NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Fantasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan dan Evan meresponnya. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Di tempat yang tidak semestinya

Senin adalah hari sibuk dan melelahkan. Karena selain ada upacara, jam pelajaran juga paling panjang di antara jam pelajaran lainnya.

Lylac berjalan dengan tergesa-gesa. Dia harus tiba sebelum bel berbunyi. Nyaris saja ia tidak bisa masuk karena pak BP menutup pagar sebelum tepat jam 7. Membuat anak-anak di belakang Lylac terkunci dan tidak boleh masuk.

Syukurlah, batin Lylac lega. Langkahnya di percepat.

Lylac setengah berjalan menyusuri lorong dengan kepala sedikit menunduk. Ia tidak malu, tapi ia malas untuk bertemu dan harus menyapa orang-orang yang dikenal padahal dia tidak ingin.

Namun suara cempreng di sekitarnya terus merengek. "Ly, kamu harus belok kiri deh. Itu kelasnya Evan. Kamu harus menyapanya pagi ini. Bukannya kamu sudah dikenal oleh Evan cakep?"

Lylac tidak peduli. Ia terus berjalan menuju ke arah kelasnya sendiri.

"Ih, Gadis Batu banget sih!" Mika menghentakkan kakinya di udara, bersungut-sungut sambil melayang mundur di depan wajah Lylac. Rambut bergelombangnya yang transparan bergoyang-goyang heboh. "Padahal ya, kalau kamu lewat kelasnya sekarang, kamu bisa pura-pura pinjam buku atau apa gitu. Evan itu tipe cowok yang menghargai usaha, tahu!"

"Aku ke sekolah buat belajar, Mika. Bukan buat tebar pesona," desis Lylac luar biasa pelan, nyaris tanpa menggerakkan bibir. Dia sudah terlatih menekan suaranya sedalam mungkin agar tidak ada murid lain yang memergokinya sedang bicara sendiri—lagi.

"Belajar terus sampai kaku kayak manekin!" cibir Mika seraya menjulurkan lidah.

Namun, sial bagi Lylac. Saat dia hendak melewati belokan koridor, dari arah berlawanan serombongan cowok bertubuh tinggi berjalan sambil tertawa agak keras.

Itu geng basket Evan. Dan di barisan paling depan, ada Jay yang sedang asyik mendribel bola basket kempes di koridor sekolah.

Duk!

Karena terlalu asyik bercanda, Jay tidak sengaja melepas bola basketnya terlalu keras hingga memantul dan menggelinding tepat ke arah kaki Lylac.

Lylac menghentikan langkah. Sepatu kets kusamnya menahan pergerakan bola tersebut. Dia menatap bola di bawahnya dengan pandangan kosong dan dingin, sama sekali tidak berniat mengambilkan bola itu.

"Eh, sori, sori! Enggak sengaja," seru Jay sambil melangkah maju untuk mengambil bolanya.

Saat Jay berjongkok dan mendongak, dia baru menyadari siapa cewek di depannya. Jay—yang tidak pernah satu kelas dan hanya tahu rumor yang beredar di sekolah—langsung mundur setengah langkah dengan ekspresi agak canggung sekaligus geli. Dia menoleh ke arah teman-temannya di belakang, lalu berbisik dengan suara cempreng yang sengaja dikeras-keraskan.

"Wah, pantesan mendadak adem. Ternyata kita papasan sama si 'Gadis Hantu'," ledek Jay sambil terkekeh, merujuk pada julukan yang melekat pada Lylac di kalangan murid luar kelas. Teman-teman di belakangnya ikut tertawa pelan, menganggap Lylac hanya sebatas angin lalu yang aneh.

Lylac tidak merespons sedikit pun. Wajahnya sedatar tembok. Jangankan marah, melirik Jay pun tidak. Baginya, omongan manusia di sekolah ini tidak ada bedanya dengan suara lalat. Dia hanya menggeser kakinya, melewati Jay begitu saja tanpa sepatah kata pun.

Sementara di sebelah Lylac, Mika sudah melompat-lompat histeris di udara karena melihat Evan berjalan di urutan paling belakang geng tersebut. "LYLAC! EVAN DI BELAKANG JAY! LIHAT DEH! GANTENG BANGET PAS LAGI NGUNYAH PERMEN KARET!"

Geng basket itu kembali melanjutkan jalan mereka sambil menertawakan candaan Jay. Namun, saat posisi Evan pas berpapasan di samping Lylac, langkah cowok itu mendadak melambat.

Dia menatap Lylac sebentar.

Evan menghentikan langkahnya sejenak, membuat jarak beberapa jengkal dari barisan teman-temannya yang sudah berjalan mendahului.

Cowok itu tidak mengatakan apa-apa.nDia hanya menatap Lylac. Pandangannya lurus, tajam. Seolah sedang memastikan bahwa gadis berwajah sedatar papan tulis di hadapannya ini adalah orang yang sama dengan kasir ketus yang ia temui malam Minggu kemarin.

Lylac bisa merasakan tatapan itu. Sangat dekat, sangat mengintimidasi. Namun, sesuai dengan pertahanannya yang kokoh, Lylac menolak untuk mendongak. Dia tetap menatap lurus ke depan, menganggap eksistensi Evan tak lebih dari sekadar tiang koridor yang kebetulan menghalangi jalannya. Kakinya kembali melangkah maju, melewati bahu Evan dengan gerakan tak acuh.

"KYAAAAA! LYLAC! DIA MELIHATMU! EVAN MELIHATMU LAMA BANGET!" Di atas mereka, Mika sudah berputar-putar di udara seperti gasing rusak. Tangan Mika menangkup pipi dengan histeria yang tak terbendung. "Gila, gila, gila! Tatapan matanya itu lho! Dingin, misterius, tapi dalam banget! Fix, dia terpesona sama aura kamu!"

Evan masih bergeming di tempatnya selama dua detik, membiarkan Lylac berjalan menjauh. Berikutnya, sebuah seringai muncul di sudut bibirnya saat ia berbalik dan kembali melangkah lebar menyusul gengnya.

Dia memang kasir di minimarket itu.

"Woi, Van! Malah ngelamun kamu. Kesambet 'Gadis Hantu' baru tahu rasa," teriak Jay dari ujung koridor sambil melempar bola basketnya ke udara.

Evan hanya mendengus pelan, memasukkan sebelah tangannya ke saku celana abu-abunya dengan gaya santai. "Gak usah ngaco. Duluan ke lapangan," sahutnya dingin, kembali ke mode cool andalannya seolah interaksi bisu beberapa detik lalu tidak pernah terjadi.

Sementara itu, Lylac terus berjalan membelah koridor menuju kelasnya sendiri dengan sisa pelipis yang berdenyut nyeri. Bukan karena Jay, bukan karena Evan, tapi karena pekikan Mika yang masih menggema memenuhi isi kepalanya.

...****************...

Sial. Lylac mendengus dalam hati. Dia yakin tadi pagi sudah memasukkan topi ke dalam tas ranselnya. Namun ternyata saat hendak dipakai, ia tidak menemukan benda itu.

"Lylac, ayo ke lapangan," ajak Riri.

"Ri, aku enggak bawa topi," ujar Lylac dengan wajah pias. Mungkin hanya di depan anak ini Lylac banyak bicara. Riri, teman satu bangku dan satu SMP dulu.

"Aduh, gimana ini?" Riri yang tadi sudah di dekat pintu balik lagi masuk. "Sudah kamu cari?"

"Sudah. Dan tidak ada." Lylac pasrah.

"Nyari apaan sih, Ly! Aku lihat diluar kok enggak ada. Ternyata masih disini." Mika muncul melayang di dekat Lylac. Dia sudah berkeliling ke lapangan untuk bicara pada Lylac ternyata gadis ini masih disini.

"Kita ke lapangan aja dulu. Kali aja kamu enggak ketahuan kalau enggak bawa topi. Ini topi aja, kan?" Riri cemas.

Lylac mengangguk. "Ayo deh." Akhirnya Lylac memutuskan untuk tidak mencari topi itu lagi.

...****************...

Alhasil, dia berada dalam kelompok anak bermasalah karena tidak bawa topi. Ia di hukum dengan berdiri di depan semua anggota upacara. Tepat di dekat guru-guru yang berbaris.

Sialan, umpat Lylac dalam hati. Ia mengutuk hari ini karena ini pertama kalinya ia harus berada di tempat yang penuh dengan sorotan banyak orang.

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!