NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Dulu ia bersembunyi di balik masker karena dihina, kini ia berdiri di puncak dunia karena luka."

​Karline Dharmawijaya memulai segalanya sebagai gadis SMA yang pemalu dan selalu menyembunyikan wajah di balik masker. Ia menjadi sasaran empuk keangkuhan Dean, cowok populer yang menghinanya sebagai "kasta terendah" sebelum akhirnya terobsesi saat melihat kecantikan asli Karline.
​Namun, cinta masa SMA itu hanyalah racun yang berujung pengkhianatan pahit.
​Kini, Karline bukan lagi gadis lemah itu. Ia melarikan diri ke Paris, bertransformasi menjadi calon chef profesional yang dingin dan tak tersentuh. Di Le Cordon Bleu, ia harus bertarung melawan sabotase rekan kampus dan ujian mematikan dari koki legendaris untuk membersihkan nama besar ayahnya. Di saat ia hampir mencapai mimpinya, Dean kembali muncul dengan sejuta penyesalan di tengah hidupnya yang mulai hancur.

​Akankah Karline kembali pada luka lamanya, atau terus melangkah menuju masa depan yang jauh lebih bersinar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 5 Basah dan Terungkapnya Rahasia

Sore itu, saat lonceng pulang sekolah berdentang, sebuah mobil sedan hitam mengkilap jenis yang hanya dimiliki oleh kalangan kelas atas berhenti tepat di depan gerbang utama SMA Garuda Kencana. Semua mata tertuju ke sana.

​"Gila, itu mobil keluaran terbaru kan? Siapa yang dijemput?" bisik Raka yang kebetulan sedang nongkrong di parkiran bersama Dean dan Rio.

​Karline, yang baru saja keluar dari lobi, langsung mengenali mobil itu. Bukannya senang, ia justru membelalakkan mata. Tanpa pikir panjang, ia memutar arah dan berlari menjauh menuju gang kecil di samping sekolah. Mobil itu perlahan mengikuti dari belakang, membuat kerumunan siswa semakin penasaran.

​Setelah merasa cukup jauh dari jangkauan mata teman-temannya, Karline berhenti dan masuk ke dalam mobil dengan cepat.

​"Pak, sudah saya bilang jangan berhenti tepat di depan gerbang," ucap Karline setelah mengatur napasnya.

​Supir pribadinya, seorang pria paruh baya bernama Pak Dirman, tampak merasa bersalah. "Mohon maaf, Non Karline. Tadi jalanan depan sangat padat, saya pikir lebih mudah kalau menunggu di depan saja."

​"Saya hanya tidak ingin mereka tahu, Pak. Cukup panggil saya Karline saja kalau di sekitar sini," pinta Karline lembut namun tegas.

​Pak Dirman mengangguk patuh. "Baik, Non. Besok saya akan menunggu di jarak yang tidak terlalu dekat dengan sekolah. Sekali lagi saya minta maaf."

​Sementara itu, di area parkir sekolah, Dean masih menatap arah hilangnya mobil hitam tadi.

​"Namanya Karline," ucap Dean tiba-tiba, memecah keheningan. "Bukan Anak Aneh. Jadi berhenti panggil dia dengan sebutan sampah kayak gitu."

​Raka dan Rio saling lirik. Raka yang masih memegangi jidatnya yang terasa senut-senut hanya bisa mendengus. "Ya elah, De. Lo belain dia banget sekarang? Jidat gue masih sakit nih."

​"Gue nggak belain," sahut Dean dingin sambil menghidupkan mesin motor besarnya. "Gue cuma nggak suka kalian terlihat bodoh karena terus-menerus kalah sama adik kelas. Dia berani, cuek, dan punya harga diri. Jarang ada cewek kayak gitu di sini."

​Di sisi lain, di dalam ruang OSIS, suasana sangat mencekam. Arlan, Clarissa, dan dua pengurus inti lainnya berkumpul dengan wajah kusam. Mereka merasa dipermalukan di depan seluruh angkatan tadi siang.

​"Gue nggak terima, Lan! Dia bikin nama kita jatuh!" seru Clarissa sambil memukul meja. "Kita harus kasih dia pelajaran yang nggak akan dia lupain besok pagi."

​Arlan terdiam sejenak, harga dirinya sebagai Ketua OSIS benar-benar terusik. "Oke. Besok pagi, kita kasih dia sambutan hangat sebelum masuk kelas."

​Keesokan paginya, suasana SMA Garuda Kencana terasa sedikit berbeda. Saat Karline berjalan menyusuri koridor lantai satu yang menuju kelasnya, ia tidak menyadari bahwa di atas balkon lantai dua, Clarissa dan dua anggota OSIS lainnya sudah bersiap dengan sebuah ember besar berisi air keruh.

​Byuuurrr!

​Dalam sekejap, air tumpah tepat mengenai tubuh Karline. Guyuran itu cukup deras hingga membasahi topi dan jaket tebal yang ia kenakan. Beruntung bagi Karline, jaket itu berbahan waterproof di bagian luar dan sangat tebal, sehingga air tidak langsung menembus ke seragam sekolahnya yang berwarna putih.

​Karline berhenti melangkah. Air menetes dari pinggiran topinya. Suasana koridor mendadak ramai oleh tawa Clarissa dan kawan-kawannya dari atas.

​"Oups! Maaf ya, Anak Aneh! Gue pikir tadi ada tempat sampah jalan, jadi pengen gue cuci!" teriak Clarissa puas.

​Karline tidak berteriak. Ia juga tidak menangis. Dengan tenang, ia melepas topinya yang basah, memperlihatkan rambutnya yang disanggul rapi. Karena jaketnya sudah sangat berat dan kotor oleh air keruh itu, ia memutuskan untuk membukanya.

​Satu per satu kancing jaket besar itu ia lepas. Di belakangnya, ternyata ada Dean, Raka, dan Rio yang baru saja datang dan menyaksikan kejadian itu.

​Saat jaket itu terlepas dari bahunya, suasana koridor mendadak sunyi senyap. Untuk pertama kalinya, mereka melihat postur tubuh Karline yang sebenarnya di balik seragam sekolah yang pas di badan.

​Meskipun tertutup seragam, terlihat jelas bahwa Karline memiliki tubuh yang sangat proporsional tinggi ramping namun berisi di bagian tertentu yang membuatnya terlihat sangat feminin sekaligus atletis. Tangannya yang terekspos karena ia menggunakan seragam lengan pendeknya dan terlihat warna kulit seputih susu dengan rona pink yang sehat.

​Dean tertegun di tempatnya berdiri. Ia tidak menyangka di balik jaket kedodoran yang selama ini ia ejek sebagai "ninja", tersimpan sosok yang begitu memukau.

​"Gila... dia beneran Karline?" bisik Rio tanpa sadar, matanya tidak bisa beralih.

​Karline tidak memedulikan tatapan mereka. Ia tetap mengenakan maskernya, menenteng jaket tebalnya yang basah kuyup di tangan kanan, lalu berjalan menuju kelasnya dengan kepala tegak. Meskipun basah, aura yang ia pancarkan justru semakin kuat dan berwibawa.

​Jam pulang sekolah pun tiba. Karline tahu, dendam yang tidak tuntas hanya akan membuat orang seperti Clarissa semakin melunjak. Ia sudah menyiapkan rencananya sendiri.

​Saat Arlan, Clarissa, dan dua pengurus OSIS lainnya sedang berjalan beriringan menuju gerbang sekolah dengan tawa sombong, Karline sudah menunggu di koridor yang sedikit sepi. Ia membawa ember kecil yang ia pinjam dari gudang kebersihan.

​Tanpa suara, Karline muncul dari balik pilar.

​Byuuurrr!

​Sekali siram, air itu mengenai mereka berempat sekaligus. Clarissa menjerit histeris karena rok dan bajunya basah kuyup. Arlan yang biasanya rapi kini tampak berantakan dengan air yang menetes dari rambutnya.

​Karline meletakkan ember itu begitu saja. Ia menatap mereka berempat datar dari balik maskernya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, namun tatapannya seolah berkata, "Kita impas."

​Ia kemudian berbalik dan berjalan santai menuju gerbang, di mana Pak Dirman sudah menunggu sedikit lebih jauh sesuai kesepakatan.

​Raka dan Rio yang melihat kejadian itu dari kejauhan hanya bisa tercengang.

​"Gila... dia beneran nekat," gumam Raka, kali ini dengan nada kagum yang tak bisa disembunyikan. "Dia nyiram Ketua OSIS sama sepupunya di depan umum!"

​Dean yang berdiri di samping mereka hanya menyunggingkan senyum tipis yang sangat langka. Ia melihat Karline masuk ke dalam mobil sedan hitam yang sama dengan kemarin.

​"Dia bukan cuma nekat, Ka," sahut Dean pelan. "Dia tahu cara membalas dengan elegan."

​Dean pun melangkah pergi, namun pikirannya masih tertuju pada sosok Karline yang baru saja melepas jaketnya tadi pagi. Rasa penasarannya kini berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang belum pernah ia rasakan pada siapapun sebelumnya.

1
Ariany Sudjana
asli part ini 🤣🤣😂😂
brawijaya Viloid
ceritanya bagus dan menarik author kesayangan
brawijaya Viloid
mantap thorr😎
brawijaya Viloid
aku udh ktinggln bnyk cerita
Lucyana H
setuju kak Andhika .hukum aja mereka,biar kapok....jd ikut kesel
Lucyana H
Rio..Arlan sm Clarissa harus di hukum thor,keluarin dari sekolah,kasian karline,
Ariany Sudjana
semoga hubungan Raka dan Teresa semakin membaik
Ariany Sudjana
kamu bodoh Raka, kamu dulu ga tegas, percaya penuh dengan omongan si pelacur murahan itu, sampai kamu kehilangan Teresa
Sunny Kwok
Ceritanya bagus
Ra H Fadillah: Terima kasih sudah memberi ⭐⭐⭐⭐⭐! Dukungan kalian membuat saya semakin semangat untuk terus menulis. Semoga cerita ini bisa menghibur dan berkesan untuk kalian. 💕
total 1 replies
Ariany Sudjana
ah ga seru jadinya, Teresa dan Raka jadinya bersaing karena bergabung dalam firma hukum yang saling bersaing
Ariany Sudjana
bodoh kamu Raka, kamu pengacara hebat, tapi dengan bodohnya kamu percaya dengan omongan si pelacur murahan itu, dan mengakibatkan Teresa sakit hati
Ariany Sudjana
Amara Amara kamu ini istrinya konglomerat, tapi bodohnya kebangetan, dan kamu percaya begitu saja dengan pelacur murahan kesayangan kamu itu ? bodoh kamu, kamu kan punya anak buah, kenapa kamu bukannya cari kebenarannya dulu, sebelum menelan mentah-mentah omongan si pelacur murahan itu?
Ra H Fadillah: sabar y kak 😉
total 1 replies
Ariany Sudjana
setidaknya Raka sudah meminta maaf, dan masih harus berjuang untuk memulihkan hubungan dengan Teresa 😄💪
Ariany Sudjana
Raka Raka kamu sudah kelewatan, kemarin ketemu sella, kamu diam dan tidak membela Teresa sama sekali, dan sekarang kamu salah langkah untuk memperbaiki kesalahpahaman kemarin
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Bagus lh, biar Raka tau rasax 'berjuang' biar gk nyesel sperti Dean dulu 👍👍👍
Ariany Sudjana
bodoh kamu Raka, katanya kamu pengacara handal, tapi kamu membiarkan pelacur murahan itu merendahkan Teresa. harusnya kamu tegas dong sama si pelacur murahan itu, Teresa itu perempuan baik-baik dan jauh lebih berkelas daripada pelacur murahan kesayangan kamu itu
Ra H Fadillah: sabar ya mbak 😉
total 1 replies
Ariany Sudjana
Teresa jadi jodohnya Raka 😄😂
Ariany Sudjana
pasti jadi jodohnya Raka
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
Akhirx, Raka ada 'Lawan' 🤭🤭🤭
Lucyana H
suka sm karakter ceweknya yg ga gampang di tindas💪👍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!