NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Penjaga Sapi

Pagi kembali menjelang, membawa serta sinar matahari yang cerah dan hangat. Xiao An menggeliat, terbangun di atas dipan barunya. Ini bukan lagi mimpi, bukan lagi ranjang rumah sakit. Ini adalah kenyataan.

Dia beranjak keluar pondok, menghirup dalam-dalam udara pagi yang segar. Langkahnya membawanya ke tepi telaga air yang dingin dan sejuk. Dengan cekatan, ia membasuh wajahnya dengan air jernih itu. Sensasi dinginnya langsung mengusir sisa kantuk, membuatnya merasa segar seutuhnya.

Perutnya mulai keroncongan, dan matanya melirik pohon apel di dekat pondok. Ia memetik beberapa apel yang ranum, menggigitnya satu per satu. Rasa manis legit yang meledak di mulutnya adalah pengingat konstan akan karunia yang ia terima. Jauh lebih nikmat dari bubur hambar di masa lalu.

Setelah sarapan apel, Xiao An mendatangi kandang domba. Dengan gerakan hati-hati, ia melepaskan sepasang dombanya dari kandang untuk merumput. Kedua domba putih itu langsung berlari riang ke padang rumput, mulai mengunyah rumput hijau dengan lahap. Melihat mereka bergerak bebas, Xiao An tersenyum.

"Fiuh," desahnya, sebuah napas lega yang panjang.

Kali ini, desahan itu bukan karena frustrasi atau kebingungan, melainkan karena penerimaan. Ia menatap pondok kayunya, domba-dombanya, dan hamparan alam di sekelilingnya. Dia mulai menerima dengan baik karunia ini untuk hidup yang bahagia.

Mungkin dia bukan Raja Pedang, tapi dia punya rumah, makanan, dan udara segar. Sebuah kehidupan yang dulu hanya bisa ia impikan dari balik jendela rumah sakit. Ini adalah kebahagiaan sederhana, dan Xiao An, Gembala Kecil, siap untuk menjalaninya.

Melihat sepasang dombanya asyik merumput dengan tenang di padang, Xiao An tersenyum puas. Ada rasa damai yang menjalar di hatinya. Namun, senyumnya sedikit pudar saat ia teringat sesuatu. Ada satu kotak hadiah lagi yang belum ia buka di panel.

Matanya langsung tertuju pada ikon terakhir di layar transparan itu. Rasa penasaran bercampur dengan sedikit harapan liar kembali membuncah di dadanya. Apakah kali ini dia akan mendapatkan sesuatu yang betulan keren? Sebuah pedang legendaris? Atau mungkin... teman setia yang gagah?

Dengan jantung berdegup kencang, ia menekan kotak hadiah terakhir itu.

Suara ding! kembali terdengar di benaknya, dan tulisan baru muncul di panel:

Selamat kepada Xiao An, mendapatkan Seekor Penjaga Gembala.

"Penjaga Gembala?"

INI

Xiao An membaca dengan alis terangkat. Firasatnya langsung bekerja. Anjing! Pasti anjing! Pikirannya langsung membayangkan anjing-anjing penjaga yang gagah di film-film atau novel wuxia.

Seekor German Shepherd yang loyal dan cerdas, atau mungkin Alaskan Malamute yang berbulu tebal dan perkasa. Itu baru keren! Pemandangan dirinya berjalan di puncak bukit dengan anjing penjaga besar di sisinya, sambil tongkat gembala di tangan, akan terlihat sangat heroik.

Dengan tidak sabar, ia menggosokkan kedua tangannya, bersiap menyambut teman setia barunya yang pasti akan sangat keren.

Terdengar suara "Shinggg!" yang melengking tipis, seperti embusan angin tiba-tiba.

Xiao An refleks menutup mata sejenak, siap menyambut anjing penjaga impiannya. Namun, saat ia membuka mata, pemandangan di samping rumahnya justru membuatnya ternganga.

ITU

Di sana, berdiri tegak sebuah hewan yang sangat besar, berotot kekar, dan memiliki sepasang tanduk melengkung yang tampak kokoh. Warnanya hitam legam, mengilap di bawah sinar matahari pagi.

Matanya bulat besar dan tampak tenang, sementara mulutnya terus mengunyah rumput dengan ritme santai, seolah tak peduli dengan keberadaan Xiao An yang terkejut setengah mati.

Itu bukan German Shepherd. Itu bukan Alaskan Malamute. Itu... seekor sapi jantan.

Xiao An mematung. Impiannya tentang teman setia berbulu, yang akan berlari gagah bersamanya, hancur berkeping-keping digantikan oleh seekor ruminansia raksasa.

"Bah! Sistem scam!" seru Xiao An, tangannya teracung ke panel transparan yang masih terpampang. Wajahnya cemberut maksimal. "Atas dasar apa ini? Atas dasar apa memberiku penjaga seekor sapi jantan?! Ini 'penjaga' atau calon sarapan?!"

Domba-dombanya di kejauhan bahkan tampak ketakutan melihat sapi jantan raksasa itu, merapat satu sama lain seolah mencari perlindungan. Sementara sapi jantan itu sendiri hanya berkedip lambat, mengembuskan napas panjang, dan melanjutkan sesi mengunyahnya dengan tenang. Xiao An hanya bisa menatapnya pasrah.

Dengan kekecewaan yang masih membayangi wajahnya setelah melihat 'penjaga' barunya, Xiao An berjalan gontai menuju gudang perkebunan yang tadi pagi muncul. Pintu gudang itu terlihat besar dan terbuat dari kayu tebal. Dengan sedikit tenaga, dia menarik gagangnya.

Pintu itu terbuka dengan suara "kriet" yang sangat khas, seperti pintu gudang tua di film-film horor, namun di sini lebih terdengar seperti melodi pedesaan.

Dia melangkah masuk. Ruangan di dalamnya kosong, namun sangat luas, lebih besar dari yang terlihat dari luar. Aroma tanah dan kayu kering memenuhi indra penciumannya. Matahari pagi menyelinap masuk dari celah-celah di dinding, menciptakan garis-garis cahaya di lantai tanah yang padat.

INI

Di salah satu sisi dinding, terpampang sebuah rak besar berisi berbagai macam peralatan bertani. Semuanya tampak baru dan berkilau: mulai dari cangkul dengan gagang kayu yang kokoh, bajak mini yang entah bagaimana bisa muat di gudang ini, sekop tajam, garu, dan berbagai perkakas lain yang bahkan Xiao An tidak tahu namanya atau fungsinya.

Seolah-olah sistem ini benar-benar serius ingin mengubahnya menjadi seorang petani sejati, bukan hanya gembala.

Di rak yang lain, yang sedikit lebih kecil, perhatian Xiao An langsung tertuju pada isinya. Benar saja, rak itu penuh dengan berbagai jenis benih.

Ada kantong-kantong kecil berisi benih sayuran seperti wortel, lobak, dan bayam, serta benih bunga dengan label-label yang tidak ia kenali. Ada juga beberapa kantong berisi benih gandum dan jagung. Ini seperti toko pertanian pribadi miliknya.

Xiao An menghela napas. Dengan sapi jantan sebagai penjaga dan tumpukan peralatan serta benih ini, sepertinya nasibnya sebagai 'Gembala Kecil' akan segera berevolusi menjadi 'Petani Sekaligus Gembala'.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!