NovelToon NovelToon
My Dear Daddy

My Dear Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Kevin Setiawan, 25 tahun, adalah seorang pengusaha muda kaya, yang kabur dari rumah karena menolak di jodohkan oleh orangtuanya.

Untuk menutupi identitasnya, dia tinggal di sebuah rumah kos dan bekerja sebagai pegawai minimarket.

Suatu malam dia menemukan seorang bayi tepat di depan pintu rumah kosnya, pertemuan dengan bayi perempuan itu membuat hidup Kevin berubah, dan kini dia menyandang status ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengasuh Untuk Meira

Kevin terus berlari menuruni tangga hingga dia sampai di ruang keluarga, tidak ada orang di sana. Dada Kevin mulai bergemuruh, kemudian dia segera ke kamar Bu Dewi, pintu kamar itu tidak rapat tertutup.

Kevin langsung masuk kedalam kamar Bu Dewi, ternyata ada Bi Siti dan ... Meira. Kevin langsung mengambil Meira dari gendongan Bi Siti.

"Jangan ambil bayiku!!" Cetus Kevin sambil mendekap Meira dengan erat.

"Nak, tadi saat Bi Siti mengantar makanan ke kamarmu, bayi ini nampak kehausan, lalu Bi Siti membawanya pada Mama, Mama baru saja memberinya makan bubur!" Jelas Bu Dewi.

"Ah, syukurlah ... aku pikir Meira di buang!" Sahut Kevin.

"Siapa yang mau membuang bayimu Kevin, dia kan juga cucu Mama, dia darah daging mu bukan?" Tanya Bu Dewi.

Kevin terhenyak mendengar pernyataan dari Bu Dewi, mereka mengira Meira adalah anak kandung Kevin hasil hubungan di luar nikah.

Tiba-tiba Kevin mendapat ide dari salah sangka mereka, supaya dia bisa tetap mempertahankan Meira. Kalau Papa dan Mamanya tau Meira bukan darah daging Kevin, pastinya mereka akan dengan mudahnya menyingkirkan Meira.

"Trima kasih Ma, dengan tidak menyingkirkan bayiku!" Ucap Kevin.

"Bi Siti, tolong siapkan makan malam di bawah!" Perintah Bu Dewi. Dengan hormat Bi Siti mengangguk dan bergegas keluar dari kamar Bu Dewi.

Kemudian Bu Dewi menuntun Kevin untuk duduk di sofa sudut kamarnya yang sangat luas itu.

"Kevin, coba ceritakan pada Mama, mengapa kau pergi dari rumah lantas membuat hamil anak orang, sehingga sekarang kau memiliki seorang bayi??!" Tanya Bu Dewi dengan tatapan tajam.

Kevin terdiam tidak mampu untuk memberikan jawaban, sebab dia memang tidak pernah melakukan hubungan terlarang itu.

"Ma, aku ... aku... " Kevin mencoba mencari kata-kata yang tepat.

"Mama tidak menyangka, kau akan melepas begitu saja keperjakaanmu dengan perbuatan haram itu! Sekarang katakan, di mana ibu dari bayimu??" Tanya Bu Dewi lagi. Kevin semakin bingung untuk menjawabnya.

"Di...dia...dia ada di Surabaya Ma!" Sahut Kevin asal.

"Mengapa bukan dia yang mengurus bayi ini? Kau hanya membiayainya saja!" Bu Dewi menatap tajam ke arah Kevin.

"Karena...aku, sayang sama bayi ini Ma! Aku mau merawatnya sendiri!" Jawab Kevin.

"Papamu pasti tidak akan setuju, dia pasti akan mencari cara untuk menyingkirkan bayi ini, apalagi ini menyangkut reputasinya, apa jadinya jika orang di luar sana tau kalau keluarga Setiawan memiliki cucu haram!" Tegas Bu Dewi.

Kevin menunduk tanpa berani lagi untuk membantah perkataan Mamanya.

"Maafkan aku Ma..." Ucap Kevin lirih. Kemudian Bu Dewi segera bangkit dari duduknya.

"Sekarang kau turunlah, kita makan malam. Nanti Mama akan Carikan baby sitter untuk bayimu, tidak pantas kau seorang laki-laki mengurus bayi!" Cetus Bu Dewi.

Dengan langkah gontai Kevin keluar dari kamar Bu Dewi dan segera turun ke ruang makan. Bu Dewi menyusulnya dari belakang.

Pak Herry nampak baru pulang dari luar, Bi Siti nampak sedang membawakan tas Pak Herry. Kemudian Pak Herry segera berjalan ke arah meja makan untuk makan malam di meja makan besar itu bergabung dengan Kevin dan Bu Dewi.

"Kevin, singkirkan bayimu dari hadapanku, aku benci melihat wajahnya!" Hardik Pak Herry.

Bu Dewi segera mengambil Meira dari gendongan Kevin dan memberikannya pada Bi Siti.

"Tolong jaga dia Bi, asal jangan sampai terlihat oleh Tuan!" Ucap Bu Dewi.

"Iya nyonya!" Sahut Bi Siti sambil membawa Meira menyingkir dari ruangan itu. Wajah Kevin nampak cemas.

"Pastikan dia aman Bi! Awas kalau terjadi apa-apa dengannya!!" Teriak Kevin.

"Kevin, mulai besok kau sudah harus mengurus perusahaanmu, sudah cukup lama kau mengembara di luar sana!" Tegas Pak Herry.

"Iya Pa!" Sahut Kevin.

Mereka makan malam bersama dengan pikiran yang berkecamuk masing-masing.

"Tolong sembunyikan bayi itu dari sorotan Media!" Ujar Pak Herry. Kevin terkesiap mendengarnya.

"Tapi kenapa harus di sembunyikan Pa?" Tanya Kevin.

"Karena bayi itu akan menghancurkan reputasiku, aku malu! Terutama pada keluarga Tomo!" Jawab Pak Herry.

"Begini saja, besok Mama akan carikan pengasuh bayi yang handal, jadi bayinya Kevin bisa di asuh oleh baby sitter di rumah ini, supaya Kevin bisa tenang bekerja..." Usul Bu Dewi.

"Terserah! Asal aku tidak melihat wajah bayi itu, aku sangat membencinya!!" Seru Pak Herry.

"Bagaimana Kevin??" Tanya Bu Dewi sambil menatap ke arah Kevin.

"Asal bayiku akan baik-baik saja, aku setuju Ma!" Jawab Kevin.

Akhirnya mereka bersepakat untuk tetap membiarkan Meira tinggal bersama Kevin asalkan tidak tersorot oleh media. Untuk sementara Kevin bisa bernafas lega.

"Kevin, tapi Papa akan tetap menjodohkan mu dengan Angela! Walaupun kau sudah memiliki seorang bayi!" Ketus Pak Herry.

Kevin menelan ludahnya sendiri tanpa bisa menyanggah lagi perkataan dari Ayahnya.

Setelah makan malam selesai, Kevin langsung membawa Meira kembali ke kamarnya.

Kevin langsung memencet nomor telepon Tania, dia harus berbicara dengan Tania malam ini juga.

"Halo...!"

"Halo Tania, maafkan aku...sekarang aku dan Meira ada di Jakarta...!" Ucap Kevin.

"Ternyata selama ini kau membohongiku Vin, Yanti dan Joni cerita banyak padaku, kau adalah seorang pengusaha kaya yang menyamar jadi pegawai minimarket! Kenapa kau tidak jujur padaku Vin??!" Sentak Tania. Lalu terdengar isakan tangisnya.

"Maafkan aku Tania...aku tidak bermaksud membohongimu...semua ku lakukan karena suatu alasan... Toh suatu hari aku juga akan jujur padamu...maafkan aku!" Ucap Kevin.

"Aku kecewa padamu Kevin! Kalau begitu tinggalah kau di sana bersama Meira, jangan lagi mencariku disini!" Tangis Tania.

"Tania...please jangan marah padaku, walaupun kau sekarang sudah tau siapa aku sebenarnya, tapi perasaanku tetap sama padamu Tania...percayalah padaku!" Ucap Kevin. Tania terdiam beberapa saat lamanya.

"Trima kasih!" Sahut Tania lirih.

"Tania, aku sedang dalam kesulitan sekarang, Meira di kurung di dalam rumahku sendiri, karena orang tuaku takut kemunculan Meira akan merusak reputasi mereka... Tania akan di urus oleh baby sitter, dan aku mulai akan mengurus perusahaan ku lagi!" Jelas Kevin.

"Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu??" Tanya Tania.

"Kau resign dari rumah sakit tempatmu bekerja Tania, lalu kau beli tiket pesawat, datang lah kerumahku, melamar lah jadi pengasuh untuk Meira! Aku lebih percaya padamu dari pada orang lain!" Jawab Kevin.

"Tapi, itu tidak mungkin Kevin! Bagaimana dengan ibuku?" Tanya Tania.

"Aku akan membayar perawat handal untuk merawat ibumu, jangan khawatir, besok pagi-pagi kau berangkatlah ke Jakarta, nanti aku akan kirimkan alamatku padamu...malam ini juga aku akan transfer uang untuk biaya tiket pesawat dan taksi!" Jawab Kevin.

"Baiklah Kevin...aku akan menjadi pengasuh Meira, besok pagi ku pastikan aku sudah tiba di Jakarta...kau tidak perlu mentransfer ku uang, persediaan ku masih cukup!" Tegas Tania.

"Tapi Tania..." Tiba-tiba Tania sudah memutuskan teleponnya.

*****

1
Yani Anwar11
😭😭😭😭
🅰️đ₳ɽ₳
dah mampir thor 😁💪
Ubun Uman
menarik
uus widiani
apa tania ibunya maira
Hertin Liberti
aku terharu thoooor baca episode .. bagaimana tulus dan ikhlas nya seorang anak untuk membantu ayahnya......dari usia dini Emira sudah diajarkan untuk berbagi.....indahnya berbagi itu thoooor....hhhaaaa .......
Hertin Liberti
seneng baca cerita nya thoooor....alurnya ceritanya natural.....
Tryn_123
sumpahin deh si dave ini g punya anak selamanya....jahatnya minta ampun
Tryn_123
banyak kisah pria tidak tahu diri macam dave itu....banyak kisah pria berhati malaikat yg begitu tulus seprti Kevin,,,semoga Tuhan melindungi orang2 baik itu
Tryn_123
Dave tidak tau diri ya.....tapi Kevin bijaksana sekali.....
Tryn_123
gitu ya kalo pria disuruh belanja....suamiku juga.nurut banget sama penjualnya.....
Tryn_123
pelajaran berharga,,jangan pernah membanding2kan anak...apalagi anak orang lain dg anak kita sendiri....kecemburuan bisa menjadikan orang gila
Tryn_123
kalo ortu kevin yg nyiksa sedikit lumrah,lah si ijah....babu juga
Tryn_123
jangan lupa ikut BKB,ya Vin
Herta Siahaan
buat dave dan santi sadar donk. bukan malah egois
Herta Siahaan
krmbaliin meira thor. itu g adil. dah ambil cara curang
Herta Siahaan
g boleh gitu donk thor. cara curang
Herta Siahaan
apa g punya body guard ya .. kayak bos bos besar gitu
Herta Siahaan
biar dave sadar... kebajatannya.
Davina Rahmania
ngakak 😂😂 inspirasi pelaut dari nenek moyang
Davina Rahmania
untuk panggilan you" kayak alay banget untuk seorang pengusaha kurang untuk mendalami cerita jadinya 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!