NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Jangan takut ibu

Hujan telah mereda menjadi gerimis tipis yang menusuk tulang, namun kabut tebal kini menyelimuti hutan terlarang di perbatasan wilayah Klan Shan.

​Shan Luo melangkah dengan susah payah. Lumpur setinggi mata kaki mengisap setiap pijakannya, membuat otot-otot kakinya yang sedang berada dalam tahap Pembersihan Tubuh berdenyut kencang.

Di punggungnya, Xue Ling tertidur pulas akibat pengaruh energi penenang dari sabit kegelapan, namun tubuhnya masih terasa sedingin salju.

​"Satu langkah lagi ... hanya perlu terus melangkah," bisik Shan Luo pada dirinya sendiri.

​Rambut hitam putihnya yang kontras tampak berkilau di bawah cahaya bulan yang remang, melambai pelan tertiup angin malam.

Separuh jiwanya yang hilang menciptakan kekosongan aneh di dadanya, rasa dingin yang konstan, seolah-olah ada lubang hitam yang perlahan mengisap emosi manusianya.

​Tiba-tiba, bulu kuduknya berdiri.

​Dari balik semak belukar yang rimbun, sepasang mata berwarna merah darah menyala.

Suara geraman rendah yang menggetarkan tanah terdengar, diikuti oleh bau busuk daging mentah.

​Seekor Serigala Taring Iblis, makhluk buas tingkat 2 yang setara dengan pendekar tahap Pengumpulan Qi muncul dari kegelapan.

Tingginya hampir menyamai bahu Shan Luo, dengan air liur yang menetes dari taring-taring panjangnya.

Pandangan makhluk itu tidak tertuju pada Shan Luo, melainkan pada leher Xue Ling yang terbuka di punggungnya.

​Makhluk itu menganggap mereka adalah mangsa empuk.

​"Jangan ... berani ... menyentuhnya," desis Shan Luo. Suaranya bukan lagi suara remaja 15 tahun, itu adalah suara yang datang dari kedalaman jurang maut.

​Shan Luo perlahan menurunkan ibunya ke balik sebuah pohon besar yang kering.

Ia menyandarkannya dengan sangat hati-hati, seolah-olah ibunya adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja.

​Begitu tangannya terlepas dari tubuh ibunya, aura di sekitar Shan Luo berubah total.

​Sring!

​Cahaya hitam legam meledak dari telapak tangannya. Sabit Jiwa Kegelapan muncul, bilah raksasanya yang melengkung tampak haus akan darah.

Rantai hitam yang melilit gagangnya bergemerincing pelan, seakan-akan sedang bernyanyi merayakan pertempuran pertama tuannya.

​Serigala itu melompat. Kecepatannya luar biasa, melesat seperti anak panah perak yang mengincar dada Shan Luo.

​Shan Luo tidak menghindar. Dengan tubuh yang baru saja diperkuat oleh proses pembersihan tubuh yang menyakitkan, ia mengayunkan sabitnya secara vertikal.

​SLASH!

​Bilah sabit itu membelah udara, meninggalkan jejak kabut hitam di belakangnya. Serigala itu mencoba menghindar di udara, namun sabit itu seolah memiliki kehendaknya sendiri.

Bilahnya memanjang secara misterius, menyayat sisi tubuh makhluk buas itu hingga darah hitam muncrat ke tanah.

​Serigala itu melolong kesakitan, namun kegilaannya justru meningkat. Ia kembali menyerang, kali ini mengincar kaki Shan Luo.

​"Mati!" raung Shan Luo.

​Ia memutar gagang sabitnya. Energi gelap mulai berkumpul di ujung bilah obsidian tersebut. Saat serigala itu menerjang, Shan Luo melakukan putaran 360 derajat. Sabit itu menghantam leher sang serigala dengan telak.

​Tapi itu bukan sekadar tebasan fisik.

​Begitu bilah sabit menyentuh kulit makhluk itu, sebuah fenomena mengerikan terjadi. Serigala itu membeku di udara.

Matanya yang merah mulai memudar, dan tubuhnya yang kekar tiba-tiba menyusut seolah-olah cairannya diisap keluar.

​Sebuah bayangan transparan berbentuk serigala terpental keluar dari tubuh fisiknya, ditarik paksa masuk ke dalam mata sabit yang mulai menyala ungu gelap.

​“Makan ... aku butuh lebih banyak ...” suara parau dari dalam sabit berbisik di telinga Shan Luo.

​Dalam sekejap, tubuh fisik serigala itu hancur menjadi debu abu-abu yang terbang tertiup angin. Tidak ada darah yang tersisa, tidak ada bangkai. Jiwa makhluk itu telah sepenuhnya terserap.

​Shan Luo berlutut, napasnya memburu. Ia merasakan sensasi hangat mengalir dari gagang sabit ke dalam meridiannya.

Energi dari jiwa serigala itu dimurnikan oleh artefak langit tersebut dan dikirim langsung ke Dantian Shan Luo.

​Ia merasakan lonjakan kekuatan. Tahap Pembersihan Tubuhnya menjadi lebih stabil, dan ia mulai merasakan benih-benih Qi di sekitarnya.

​"Jadi ini ... cara kultivasi dengan senjata ini?" gumamnya sambil menatap tangannya yang gemetar. "Membunuh untuk menjadi kuat ... menelan jiwa untuk bertahan hidup."

​Ia melihat ke arah rambut putihnya yang kini tampak sedikit lebih panjang.

Setiap kali ia menggunakan kekuatan ini, ia merasa bagian dari kemanusiaannya memudar, digantikan oleh kegelapan yang tenang namun mematikan.

​Shan Luo segera bangkit. Ia tidak punya waktu untuk merayakan kemenangannya. Ia kembali menggendong ibunya, mengikatkan jubahnya lebih erat agar ibunya tidak kedinginan.

​"Ibu, jangan takut," bisiknya sambil mencium kening ibunya yang pucat. "Ke mana pun kita pergi, aku akan membunuh setiap orang yang berani menghalangi jalan kita. Bahkan jika aku harus memakan seluruh dunia ini untuk menyembuhkanmu, aku akan melakukannya."

​Dengan sabit raksasa yang kini menghilang menjadi tato hitam di lengan bawahnya, Shan Luo kembali melangkah masuk ke dalam kegelapan hutan yang lebih dalam.

Menuju tempat yang sangat jauh, di mana nama Klan Shan tidak lagi terdengar, dan di mana ia bisa menempa dirinya menjadi bencana yang akan menghancurkan mereka semua suatu hari nanti.

​Perjalanan ribuan mil baru saja dimulai, dan aroma kematian mulai mengikuti setiap langkah sang pembawa sabit jiwa.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!