Kehidupan Lili dan Steve setelah menikah.
Steve yang ternyata mempunyai saudara kembar. Stefan Liu.
Yang meninggal ketika masih berusia 8 tahun.
Karena sebuah racun yang di berikan oleh Lili. Bagaimana Steve akan menjalani kehidupan nya dengan Lili.
Simak kisah ini.
Buat kalian yang ingin tahu bagaimana pertemuan Steve dan Lili.
Kalian bisa mampir di CINTA MANIS CEO part 1. Yang disana juga langsung di sambung dengan part 2. Novel ini hanya mempermudah readers untuk membedakan part 1 dan part 2. Thank you.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Yuniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Hentikan ...!!!"
Lili berteriak sekuat tenaganya. Steve yang sudah sampai didepan Noman. Tangannya terhenti dan membatalkan pukulannya ke arah Noman.
"Steve... dia yang mendirikan darahnya untuk mu. Kau tidak berhak berbuat demikian dengan Noman."
Lili berbicara dengan nada yang tinggi.
"Lili......"
Noman terkejut dengan ucapan Lili. Sedikit kekecewaan menyelimuti perasaannya.
Pasalnya, Noman berpesan. Agar tidak boleh siapapun memberitahu Steve jika dia yang mendonorkan darahnya. Saat Steve hampir kehabisan darah.
"Maaf Noman... aku harus berbicara demikian."
Ucap Lili.
Steve tertegun dengan ucapan Lili. Ia terdiam dan menghempaskan tangannya yang sudah lebih dulu meremas kerah milik Noman.
Ia kemudian terduduk lemas. Pandangannya kosong, Tak tau harus berbuat apa.
"Kak......Maaf... Jika kau menginginkan aku pergi. Aku akan pergi sejauh aku bisa. Aku tau kau akan sangat membenciku, Tapi percayalah, aku tidak pernah bermaksud jahat pada mu atau pun pada Lili. Maafkan kesalahan ibu ku. Sekarang dia sudah mendekam seumur hidup di penjara. Semoga kakak puas dengan hukumannya. Dan aku... Aku akan pergi sejauh mungkin, Sampai kau tidak bisa menemukan ku. Kak... aku sangat iri pada mu, Lili adalah wanita yang hebat. Semoga kalian bahagia setelah ini. Kalian berhak bahagia. Aku permisi..."
Noman membalikkan badannya. Dan pergi meninggalkan mereka.
Lili berusaha mengejar dengan menahannya. Namun Noman tetap bersikeras pergi.
Air matanya mulai berkaca-kaca. Ia tau ini akan terjadi. Penolakan dari kakaknya atas dirinya.
Setelah Noman menghilang dari pandangan Lili.
Ia kemudian melihat ke arah Steve.
"Steve... sampai kapan kau akan membenci adik mu. Dia benar-benar sudah berubah. Tak seharusnya kau terus membencinya. "
Ucap Lili ke arah Steve.
"Lili.... kenapa kau mengijinkan darahnya masuk ke tubuh ku ?"
Ucap Steve ketus.
Lili terkejut dengan ucapan Steve.
"Steve... apa yang ada di dalam pikiranmu. Apa kau tega darah Exel yang masuk ke tubuhmu ? "
Jawab Lili. Sebab, tak ada darah yang cocok dengan darah Steve kecuali Exel.
Steve hanya tertunduk terdiam. Dirinya merasa cemburu, kesal dan marah. Semua berkecamuk menjadi satu.
"Aku akan mengejar Noman. Bagaimana kalau dia berbuat sesuatu yang mencelakai dirinya. Kau istirahat lah. "
Ucap Lili sembari mendekat ke arah Steve, Hendak membantu Steve untuk berdiri dari kursi sofa dan membaringkan tubuhnya dia atas ranjang.
Namun Steve hanya membatu. Hingga membuat Lili kesal dan pergi meninggalkannya.
Steve hanya diam kesal melihat tingkah Lili.
Lili hendak meminta Yohan mengawasi Steve. Agar tak berbuat sesuatu yang buruk.
"Ayah...?? Kemana ?"
Batin Lili yang tak melihat keberadaan Yohan.
Ia kemudian menelpon Yohan.
"Ayah ?? Ayah dimana ?"
Tanya Lili.
"Lili... apakah terjadi sesuatu antara Noman dan Steve. ?"
Tanya Yohan yang sudah duduk di dalam mobil dengan mengikuti langkah Noman. Tanpa sepengatahuan dirinya.
"Ayah... sebenarnya ini hanya membutuhkan sebuah waktu. Steve akan menerima Noman. Dan itu pasti. Sekarang dimana Noman ayah?"
Tanya Lili dengan sedikit rasa cemas.
"Lili... aku sedang mengikuti langkah Noman. Aku tadi melihat dia keluar dengan matanya yang berkaca-kaca. Bujuklah Steve agar bisa menerima Noman. Ayah yakin kau pasti bisa melembutkan hatinya. "
Ucap Yohan.
"Baiklah ayah...Lili pasti membujuk Steve."
Jawab Lili.
"Lili.. sekali lagi keluarga ayah merepotkan dirimu. Maafkan ayah mu ini. Yang mungkin tak pantas menjadi seorang ayah."
"Sudahlah ayah.. Ayah juga sosok yang hebat. Bujuklah Noman juga agar mau pulang ke rumah" Jawab Lili kembali.
Yohan mengiyakannya ucapan Lili. Dan menutup telponnya.
Lili kemudian masuk kedalam ruangan. Dan mendekat ke arah Steve yang berdiri melihat ke arah jendela.
Tak lama suster yang di panggil Lili datang. Memasang kembali jarum infus yang ia lepas paksa.
Steve hanya diam membatu.
Lili semakin sedih melihat kondisi suaminya itu.
Suster keluar setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Lili mulai mendekat dan memeluk Steve dari belakang.
"Jagalah kesehatan mu. Apakah kau tega mengacuhkan aku dan Exel...?"
Tanya Lili.
Steve terdiam sejenak. Dan mulai berbicara.
"Kenapa tidak jadi mencari laki-laki sialan itu ?" Tanya Steve
Lili melepas pelukannya. Dan mulai berjalan memutar. Ia berdiri di hadapan Steve.
"Steve... "
Ucap Lili lembut sambil melihat ke arah Steve.
"Apakah kau ini sedang cemburu ? Atau memang ada hal lain ?"
Ucap Lili menggoda.
Kini Steve dan Lili mulai kebahagiaan baru. Steve mulai bisa memaafkan Noman.
Teman-teman tetap support novel ini ya. Karena support kalian adalah energi author. Terimakasih.
ijin promo 😀
jgn lupa mampir di novel dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🎉🎉🎉
kisah cinta beda agama 🍦🍦🍦
jgn lupa tinggalkan jejak ya 🍦🍦🍦
langsung cek yuk
CINTA YANG MENYELAMATKAN.
Kalian akan dibawa didalam romantis nya kehidupan percintaan. Yang membuat emosi mu bercampur aduk. Marah , Kesal , benci bahkan Bahagia.
Semoga kalian suka.
Jangan lupa mampir di novelku dengan judul "The garden of lies", jangan lupa jejak juga ya!!
senja yang kelam,jangan lupa like n rate di tiap episodenya,,trima kasih sebelumnya