NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan

Ella berontak saat tangannya di tarik dua pria berbadan besar. Meski tak berpengaruh bahkan sampai tubuhnya terangkat saking ringannya tubuhnya.

"Apa yang kalian lakukan melanggar hukum! Kalian mau di penjara!" Jelas itu bukan ancaman, sebab dengan mata kepalanya sendiri dia melihat orang-orang itu membunuh penjahat tadi. Ella bahkan tak yakin dia akan selamat. Jadi, bagaimana dia bisa melaporkan mereka.

'Oh, Astaga! Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku terjebak di dalam masalah kriminal!'

Ella berteriak dalam hati.

Tubuh kecilnya terus dibawa masuk ke dalam rumah besar yang sudah seperti istana.

"Lepaskan aku! Tolooong!" Ella berteriak hingga pria yang sejak tadi berjalan di depannya menoleh.

"Percuma saja anda berteriak, Nona. Di rumah ini tidak akan ada yang mendengar anda." Ella melihat sekitarnya, dan melihat beberapa pelayan yang menatapnya penuh dengan rasa bingung namun acuh.

Ella tak lagi berontak dan pasrah di bawa, hingga mereka tiba di sebuah ruangan gelap barulah tubuhnya di lepaskan.

Ella jatuh terduduk saat kedua orang itu tak lagi menopangnya.

"Kami sudah membawanya, Tuan." Ella mendongak dan menatap seorang pria yang duduk dengan kaki bersilang juga segelas minuman di tangannya.

"Kau Ella D?" Ella mengerjapkan matanya saat nama penanya di sebut.

"Bagaimana kau tahu nama penaku?" Padahal itu adalah hal rahasia yang bahkan tak ada seorang pun yang tahu, hanya Vivian orang terdekatnya yang tahu.

"Bukan hal sulit untukku mencarimu."

Ella menatap semakin memicing, matanya ingin melihat jelas siapa pria di depannya. Namun nihil, wajah pria itu tak terlihat sebab pencahayaan yang hanya diterangi cahaya dari luar pintu sementara ruangan itu di biarkan gelap.

"Kenapa kamu menculikku?" Suara Ella bergetar. Bagaimana pun dia sedang berhadapan dengan orang-orang berbahaya.

"Aku tidak menculik, aku hanya ingin membuat sebuah kesepakatan."

"Kesepakatan?"

"Menulis cerita erotis hanya untukku."

"Hah?" Wajah Ella berubah menjadi seperti orang bodoh. "Kau bercanda, Tuan?"

"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" Pria itu mencondongkan tubuhnya, hingga Ella bisa melihat mata tajam pria itu dibalik segaris cahaya.

"Ta— pi kenapa aku? Maksudku, banyak cerita di situs yang bisa kau baca ke— napa harus membawaku?"

"Kamu tidak mengerti apa yang aku katakan?"

Ella terdiam. "Tulis hanya untukku."

Ella yang awalnya berkerut bingung mulai tersenyum. "Oh, aku mengerti, kau ingin menjadi penulis juga? Kamu ingin aku jadi penulis hantumu?"

"Penulis hantu?" Kali ini pria itu yang nampak kebingungan.

"Iya, aku menulis dan kamu bisa mengklaim itu sebagai tulisanmu, dan kamu membayar sejumlah uang padaku?"

Pria itu menghela nafasnya. "Baiklah anggap saja begitu. Jadi sepakat?"

Ella menggeleng. "Tidak! Meski aku butuh uang tapi itu bisa di sebut kecurangan dalam etika menulis."

Pria itu menghela nafasnya. "Bagaimana kalau aku tidak menjadikanya bukuku, atau mengunggahnya dimana pun? Kau hanya perlu menulis untuk aku baca sendiri."

Ella mengerutkan keningnya. "Kau terobsesi dengan tulisan fulgar?"

Pria itu berdecak. "Apapun itu aku tak peduli."

"Tetap tidak bisa, Tua— akh!" Suara sebuah pelatuk pistol di tarik mengejutkannya membuat Ella berteriak.

"Aku sungguh tak mengerti. Kau hanya perlu bilang iya. Atau peluru ini menembus kepalamu?"

Ella menelan ludahnya kasar, lalu mengangguk kaku.

"Bagus."

"Ta—pi Tuan, aku memiliki kontrak dengan beberapa platform, jadi—"

"Aku akan membayarmu. 100 juta untuk satu bab jika itu bisa memuaskan aku."

"Hah?" Kali ini mata Ella membulat sempurna. "100 juta?" Apa pria itu bercanda.

"Kau tidak bohong, Tuan?"

"Ya, asal bab itu benar-benar bisa memuaskan."

Ella mengangguk, lalu berdiri dari duduknya. Mendengar seratus juta satu bab Ella jadi bersemangat. "Deal." Ella mengulurkan tangannya dan menungu orang itu menyambutnya. Namun setelah menunggu beberapa saat pria itu tak juga menyambutnya, hingga saat Ella hendak menarik dirinya, Pria itu menyambut uluran tangannya.

Ella tertegun saat tangan besar pria itu menyentuhnya, lalu tersenyum. "Senang bekerjasama denganmu."

"Oh, siapa namamu, Tuan?"

"Mr, D."

Ella tertegun beberapa saat. "Mr, D? Kau orang itu?"

"Jadi, sudah percaya kalau aku tidak akan bohong?"

Ella tersenyum, "Baiklah, Aku Kristella." Ella menggoyang tangannya sekali lagi sebelum melepasnya.

"Baiklah, aku pergi dulu." Ella berbalik hendak pergi, namun langkahnya terhenti saat dua pria tadi menghadangnya.

"Mulai sekarang kau akan tinggal disini. Semakin banyak bab yang kau buat, semakin cepat kau bebas."

"Apa?"

.....

Dominic tak menyangka jika penulis buku erotis yang dia baca benar-benar miskin sampai penampilannya bahkan tak menarik untuk di lihat. Kaca mata tebal, baju usang dengan jaket bulu yang juga sudah belel, dan jangan lupa rambutnya yang terlihat tak terawat

Dari penampilannya siapa sangka dia akan menghasilkan buku yang bisa membuatnya bergairah.

Dominic ingin lihat, jika dia membaca beberapa bab apakah gairahnya benar-benar akan bangkit.

Dominic ingin memastikannya. Bisa saja dia menunggu Ella mengunggah bab selanjutnya, tapi dia tak bisa menunggu hingga hari berikutnya. Jadi Dominic ingin Ella membuat banyak bab dan bila perlu akan dia baca sampai habis dan apa yang akan terjadi dengan gairahnya.

...

"Tunggu!" Ella berbalik saat tubuhnya terdorong masuk ke dalam kamar, namun saat akan mencapai pintu, pintu tertutup keras membuatnya membeku.

"Sialan!" umpatnya kesal.

Ella memegang kepalanya yang masih terasa nyeri sebab rambutnya yang di tarik penjahat tadi, lalu pada tubuhnya yang juga terasa sakit.

Ella mengetuk pintu satu kali.

"Bisakah aku minta obat pereda nyeri," ucapnya berharap di luar sana ada yang mendengar.

"Baik, Nona."

Ella tersenyum saat benar-benar ada orang. Setidaknya mereka peduli. "Dan juga, aku belum makan malam."

Hening.

Membuat pemikiran sebelumnya tentang kepedulian menghilang.

Ella berdecak, dan melangkah menuju ranjang dan mendudukan dirinya.

Kamar ini sangat luas dengan peralatan lengkap termasuk ranjang besar bahkan nampak berukuran empat kali lipat ukuran ranjangnya di kosannya, juga meja kerja yang sudah terdapat laptop di atasnya.

Ella merebahkan dirinya di atas ranjang dengan memegang perutnya. "Lapar," desahnya pelan.

"Bagaimana dengan kamarku. Ah, aku punya tumis sayur di dalam kulkas."

Berapa lama dia harus disana dia tak tahu, tapi jelas dia tak bisa menolak sebab uang yang di tawarkan sangat besar. Lagi pula jika dia menolak dia akan mati di tembak. Jadi, tak ada pilihan lain selain menurut.

"Semoga tidak akan lama."

Tok!

Tok!

Pintu di ketuk membuat Ella segera bangun, lalu melihat pintu terbuka. Seorang pelayan muncul mendorong troli makanan.

"Makan malam anda, Nona," ucapnya dengan sopan.

Mata Ella berbinar. "Benarkah, terimakasih." Ella berdiri dan membuka tudung saji. Ella menelan ludahnya kasar saat melihat beberapa porsi makanan mewah di atas troli tersebut, juga ada beberapa butir obat di atas piring kecil. Setidaknya mereka benar-benar peduli.

"Saya permisi." Pelayan mundur, dan menutup pintu. Saat Ella akan duduk, pintu kembali terbuka menampilkan Bobby yang seketika membuat Ella kembali berdiri.

Melihat pria tinggi tegap dengan wajah menyeramkan itu Ella sedikit takut, apalagi pria itulah yang tadi menembak pria jahat yang hampir menculiknya.

"Saya datang untuk memberikan surat perjanjian ini, Nona."

"Apa harus menggunakan perjanjian?"

"Tentu, untuk memastikan anda tidak lari dari kesepakatan."

"Aku tidak akan lari, kecuali kalian berniat jahat."

Bobby menyeringai. "Untuk itu perjanjian ini di buat. Agar anda juga tidak perlu takut dengan hal yang tidak perlu."

Ella mencebik mengambil berkas tersebut lalu membacanya.

"Kalau aku lari aku harus membayar denda?" Ella membaca dengan dahi mengernyit saat disana tak tertulis berapa denda yang harus dia bayar.

"Dan dendanya adalah nyawa anda." Seolah tahu pertanyaan di kepala Ella, Bobby segera menjawab, bahkan meski pertanyaan itu tak terungkapkan.

Dan Ella hanya bisa membelalakan matanya dengan perasaan takut. Tiba-tiba rasa laparnya menguap begitu saja.

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!