NovelToon NovelToon
JODOHKU ADIK KELAS

JODOHKU ADIK KELAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Berondong
Popularitas:292.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: verlyn nymphaea

Story from the best partner that i ever know,

"Lagian keluarga kamu aneh banget sih Dan, masa harus nikah umur 23 sih? Dikira masih jaman Siti Nurbaya." kata Fina sahabatku.

Dana yang sedang pulang ke kota kelahirannya setelah lama merantau sangat dikejutkan oleh keinginan mamanya.

Ia akan dijodohkan dengan anak dari sahabat mama yang merupakan adik kelas dari Dana. Sebenarnya mamanya sudah merencanakan ini 2 tahun yang lalu. Tapi Dana selalu menolak dengan banyak alasan.

"Mama masih mau jodohin aku sama dia?"
"Kenalan dulu kan gak ada salahnya nduk."

Tahun ini, apakah Dana masih sanggup untuk menolak perjodohan itu? Ataukah dia akan menikah dengan pilihannya sendiri?

Bagaimana kisah Dana dalam menentukan pilihannya nanti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon verlyn nymphaea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAMA MU

Dana menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan Awan.

"Aku masih bingung deh, kenapa kamu mau datang menemuiku kemarin? bukannya sebelumya kamu yang mati-matian menolakku tahun lalu?" Awan tak melihatnya sama sekali saat bertanya hal itu. Pandangannya lurus masih membaca buku yang dipegangnya.

"Gak semua hal bisa berjalan sesuai yang kita mau, Kamu tak akan berfikir 2 kali untuk membahagiakan orang yang kamu sayang. Apalagi kalau kamu merasa tak bisa memberikan banyak hal pada orang itu." Dana masih menatap luar jendela.

"Ribet," jawab Awan singkat.

"Kamu bakal ngerti kalau kamu sudah benar-benar jauh dengan orang yang kamu sayang." Dana menghela napas berat ketika melanjutkan ucapannya.

Dana tau Awan lebih muda darinya. Dana paham karena saat ia diusianya, ia benar-benar keras kepala atas apa yang kulakukan. Dana menganggap semua hal adalah untuknya tanpa mempertimbangkan orang lain. Ia benar- benar kekanak-kanakan sebelum jauh dari mama.

Sekarang ketika Dana hanya bisa menemui mama sebulan sekali, ia sadar. Semakin mampu ia memberikan sesuatu, seperti materi, harta, dan financial yang mapan, semakin sulit untuk memberikan sesuatu pula pada mama.

Dana merasa tak bisa memberikan banyak waktunya untuk sekedar pulang dan membantu mama dirumah. Walaupun setiap mama butuh sesuatu, ia selalu menyediakan kebutuhannya dari jauh. Tapi Dana sadar, diusianya sekarang, financial hanyalah pelengkap kebahagiaan.

Perjalanan saat itu dihabiskan dengan kesibukan mereka masing-masing. Sembilan jam mereka duduk di kereta. Artinya sebentar lagi Dana akan sampai ke tujuannya.

"Kamu turun dimana?" Awan membereskan barang-barangnya.

"Pasar Minggu!" jawab perempuan itu singkat. Dana tak perlu membereskan apapun karena yang dia keluarkan dari ransel hanyalah HP.

"Oh, sama," jawab Awan singkat.

Dana menoleh padanya. Ia kaget karena tujuan mereka sama. Itu berarti mereka tinggal di lingkungan yang berdekatan.

"Wait, kamu kerja di mana sih?" Awan menatap kakak kelasnya balik.

"Apa urusan kamu?" kata-katanya membuat Dana malas untuk melihatnya lagi. Awan memang sangat menyebalkan seperti yang Dana duga.

Dana turun dari kereta. Ia belum melihat matahari muncul pagi itu. Waktu masih menunjukan pukul 2 dini hari. Dana yang setengah mengantuk menarik koper berukuran sedang yang dibawanya. Perempuan itu menunggu taxi di trotoar jalan.

Ia melihat Awan dijemput seseorang. Dirinya yakin itu adalah seorang perempuan. Dana tersenyum sinis melihatnya dari kejauhan. Bisa disimpulkan itu pacarnya, melihat perempuan itu memeluknya dengan mesra.

"Kalo dia sudah punya pacar, ngapain dia datang?" katanya bermonolog. Dana menghadang taxi di sana. Dirinya memikirkan semuanya sepanjang jalan. Kantuknya yang sempat menyerang benar-benar hilang ketika memikirkan Awan. Dana sedikit marah pada laki-laki itu. Ia merasa sangat benci pada laki-laki yang dijodohkan dengannya. Mungkin Awan memang tak sebaik yang mama kira.

"Mana ada laki-laki baik pelukan di depan umum kaya gitu?" katanya spontan. Tanpa sengaja Dana melontarkan kata-kata itu dari mulutnya. Membuat sopir taxi itu melihatnya dari kaca tengah.

"Gak di jemput Mba?" kata sopir taxi itu padanya.

"Enggak pak," Dana tersenyum menjawab pertanyaannya.

"Baru datang dari kampung ya? asli mana mba?" kata sopir taxi itu basa-basi.

"Saya Jawa Tengah pak,"

"Loh, saya juga Jawa Tengah, lagi merantau di Jakarta. Saya orang Kudus mba." Dana akhirnya berbincang dengan bapak itu. Obrolan khas seperti pada umumnya. (sering gasi kalian kaya gini ?)

Akhirnya Dana sampai di kostnya. Ia membuka pintu dan masuk ke dalam. Perempuan itu membaringkan tubuhnya di kasur. Badannya terasa sangat pegal karena perjalanan jauh yang di tempuh. Ia perlu meluruskan tulang-tulangnya yang kaku.

Dana langsung tidur karena sudah cukup larut. Jam menunjukan pukul 3 dini hari. Ia harus segera tidur kalau tak mau bangun telat nanti. Walaupun Dana tau, ia akan berangkat sedikit siang, tapi dirinya tak mau telat bangun karna hal tersebut akan membuatnya panik.

Dana bangun tepat pukul setengah enam pagi. Wanita itu berjalan gontai memasukki kamar mandi dan mengambil wudhu. Ia melaksanakan sholat subuh agak telat pagi ini. setelah itu, dirinya bersiap untuk mandi dan membereskan baju yang ada di koper. Dana merasakan lapar pagi itu meski jam masih menunjukan pukul setengah 8 pagi. Perempuan itu mengambil HP dari dalam tas untuk memesan makanan secara online. Setelah selesai memesan, tak sengaja dilihatnya pesan dari beberapa orang.

Kak Lita, Kak Rindang, Kak Restu, Putri, Mama. Hampir semuanya berisi tentang pekerjaan. Dana membuka pesan dari mama.

Mama Nduk, sudah sampai kost? √√

Dana menelfon mama. Ia rebahkan kembali tubuhnya ke kasur.

"Halo ma?"

"Halo nduk, sudah sampai?"

"Sudah,"

"Syukur kalo gitu,"

"Mama lagi apa?"

"Ini, mama lagi liat anggrek di rumah tante Hesti." Dana mengerutkan dahinya. Ia yang tau siapa tante Hesti menebak-nebak apa yang akan terjadi setelah ini.

"Pagi-pagi gini?"

"Iya, mumpung libur." katanya sangat bersemangat. Dari balik telefon, terdengar suara mama dan tante Hesti sedang berbicara meski tak terdengar jelas olehnya.

"Nduk, ini tante Hesti mau bicara sama kamu katanya." Dana spontan duduk mendengar hal itu.

'ngapain?' batinnya dalam hati.

"Halo nduk," sapa tante Hesti di balik telfon.

"Halo tante,"

"Perjalanannya lancar kan?" tanyanya ramah pada anak dari sahabatnya itu.

"Alhamdulillah tante, lancar kok."

"Awan kemarin ini ke Jakarta juga nduk. Kamu ketemu gak sama Awan di stasiun?Kalau gak salah, keretanya jam nya sama kaya kamu." Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tak mau Dana jawab.

"Iya tante kemarin ketemu di stasiun," jawabnya singkat.

"Oh bagus kalo gitu, kost kamu deket kan dari tempat Awan? tante kemarin bawain Awan rendang, Kamu suka rendang kan nduk? nanti tante suruh dia ke tempat kamu ya buat nganter rendang nya?" Dana membelalakkan matanya mendengar ucapan tante Hesti.

"Gak usah tante, makasih banyak Dana malah ngerepotin tante sama Awan nanti," jawabnya spontan.

"Ya enggak lah nduk, sudah nanti biar Awan anterin ya?" Dana tak bisa menolaknya sama sekali.

"Iya tante, makasih banyak," Ia mencoba menjawab tante Hesti seramah mungkin.

"Ya sudah, ini tante sama mama mu lagi di kebun, sudah dulu ya? Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam,"

Dana menghela nafas berat. Ia berteriak di balik bantal. Dirinya benar-benar tak ingin menemui Awan lagi.

"Kenapa tuhan kenapa?" perempuan itu menghela nafas frustasi mengingat kelakuan Awan padanya.

ZikryAwanH_21 1 permintaan pesan untuk anda

Dana membuka instagram setelah melihat seseorang mengirimi permintaan pesan. Ia membuka profile IG tersebut untuk melihat siapa orang itu.

"Haish, anak ini lagi!" Dana membaca pesan darinya.

Awan Aku antar kemana? √√

^^^Dana Bilang saja ke mama kamu kalau rendangnya sudah diantar. Tak usah repot-repot mengantarnya ke sini, terimakasih! √√^^^

Awan Mama nyuruh aku kirim foto buktinya! √√

Aku benar-benar tak habis pikir dengan tante Hesti. Bisa-bisanya dia memikirkan hal itu. Aku menghela nafas berat sebelum mengirimkan pesan lagi padanya.

^^^Dana Ke kantor saja, Jalan Simanjuntak nomor 6 Gedung C Lantai 2, Kantor Konsultan Pajak Rey n Ran. √√^^^

Awan hanya membaca pesan darinya tanpa membalas. Dana juga tak perduli dengan hal itu.

Tak lama makanan yang dipesan datang. Dana makan nasi kuning dengan lauk ayam. Setelah selesai ia bersiap lalu pergi ke kantor.

"Kak Dan, ada yang cari kakak di lobby," kata salah satu anak magang di tempat Dana bekerja.

"Siapa?" tanyanya pada anak magang itu.

"Kurang tau kak, katanya mau nganter makanan."

...****************...

1
asam pedas ubur ubur
tor, masa di gantung gini tor, padahal sudah begadang bacanya
asam pedas ubur ubur
tor, masa tega ngegantung pembacanya, padahal sudah begadang baacanya
Anis Niswatun
lama banget up nya
Winarsih Asih
mereka berdua sudah sama2 dewas😘😘
Rina Zahra
ujian rumah tangga.... jangan sampe karena kesibukan Dana, rumah tangga jadi renggang.
tania derambaleka
bagus
verlyn nymphaea: halo kak, terimakasih sudah mampir 😁😁😍😍😍 selamat menyelami kisah dari Awan dan Dana ya kak🤗 mohon kritik, saran dan dukungan nya kak 😊
total 1 replies
Winarsih Asih
semoga saja awan tidak marah soal dana yg mau keluar negeri masalah kerjaan,moga aja malah awan ikut sekalian bulan madu🙏🤭👏👏
Siti Sugiarti: update lagi kaa
total 2 replies
Rina Zahra
akhirnya
verlyn nymphaea: halo kak, terimakasih sudah setia membaca cerita ini sampai sekarang, maafkan author yang lama menghilang kak, selamat melanjutkan membaca 😍😍😘😘😘😘
total 1 replies
Winarsih Asih
setelah sekian lama danawan come back😁
verlyn nymphaea: halo kaka pembaca setia... huaaaa... maaf ya aku kmrn sempat hilang
total 1 replies
Muhammad Alwi
lanjut aja thor
Muhammad Alwi: tar yang ada pending lagi
dah GK up berapa tahun ya kira2🤔🤔🤔
total 2 replies
Chadriana Hasan
lanjut cerita ini aja dulu thor.
ditamatin, baru mulai cerita baru..
semangat thorrr
verlyn nymphaea: siap kaka... terimakasih atas dukungan nya 😘😘😍😍😍
total 1 replies
🍷⃞⃟Rere꧁༺𝓡𝓮𝓰𝓲𝓷𝓪༻꧂
mampir thorr😍..mampir juga yuk ke karya author Reginaryn : Me and my secret crush🌟
Yayuk Bunda Idza
ditunggu kelanjutannya Thor.... jangan ditinggal nanggung begini...
ayo semangat!!
Yayuk Bunda Idza
betul Thor...makasih sudah diingatkan
Yayuk Bunda Idza
iya lihat labilnya mereka berdua sampai ikutan meradang hati hehehe yang pinter othornya ni....
Yayuk Bunda Idza
kisah ini menggambarkan dua pribadi yang masih sangat labil, sering mengedepankan ego juga ...
suami istri itu jam team, wajar klo saling bantu apapun itu ... untuk hal pribadi sekali pun, wajar juga awalnya malu2 semoga selanjutnya gak malu2in hehehe....
Khorifah94
saya suka saya suka.... senangat thooor 💪💪💪
verlyn nymphaea: terimakasih banyak kak sudah mampir, yok kita lanjutkan kak ke bab selanjutnya?
total 1 replies
dian kustiah
ini tamat apa gmn?
verlyn nymphaea: belum kak, ayo di lanjut... terimakasih udah mampir y kak😂😁
total 1 replies
Kurniawan Kurni
jangan lama thor
verlyn nymphaea: iya kaka, maaf ya author nya lama ini upload nya, lagi ada keperluan kemarin 😭😭😭
total 1 replies
MyFamily
wajar kalo mama dana sampe marah dan menampar awan, krn trauma dgn kejadian masa lalu
verlyn nymphaea: iya kak, memang kadang ibu2 itu terlampau khawatir ya, apalagi sama anak perempuan sematawayang kan😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!