NovelToon NovelToon
EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Enemy to Lovers / Cinta Beda Dunia
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.

Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.

Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.

Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Air Mata

"SIAPKAN DIRI KALIAN! KALAH BERARTI HARGA DIRI KALIAN RENDAH!"

Matcha berdiri tegak gagah, kedua tangannya siap di udara. Matanya berkilat penuh semangat juang. Dori duduk tegak di depan keyboard, jari-jarinya siap menari. Jantungnya berdegup kencang.

"Aduh, ini serius banget sih. Semoga Cha bisa bikin yang beneran sedih," batinnya berdoa.

Di seberang meja, Shadow dan partner hitamnya juga tampak siap tempur. Wajah mereka dingin dan sinis.

"aku jamin, cerita aku lebih ngena. Soalnya realita hidup pahit itu keahlian kita," celetuk Shadow sombong.

"Berisik! Mulai saja! Waktu 5 menit!" teriak Dori.

Ting!

Hitungan mundur muncul di layar.

5... 4... 3... 2... 1... MULAI!

Seketika suasana jadi hening total. Hanya terdengar suara ketikan keyboard yang saling beradu cepat.

Matcha memejamkan mata, konsentrasi penuh. Tangannya bergerak lincah menuntun pikiran Dori.

Alur cerita yang ia susun sangat klasik tapi menyayat hati. Tentang seorang putri yang menunggu kekasihnya pulang dari perang, tapi yang datang hanya baju dan pedang berdarah.

Bahasa yang digunakan indah, puitis, dan penuh makna mendalam. Setiap kalimat terasa seperti pisau yang mengiris perlahan.

"Sedih kan? Pasti nangis!" bisik Matcha yakin.

Sementara itu, di sisi lawan...

Si Hantu Hitam menulis dengan gaya yang jauh lebih kasar, singkat, tapi to the point.

Ceritanya tentang seorang anak kecil yang menunggu ibunya pulang kerja, tapi ibunya kecelakaan dan tidak pernah pulang. Hanya ada pesan suara terakhir di HP.

Gaya bahasanya sederhana, tapi kejadiannya nyata, dekat, dan sangat menyakitkan.

"Wah ... ini juga bikin merinding," gumam Dori tanpa sadar, matanya ikut membaca tulisan lawan.

"Woy! Jangan lihat ke sana! Fokus ke karyaku sendiri!" protes Matcha kesal.

"Waktu HABIS!" teriak Shadow.

Kedua layar berhenti berkedip. Tulisan sudah lengkap.

Sekarang giliran penilaian. Karena tidak ada juri, mereka sepakat untuk saling membaca dan menilai sendiri siapa yang paling bikin terpukul.

Dori menarik napas, lalu mulai membaca cerita lawan.

Baru membaca dua paragraf, matanya sudah berkaca-kaca. Di paragraf ketiga, air mata langsung tumpah deras.

"Hikss ... huwaaa ... kenapa harus sedih gitu sih..." Ia menangis sesenggukan, benar-benar terbawa perasaan.

Shadow tertawa puas melihat efeknya. "Gimana?! Ngena kan?! Realita itu memang kejam, Bro!"

Tapi saat giliran Shadow dan Hantu Hitam membaca cerita Matcha...

Mereka berdua diam. Wajah datar. Tidak ada reaksi.

"Hah? Ini cerita apa? Terlalu banyak bunga-bunga. Nggak ngena," komentar Shadow santai.

"Ya ampun kalian ini nggak punya hati ya?!" Dori yang masih menangis protes. "Itu kan indah banget ceritanya!"

"Indah sih, tapi nggak bikin nangis. Gaya kuno gitu," balas Shadow enteng.

Wajah Matcha memerah padam marah besar. "APA?! KALIAN BUTA RASA! ITU ADALAH MASTERPIECE! KALIAN CUMA HANTU JALANAN YANG TIDAK MENGERTI SENI!"

"Yaelah, kalah ya kalah aja. Ngaku aja deh skill kita lebih update," ejek Shadow lagi.

"TIDAK TERIMA! ITU BUKAN ADIL! MEREKA PASTI PAKAI CHEAT!" teriak Matcha sambil menghentakkan kaki ke lantai.

Brak!

Tiba-tiba, karena emosi terlalu besar dan energi meledak-ledak ... cahaya di sekitar tubuh Matcha berubah stabil dan PADAT.

Ia tidak tembus pandang lagi. Ia benar-benar wujud fisik nyata berdiri di meja makan.

"APA?!" Shadow melotot tak percaya. "GILA! BISA JADI MANUSIA BENERAN?!"

Matcha juga kaget melihat tangannya sendiri, tapi ia langsung memanfaatkan situasi.

Dengan wajah garang dan aura mematikan, ia melangkah turun dari meja dan mendekat ke arah Shadow.

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah terdengar nyata dan berat.

"Kau... kau bilang aku kuno? Kau bilang aku tidak berguna?" ucap Matcha pelan tapi mengintimidasi.

Shadow mundur ketakutan, bulu kuduknya berdiri. "Woi ... hantu bisa jadi nyata gitu?! Sistem error apa gimana?!"

"SEKARANG! MINTA MAAF! ATAU AKU BUNGKAM KAU DENGAN TANGANKU SENDIRI!"

Matcha mengangkat tangannya yang nyata, siap main fisik. Dori yang masih nangis jadi terhenti. Ia melongo melihat adegan itu.

"GILA! CHA KAMU JADI MANUSIA BENERAN! KAMU BISA NENDANG ORANG GITU?!"

"MINTA MAAF SEKARANG! ATAU KAU AKAN MERASAKAN SAKITNYA TANGAN BANGSAWAN!"

Matcha berteriak garang, tinjunya terkepal kuat di udara. Wajahnya merah padam menahan amarah yang meluap-luap.

Bayangannya terlihat jelas di lantai, langkahnya berat dan nyata. Ia benar-benar manusia seutuhnya saat ini.

"Gila! Emosi bikin dia jadi nyata beneran?! Ini kekuatan baru apa musibah baru?!" batin Dori panik campur takjub.

Shadow yang melihat sosok gagah dan mengintimidasi itu, langsung mundur teratur sampai terbentur kursi.

"Woi woi woi! Santai bro! aku cuma bercanda doang kok! Jangan main fisik ah!" teriak Shadow sambil mengangkat tangan tanda menyerah.

Si Hantu Hitam di belakangnya juga tampak kaget, auranya yang dingin sedikit goyah melihat lawannya bisa berwujud fisik.

"Kau bilang karyaku kuno? Kau bilang aku tidak berguna?!" Matcha terus maju selangkah demi selangkah.

"Bukan kuno! Maksud aku ... klasik! Iya klasik!" Shadow mulai berkeringat dingin. "Dan kamu berguna! Sangat berguna! Bisa jadi bodyguard!"

"HUH! BARU TAKUT SEKARANG! TADI SOMBONG SEKALI!"

Matcha menghentakkan kakinya lagi, dan meja kayu di depannya ikut bergetar keras.

Dori yang masih menyeka air mata, tiba-tiba tersadar akan situasi gawat ini.

"WAIT CHA! JANGAN! BANYAK ORANG!" Dori buru-buru berdiri dan menarik ujung jubah Matcha.

Shadow menatap Matcha dari atas ke bawah dengan mata terbelalak. "Gila ... kamu gila ya? Atau kamu emang beneran manusia? Kok bisa sih?!"

"Aku adalah ... representasi fisik dari kehebatan dirinya!" jawab Matcha sombong, tapi kali ini suaranya ditujukan ke Shadow seolah dia memang manusia biasa.

"Oke oke! aku kalah! aku ngaku! Partner kamu lebih keren! Bisa jadi nyata gitu, siapa yang nggak takut!" Shadow akhirnya mengangkat bendera putih.

"Dan cerita kamu ... lumayan sedihlah. Agak lebay sih, tapi oke," tambahnya cepat demi menyelamatkan nyawa.

Matcha mendengus puas, lalu menurunkan tangannya. Wajah garangnya perlahan luntur diganti gaya sok keren.

"Hmph. Tahu rasa. Jangan pernah meremehkan seni sastra dan orang yang mendukungnya."

"Siap tuan! Siap!" Shadow mengangguk patuh seperti anak kecil.

Tapi tiba-tiba... Wajah Matcha berubah pucat. Kakinya lemas seketika.

"Aduh ... pusing ... kepalaku pusing."

"Cha? Kamu kenapa?!" Dori cepat-cepat menopang tubuhnya yang mulai ambruk.

"Energinya ... tidak stabil. Karena dipaksakan keluar saat marah ... cadangannya habis seketika," bisik Matcha lemah, matanya mulai berkunang-kunang.

"Jangan! Jangan ilang, lagi di tempat umum!" Dori panik bukan main.

Tapi terlambat. Tubuh Matcha perlahan mulai memudar, warnanya berubah dari padat jadi tembus pandang lagi.

"Untunglah ... belum ada orang lain yang lihat..." gumamnya sebelum akhirnya

zupp!

masuk kembali ke dalam laptop dengan cepat.

Layar laptop berkedip biru lalu normal kembali.

Shadow menghela napas panjang lega, lalu memukul pelan dadanya. "Gila ya... tadi seram banget sumpah. Kirain mau dibawa ke alam baka."

"Maaf ya, temenku emang lagi PMS," celetuk Dori canggung.

"Gapapa deh. Pokoknya perang hari ini seri ya. aku menang poin cerita, kamu menang poin horor," Shadow tersenyum lalu mengulurkan tangan.

Dori menyambut jabat tangan itu. "Oke deal. Damai."

"Tapi inget ... wilayah food court ini bagi dua ya. Separo kita, separo kalian," kata Shadow lagi.

"Mimpi! Ini wilayahku!" suara Matcha terdengar lagi dari dalam laptop, kali ini suaranya lemah tapi masih galak.

Shadow tertawa lalu berbalik pergi bersama partner hitamnya. "Sampai jumpa lagi saingan! Hati-hati di jalan!"

Setelah mereka pergi, suasana kembali tenang. Angin malam bertiup sepoi-sepoi.

Dori duduk kembali, menatap layar laptop dengan senyum lebar. "Kamu keren tadi, Cha. Beneran keren."

"Hmph ... itu hanya kekuatan seperseribu dariku. Kalau aku serius, mereka sudah hancur berkeping-keping," jawabnya sombong, tapi ada nada bangga di sana.

"Tapi kamu jadi nyata beneran lho! Kamu bisa jalan, bisa ngomong, orang lain bisa lihat!"

"Ya ... karena emosiku meledak. Jadi ternyata... kemarahan juga bisa jadi sumber energi," gumam Matcha berpikir.

Tiba-tiba, sebuah notifikasi muncul besar di layar.

[PENGUMUMAN: SKILL BARU TERBUKA!]

[NAMA SKILL: MODE FISIK PENUH]

[KETERANGAN: Dapat berwujud manusia nyata selama 1 jam. Syarat: Emosi tinggi atau energi penuh.]

Dori melongo membacanya.

"Jadi ... mulai sekarang kalau aku butuh temen jalan, temen nonton, atau temen belanja... kamu bisa keluar nemenin beneran?!"

"Sepertinya ... begitu," jawab Matcha pelan, wajahnya terlihat sedikit tersenyum malu-malu.

"Wah! Asikkk! Besok kita jalan-jalan ke mall ya! Kamu pake baju keren! Kita foto bareng!" Dori langsung bersorak kegirangan.

"FOTO?! JANGAN DULU! AKU MASIH PENGEN RASAIN JADI MANUSIA DULU!"

"Yey! Horee!"

Tapi di balik kegembiraan itu, Dori tidak sadar. Saat Matcha berwujud tadi, ada satu orang yang melihat kejadian aneh itu dari jauh.

Seorang pria tua dengan topi hitam, yang berdiri di balik pohon, tersenyum misterius sambil memegang sebuah jam saku antik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!