PENHGIANATAN PERNIKAGAN 1
awal aku mengenal soni merupakan sebuah kebahagiaan untuk ku karna aku berfikir Soni adalah orang yang baik dan orang yang tepat untuk menjadi imam ku
sebelum pada akhirnya aku menyadari semua nya
sampai pada akhir nya kami menikah selama enam tahun dan memiliki dua orang anak dan setelah kelahiran anak ku yang kedua terbongkar semua nya.
dia bahkan berhianat dan memiliki wanita lain hingga ia tega memfitnah ku sungguh memang aku sangat bodoh selama ini telah mempercayai dia.
hingga aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan lumayan lama aku mengumpulkan uang untuk biaya perceraianku
tepat dua tahun kami berpisah aku pun lantas langsung menggugat cerai Soni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmawijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
detik- detik menunggu kelahiran
kini kehamilan ku sudah memasuki bulan ke 9 menunggu detik- detik kelahiran anak kami yang kedua, sesuai hasil USG bahwa aku mengandung anak perempuan lagi.
aku sudah tak memperdulikan lagi sikap cuek nya bang Soni terhadap ku, yang ku fikirkan hanya kelahiran anakku nanti, aku tak terlalu ambil pusing karna bang Soni mengabaikan ku karna setiap hariada yang bisa ku ajak ngobrol di sosmed.
mungkin bagi orang yang mengetahui akan bersikap tak suka karna aku berkirim pesan dengan laki- laki lain dan akan beranggapan aku wanita tak baik. tapi aku tak ambil pusing karna aku hanya ngobrol dengan teman suami ku bahkan dia pun sudah berkeluarga dan memiliki 3 orang anak, dan anak yang terakhir sekitar umur 3 tahun.
aku hanya menganggap orang itu ya teman karna dia adalah teman suami ku juga, AJIBAIN adalah nama teman bang Soni yang sering ku ajak ngobrol dan nenanyakan apakah bang Soni masuk kerja, dan kadang ku suruh ia melihat di tempat kerja bang Soni karna ia dan bang Soni di tempat kan di ruangan yang berbeda.
dan hasil yang sering ku dapatkan kadang ia tak masuk kerja dan aku tak tahu ia kemana karna ia juga sudah jarang pulang,
" *bang, apa bang Soni hari ini ada di kantor" tanya ku
" kaya nya enggak ada, karna aku belum lihat dia dari tadi" jawababnya
"tolong liatkan di tempat kerja nya bang" kata ku
" iya nanti ya, karna aku masih menyelesaikan kerjaan ku dulu"
" iya bang makasih sebelum nya*"
aku berkirim pesan dengan bang Aji sebetul nya untuk menanyakan bang Soni saja sekaligus memata- matai nya karna aku mulai curiga dengan dia yang jarang pulang akhir- akhir ini. di dalam fikiran ku selalu curiga dengan bang Soni dan Erika yang sebetulnya masih saling komunikasi.
dan bahkan fikiran liar ku sudah kemana- mana, bahkan aku berfikir bang Soni tak masuk kerja pasti menemui Erika dan mereka melakukan hubungan badan, entah kenapa tapi fikiran itu muncul sendiri di benak ku.
******
pagi hari nya aku mulai merasakan perut ku yang mulai sakit tapi aku berusaha acuh dan berjalan- jalan modar mandir di halaman rumah, dan ketika sakit itu muncul aku pun masuk ke dalam rumah dan membaringkan tubuh ku agar sakit nya hilang, dan setelah hilang aku pun bangung dan berjalan lagi begitu terus berulang- ulang. sampai malam hari nya perut ku mulai sakit dan aku pun menghubungi bang Aji untuk memberi tahukan pada bang Soni agar segera pulang.
" *bang, tolong beri tahu bang Soni ya untuk segera pulang"
" ok, sudah tanda- tanda ya😁"
" ya begitulah, cepet ya"
" ok*"
cuaca malam ini hujan rintik- rintik yang sangat awet karna dari sore tadi sudah turun hujan dan belum reda. tepat pukul 11 malam aku merasakan kontraksi hebat pada perut ku dan bayi yang aktif bergerak, tapi ku coba untuk tengan dan ku tarik nafas lalu ku buang secara perlahan sembari mengucapkan istigfar.
aku pun di temani mama ku di kamar dan mertua ku yang ada di rumah karna setiap malam menjelang detik- detik aku melahirkan mereka menginap di rumah
aku masih stand bay dengan ponsel ku, dan tak lama asa notif pesan masuk dari sosmed ku yang ternyata itu adalah bang Soni yang memakain ponsel temannya.
"ini aku pake ponsel.teman ku, kamu jangan chat ke sini ya"
"kamu suruh bapak ku panggil dokter dulu ke rumah, nanti aku baru pulang kalau dokter nya sudah samapi rumah dan kamu ke rumah sakit pakai ambulan sama dokternya"
" kamu gimana sih bang, aku kan mau lahiran malah kamu nyuruh bapak mu mana enak aku nyuruh- nyuruh kamu tu aneh istri mau lahiran bukannya langsung pulang malah begitu"
" aku masih banyak kerjaan ini enggak ada yang hendel"
"kamu lebih mementingkan kerjaan mu dari pada aku, pokok nya aku enggak mau tahu, kamu harus pulang"
" ya udah"
akhir nya perdebatan di pesan itu berakhir, karna aku merasa kesal bisa- bisa nya dia mementingkan pekerjaan nya di banding istri nya sendiri.
dan tak lama bapak mertua ku pun menelfon dokter dan menghubungi ambulan, karna mengetahui aku yang sudah mau melahirkan.
tak lama dokter dan ambulans pun datang dan tak lama bang Soni pun datang juga akhirnya aku di bawa ke rumah sakit saat itu juga tepat pukul 12 malam aku di bawa ke rumah sakit dab setibanya di rumah sakit aku langaung masuk ruang bersalin.
lumayan lama aku di ruang bersalin dan pukul 3:15 menit akhirnya aku melahirkan bayi perempuan dengan BB 3.3 Kg, di ruang bersalin aku hanya di temani mama ku sedangkan bang Soni ida di luar dan kata nya ia tidur di kursi tunggu.
aku pun menyuruh bang Soni untuk mengazani bayi kami.
pagi hari nya aku sudah di perbolehkan pulang dan setelah sampai rumah bang Soni sedikit pun tak memberikan perhatian apa- apa terhadap ku dan anak yang baru saja ku lahirkan bahkan dia langsung berangkat kerja lagi.
hubungan haram