WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
Carlos terdiam dengan mata gemetar. Luapan emosi dan nafsu bejatnya terhadap Hazel kini berubah menjadi ketakutan yang terasa menikam. Lehernya dicengkeram dan kerambit yang melingkar itu terasa menyayat, sekali saja ia bergerak kemungkinan nasib lebih naas akan menimpa.
Siapa pria itu? Apa hubungannya dengan Hazel? Kenapa memanggilnya dengan panggilan istri?.
Keputus asaan dan ketakutan yang tak terelakkan tadi, kini sirna saat dengan mata kepala sendiri Hazel menyaksikan suaminya datang. Mata indah itu berlinang tanpa ragu tanpa menutup-nutupi semua.
Sementara Mike hanya menatap diam, dalam.. Sorot mata tajam itu menyaksikan dress istrinya yang tersingkap, menunjukkan kemolekan yang seharusnya tak terpampang.
"Lepaskan tanganmu darinya.." Dingin Mike penuh penekanan.
"Khakk!.." Carlos semakin kesakitan akan goresan yang Mike lakukan. Ia melepaskan genggaman pada tubuh Hazel yang menatap penuh kebencian. Pria itu mengangkat tangannya untuk diberi ampun, sebelum urat nadi di leher benar-benar putus.
"S-siapa kau!?.." Lirih Carlos. "Tolong jangan habisi diriku..." Ketakutan dan kekacauan itu semakin menjadi.
"Kau tak perlu tahu. Hanya saja jika kau tak menyentuh wanitaku, maka hal ini tak akan pernah terjadi.." Dingin Mike dengan rahang yang mengeras.
Carlos terdiam.. Sepertinya ia terlibat dan mengusik orang yang berbahaya, bahkan tingkatannya jauh lebih tinggi.
Melihat darah segar yang menetes, Hazel tak tahan. Ia memang mengutuk perbuatan Carlos yang sebelumnya memang teman baik, tapi jika melihatnya dihabisi, rasanya ia akan dihantui rasa bersalah seumur hidup.
Wanita cantik itu menggelengkan kepala pada Mike, berharap suaminya memahami..
"Haa.. sial.."
Pisau kerambit itu dilonggarkan, Mike mendekati Carlos yang begitu ketakutan dalam cengkeraman. "Dengar, tindakan bejatmu terhadap istriku terekam jelas. Kau sangat menyayangi karirmu bukan? Jika berani memikirkan wanitaku sekali saja, atau bahkan berniat mengusiknya kembali, aku tak segan-segan menghancurkan hidupmu bahkan dalam hitungan detik..."
Carlos yang speechless sontak mengangguk dengan rasa sesal yang menikam. Hidupnya berubah jadi tak tenang.
Bersamaan dengan itu beberapa pria bertubuh tinggi datang, mereka menyeret dan membawanya pergi ke tempat lain sesuai perintah sang atasan.
Hazel yang masih ketakutan dan cukup trauma, nampak menghindari tatapan Mike. Segala luapan emosi bercampur aduk dalam dirinya. Ia tampak berantakan, dan tak tahu harus berkata apa.
Mike yang mendapati itu menengadah, membuang nafas berat setelah menyaksikan semua.
Tanpa bicara apa-apa, Mike melepas jubah hitamnya, ia gunakan untuk menutupi tubuh molek wanita itu.
"Leonard..." Lirih Hazel, mata indah yang sayu itu nampak bertanya-tanya saat tubuhnya diangkat.. meringkuh dalam genggaman tangan kekarnya penuh perlindungan.
"Diamlah.." Balas Mike yang melangkah membawa Hazel menuju mobil.
*Leonard nama samaran Mike yang ia gunakan dalam pernikahan ini.
Sesampainya di apartemen..
Tanpa berucap apapun, Mike menurunkan tubuh Hazel di atas sofa. Walaupun mulutnya bungkam, namun sorot mata itu nampak mengatakan semua, bahwa ia kesulitan.. berontak.. harus menerima fakta bahwa istrinya telah disentuh pria lain.
Protes pun untuk apa? Toh saat ini keduanya juga tidak memiliki hubungan lebih selain nikah di atas kertas.
Hazel menunduk, ia tak pernah seperti ini sebelumnya. Pernikahan mereka memang di atas kertas, Hazel sendiri selalu mewaspadai Mike karena baginya pria itu cabul selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tetapi faktanya? Di sisi lain Mike tak pernah menerobos penuh paksa untuk menidurinya. Padahal jika mau, Mike lebih berhak atas segalanya karena ia seorang suami.
Pria itu berbahaya, pria itu kesulitan dan tak pernah menutup-nutupi bahwa bisa saja Mike akan menidurinya kapanpun. Tetapi Hazel dapat merasakan, bahwa pria di hadapannya ini tak berniat melakukannya jika Hazel sendiri tak menginginkan.
Yang Mike lakukan hanya memantau dan memberikan rasa aman agar Hazel berani jadi diri sendiri dan tidak setakut itu pada sosoknya yang berbahaya.
"Terimakasih.." Lirih Hazel tanpa berani menatap.
"Terimakasih sudah melindungiku, bahkan dari kejahatan yang seharusnya tak kau terlibat..."
Mike lagi-lagi tak menjawab, ia hanya menatap Hazel yang mengalihkan pandangan. Sorot mata tajam itu terasa berat, entah apa yang ada pada pikirannya.
Mike mengambil jubah yang menutupi tubuh indah Hazel. Terlihat darah bekas Carlos menetes, masih menempel pada kulit mulusnya. Mendapati itu Mike begitu jengah, jijik, terlebih dress yang dikenakan Hazel cukup terbuka memperlihatkan lekuknya yang memabukkan.
"Aku bicara kepadamu, kenapa kau tak merespon sama sekali?.." Protes Hazel dibuat kesal sendiri karena Mike hanya diam saja.
"Kemari.." Lirih Mike jongkok di hadapan Hazel. Pria itu mengambil tisu basah dan mengelap tubuh Hazel yang terkena tetesan darah.
Wanita cantik itu terhenyak dengan perasaan tak karuan, kini tangan kekarnya yang besar mengelus sekaligus membersihkan kulitnya tanpa sisa. "Leonard.."
Hazel meremas sofa saat Mike membersihkan bagian atas belahan dadanya. Posisi saat ini benar-benar seperti suami istri sungguhan.
Rahang Mike tampak mengeras, luapan diri dan miliknya yang tentu lagi-lagi ereksi saat bersama Hazel, sangat membuatnya resah akan pertahanan. "Lihatlah ulah kekasih bajinganmu itu, bisa-bisanya mengikat tangan seorang wanita sampai seperti ini.." Decaknya.
Hazel mengerutkan kening seolah tak setuju dengan ucapan Mike. "Siapa yang kekasih? Carlos bukan kekasihku!.."
Mike yang sedang mengobati pergelangan Hazel yang lecet, ia menengadah untuk menatapnya. Menyelami sorot mata itu mencari kebohongan yang tak kunjung ditemukan.
Glek..
Hazel menelan saliva saat adu tatap dengannya dalam jarak dekat. "Kenapa? Carlos sebelumnya memang temanku.."
"Cih... Pria yang ingin menelanjangi, apa bisa disebut teman?." Sindir Mike sinis, namun ada sebuah kesenangan saat mengetahui bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.
Mendapati sindiran pedas dari Mike, Hazel hanya bisa menunduk karena faktanya ia memang berteman dengan bajingan. Berdebat pun sepertinya tidak akan menang.
Wanita cantik itu membiarkan Mike melepaskan dress nya yang berantakan terkena darah. Harusnya Hazel menolak karena untuk pertama kalinya ia berpenampilan hanya menggunakan pakaian dalam di depan seorang pria, namun karena itu Mike dan apa yang telah ia lakukan untuk melindunginya selama ini, Hazel tak keberatan karena naluri itu datang secara alami.
Ia sendiri tak tahu entah kenapa, walaupun cukup tersipu saat tubuh indah itu terpampang di hadapannya yang mungkin kelaparan.
Dress itu dilemparnya pada tong sampah, Hazel tak bisa berkata-kata lagi.
"Terimakasih sudah mengurus dan merawatku, kau bisa istirahat, Leonard.." Ujar Hazel seraya berdiri untuk masuk kamar. "Aku duluan..
Grep!
Hazel menoleh saat tangannya ditahan, dan ia lebih terkejut lagi saat pria itu mengangkat tubuhnya, membawanya masuk ke kamar.
"T-tunggu?.."
Sesampainya.
Byurrr!.
Hazel terhenyak saat tiba di kamar ia langsung di bawa ke kamar mandi, Mike meletakkannya pada bathtub besar. Basah kuyup lah semuanya.
"Hei!??.."
Mike hanya menatap godaan besar di hadapannya itu tanpa berucap apa-apa. Sekeras apapun jiwanya, ia tak bisa menyangkal bahwa ia tak terima jika tubuh itu masih menyimpan bekas sentuhan Carlos.
"Harga diriku tercoreng saat istriku sendiri disentuh pria lain.." Timpal Mike dengan sorot mata yang tak bisa di artikan. "Diamlah, biar ku bersihkan jejaknya."
Hazel tak sempat berucap, Mike sudah jongkok di sampingnya, dan mulai membilas permukaan kaki jenjang itu dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Kau...."
"Tidak.. intensitas nya kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Apa ada sesuatu yang membuat sikapnya berubah?. Jantung ku tidak aman.."
Hazel mengalihkan pandangan, wajah cantik itu tampak merona saat tanpa sadar menyadari bahwa dibalik celana suaminya, sesuatu nampak berontak menonjol keras.
"Dengar.." Lirih Mike dengan suara beratnya. Ia meraih wajah cantik itu agar menatapnya. "Tidak ada seorang pria yang benar-benar ingin menjadi teman jika tak ada tujuan yang ia inginkan.."
Hazel tak langsung menjawab. Menatap mata yang terasa dalam itu begitu menenggelamkan. "Ya, sekarang aku tahu.."
"Hazel..." Lirih Mike lagi.
"Ya?.."
Mike begitu kesulitan rasanya ia tersiksa karena berada di antara kontrol diri dan batasan. Wajah cantiknya, tubuh indah yang basah, serta mata itu, Mike mengepal kuat..
Tangan yang semula membilas, kini beralih mengelus wajah Hazel, mengelus bibir ranumnya yang melenakan. "Di negara ini aku tidak akan lama lagi, namun sesuai janjiku pada om Arthur.. kau tetap akan berada dalam lindunganku."
Hazel terdiam mendengar itu dengan perasaan tak menentu.
"Namun, sebelum aku pergi.. aku ingin meninggalkan jejak, jejak yang takkan terlupakan.." Lirih Mike membuka bibirnya, ia dekat.. semakin dekat..
"Aku ingin meraihmu, terlalu ingin... Sampai rasanya mau mati."
"Maka dari itu, tolong izinkan suamimu.."
Sentuhan dan deru nafasnya terasa menghanyutkan, Hazel ingin memastikan sesuatu. "Tunggu, yang kau maksud itu...
"Hmphh!..
Belum sempat Hazel menyelesaikan ucapan, ia terhenyak saat bibir Mike lebih dulu menciumnya. Meraih bibir indah itu penuh sirat tertahan yang memabukkan.
ini membuat ku tak puas jika hanya sehari membaca satu bab saja🤭
gitu dong suami , gak tahan juga akhirnya😂
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....