Casandra Putri gadis cantik berusia 24 tahun, tidak menyangka akan bertemu dengan jodohnya seorang pengusaha ternama yaitu Sean Askhara
Bagai manapun kamu menghindari nya kalau memang kamu di takdirkan untuk bersamanya, tetap akan bersama, kamu tidak bisa melawan takdir, karena mungkin sudah takdir kamu untuk bersamanya, dan aku harap kamu bisa menerimanya.
Kalau kalian saling mencintai berjuanglah bersama jangan menyerah begitu saja, percaya lah bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil, semuanya akan indah pada waktunya.
Ucap Noval menasehati Casandra...
Ketulusan Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Sean yang mendengar kekasihnya kecelakaan dan sedang di rawat di ruangan ICU sangat kaget, handphone yang di tangannya langsung jatuh, biji langsung berlari ke depan, dia mendapati sangat majikan hanya duduk mengirim di sofa sedangkan handphone sudah di lantai.
"Hallo... bos.. bos... apa bos mendengar suara saya" ucap Nandan di balik telepon dengan suara panik.
"Hallo mas Nandan ini bibi, ada apa mas kok sampai pak Sean duduk lemas sambil nangis?" tanya bibi yang juga sudah mulai panik.
"Ini biasanya... mbak Sandra kecelakaan dan sekarang sedang dalam ruangan ICU" jelas Nandan.
Sean langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya, dia mengambil jaket dan langsung keluar.
"Tuan mau ke mana? ini handphone tuan" ucap bibi pada Sean.
Tanpa menjawab Sean langsung mengambil handphonenya dan segera keluar dari rumah, Sean mengambil mobil yang ada di dalam garasinya, dan langsung menuju rumah sakit, bibi tere yang melihat itu langsung menghubungi Nandan kalau Sean lagi menuju ke rumah sakit.
Nandan yang mendengar itu sangat panik, apa lagi bosnya menyetir sendirian dan tidak ada teman di yang menemani dia.
"Sayang kamu pasti bisa, sedikit lagi aku datang" batin Sean.
Sean sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah sakit. Nandan hanya duduk di luar ICU sambil menunggu sang bos tiba.
Nandan juga sudah meminta polisi untuk menyelidiki kecelakaan ini, karena banyak kejanggalan dalam insiden ini, tidak lama akhirnya Sean tiba dan langsung menghampiri Nandan di depan ICU.
"Bagai mana keadaannya sekarang" tanya Sean pada Nanda, membuat Nandan langsung berdiri kerena kaget mendengar suara Sean, Nandan langsung bangkit berdiri.
"Silakan bos, bos hanya bisa melihat dari jendela ini" ucap Nanda pada Sean.
Sean langsung mendekati kaca dengan berlahan dan melihat Sandra yang berbaring tidak sadarkan diri dengan di penuhi alat medis di tubuhnya, Sean tidak sadar ia menangis melihat kekasihnya tidak berdaya, ingin rasanya Sean menggantikan posisi Sandra.
Setelah puas memandang sandra, Sean akhirnya ikut duduk di samping Nandan, dia melihat Nandan begitu lelah, karena sudah malam dia juga belum mandi dan juga makan malam.
"Kamu boleh pulang, aku lihat kamu sangat lelah, jadi pulang lah istirahat, nanti saya yang temani dia di sini" pinta Sean pada Nandan.
"Bos saja yang pulang, saya takut penyakit bos kambuh lagi" jawab Nandan.
Tapi Sean bersikeras ingin menjaga Sandra, akhirnya Nandan mengalah dan pulang ke apartemennya karena tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Nandan akhirnya pamit dan pulang ke apartemennya tetapi di tidak menginap di sana, hanya pulang mandi dan beristirahat sejenak, nanti dia akan kembali lagi ke rumah sakit, karena dia tidak ingin meninggalkan bosnya sendirian di sana.
Sean kembali berdiri di kaca, dia tidak tega melihat kekasihnya terbaring tidak berdaya. "Sayang jangan tinggalkan aku, cukup mama yang meninggalkan aku, kepergian mama membuat dunia ku gelap kini kamu datang menerangi gelap itu, tapi kenapa kamu malah terbaring lemah begitu" batin Sean dengan mata berkaca-kaca.
Tidak lama suster dan dokter masuk ke dalam ruangan sandra, mereka masuk memeriksa keadaan sandra kembali. Sean tetap berdiri memperhatikan suster dan dokter yang sedang memeriksa Sandra. tidak lama dokter tersebut keluar Sean langsung menghampiri dokter tersebut.
"Permisi dokter bagai mana keadaannya?" tanya Sean.
"Dia masih kritis pak, karena mengalami benturan yang sangat keras, bapak berdoa saja Semoga ibu Sandra cepat pulih" jelas dokter dan langsung pamit meninggalkan Sean.
Sean hanya duduk dengan lemas mendengar penjelasan dokter, Sean tidak memikirkan kronologis kejadian, dia hanya memikirkan bagai mana caranya agar Sandra kembali sehat seperti dulu.
Sedangkan di tempat lain, Cindy lagi bertemu dengan orang-orang suruhannya.
"Bagai mana? apa dia sudah mampus?" tanya Cindy.
"Beres bos, kami yakin dia sudah tidak bisa tertolong lagi, karena mengalami benturan sangat keras dan kehilangan banyak d**ah" jelas orang suruhannya itu.
"Bagus, ini untuk kalian tapi bonusnya saya tahan sampai betul-betul dia meninggal" ucap Cindy.
"Siap bos tapi kami yakin dia pasti meninggal" jawab mereka mantap.
"Satu lagi, kalian pantau terus tapi jangan sampai ketahuan, saya tidak senang kalau dia masih hidup" pinta Cindy.
Mereka langsung siap atas perintah Cindy, tidak lama Cindy langsung meninggalkan tempat mereka bertemu.
"Aku tidak bisa mendapatkan Sean kamu juga, jangan pernah macam-macam dengan Cindy hahaha" ucap Cindy di dalam mobil, dia sangat bahagia bisa mencelakai Sandra.
Cindy kini sudah tidak tinggal dengan pak Darmono dan tante Lusi, dia sudah pindah ke apartemennya yang baru dia beli.
❤❤❤
Ayo di like dan komentar ya kak🙏🤗
Terimakasih
Bersambung 🤗🙏😘
semoga saj benar sandra hamil,,,semoga juga dpt kembar jagoan sekalian,,🥰🥰🥰
biar papa Darmono dpt bahagia di hari masa tua nya sekaligus dpt kembar jagoan,,,🤗🤗🤗