NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaji pertama setelah menikah .

Tidak terasa, usia pernikahan Arumi dengan Elang sudah hampir satu bulan.

Selama itu pula, Arumi tinggal di rumah kontrakan sederhana milik Elang. Anehnya, meskipun tempat itu jauh lebih sederhana dibanding rumah ayahnya dulu, Arumi justru merasa jauh lebih nyaman.

Tidak ada tekanan. Tidak ada bentakan. Tidak ada rasa takut.

Elang selalu bersikap sopan dan penuh perhatian kepadanya. Ia tidak pernah memaksakan apa pun, tidak pernah melanggar batas yang sudah mereka sepakati sejak awal pernikahan.

Perlahan, sesuatu dalam diri Arumi mulai berubah.

Hatinya yang dulu terasa beku terhadap laki-laki, kini mulai mencair. Tanpa ia sadari, benih-benih rasa itu tumbuh diam-diam.

Setiap kali ia berada dekat Elang, jantungnya berdebar lebih cepat. Ada perasaan hangat yang sulit ia jelaskan.

“Rum, mana kotak bekalku?” tanya Elang dari ruang depan.

Kini, Elang sudah terbiasa membawa bekal yang disiapkan Arumi setiap pagi.

“Itu, Mas. Arumi taruh di dekat tas kerja Mas,” jawab Arumi dari dapur.

Elang mengangguk, lalu mengambil kotak bekal tersebut dan memasukkannya ke dalam tas kerjanya.

Meskipun tas itu berada di atas meja dan mudah dijangkau, Arumi tidak pernah berani menyentuhnya tanpa izin. Ia menjaga batas, menghormati privasi Elang.

“Oh ya, Rum,” ujar Elang sambil merapikan seragamnya. “Nanti malam aku tidak jualan dulu, ya.”

Arumi yang sedang membereskan meja langsung menoleh.

Elang sudah rapi mengenakan seragam OB Dirgantara Group. Penampilannya sederhana, namun bersih dan rapi.

Melihat itu, Arumi semakin yakin bahwa Elang tidak pernah berbohong. Ia benar-benar bekerja sebagai OB di perusahaan yang sama dengannya, meskipun selama ini mereka tidak pernah bertemu di kantor.

Mungkin karena area kerja mereka berbeda.

“Lho, kenapa, Mas?” tanya Arumi. “Ini kan malam Minggu. Biasanya ramai. Sayang kalau tidak jualan.”

Ia menatap Elang dengan penuh rasa ingin tahu.

“Apa Mas kurang enak badan?” tanyanya lagi.

Elang menggeleng sambil tersenyum tipis.

“Tidak. Aku sehat,” jawabnya singkat.

Arumi semakin bingung.

“Kalau begitu kenapa tidak jualan?” tanyanya lagi. “Biasanya Mas paling semangat, apalagi malam Minggu.”

Elang menatapnya sejenak, lalu berkata dengan nada santai, “Aku ingin mengajak kamu jalan-jalan.”

Arumi tertegun.

Untuk sesaat, ia tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Mas … mau mengajak Aku jalan-jalan?” tanyanya pelan, memastikan.

Elang mengangguk. “Iya. Kamu mau?”

Pertanyaan itu sederhana, tapi berhasil membuat hati Arumi berbunga-bunga.

Selama hampir satu bulan pernikahan mereka, Elang belum pernah secara khusus mengajaknya keluar. Padahal, diam-diam Arumi selalu menantikan momen seperti itu.

“Mau, Mas,” jawabnya singkat, namun penuh rasa bahagia.

“Ya sudah. Nanti malam kita jalan-jalan,” kata Elang. “Sekarang aku berangkat kerja dulu.”

“Assalamualaikum,” pamitnya.

Arumi segera menghampiri, mengambil tangan Elang, lalu mencium punggung tangannya dengan lembut.

“Waalaikumsalam,” jawabnya.

Ia menatap Elang hingga laki-laki itu keluar dari rumah.

Tak lama kemudian, Arumi juga bersiap berangkat kerja.

*****

Hari itu, Elang berangkat lebih pagi dengan alasan diminta membereskan ruang direktur utama,padahal tanpa sepengetahuan Arumi,ia Dan Bima sedang ada Meeting penting dengan klien dari luar Negri . Sementara Arumi menyusul beberapa menit kemudian.

Hari itu terasa istimewa bagi Arumi.

Hari itu adalah hari gajian,gaji pertama yang ia terima setelah menikah.

Perasaan yang ia rasakan berbeda.

Untuk pertama kalinya, gajinya tidak akan dirampas oleh ayahnya.

Ia bisa menggunakan uangnya sendiri.

Ia bisa menentukan hidupnya sendiri.

“Rum! Hari ini gajian, kan?” seru Santi saat jam istirahat. “Nanti malam kita jalan-jalan, yuk! Nongkrong di taman seperti biasa. Sekalian kamu traktir, ya!”

Arumi tersenyum, namun hatinya sedikit bimbang.

Ia teringat janji Elang.

“Maaf, San,” ucap Arumi pelan. “Sepertinya malam ini Aku tidak bisa.”

Santi langsung mengerutkan dahi. “Kenapa? Bukannya biasanya kita selalu ke taman tiap malam Minggu?”

Arumi tersenyum kecil. “Soalnya … malam ini Aku diajak Mas Elang jalan-jalan.”

Santi terdiam sejenak, lalu tersenyum mengerti.

"Cie ...yang mau kencan ." goda Santi membuat muka Arumi bersemu memerah .

"Apaan sih san ,siapa juga yang kencan ?"

"Ya kamu sama suami dadakanmu itu ,memang siapa lagi ?" suara Santi berbisik ,ia takut obrolan mereka didengar banyak orang.

"Kami ,cuma mau jalan -jalan aja,bukan kencan ." jawab Arumi malu malu,Santi hanya menggelengkan kepalanya melihat kepolosan sahabatnya .

"Dasar lho,kelamaan jomblo,itu sama aja ." ucap Santi sambil mendorong pelan kepala Arumi dengan telunjuknya .

"He he ,Aku juga tidak menyangka kalau mas Elang akan mengajakku keluar ."

“Ya berati hubungan kalian mengalami kemajuan, kamu pergi saja. Memang sudah waktunya kalian berdua punya waktu bersama.”

Arumi merasa lega.

“Terima kasih, San,” ucapnya tulus. “Bagaimana kalau besok pulang kerja kita makan bakso di tempat biasa? Aku traktir.”

Mata Santi langsung berbinar. “Serius?”

“Iya. Mau makan apa saja, Aku yang bayarin.”

“Boleh!” jawab Santi semangat.

“Tuh kan, ada bau-bau traktiran!” tiba-tiba suara Reno terdengar dari belakang.Santi dan Arumi memutar kepala kearah sumber suara .

Andi ikut muncul di sampingnya. “Iya, tidak ngajak-ngajak lagi!”

Santi langsung menoleh. “Kalian ini, tahu saja,kalau ada bau gratisan !”

"he he kalau soal itu jarak dua ratus meter bisa tercium ." sahut Andi sambil memperlihatkan giginya .

"Dasar kamu itu,maunya gratisan aja ."ucap Santi pura -pura sewot .

"Sama dong seperti yang ngomong ." Santi mendengus kesal ,Andi hanya cengengesan .

Reno menatap Arumi. “Wah, tumben. Lagi banyak uang, ya?”

Arumi tersenyum. “Hari ini gajian, Ren.”

“Oh, pantes,” sahut Andi.

“Tenang saja,” lanjut Arumi. “Kali ini giliran Aku yang traktir. Selama ini kalian kan sering traktir Aku.”

Ketiga sahabatnya saling berpandangan.

Mereka tahu betul kondisi Arumi sebelumnya.

Setiap kali gajian, uangnya selalu diambil oleh ayahnya. Ia hanya diberi sisa untuk bensin dan kebutuhan minimum.

“Yakin cukup?” goda Reno.

Arumi mengangguk. “Cukup. Sekarang uang gajiku aman.”

Arumi tersenyum, meski dalam hatinya terlintas kenangan pahit.

Dulu, setiap gaji masuk, ia tidak pernah bisa menikmatinya. Ayahnya selalu mengambil semuanya, menyisakan sedikit uang untuk bensin dan cicilan motor.

Bahkan, Arumi tidak pernah bisa menyisihkan uang untuk dirinya sendiri.

Namun tiga bulan terakhir, ia mulai berani menyimpan sedikit uang.

Ia mengakalinya dengan mengatakan bahwa cicilan motornya belum lunas, padahal sebenarnya sudah selesai. Uang itu kemudian ia titipkan kepada Santi agar tidak ditemukan oleh ayah dan ibu tirinya.

Kini, semuanya berubah.

Arumi menarik napas lega.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri.

Dan di dalam hatinya, ia tahu,

Perubahan itu dimulai sejak kehadiran satu orang dalam hidupnya.

Elang.

Suami dadakan yang perlahan mengubah hidupnya … dan mungkin, tanpa ia sadari, juga mengubah hatinya.

1
MayAyunda
iya kak 😁
Nanik Arifin
surat perjanjian yg ditanda tangani ayah Arumi lsg masuk dokumen pengacara Dirgantara grup, klo wan prestasi siap" masuk bui
MayAyunda
he he
aku
pakai pengacara, surat putusan, apalah pokoknya biar gk malakin lg tuh kamvret 😌
Caramel23
semangat kak😍
Nanik Arifin
heleh, gayamu Bim... walau sekarang tinggal di rumah petak, Arumi kan anak pengusaha. mknya dia itu jas mahal buatan Italia, beda dgmu yg cuma kebetulan dipungut pengusaha besar 🤪🤪
MayAyunda: ha ha kakak bisa aja 😁😁
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
elang sangat misterius jangan-jangan anak horang kaya yg nyamar...
🌹🌹WINA🌷🌷: 😃😃😃😃😃
total 2 replies
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
🌹🌹WINA🌷🌷: wkwkwk🤣🤣🤣 sory salah sebut ternyata elang🤭
total 5 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
🌹🌹WINA🌷🌷
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
🌹🌹WINA🌷🌷
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
🌹🌹WINA🌷🌷
bagus itu baru pria gentmen elang...
🌹🌹WINA🌷🌷
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
🌹🌹WINA🌷🌷
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!