NovelToon NovelToon
Rahasia Terpendam Kristal

Rahasia Terpendam Kristal

Status: tamat
Genre:Misteri / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: IZI.01

Seorang motivator populer tiba-tiba meninggal dunia. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kesedihan yang mendalam tetapi juga memicu banyak asumsi di kalangan publik. Namun, tuduhan tersebut hanya ditujukan kepada seorang ibu muda yang berprofesi sebagai penulis novel bernama Kristal.
Rey, sebagai suaminya, tidak dapat menerima tuduhan tanpa dasar tersebut. Dia menyelidiki kebenaran. Karena baginya tidak hanya dirinya yang akan berdampak, Darrius putera semata wayang pasti juga terkena imbas.
Hasil penyelidikannya akhirnya mengubah seluruh keyakinannya pada istri tercintanya. Tetapi pertanyaannya, apakah Kristal benar-benar bersalah? Lalu apakah perasaan Rey tetap masih mencintai Kristal? Mampukah Kristal bertahan dengan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IZI.01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Rasa penasaran di hati Reyhan.

Pengacara Febri masih di naungi penasaran. Rey menemukan sebuah foto Kristal semasa kecil. Berikut dengan gaun cinderella berwarna merah jambu, beberapa baju kaos berukuran kecil, dan sebuah kotak bekas biskuit berukuran 6x14cm yang sudah usang.

Dengan berhati-hati, kotak itu di buka perlahan, "Ya ampun!! Apa ini, Rey?" ucap pengacara Febri terperanjat, ketika menemukan obat-obatan lama yang sudah memudar pada logo dan mereknya.

"Aaa-ku juga tidak tahu, Feb! Selama kami menikah, Kristal sama sekali tidak pernah membicarakan masalah penyakitnya!" kata Rey dengan panik luar biasa.

"Oke, kotak ini akan saya bawa. Apa kamu menemukan yang lain?" Rey memasukkan jemari tangannya ke setiap kantong maupun celah dalam koper tersebut.

"Tidak ada! Tidak ada apa-apa lagi, selain hanya baju kaos dan foto!" pengacara Febri menutup koper itu, bangkit, dan keluar dari kamar untuk mencari pencahayaan yang lebih terang. Rey buntuti dari belakang.

"Apakah semua ini membuat posisi kita jauh lebih kuat?"

"Hmm.. Bisa saja! Kalau memang hasil tes laboratorium menyatakan obat-obatan itu untuk mengobati penyakit yang tidak umum. Kristal bisa langsung bebas dari semua tuntutan!"

"Maksud kamu? Setelah Kristal mengidap gangguan jiwa baru bisa dibebaskan?" tukas Rey, mengernyitkan dahi.

"Setiap kemungkinan selalu saja bisa terjadi, Rey! Besok aku akan ke laboratorium. Sementara aku kesana, coba kamu cari tahu tentang Id, Pak Ben dan Nurhayati. Untuk Mba Nur kamu bisa tanyakan ke sekuriti di apartemen, dimana alamat mereka tinggal. Tapi sebelum itu, aku ingin mendengar semua cerita kamu mengenai masa lalu Kristal? Apapun juga ceritanya, sampaikan yang sebenarnya!"

"Kristal yatim-piatu sejak umur 18 tahun. Setelah tamat sekolah menengah, dia dibesarkan oleh pamannya, dan menetap di Malaysia. Pamannya duda, tanpa keturunan dan memiliki usaha toko buku. Sampai pada usia 25 tahun, pamannya meninggal akibat terkena stroke. Tak lama kemudian kami bertemu di toko buku itu. Lalu dalam waktu singkat, kami putuskan pulang dan menikah di Indonesia. Pada waktu itu yang menjadi wali nikah untuk Kristal adalah atasan di tempat kerjaku, Feb. Kebetulan dia adalah ahli agama, karena itulah aku pilih dia menjadi wali dipernikahanku."

"Apakah aku bisa bertemu dengan atasanmu itu? Siapa tahu dari dia, aku bisa mendapat informasi tambahan mengenai penyakit yang di alami, Kristal!"

"Dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Lagi pula dia hanya orang asing yang tiba-tiba saja hadir, Feb. Sampai sekarang pun aku juga tidak tahu, siapa keluarga Kristal sebenarnya. Apakah mereka masih ada yang hidup atau tidak, saya tidak tahu semua itu! Saya hanya tahu isi hati saya. Kalau saya sangat mencintai dia dengan seluruh kekurangan atau kelebihannya."

"Ya sudahlah kalau begitu! Lega rasanya sudah tahu cerita kalian! Seharusnya kamu sampaikan itu sebelum kita mengajukan eksepsi. Tetapi tidak ada kata terlambat selagi kita tetap berusaha. Kalau begitu aku pamit, karena besok aku harus segera ke laboratorium. Aku juga mau meneruskan cerita itu, tinggal tersisa beberapa halaman lagi. Besok usahakan kita sudah mendapat informasi beberapa nama itu!"

Rey mengangguk setuju. Atas bentuk rasa terimakasih yang mendalam, dia peluk erat tubuh pengacara Febri. Kemudian segera membantunya membawa beberapa barang bawaan.

1
Mamah Deni
Novel yang rekomen. Alur cerita singkat. Padat. pemilihan kata juga tepat dan mudah. cocok buat bahan bacaan. seharusnya bisa di taruh di rak toko buku yah. wajib baca sampai tuntas.
Mamah Deni
sederhana tapi alurnya menarik buat di baca tuntas. mantap😍
Mamah Deni
Ini pertama kali saya membaca novel di plarform digital. gak disangka bisa nemu tema yang unik. tutur bahasanya juga mengalir. langsung kebawa emosinya.😍
IzI
teruskan menulis, terus membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!