Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 5
Pagi-pagi sekali Rio sudah terbangun, hari ini dia sudah ada janji dengan Dolly. Dolly meminta Rio untuk bekerja padanya. Kebetulan di perusahaan yang dipegang Dolly belum memiliki ahli IT, sehingga mundurnya Rio dari perusahaan yang dipegang oleh Frans merupakan kesempatan bagi Dolly (Hubungan Dolly dan Frans dapat dibaca di novel Menggapai Mimpi).
Rio yang lebih suka mengendarai motor, memilih menggunakan motornya pergi ke perkebunan kelapa sawit milik pak Edward. Rio mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, dia ingin bernostalgia dengan perkebunan yang penuh dengan kenangan tersebut.
Dia pernah melewati perkebunan ini hanya untuk mencari tahu letak rumah Rahma. Dia mengingat bagaimana dulu dia sering menemani Frans mendekati Rahma. Awalnya dia tidak merasakan cemburu saat Frans mengatakan mencintai Rahma. Akan tetapi semakin hari, melihat Frans yang salah pergaulan membuat Rio semakin dekat dengan Rahma. Sehingga rasa cinta yang dikuburnya malah tumbuh dengan subur dan tak terkendali. Untungnya Rio masih bisa menahan hingga Frans dan Rahma hidup bahagia.
"Hai, Rio! Sorry, Lo jadi lama menunggu. Gue pikir Lo datang siang," ucap Dolly begitu keluar dari ruang rapat.
Rio menunggu Dolly cukup lama, sekitar setengah jam karena Dolly sedang ada rapat dengan manajer kebun dan pabrik. Perkebunan pak Edward sekarang telah memiliki sebuah pabrik minyak kelapa sawit sendiri. Sehingga Dolly membutuhkan seorang ahli IT untuk membantunya dalam pengelolaan administrasi dan sistem informasi.
"Tak masalah! Gue bisa bertemu Lo aja udah seneng," sahut Rio, mereka bersalaman ala pria dewasa umumnya kemudian saling memeluk dan menepuk punggung.
"Ayo kita ke ruangan Gue!" ajak Dolly yang diangguki oleh Rio. Mereka pun berjalan menuju ruangan Dolly.
Ruangan Dolly cukup luas dan nyaman. Ruangan itu menghadap ke arah perkebunan dan bangunan pabrik. Untuk memudahkan mengawasi kegiatan karyawan dan juga menyegarkan mata melihat perkebunan.
"Mau minum apa nih?" tanya Dolly saat mereka sudah duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Apa aja? Semua yang ada dikeluarin juga boleh," sahut Rio bercanda.
"Boleh, boleh! Asal Lo habisin di sini, ya! Hahaha..." jawab Dolly tertawa lebar merasa menang.
Rio pun ikut tertawa. Padahal mereka dulu tak seakrab ini untuk bercanda. Mereka malah terkesan tidak saling mengenal.
"Ruangan Lo bisa buat main bola, ya? Beda jauh sama cabang yang dipegang Frans, padahal yang di sana lebih besar dan luas departemennya." ucap Rio sembari berjalan-jalan di dalam ruangan itu.
Rio penasaran untuk apa ruangan seluas itu hanya ditempati oleh Dolly saja.
"Kenapa, terlalu lapang ya? Sengaja! Aku punya rencana membangun satu ruangan lagi di sudut itu. Kamar mandi jadi di dalam ruangan baru nanti," jelas Dolly sembari menggambarkan rencananya.
"Pasti buat ruangan mesyum Lo!" tebak Rio.
"Sok tahu Lo! Kalau Gue capek Gue bisa istirahat di ruangan itu nanti. Bukan buat mesyum, bini Gue jarang ke sini. Apalagi sekarang dia lagi bunting, makin males dia kesini!"
"Ha! Tiara bunting lagi? Lo tiap tahun produksi terus, Bro!"
"Kagak elah! Ini kehamilan ke tiga, anak Gue baru dua tahu, Kam pret! Tiap tahun bunting dari mana. Cuma yang dua itu rapat jaraknya. Setahun sudah jumpa adik, hehehe!"
Rio dan Dolly terkekeh bersama. Menertawakan kemesyuman Dolly. Dulu saat akan mendapatkan Tiara, Dolly selalu nyosor Tiara hingga kecanduan dan akhirnya menikah saat usia kehamilan Tiara menginjak tri semester kedua.
"Mana tahu Lo mau pakai ruangan itu sama yang lain, karena sebentar lagi Lo puasa lama." Rio tidak percaya jika ruangan itu nantinya hanya untuk istirahat Dolly. Rio cukup tahu bagaimana sepak terjang seorang casanova seperti Dolly.
"Udah! Kita skip aja ruangan masa depan Gue. Kita bahas kontrak kerja Lo aja, gimana?" ucap Dolly mulai serius, sehingga Rio pun kembali duduk dan mulai membicarakan tentang pekerjaan.
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..