NovelToon NovelToon
Setulus Kasih IBU

Setulus Kasih IBU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: yessie

Ibu adalah orang yang paling bisa mengerti dan mengenal tentang kita. Tak ada cinta yang sekuat Cinta ibu. Kasih sayangnya begitu tulus sampai tak ada yang bisa menandinginya.

Novita adalah wanita paruh baya yang berstatus single parent, dia menghidupi kedua anak-anaknya seorang diri. Masalah dalam hidupnya datang silih berganti tak ada hentinya. Namun dia selalu berusaha sabar dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya. Baginya pengalaman adalah sebuah pelajaran berharga untuk dirinya.

Tapi hati ibu mana yang tak hancur ketika kedua anaknya berani untuk membenci ibunya sendiri. Akankah mereka sadar betapa besarnya kasih sayang yang tulus dari sang ibu? Bisakah Novita bertahan dan menyadarkan kedua anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas, walaupun di balas dengan kebencian?

Yuk berkelana dalam kisah hidup Novita bersama-sama😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saldo Rekning

“mas? Ada apa? Kenapa kamu malah begong? Semua baik-baik saja kan?” Tanya ku.

“owh, iya bu. Semua baik-baik saja kok. Cuman aku ingin tau aja ada berapa saldo di tabungan kita.”

Aku lalu mengangguk-anggukkan kepalaku perlahan-lahan.

“owh, iya bu. Mulai bulan besok kalau bisa pengeluarannya lebih di minimkan lagi ya.”

“iya mas. Tumben sih mas, ada apa? semua baik-baik saja kan?”

“jadi begini bu, informasi dari kantor tadi kalau untuk beberapa bulan kedepan tidak akan ada  tambahan upah lain-lain atau gaji tambahan. Jadi ayah hanya mendapatkan gaji pokok saja.”

“owh, begitu. Baiklah mas. Aku akan berusaha meminim pengeluarannya. Pokoknya mas tenang saja ya. percayakan semua kepadaku.”

“aku percaya sama kamu bu, kamu pasti bisa. Aku minta maaf ya bu, karena sudah menuntut ibu untuk meminim pengeluaran bulanan kita.”

“kenapa minta maaf. Kalau mas ngasih tau ke aku, soal masalah di kantor aku kan jadi bisa lebih berhemat lagi mas. Pokoknya mas tenang saja ya.” Kata ku untuk menenangkan hati suamiku yang terlihat gelisah waktu itu.

“makasih ya sayang.”

Aku pun hanya membalasnya dengan senyuman.

 

**

Pagi harinya, aku bangun lebih awal. Karena aku harus menyelesaikan tugas rumah terlebih dahulu, lalu mengurus keperluan suamiku dan anakku. Setelah semua di rasa selesai aku harus pergi untuk mendaftar pekerjaan yang kemarin sudah aku rencanakan. Akan lebih baik jika aku berangkat lebih awal.

Tepat pukul lima pagi, selesai sholat subuh, aku langsung bergegas memasak dan juga membereskan rumah.

Setalah semua selesai, aku lalu menyiapkan keperluan sekolah Raditya dan juga suamiku.

Tepat di mana mereka harus bangun, perlahan-lahan aku membangunkan suamiku, karena tadi malam dia meminta tolong kepadaku untuk membangunkannya lebih pagi dari biasanya.

Ku pandangi wajah suamiku yang terlihat begitu lelap tidurnya. Aku seperti tidak tega akan membangunkan dirinya. Aku melihat kalau dia seperti sangat kelelahan. Namun, aku harus membangunkannya saat itu juga. Perlahan-lahan, aku menggoyang-goyangkan tangan nya. Aku kecup pipinya, dan aku panggil namanya dengan pelan di telinganya.

“sa—yang, bangun. Ini sudah jam enam.”

Tetapi suamiku hanya mengeliat di atas kasur. Aku pun mencoba membangunkannya kembali.

“sa—yang, bangun yuk. Katanya tadi malam minta di bangunkan lebih awal dari biasanya.”

Akhirnya, suamiku membuka mata secara perlahan-lahan. Ia kemudian bersandar di bahu tempat tidur sambil menguap.

“hu—am, memang ini jam berapa bu?” Tanya suamiku yang setengah sadar karena dia baru saja terbangun dari tidurnya.

“ini sudah jam enam mas.” jawab ku.

“owh,”

“ya sudah, aku tinggal dulu ya. Aku mau bangunin Raditya dulu.”

“apa enggak ke pagian bu? Raditya kan masuk sekolah jam setengah delapan?” tanya suamiku.

“iya sih yah, tapi kan nanti kalau dia nggak lihat ayah pergi kerja, pasti bakal Tanya terus ayah di mana.” terang ku.

“owh, gitu ya.”

Aku kemudian mengangguk-anggukan kepala ku. Aku membohongi suamiku pagi itu. Sebab aku diam-diam ingin mencari kerja untuk membantu suamiku memenuhi kebutuhan kami.

“ya sudah, kalau ayah mau pergi lebih awal, sebaiknya sekarang ayah segera mandi terus sarapan.” ucapku.

“apa ibu sudah selesai memasak?”

“semua sudah siap ayah. hari ini ibu juga sengaja ingin bangun lebih awal, agar bisa menyiapkan semuanya."

“ha?!”

“ih, ayah nih kenapa, sudah biasa kan aku bangun pagi.”

“tapi biasanya ibu mulai masak jam enam, eh ini baru jam enam ibu sudah selesai semua..”

“he… he… he… ya karena aku tau kalau ayah tuh mau pergi pagi. Ya jadinya aku berusaha menyiapakan semua dan bangun lebih awal.”

“kamu tuh, emang istri yang sempurna.”

“udah deh, pagi-pagi udah ngibul.”

Aku pun berdiri dan akan meninggalkan kamar, akan tetapi suamiku tiba-tiba menarik tangan ku. Sehingga membuat aku terjatuh tepat di tubuhnya. Dan ternyata suamiku memberikan aku ciuman di pagi hari yang sering dia lakukan kepadaku.

“emuach!”

“ih ayah.”

“selamat pagi istriku tercinta, he… he… he…”

“selamat pagi juga ayah yang baik.”

Suamiku kemudian melepaskan tangan ku. Dan aku langsung saja pergi ke kamar Raditya untuk membangunkannya.

Butuh waktu lima belas menit agar Raditya bisa bangun dari tidurnya. Sebenarnya aku juga tidak tega harus membangunkan Raditya terlalu pagi. Tapi, mau gimana lagi. Aku harus menyelesaikan tugasku lebih awal dari biasanya.

Karena Raditya sulit untuk dibangunkan, akhirnya terpaksa aku harus menggendongnya dan membawanya di ruang tengah atau di ruang televisi walaupun Raditya masih seperti setengah sadar.

Aku letakkan kepalanya di pahaku dengan posisi dia yang berbaring diatas sofa. Aku juga dengan sangat pelan-pelan membangunkan lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya dan juga tangannya.

“raditya, bangun sayang. Katanya kakak mau sekolah?”

“emm, ibu.” ucap Raditya sembari mengulet badannya.

“tuh ayah, sudah mau berangkat kerja. kakak bangun yuk." bujuk ku pada Raditya.

“emm, ibu raditya masih mengantuk.” Rengek anakku.

“sayang, bangun yuk.”

“i—bu,”

Sambil mengusap-usap matanya raditya akhirnya mau bangun dan duduk bersandar di sofa dengan matanya yang masih sayup. Dan seperti ayahnya sebelum berdiri, Raditya pun menguap.

“ho-am, ibu susunya mana?”

“ibu sudah siapkan di meja makan nak. Yuk kesana, dan temani ayahmu sarapan pagi.”

“baiklah bu.”

Setelah Raditya sudah benar-benar bangun, aku pun kemudian berjalan menuju ke meja makan untuk menyiapkan sarapan pagi suamiku.

“nih susunya, sudah ibu siapkan nak.”

“terimakasih bu.”

“sama-sama sayang. Tuh, ayah sudah datang.” Ucapku sambil menuding ke arah suamiku.

“selamat pagi anak ayah tersayang.” Sapa suamiku kepada anaknya.

“pa—gi juga ayah.” Balas sapa Raditya kepada ayahnya sambil mengusap-usapkan matanya lagi.

Suamiku lalu duduk di kursinya. Aku pun kemudian menuangkan nasi di piring yang sudah ada di depan suamiku.

“segini yah?”

“iya, segitu saja bu.”

“sayurnya? Ayah mau pake apa?”

“tumis kangkung saja sama mendoan bu.”

“baiklah, ibu akan ambilkan.”

Aku tuangkan sayur beserta lauknya di piring suamiku.

Sambil meminum susunya yang sudah aku buatkan, Raditya bertanya kepada suamiku.

“ayah, ayah mau berangkat kerja sekarang?”

“iya nak.”

“kok pagi sekali?”

“iya, soalnya ayah ada keperluan juga pagi ini.”

Aku yang menemani sarapan suamiku pun melirik kearah suamiku.

“aku tau, kamu pasti akan menyelesaikan tugas kantormu lebih awal dan setelah itu kamu pasti pergi mencari lowongan pekerjaan kan mas.” Gumam ku yang duduk di hadan suamiku.

Beberapa menit berlalu, selesai sarapan, kalendra langsung berpamitan kepada anak dan juga istrinya kalau dia harus pergi untuk bekerja.

“sayang, aku pamit berangkat kerja dulu ya.”

“iya mas, kamu hati-hati di jalan ya.”

“iya, raditya, ayah berangkat ya nak. Kakak nanti di sekolah harus belajar dengan baik ya, jangan nakal di sekolah.” teriak suamiku.

“iya ayah.”

Selepas itu, suamiku pergi meninggalkan rumah. Aku pun langsung membereskan meja makan beserta piring kotor. Aku lalu menyiapkan sarapan pagi untuk bekal Raditya.

Setelah tiga puluh menit berlalu, kini semua sudah selesai. Dan sekarang waktunya aku pergi untuk mengantarkan Raditya kesekolah.

Akan tetapi, aku terus berpesan kepada Raditya, “kak, nanti kalau ibu belum menjemput kamu, kamu jagan kemana-mana ya, kamu ke dalam kelas dan bilang sama bunda laily untuk menemani kamu sebentar sampai ibu datang menjemputmu.”

“memang ibu mau pergi ya? Ibu ada acara ya?”

“iya nak, ibu mau pergi dulu sebentar. Soalnya, ibu ada perlu. Jadi kamu harus ingat-ingat pesan ibu. Jangan kemana-mana sebelum ibu menjemput kamu. Mengertikan nak?”

“iya Radit mengerti.”

“bagus anak ibu memang pintar dan hebat.” Ucapku kepada ankku.

 bersambung....

1
Sri Soedarta
mantap thor gk bertele" 👍👍👍
Sri Soedarta
tangkap polisi lh itu sara dan bpk'y
Sri Soedarta
mtah kmna" cerita'y thor
Sri Soedarta
terus cerita kk Cantika kok hilang ya thor
Firdha Widyaningsih
percuma jd ceo tp masalah gini kau sangat kejam ke sesama manusia apalagi terhadap wanita
Firdha Widyaningsih
tp setidaknya aku kagum akan pemikiran cantika dia ga mau dihina dan di injak" semoga km dan ibumu cepat berbaikan karna ini ada karma mu jg cantika semoga km seperti ibumu yg kuat dan tangguh menghadapi semua masalah
Firdha Widyaningsih
pasti berat jauh dengan anak apalagi harus merantau berat pasti cemas pasti seorang ibu pasti merasakan hal yg di rasakan novita
Firdha Widyaningsih
sedih jg liat pengorbanan novita hanya karna salah paham chantika membenci ibu nya yg berhati malaikat seperti itu
Firdha Widyaningsih
iyaa wajar klu chantika kecewa sm novita karna dia pergi begitu aja ga blg ke anak" nya atau gmn karna hal seperti ini lah yg membuat salah paham trs karna kita menggapnya hal ini sepele tp yg ada dampaknya besar seperti ini karna ini hal serius gitu disaat seperti ini dia pergi aja ga ngasih tau apa" seharusnya dlm kondisi gmn pun atau panik wajar tp ga sampe jd fatal gini ninggalin aja jd nya kan suami nya harus cepat ditangi anak" nya bingung harus gmn sedangkan rs itu ga bisa gegabah jg itu lah kesalahan fatal yg dilakukan novita klu dia sadar tp ga bisa dibenarkan jg sifat chantika itu ketelaluan
Sukati Saja
thor setahu aq anak ke 1 itu sulung trus yg bontot itu bungsu...
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
mksh thor
Sri Wahyuni: sama2
total 2 replies
Agus marolo
Thor kenapa lama ya
Siti Fatimah Nasa
moga cepet sembuh ya thor semangat trus thor💪💪
Sri Wahyuni
makanya kalo suka buruan nembak...diambil orang lain manyun deeh
Ida Sagita
lannnjutt tuuuurrt
Siti Qomariyah
kok g ada bahagia"nya masa yg naik tertindas trs thor trs kpn karmanya jd gedek
Siti Qomariyah
kok radit kd anak durjana gtu g ingat apa ama pengorbanan ibuknya dulu
Nur'S
mana lanjutannya..
Nur'S
horeeeeee bahagia semuanya...
Nur'S
kenapa nggak di kasihtau aza ya keadaan ibunya kepada raditya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!