NovelToon NovelToon
Sekedar Menikahi

Sekedar Menikahi

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Pernikahan Kilat / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:176.2k
Nilai: 5
Nama Author: dianshen

Kendrick Nelendra Pramudya, seorang CEO muda yang terkenal atas kesuksesannya dalam dunia bisnis, pria tampan yang juga terkenal dingin dan tegas dalam menjalani bisnisnya, terpaksa harus menikahi gadis desa yang bernama Freya Kanaya


Freya Kanaya, gadis berusia 20 tahun putri dari Anggara seorang pria paruh baya yang menolong Ken yang mengalami luka cukup parah akibat perampokan yang dialaminya

Anggara yang kebetulan lewat dan melihat kondisi Ken yang sangat memprihatinkan akhirnya membawanya pulang untuk diobati


Sebagai balas budi Kendrick terpaksa menerima permintaan Anggara untuk menikahi Freya, padahal Ken sendiri sudah memiliki calon tunangan bahkan hatinya pun masih terpaut pada mantan kekasihnya


Freya pun tidak bisa menolak keinginan ayahnya dan terpaksa menerima pernikahannya dengan Ken walaupun sebenarnya dia pun sudah memiliki tambatan hati

Bagaimana kisah selanjutnya yuk ikuti terus kelanjutannya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menahan marah

Waktu berlalu dan bulan pun berganti, kini sudah hampir 2 bulan Kendrick tinggal di rumah pak Angga.

Kondisi kesehatan Ken pun berangsur-angsur sudah pulih dan Ken pun berencana untuk segera pulang ke rumahnya

" Bagaimana keadaan mu sekarang nak Ken, apa benar-benar sudah pulih ?" tanya pak Angga ketika keduanya berada di sebuah perkebunan kacang panjang milik pak Angga yang sudah siap untuk di panen

" Alhamdulillah, sudah pak" sahut Ken

" Syukurlah kalau begitu" ucap pak Angga

" Emm... saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bapak dan juga Freya yang sudah banyak menolong saya" ucap Ken dengan tulus

" Itu memang sudah menjadi kewajiban kami nak Ken, sebagai sesama manusia kita memang harus saling tolong menolong" tuturnya

" Pak Angga dan nak Ken sedang apa?" tanya salah satu warga desa yang mengenal baik pak Angga dan juga tahu tentang keberadaan Ken yang tinggal di rumah pak Angga, yang kebetulan lewat bersama tetangga lainnya

" Oh ini pak Darto, kami baru saja ingin memanen kacang panjang, kebetulan sudah siap panen" jawab pak Angga

" Duhh... enak ya sekarang pak Angga mau panen sudah ada yang bantuin" seloroh pak Darto

" Iya, Alhamdulillah pak Darto" timpal pak Angga dengan kekehan

" Kenapa enggak di jadikan menantu aja pak Angga, saya lihat cocok tuh dengan Freya?" Pak Angga hanya menimpali dengan senyuman sementara Ken sudah membeliakkan matanya mendengar ucapan laki-laki paruh baya yang berada di samping pak Darto

" Freya itu sudah pantas untuk menikah pak Angga, alangkah baiknya pak Angga segera mencarikan jodoh untuknya biar putri pak Angga tidak mengganggu dan menggoda putra saya terus" lanjut kata pak Burhan yang merupakan ayahnya Guntur laki-laki yang memang sudah lama menaruh hati pada Freya begitu pun sebaliknya

" Maksud pak Burhan apa ya bicara seperti itu?" tanya pak Angga merasa tersindir dengan ucapan pak Burhan

" Masa pak Angga enggak tau sih, ah tepatnya bukan enggak tau pasti pura-pura tidak tahu aja, iya kan!" tuduh pak Burhan tersenyum meremehkan

" Tolong ya pak Burhan bicara itu yang jelas jangan mutar-mutar seperti itu?" Tegas pak Angga merasa jengkel dengan pak Burhan

" Sudahlah pak Burhan, tidak baik bapak bicara seperti itu, ini urusan mereka tidak baik pak Burhan bicara begitu?" ucap pak Darto

" Jelas aku harus bicara pak Darto, karena putrinya itu sering sekali aku lihat tengah menggoda Guntur padahal Guntur itu sudah punya calon isteri tapi Freya dengan tidak tahu malunya selalu saja menggoda dan mendekati Guntur" sarkas pak Burhan dengan arogannya

Pak Angga mengepalkan tangannya tidak terima atas tuduhan pak Burhan terhadap Freya

" Putri ku tidak pernah menggoda putra mu Burhan!" geram pak Angga

" Putri ku gadis baik-baik, jangan asal tuduh kamu!" Ken hanya bergeming menatap datar pak Angga yang terlihat marah pada pak Burhan

" Cih, tidak pernah katamu? aku tidak asal tuduh aku sering melihat putrimu datang kepasar dan menemui putraku, aku tahu Freya pasti gencar mendekati Guntur karena sekarang Guntur sudah sukses dan mapan"

Pak Angga semakin tidak terima dengan tuduhan demi tuduhan yang dilontarkan pak Burhan

" Freya itu selalu sok jual mahal menolak setiap laki-laki yang ingin melamarnya, karena incaran dia itu laki-laki kayak raya seperti Guntur putraku"

" Putri mu itu terlalu percaya diri, dia pikir putra ku mau dengan gadis kampungan sepertinya, putra ku itu lulusan sarjana sedangkan putrimu hanyalah lulusan SMA, mereka itu tidak selevel"

" Dan jangan pernah bermimpi jadi menantuku, katakan pada putrimu untuk cari saja laki-laki kaya lain yang mau dengannya, ah.. paling juga cuma dijadikan pembantu saja" Pak Burhan terkekeh meremehkan

" Pak Burhan, sudah ayok pak kita pergi saja. ini sudah siang kita harus pergi ke pabrik kan!" ucap pak Darto berusaha untuk mengajak pak Burhan pergi karena kalau lama-lama berada di tempat itu yang ada akan terjadi adu jotos

Pak Angga berusaha menahan amarahnya, meladeni pak Burhan selalu saja membuatnya naik darah

" Aku belum selesai pak Darto!" kesal pak Burhan

" Sudahlah pak Burhan, tidak baik bicara seperti itu" ucap pak Darto yang ikutan kesal mendengar kata-kata kasar yang pak Burhan ucapkan

" Ahkk... kau ini menyebalkan sekali, kenapa kau selalu membelanya?" geram pak Burhan

" Sudahlah pak Burhan, ayok kita pergi saja!" pak Darto menarik tangan pak Burhan

Mau tidak mau pak Burhan pun ikut pergi bersama pak Darto

Setelah kepergian pak Darto dan pak Burhan terlihat pak Angga menghela napasnya berat

" Pak.... bapak baik-baik saja?" tanya Ken saat melihat pak Angga diam saja dengan raut wajah menahan kesal dan marah

" Bapak tidak apa-apa nak Ken" jawab pak Angga

" Sebaiknya nak Ken pulang saja, bapak mau memanen kacang panjang dulu!" ujar pak Angga yang pergi begitu saja meninggalkan Ken yang bergeming di tempat

" Pak!" panggil Ken membuat langkah pak Angga berhenti tapi tidak menoleh

" Boleh saya bantu bapak?" tanya Ken

" Sebaiknya nak Ken pulang saja!" sahut pak Angga datar dan tanpa menoleh

Pak Angga melanjutkan langkahnya menuju ladangnya, setelah pikirannya sudah terasa jauh lebih baik, pak Angga pun memulai kegiatannya hari ini yaitu memanen hasil perkebunan kacang panjangnya

1
Anak Lanang
vero aja pya selingkuhan
Sinta aulia
bagus ceritanya 👍👍
Beauty JK
😍
Pena Hitam: mampir kakak karya novel yg sudah tamat

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku 🥰
terima kasih
total 1 replies
abg AL
next
Eridha Dewi
kok dah selesai thor
nuna jimin🧸🧸
ko amar thor ,aturan kan ken
nuna jimin🧸🧸
lanjut..
Sondang Sartika Lumbanraja
lanjut thor
nuna jimin🧸🧸
lnjut thor..
nuna jimin🧸🧸
allhmdlh akhirnya up jga thor...lnjut
efridaw995@gmail.com
ayolah Thor pertemukan jangan menunggu Ampe lahiran buat penjahat nya kasih karma aja
nuna jimin🧸🧸
lanjut ..
efridaw995@gmail.com
sudah banyak terjadi seperti ini biar Ken dan Freya berpisah jebakan obat perangsang di alur cerita nnti di pertemukan kembali setelah anak Freya lahir maaf Thor
nuna jimin🧸🧸
kayanya tu ibu tirnya ken deh ...lnjut
nuna jimin🧸🧸
semoga vero ga bikin masih sma freya ....lnjut
Hery Yufrizal
zs
nuna jimin🧸🧸
kayanya vero itu ya thor...lnjut smngt
nuna jimin🧸🧸
apkah vronica yg datang , jdi penasaran....lnjut thor
Erchapram
Veronika?
nuna jimin🧸🧸
aku jga iku senang ken liat kalian balikan ...lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!