NovelToon NovelToon
SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: rini sya

Kirana nama panggilan gadis itu, gadis yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan mahluk lain ini sering dianggap gila oleh orang orang disekelilingnya. Kehidupan Kirana berubah saat bersahabat dengan gadis hantu bernama Rani. Tanpa Rana sadari Rani memiliki tujuan mendekatkan Rana pada masalalunya. Tujuan Rani terungkap saat bertemu dengan gadis cilik bernama Sena.

Seiring dengan berjalanya waktu, Cinta Kirana berlabuh pada Kevin ayah Sena. Pernikahan pun terjadi. Sayangnya fakta mengejutkan terungkap ternyata Kevin adalah mantan iparnya.

Akankah Kirana dan Kevin menyerah dengan cinta mereka, atau tetap bertahan dengan kenyataan yang ada.

Mari Kita ikuti Kisah Kirana dan Kevin dalam SUAMIKU MANTAN IPARKU.
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara Gara pocong

Satu tahun kemudian...

Sudah beberapa hari ini Rani tak datang pada Rana, sepertinya Rani marah pada Rana, karena Rana tak menuruti kata kata Rani agar tak mengambil pekerjaan sampingan sebagai pencuci piring disalah satu restauran dibilangan Surabaya Selatan.

"Aku kan butuh uang buat sekolah Rani masak ga boleh kerja sih." ucap Rana.

Rani yang kala itu tak menampakan wujudnya hanya memanyunkan bibirnya.

Rana sudah selesai dengan kerja sip paginya. saatnya dia meluncur ke tempat kerjanya yang baru, dia mulai masuk sekitar jam 4 sore dan pulang jam 9 malam, honornya sekali datang bersih bersih pak bos disana memberikan dia gaji 80 sampai 100 rb tergantung banyak dan tidak nya piring yang dia cuci, maksudnya tergantung banyak dan tidaknya omset malam itu.

Seperti biasa Rana sudah siap dengan apron ditubuhnya, memasang sarung tangan karet ditanganya dan dia mulai bersiap berdiri didepan wastafel yanga da direstauran itu.

Entah mengapa Rana sedikit merinding, bulu kuduknya berdiri karena dia mencium aroma yang tidak sedap seperti bau darah yang sudah membusuk, otak Rana seketika bekerja pasti disekeliling nya ada yang tidak beres.

Rana masih positif thinking, dia berharap yang dia cium adalah bangkai tikus, tapi kalau hanya bangkai kenapa dia merinding.

Dibelakang Rana ada salah satu Waiterss yang sedang membawa nampan berisi gelas piring dan beberapa sendok kotor, Rana yang jarang berinteraksi dengan para pekerja disana pun memberanikan diri bertanya pada pelayan itu.

"Mbak." panggil Rana.

"Apa Ran." jawab nya.

"Mbak cium sesuatu ga?" tanya Rana.

"Enggak Ran, emang kamu cium apaan?" tanya waiterss itu.

"Seperti bangkai tikus mbak." jawab Rana.

"Enggak tu Ran, mbak malah cium mau chef lagi manggang daging hihihi." jawab nya.

"Oo." jawab Rana, waiterss itu pun pergi meninggalkan Rana, Wah bener ini pasti ada yang ga beres soalnya hanya dia yang mencium aroma tak sedap itu.

Tak lama berselang terdengar ribut ribut di ruangan depan restauran, ternyata ada seorang anak perempuan sedang menangis histeris tanpa sebab, Rana yang mendengar tangisan itu langsung keluar.

Benar saja Rana sedang melihat sesosok poci (pocong) berwarna hitam pekat bermata merah menyala dan hidung mengeluarkan belatung sedang menggoda anak perempuan itu.

Orang orang yang ada disekitar anak itu hanya menatap heran, kenapa anak itu menangis histeris tanpa sebab.

Poci itu terlihat sangat kegirangan melihat yang digoda makin menangis sampai tak keluar suara, orang tua gadis itu sampai membentak gadis itu karena malu dengan ulah anak nya yang dinilainya keterlaluan ini.

"Diam kamu atau opa lempar kamu kejalan." bentak pria itu, Rana yang melihat kejadian itu pun tak mau tinggal diam, dia langsung melepas apron dan sarung tangan nya dan mendekati gadis itu.

Rana langsung menggendongnya "Cup sayang, tante tau kamu takut." Gadis itu seketika diam meski masih sesegukan.

Rana mengambil segelas air dan membacakan beberapa surat surat pendek yang dalam Al quran yang dia yakin bisa meredam sihir yang diciptakan mahlul jail ini dan meniupkanya dikening gadis ini serta memberikan air yang sudah dia kasih doa tadi dan memberikan nya pada gadis cilik itu.

"Minum sayang, ini bukan darah lihat deh." ucap Rana sambil menyuapkan air itu pada gadis cilik digendongan nya.

Gadis itu pun menurut pada Rana, " Enak?" tanya Rana gadis itu mengangguk, orang tua gadis itu hanya tertegun melihat apa yang Rana lakukan pada putri mereka.

"Adek namanya siapa?" tanya Rana.

Gadis itu kembali melihat poci yang masih berniat mengganggunya, Rana pun memberikan gadis itu pada orang tuanya.

"Adek takut sama dia?" tanya Rana, gadis cilik itu mengangguk.

"Adek sama papa sama mama dulu ya biar tante yang ngomong ama mahluk jelek itu." ucap Rana, gadis itu mengangguk.

"Pak ini putrinya." ucap Rana sambil memberikan gadis cilik itu pada orang tuanya.

Rana mengepalkan tangan nya pada sosok yang mengganggu gadis itu.

"Keluar kamu." tantang Rana bicara dengan mata batin nya, sosok Itu malah meledek, seisi ruangan itu kembali menatap heran kearah Rana.

"Mbak ngliatin siapa?" tanya seseorang pada Rana, "Dia pak." jawab Rana sambil menunjuk ke arah plavon, Rana sudah keluar dari ruangan itu tapi pandangan aneh orang terhadapnya tak berkurang.

Tak gampang memang berhadapan dengan mahluk aneh tak kasat mata, Kali ini Rana memang berhasil mengusir mahluk itu tapi tak menutup kemungkinan bahwa mahluk itu akan datang untuk mengganggu gadis cilik itu lagi.

Rana sangat kasihan pada gadis cilik itu dia pun menghampiri nya lagi.

"Maaf pak boleh saya bicara pada putri bapak?" tanya Rana pada orang tua gadis itu.

"Bicara saja mbak, dia sudah lama ga mau ngomong." ucap pria itu.

"Kalau boleh tau sejak kapan dia ga mau ngomong pak?" tanya Rana.

"Sejak maminya meninggal mbak kira kira udah setahun lebih ini." jawab pria itu.

"Ooo," Sebenernya Rana ingin bicara apa yang dia lihat barusan tapu takut orang tua gadis ini tak percaya, ahirnya Rana hanya memilih diam tapi dia tetap memberikan sesuatu untuk gadis cilik yang dikasihani nya ini.

"Adek masih takut?" tanya Rana.

"Takut." jawab gadis cilik itu.

"Apakah dia sering datang?" tanya Rana, gadis cilik itu mengangguk.

"Oke, kalau dia datang lagi dedek bisa bilang Lailahailallah waashaduana muhamadarasulallah, adek bisa baca itu?" tanya Rana, gadis itu menggeleng.

Ahirnya Rana pun mengajari gadis itu sampai dia bisa, Rana tersenyum dan mengelus rambut gadis itu, setelah anak itu tenang barulah Rana berpamitan dan kembali mengerjakan pekerjaanya.

Bersambung...

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik /Good//Good//Heart//Heart/
Yuni Ngsih
Bgs ,hebat,mantap hanya blm selesai ya ceritranya hrsnya ,Kevin & Kirana sampai melahirkan Thor itu lebih mantap.
..👍👍👍🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Fi Fin
cocok visual nya Kevin
Ibu negara
Luar biasa
Susana Dewi
tapi cerita aldo dan lusi ga ada ya author.. judulnya ada tapi di cari udah ga ketemu. apa pindah ke platform lain ya
Susana Dewi
hahahaha kevin somplak plus modus.. 😂
Susana Dewi
kevin itu yg gila malahan 😀
Susana Dewi
awal yang syeremmm tapi penisirin.. 😄
Okto Iskandar
siiip...
Ira Kawai
ok
Nani Yunengsih
kalian tuhh bikin baper tahu gx sih, gemes deh sama keluarga yg satu ini
Nani Yunengsih
uuuhh udh kolot juga masih manja
Endang Werdiningsih
memang susah kalo kita berhadaoan dgn orang" yg ga percaya akan ada'a makhluk lain...
bahkan kita dianggap orang ga waras yg suka ngelantur alias menghalu....
Rini Haryati
keren
semangat
sukses
Netti Herawati
Lumayan
Sri Wahyuni
saya suka ceritanya g bertele-tele,,,👍👍👍👍
Man Cian
bisa ngobrak ngabrik emosi pembaca 😁😁😁😁
Fahri Kiyozie
aku suka ceritanya tidsk bertele tele lanjut
Syifa_NA
mampir Juga
Dyah Oktina
kok ngak suka ya kevin sm lusi pacaran.... sebel deh sm kevin.... ih otorrr bisaan ngehalunya .. jd gemes.... kesel.... sedih untuk rana... ❤❤❤👍👍👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!