Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran yang Salah Cari Masalah
Selama satu bulan penuh, Lembah Mirakel agak sedikit sepi karena setiap sore Zhu Xuan harus mengantar Ling'er ke Paviliun Bulan.
Berkat Embun Evolusi dari Zhu Xuan, mutasi Wuhun Tang Yuehua berhasil disembuhkan, dan kekuatannya melonjak melewati batas level 9 yang selama ini mengikatnya.
Bagi Tang Yuehua, Zhu Xuan bukan lagi sekadar orang tua murid, melainkan dewa penolong.
Karena itu, ia mencurahkan seluruh perhatiannya untuk mendidik Ling'er menjadi gadis kecil paling anggun di Benua Douluo.
Namun, ketenangan itu terusik pada suatu sore yang cerah.
Di aula utama Paviliun Bulan, Ling'er sedang berlatih melangkah dengan anggun sambil mengenakan gaun merah muda kecilnya.
Gerakannya sangat menggemaskan, membuat Tang Yuehua yang menyaksikannya terus tersenyum bangga.
BRAK!
Pintu aula tiba-tiba didorong terbuka dengan kasar. Seorang pemuda berpakaian jubah sutra mewah bersulam naga emas melangkah masuk dengan angkuh.
Di belakangnya, beberapa pengawal berbaju zirah mengikuti dengan langkah berat.
Dia adalah Xue Beng, Pangeran Keempat dari Kekaisaran Heaven Dou.
"Bibi Yuehua, aku dengar hari ini ada kelas khusus, kenapa aku tidak diberi tahu?" seru Xue Beng dengan nada manja sekaligus sombong.
Matanya yang liar menyapu ruangan, lalu tertuju pada Ling'er.
"Heh? Anak haram dari mana ini?
Berani sekali berlatih di aula utama Paviliun Bulan?"
Wajah Tang Yuehua seketika berubah dingin. "Pangeran Xue Beng, jaga bicaramu!
Dia adalah murid khususku. Dan tolong ketuk pintu sebelum masuk, ini adalah tempat belajar, bukan istanamu!"
Xue Beng mendengus, meremehkan.
Sebagai pangeran yang terkenal manja (meskipun itu hanya aktingnya untuk bertahan hidup dari intrik Xue Qinghe), ia terbiasa bertindak semena-mena.
"Murid khusus? Bocah tanpa kekuatan jiwa begini?"
Xue Beng melangkah mendekati Ling'er dan mengibaskan tangannya, berniat mendorong anak kecil itu menjauh.
"Minggir, Bocah! Tempat ini milik keluarga kekaisaran hari ini!"
Melihat tangan Xue Beng mendekat, Ling'er tidak menangis. Ia justru mengingat kata-kata ayahnya.
Dengan suara nyaring yang polos, Ling'er berteriak, "Ayah! Ada orang aneh!"
WUSH!
Sebelum tangan Xue Beng sempat menyentuh sehelai rambut Ling'er, suhu di dalam ruangan seketika anjlok hingga titik beku.
Angin puyuh tak kasat mata meledak di tengah aula, menghancurkan pilar-pilar marmer di sekitarnya hingga retak.
Sesosok pria berjubah putih bersih tiba-tiba berdiri di depan Ling'er.
Tangan kirinya dengan lembut menyembunyikan kepala Ling'er di balik jubahnya, sementara tangan kanannya... telah mencengkeram leher Pangeran Xue Beng.
Zhu Xuan telah tiba.
"K-Kau... siapa?!
Lepaskan Pangeran!" teriak para pengawal kekaisaran panik.
Mereka mencoba melepaskan Wuhun mereka, namun tekanan roh yang dipancarkan Zhu Xuan begitu mutlak hingga cincin jiwa para pengawal itu bahkan tidak bisa keluar.
Mereka langsung jatuh berlutut, memuntahkan darah.
Xue Beng yang tercekik di udara merasa wajahnya membiru.
Matanya dipenuhi ketakutan yang mendalam saat menatap mata Zhu Xuan yang sedingin jurang maut. Tekanan ini... bahkan lebih mengerikan dari Paman Xue Xing!
"Kau ingin menyentuh putriku dengan tangan kotor itu?" suara Zhu Xuan terdengar sangat pelan, namun bergetar dengan niat membunuh yang nyata.
"Tuan Zhu, mohon ampun!
Dia adalah pangeran kekaisaran!"
Tang Yuehua bergegas maju, wajahnya pucat. Bukan karena ia peduli pada Xue Beng, melainkan karena ia tahu jika Zhu Xuan mengamuk, Kekaisaran Heaven Dou bisa runtuh dalam sehari.
Zhu Xuan melirik Tang Yuehua dingin.
"Pangeran?
Bahkan jika Kaisar Xue Ye sendiri yang berdiri di sini dan membuat putriku ketakutan, aku akan memenggal kepalanya."
[Ding! Seseorang mencoba melakukan kekerasan fisik pada putri Anda.]
[Misi Darurat: Berikan pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan oleh pelaku!]
[Hadiah: Poin Daddy +3.000, Domain Dewa 'Absolute Sanctuary' (Area 100 meter di sekitar Anda menjadi zona anti-jiwa bagi musuh).]
Zhu Xuan menyeringai kejam.
Ia tidak membunuh Xue Beng, karena itu akan terlalu cepat.
KRETEK!
Zhu Xuan mematahkan lengan kanan Xue Beng dengan satu pelintiran halus, lalu melemparkannya ke lantai seperti tumpukan sampah.
"AAAARGH!" Xue Beng menjerit histeris, memegangi lengannya yang terkulai layu.
"Dugu Tua, bersihkan tempat ini," perintah Zhu Xuan pendek ke arah bayangan.
Sosok Dugu Bo tiba-tiba muncul dari kegelapan, membuat Xue Beng yang sedang menangis langsung membeku.
"K-Kakek Dugu? Mengapa Anda..." Xue Beng terbata-bata. Keluarga kekaisaran selalu menganggap Dugu Bo sebagai pelindung mereka. Mengapa dia ada di sini?
Dugu Bo menatap Xue Beng dengan pandangan kasihan sekaligus jijik.
"Pangeran Bodoh.
Kau baru saja menyentuh naga yang sedang tertidur.
Mulai hari ini, jaga jarakmu dari Paviliun Bulan, atau aku sendiri yang akan meracuni seluruh air minum di istanamu."
Mendengar ancaman dari Poison Douluo, para pengawal yang terluka segera memegangi Xue Beng yang gemetar ketakutan dan kabur tunggang langgang keluar dari Paviliun Bulan.
Begitu para pengganggu pergi, aura menakutkan Zhu Xuan lenyap tanpa bekas.
Ia berlutut di depan Ling'er, memeriksa tubuh kecilnya dengan panik.
"Ling'er, kau terluka? Di mana yang sakit? Katakan pada Ayah!"
Ling'er menggelengkan kepalanya yang dikuncir dua, lalu tersenyum lebar.
"Tidak ada yang sakit, Ayah! Gerakan Ayah tadi keren sekali! Seperti pahlawan di buku cerita!"
Zhu Xuan menghela napas lega dan mencubit hidung kecil putrinya.
"Tentu saja.
Ayah akan selalu menjadi pahlawan yang melindungi Ling'er."
[Ding! Misi darurat selesai. Anda berhasil memberikan 'Face Slapping' pada pangeran kekaisaran.]
[Hadiah telah dikirim ke ruang penyimpanan.]
Tang Yuehua yang menyaksikan interaksi ayah-anak itu hanya bisa tersenyum pahit sembari memegangi dadanya yang masih berdebar kencang.
Ia tahu, setelah hari ini, nama "Zhu Xuan" akan menjadi mimpi buruk tersembunyi bagi keluarga kekaisaran Heaven Dou.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???