Elea Zara adalah seorang remaja ceria yang bersekolah di SMA favorit, dia bertemu dengan cowo kaya raya dan super nyebelin yaitu Aksara Zean yang ganteng dan hits di sekolah.
Pada hari pertama pertemuan mereka pun aksara sangat benci kepada elea karena kecerobohan elea, dan tidak patuh pada peraturan aksara. Sedangkan teman satu angkatannya sangat takut dan menghormati aksara.
Di perbatasan gerbang sekolah elea berlari sambil menangis pada saat bersamaan hujan deras ikut turun. Elea mulai kehilangan keseimbangan dan kehilangan arah pada saat berlari karena perasaan yang sangat menyakitkan seseorang yang menyakitinya ternyata rasa berlebihan itu sangat amat fatal.
Bagi elea, cinta itu adalah suatu yang sangat indah yang bisa di rasakan semua orang, mengapa baginya itu luka dan kenapa harus merasakan kerinduan yang menyakitkan.
Apa yang akan terjadi dengan kisah cinta elea dan aksara ?
Tunggu yaaa part selanjutnya !!!
Jangan lupa follow dan komen ya teman-teman, saya pemula yang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet Pen ASIAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telat
Dering telpon aksara masuk berbunyi kringg kriingg kriingg tak berselang lama langsung di angkat. "Woww hai tiara, apa kabar lo di amrik bagaimana sekolah fashion lo ?"
"Yaa gue baik dan sekolah gue aman sejauh ini dan kayanya gue punya berita bagus buat lo."
"Gue kayanya bakal pulang ke indo beberapa bulan ke depan, yaa karena ada sedikit pekerjaan yang harus gue selesaikan di indo." suara antusias tiara terdengar
"Ohhh wowww amazing bagus dong kita bisa kumpul lagi bertiga." muka aksara terlihat senang mendengar kabar itu sambil mengkespresikan dengan menggerakan tangannya
"Oke kayanya cukup info hari ini, gue ada kelas lagi bye."
Akhirnya telpon itu pun di tutup, aksara menceritakan rencana kedatangan tiara kepada rafi tapi sikap rafi sedikit muram tapi berusaha menyembunyikannya. Mereka melanjutkan makanan yang sudah datang ke dua kalinya.
Di cafe nan estetik elea mulai penasaran dengan rafi dia bisa menguliknya sekarang kepada alice. Sambil menyantap steak medium rare dan memulai perbincangan itu. "Alice gue mau nanya, ko rafi baik banget ya sama gue, apa sama semua murid juga baik ?".
Alice yang baru mau memasukan steak ke dalam mulut pun terhenti karena harus menjawab dulu pertanyaan elea. "Sebenarnya sih rafi itu aga sedikit pendiem ya kalo sama orang lain, malah yang menurut gue yang sering baik itu aksara makanya semua orang tuh pada takluk sama dia dan dia suka ngebela orang yang lagi di buly atau ada masalah gitu. Gua juga masih heran kenapa rafi baik sama lo ya, seumur-umur gue sekolah disini baru pertama kali nya gue ngeliat rafi kaya gitu."
Suara batuk tersedak terdengar uhuuk uhuuk, elea langsung meminum air yang berada di depan meja, dia terlihat kaget oleh cerita tersebut.Itu adalah hal baik baginya bagaimana tidak secara orang yang dia sukai hanya melakukan kebaikan itu padanya apalagi tadi kejadian di lorong sekolah di gendong rafi, makin kesenengan dan salting dengan sigap elea berhenti memotong steak langsung merapikan rambut dan menaruh kedua tangannya di atas meja seperti anak SD yang di suruh bersigap di atas meja ketika guru akan datang.
Alice melihat kelakuan ela yang tiba-tiba ingin mendengarkan cerita lebih lanjut pun ikut terhenti memotong steak "kenapa nih mau lanjutin lagi, terus gue makannya kapan el?." Memasang muka mengedihkan karena tidak jadi menyuap steak.
Elea mengangguk kencang "Yaa kan bisa nanti atau lo mau cerita sambil makan boleh, tapi ati-ati nanti tersedak kaya gue tadi hehee." sambil tangannya memegangi tenggorokan.
"Yaudah gue lanjutin ya, rafi itu pinter banget bangettt bangett dan selalu ceria tapi ada yang janggal setelah kejadian hari itu, hari dimana pembagian raport kenaikan kelas X semua murid di dampingi oleh orang tua nya tapi beda dengan rafi dia hanya di dampingi oleh papa aksara selaku wali dia. Gue juga bingung kenapa ortu rafi ga dateng gosip yang sempet beredar sih katanya ortu nya ke luar negeri padahal itu hari bersejarah buat rafi dia dapet juara olimpiade sekaligus juara kelas pada saat itu pertama kalinya dia ngalahin aksara karena dari SMP sampai semester satu kelas X cuma aksara yang biasanya dapet juara umum yang biasanya rafi selalu dapet peringkat ke dua. Dan gosip kedua juga beredar alasan kenapa ortu rafi ke luar negeri itu karena viral di medsos bisnis yang di kelola disini hampir bangkrut katanya sih ortunya korupsi. Tapi yaa itu sih gosipnya ya realitanya gue ga tau apa itu benar atau ngga, dan sikap rafi berubah jadi dingin dan kurang peduli sekitar tapi kalo sama aksara dia kelihatan happy sih buat ngejalanin hari-harinya soalnya udah kaya kaka ade."
Mata elea mulai berkaca-kaca terharu mendengar cerita itu dan meminun seteguk air"Kasian banget tu anak di hari bahagianya tapi malah hari menyakitkan buat dia, terus setelah gosip yang beredar itu dia jadi dingin?."
Alice mengangguk sambil makan yang tadi belum tersentuh nya.
"Tapi kenapa tadi dia nolongin gue ? Aneh banget ya ga mungkin dia secepet itu suka sama gue ketemu juga pagi masa langsung ada rasa itu janggal sih. Kayanya gue harus nyari tau sendiri kenapa dia bersikap kaya gitu ke gue."
Mereka berdua tidak meneruskan persoalan rafi, mengingat waktu yang menunjukan pukul 8 malem yang mengharuskan mereka untuk pulang.
Aksara pun sampai di rumahnya bersama dengan rafi yang ingin menginap di rumah aksara. Rafi kenelpon bibi di rumah untuk mengirimkan seragam sekolah untuk besok ke rumah aksara pakai gosend.
Selesai bersih-bersih rafi mengambil buku novel di rak buku aksara lalu duduk di kursi yang menghadap ke jendela terlihat pohon-pohon yang bergoyang dan lampu yang terlihat seperti puluhan lilin menerangi setiap sudut setiap rumah.
Rafi terlihat membaca dan sesekali melihat ke arah luar sambil melamun, entah apa yang membuatnya melamun di depan jendela itu. Apakah rafi memikirkan orang tuanya yang sempat viral dengan gosip yang beredar atau memikirkan hal lain.
Aksara melihat rafi sedang melamun keheranan lalu mendekatinya sambil mengeringkan rambut yang basah pake handuk. "Eh ngapain lo ngelamun disitu, mikirin cewe yang mana lo ? Cewe tadi yang lo tolong di sekolah apa yang mana ?."
Suara aksara membuat rafi kaget dan menoleh ke arah suara itu "gue ga mikirin cewe manapun ko, oh soal tadi itu gue pure nolong ya lagian gue kan ga kenal itu cewe siapa tapi keliatannya sih manis dan baik. Lo ga mau deketin tuh cewe ?."
Mata aksara sedikit melotot dan duduk di kursi yang menghadap ke jendela mendengar pertanyaan itu "Ga ada niat gue deketin dia, buat gue dia cewe nyebelin, ceroboh dan suka bikin ulah. Kalo lo ada nih kemarin dan liat kejadian itu di posisi gue pasti lo juga ngerasain hal yang sama kaya gue tiap kali ketemu atau ngeliat dia gue udah males duluan fi."
Rafi memperbaiki duduk membuka halaman novel berikutnya yang akan dia baca sambil nyeletuk "liat aja nanti."
Derikk pintu terbuka "ibu ayah ela pulang, maaf ya kemaleman soalnya abis girls time sama alice" sambil tersenyum bahagia menghampiri ibunya yang berada di dapur lalu menjulurkan tangan untuk salim. Tak lama ayah pun keluar dari kamar dan menghampirinya di dapur lalu bergantian salam kepada ayahnya juga.
"Hari ini senang sekali sepertinya ada apa ?" ucap ayah sambil mengusap rambut ela
"Lumayan ayah daripada hari kemarin hehe."
Ibu salfok sama kaki elea yang masih di perban "el kenapa kaki kamu ko di perban?."
Ayah pun mulai melihat dan mengecek kaki elea yang di perban "Ini sakit nak ?."
"Oh ini tadi elea terjatuh kepleset, tapi udah gapapa ko hanya luka ringan ibu sama ayah ga usah khawatir ya." sambil memegang tangan ibu dan ayah
Ayah dan ibu pun menyembunyikan ke khawatiran itu langsung mengangguk. Elea berpamitan untuk pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Dengan pelan elea melangkah menaiki tangga.
Malam mulai terlihat gelap sekali, suara angin malam terdengar syahdu di telinga. Rafi masih duduk di tempat yang sama setelah membaca beberapa bab cerita, dia pun keluar kamar hendak ke balkon untuk merasakan udara malam. Menatap lamat-lamat sekitar dan memikirkan orang tua nya. Dia masih banyak pertanyaan yang belum sempat terucap, di memikirkan apakah dia harus pergi ke amerika secepatnya atau menunda sampai lulus dulu. Masalah uang sih dia tidak terlalu memikirkan, karena masih muda juga dia sudah punya beberapa bisnis yang tidak bergantung pada perusahan orang tuanya. Dia mengambil airphone dari saku celananya dan memakaikan di telinga kanan, mengangkat hp dari genggamannya lalu memutar 1 lagi kenangan yang berarti buat dia.
Dua jam berlalu, aksara menyadari bahwa rafi tidak berada di kursi baca itu. Dia terbangun dari tidurnya hendak mencari rafi, muka dia langsung berpaling ke tempat rafi yang sedang berdiri menikmati suasana malam. Sepertinya tidak tepat untuk mengganggu rafi lalu dia pun pergi ke tempat tidur dan melanjutkannya lagi.
Hp berdering ada chat masuk, sambil mata satu terpejam elea membuka hp dan melihat chat dari ezra yang menanyakan sudah tidur atau belom. Elea membalas nya "belom". Ezra langsung membalas dengan mengajak berangkat bareng dan besok pagi akan menjemput elea di rumah. Tapi elea menolak karena dia berencana berangkat bersama ayahnya.
Pagi pun tiba dengan semangat yang baru, aksara dan rafi sudah menaiki mobil sport dan melaju di tengah kepadatan kota dengan kap mobil terbuka sambil mendengarkan musik yang biasa mereka dengarkan di mobil. Orang-orang yang berada di kendaraan lain sesekali menoleh ke arah mobil yang di isi oleh dua anak SMA tapi membawa mobil mewah, sesekali mereka berbisik sertinya dua anak itu anak orang have dehh masa ada anak sekolah udah pake mobil mahal, enak banget ya jadi orang pewaris bukan perintis kaya kita pergi pagi pulang malam tapi ga kaya-kaya haha.
Elea terlambat 30 menit dia bangun kesiangan karena mimpiin rafi dan di tinggalkan oleh ayahnya karena kelamaan. Sedikit berlari elea berpamitan kepada ibu dan mengambil sepotong roti di piring dan menaiki gojek yang sudah menunggu sekitar 5 menit. Motor listrik itu pun melaju dengan cepat sesuai request elea, karena takut telat masuk kelas.
Ezra mondar mandir menelpon elea tapi tidak di angkat juga, dia khawatir elea kena hukuman karena bel masuk sudah berbunyi seluruh murid sudah masuk ke kelas tinggal menunggu guru pelajaran masuk. Alice dan robert ikut panik sesekali menengok ke arah pintu masuk kelas tapi tak kunjung datang juga. Tak lama guru pelajaran pun masuk dan memulai pelajaran kimia, guru yang disiplin dan tegas yang mempunyai peraturan jikalau ada murid yang terlambat maka ia harus mengerjakan soal di lapangan sambil berdiri sampai jam pelajaran selesai.
Sesamapainya di gerbang sekolah elea buru-buru turun dan hendak berlari tapi terhenti karena helm abang ojek nya masih terpasang di kepala saking paniknya dia lupa ngasih. Setelah ngasih elea langsung sedikit berlari dengan keadaan sedikit sakit di kakinya. Ternyata benar saja kekhawatiran ezra, alice dan robert menjadi kenyataan, belum sempat elea masuk sudah di hadang oleh guru yang mengatakan elea tidak disiplin maka dia harus mengerjakan beberapa soal di lapangan dengan cara berdiri. Muka elea langsung lemas dan sedikit menggerutu sambil berjalan ke arah lapangan. Sedangkan anak lain menertawakan tapi tidak berlangsung lama karena guru memarahinya bahwa keterlambatan yang elea alami tidak lucu justru itu jadi pembelajaran buat semua murid.
Elea melihat soal yang ada di buku mulai kebingungan karena dia tidak di kasih contoh tapi dia semalam membaca beberapa rumus yang hari ini akan di ulas. Baru saja dua soal dia kerjakan sudah mengeluh dan berkali kali mengusap keringat di dahinya. Matahari tidak terlalu panas terik, tapi karena soal nya cukup menguras pikiran disertai berdiri dan matahari mulai naik itu yang membuat elea kelimpungan. Muka nya pun sedikit pucat dan sedikit pusing hampir terjatuh tapi beberapa kali dia berdiri tegap sampai akhirnya dia selesai menyelesaikan soal. Dia pun terjatuh pingsan untung ada aksara yang melewati lapangan hendak ke toilet melihat elea yang sedikit sempoyongan. Aksara pun membawa elea ke tempat teduh dan menelpon rafi meminta tolong untuk mengabari ezra dan alice. Setelah mendapat kabar tersebut ezra langsung berlari menuju lapangan dan membawanya ke UKS untuk di periksa.
Victoria yang melihat aksara menolong elea, naik darah kenapa lagi-lagi aksara yang membantu kenapa ga yang lain. Victoria mulai menarik tangan aksara untuk menjauh dari elea. "Lo apaan si main narik-narik tangan gue segala?."
"Ihh itu ada cowo nya, nanti lo di amuk tau."suara vicky meyakinkan.
Aksara melepaskan tangan vicky yang memegangnya, dan pergi menghampiri rafi yang hendak beristirahat di kantin. Mereka berdua melangkah menuju kantin dan duduk, disusul dengan roy yang udah beberapa hari tidak gabung dengan aksara dan rafi biasanya sih gabung tapi kemarin dia menghabiskan waktu dengan geng elit sebenarnya mereka satu sircle tapi akhir-akhir ini aksara dan rafi sedikit menjauh dari geng victoria karena males dengan ulah vicky.
Sementara vicky masih ngedumel dan tidak mau makan masih kesal dengan kelakuan aksara tadi yang menolong elea. Fely membawakan makanan untuk vicky dan berusaha menenangkannya bahwa tadi aksara memang hanya menolong tidak lebih. Vicky sebenarnya sudah mau dekat dengan aksara hampir jadian tapi gara-gara cewek itu pembawa ulah, aksara jadi berubah sedikit cuek kepada semua perempuan dan sudah tidak terlalu dekat dengannya. Vicky sedang memikirkan cara untuk membuat aksara ilfil sama elea, dan akan secepatnya tambah benci. Luna yang berada di samping vicky pun hanya mengelus pundak vicky yang sedang marah ikut meyakinkan bahwa misi mempermalukan elea harus berhasil di susun.