wanita itu,mau tidak mau harus menurut.

"A Aku...Tidak akan merepotkanmu Tuan,bukakan kah kau banyak pekerjaan.?" Luna terbata,sedikit terkejut karna suara keras dari korsi roda.

"Kau sedang memperdulikanku Luna.? Tanya Alan dengan senyum menggoda.

Entah mengapa mengenal Luna selama dua minggu,membuatnya gemar sekali menggoda wanita itu.Setiap omelan-omelan yang di keluarkan dari bibir mungil Luna,mampu membuat Alan sedikit terhibur.

"Omong kosong.."Bantah Luna segera.

"Jika begitu...Saat aku mengatakan aku akan mengantarmu..Maka itu sudah di pastikan.Dan aku tidak menerima penolakan." Tegas Alan.

"Huf baiklah terserah kau saja..." Ucap Luna pasrah,sungguh sebenarnya dia sudah lelah jika harus selalu seperti ini.Bertengkar dan tidak akan ada habisnya.Luna hanya ingin segera pulang dan melihat suaminya.Entah mengapa perasaannya gelisah saat ini.

Alan pun tersenyum penuh kemenangan,melihat wanita keras kepala ini ahirnya menyerah.Tapi di jauh dalam hati Alan,dia tidak menyukai perpisahan ini.Dia ingin membawa wanita ini selalu di dekatnya,kemudian Alan segera menepis perasaan itu dan segera menegaskan di dalam hatinya jika sampai kapan pun tidak akan ada lagi,nama wanita yang memenuhi isi kepalanya.Hanya Tania saja tekatny

***

Beberapa jam telah berlalu,Luna tersenyum cerah.Setelah sekian lama ahirnya wanita itu dapat merasakan hawa udara luar.Selama dua minggu terkurung membuatnya sangat tidak senang.

Mobil mewah yang di kendarai Joe,asisten pribadi pria arogan itu.Sudah memasuki perumahan elite,dimana rumah mewah Luna dan suaminya berada.Luna tidak bisa sabar ingin segera menemui suaminya,entah karna rasa rindu atau apa.Jantung Luna berdegub kencang,wanita itu memeganggi dadanya.

Semua pengerakan sedikit dari Luna,mendapat perhatian dari pria arogan yang duduk di sebelahnya.

"Kau baik-baik saja ?" Tanya Alan,melihat Luna memeganggi dadanya membuatnya tidak bisa tidak bertanya.

Pertanyaan dari Alan,membuat wanita itu tersadar dan segera memberikan jawaban.

"Aku baik-baik saja...Baiklah Tuan.."

"Alan...Panggil aku Alan." Alan menegaskan.

"Ya Tuhan...Di saat seperti ini,pria itu masih saja arogan." Batin Luna dalam hati,memutar kedua bola matanya.

"Ah iya..Maksudku Alan.Trimakasih atas kebaikanmu padaku,aku akan turun sekarang.Selamat tinggal..Emmm untukmu juga Joe....Selamat tinggal." Pamit Luna,dia tidak ingin tinggal lebih lama lagi disini pikirnya.

Melihat wanita itu turun terburu-buru,membuat Alan mengelengkan kepalanya.Bahkan dia tidak membiarkanku bicara terlebih dulu pikir Alan.

Setelah melihat Luna masuk ke dalam pagar tinggi rumahnya,Alan segera memerintah asistennya untuk segera pergi.

" Joe...Kita kembali sekarang ." Titah tegas Alan.

***

Wanita cantik itu kini tengah bersemangat memasuki rumahnya sendiri,rasa ketidak sabaran membuncah ingin segera bertemu dengan suaminya.Tapi mendadak langkah kaki itu terhenti,melihat sekeliling rumah ada yang aneh menurutnya.

"Mengapa rumah sepi sekali...Bahkan aku tidak bertemu siapapun di luar tadi." Gumam Luna.

Ya !! Luna merasa rumah terasa sangat sepi,bahkan saat dia memasuki pintu gerbang.Luna tidak menemukan satpam yang biasa berjaga.Dan sekarang Luna bahkan tidak menemukan Pelayan kepercayaannya Bu Minah.

Tidak ingin berfikir terlalu jauh,Luna segera menepis fikiran itu.Tanpa membuang waktu Luna,menaiki tangga menuju kamarnya guna menemui suaminya.Dia yakin suaminya tengah di kamar saat ini,menginggat tadi melihat mobil suaminya terparkir di garasi.

"Mas..." Teriak Luna bersemangat.Tindak mendengar sahutan dari suaminya,membuat Luna semakin mempercepat langkahnya.

"Mas..." Luna mengetuk pintu kamar,bahkan suaminya tidak menjawabnya juga.Melihat pintu kamar tidak terkunci,Luna memegang gagang pintu dan membukannya.

Deg---

Yang awalnya pandangan mata Luna bersemangat,kini dengan sekejap pandangan mata itu berubah menjadi sayu,bahkan dengan cepat kedua air matanya mengalir deras.

Tubuh Luna seketika merosot,melihat pandangan menyakitkan di depannya ini.Jadi inikah perasaan gelisah yang di rasakannya sejak tadi.

Apa suaminya terlalu marah padanya ? Apa karna suaminya sudah tidak mencintainya lagi ? Serangkaian pertanyaan muncul di kepala wanita itu.Kedua tangannya membungkam bibirnya yang bergetar.

Melihat pengerakan dari kedua manusia di depannya,berpelukan tanpa busana yang hanya berada di selimut tebal itu pun Luna berdiri,segera menutup pintu perlahan dan siap mendengarkan apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana.

Bisa saja Luna langsung melabrak dan membangunkan kedua manusia itu,tapi Luna tidak ingin melakukannya.Selain karna dirinya masih sangat terkejut,Luna ingin mendengar sendiri apa yang ingin suaminya katakan.

"Mas..." Suara serak itu terdengar samar-samar,memanggil mesra suaminya.

" Ya Anggel..." Jawaban dari Rama pun juga terdengar,bahkan suaminya memanggil nama perempuan yang sedang bersamanya.

"Aku mencintaimu..." Ungkap Anggel,dengan suara mesra,terlihat mereka tengah berpelukan mesra di balik selimut.

Deg---

" Aku juga mencintaimu Anggel..Gadis manisku.."

Deg---

Mendengar balasan dari Rama,membuat kedua mata Luna membulat,Hatinya bagai di tusuk ribuan belati.Bibir wanita itu bergetar hebat tubuhnya merosot di dinding,air matanya mengalir semakin deras.

Beberapa detik kemudian,Luna mendengar kembali suara dari dalam sana.Suara itu semakin membuat hati Luna hancur.

"Ah Mas..."Desah Anggel,membuat Luna semakin terisak.

"Kau menghianatiku Mas..." Isak Luna.

TBC

1
Emmy Gultom
selesainya ko gantung.😆
Bzaa
aya Luna bukti kan tanpa Rama kamu bs
Bzaa
jgn jdi kemah Luna, ayo balass
Bzaa
pisah ajalah ngapain bertahan dgn suami bgtu
Bzaa
kagetin lun, biar mereka tau kl kamu liat
Bzaa
semangat luna
Bzaa
kykny otaknya udah di cuci si Rama eama
Bzaa
duhhhh si Rama
Bzaa
semangat terus ya tor
Bzaa
hadirr
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Lumayan
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
luar biasa
Wie_Wie
👍
☠ᴷⁱⁿᵃⁿᵈ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔❁︎⃞⃟ʂ
semangat
♀️
penolakan Luna sangat mengganggu anton
Sty_Fa
namanya angel kelakuan kayak devil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!