(Sedang direvisi)
Seorang gadis bernama Miranda memiliki rasa trauma dengan yang namanya kaum pria sejak dia berumur 10 tahun. Didepan matanya dia melihat bagaimana papanya dan Tantenya sendiri melakukan hubungan intim didepan mamanya dan dirinya.
Mamanya berjuang sendiri untuk menyembuhkan traumanya sejak mereka keluar dari rumah mereka. Sejak dari kejadian itu dia mulai membatasi dirinya dengan yang namanya pria. Dia menutup dirinya dan merubah dirinya jadi wanita yang jelek dan culun supaya tidak ada pria yang tertarik dengan dirinya.
Siapakah yang dapat memberikan cinta untuk Miranda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi ke kampus
Karena sangking asiknya mengobrol Miranda jadi lupa waktu. Mereka sadar karena mendengar suara telepon dari Lusi.
"Wah gawat, Ra! Aku lupa ada kerjaan" ucap Lusi panik. Miranda langsung melihat kearah jam tangannya.
"Ya, ampun sudah jam 5 ternyata. Aku juga harus cepat pulang. Baiklah kita akan mengobrol dengan telepon!" ucap Miranda yang sudah tidak kaku lagi bicara pada Lusi.
***
Miranda kini sudah berada di bus. Dia ingin menghubungi Felix, tapi dia tidak mempunyai nomor yang bisa dihubungi. Dia yakin kalau dia akan sampai di desa jam 7 malam dan saat ini pasti Felix sudah kuatir. Apalagi dia lupa memberi tahu pada Felix kalau dia pergi ke kampusnya karena ada urusan penting.
Akhirnya setelah dua jam dia sampai di desa. Dia bingung mau naik apa ke rumah Felix,. karena melihat ojek tampak sangat sepi.
Dari dekat Miranda menunggu ojek, Niko melihat gadis yang selalu bersama Felix. Niko merasa lega, akhirnya dia menemukan Miranda. Gadis yang telah membuat Felix dari tadi gelisah terus. Karena tidak ada didalam rumah, saat Felix pulang. Apalagi Felix juga tidak menemukan Miranda di pasar, di rumah Miranda dan disekolah.
Flash back.
Felix yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di sore hari, langsung pulang ke rumahnya dengan semangat. Apalagi dia mengingat kalau dia akan jalan-jalan pada Miranda nanti malam. Dia ingin membuat Miranda tertarik padanya.
"Bi, dimana Mira?" tanya kepada bibi Mumun pembantu rumah tangga Felix karena tidak melihat Miranda tidak ada dalam kamar.
"Non Mira, belum pulang, den!" ucap bibi Mumun sambil membersihkan dapurnya.
"Belum pulang? Dari tadi siang?"
"Iya, den!"
Felix jadi gelisah mendengarnya. Dia teringat kejadian Miranda yang hampir diculik. Felix langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari Miranda. Sedangkan dia langsung pergi ke sekolah dan pasar. Tapi nihil, Felix tidak menemukan Miranda.
Saat anak buahnya mengatakan kalau tidak menemukan Miranda, membuat Felix jadi marah kepada anak buahnya dan juga semakin kuatir. Felix juga sangat menyesal karena tidak pernah meminta nomor Miranda dari kemarin.
Flash back end.
"Nona Miranda!" sapa Niko yang telah sampai di depan Miranda.
Miranda yang fokus mencari tukang ojek, tidak menyadari kalau Niko sudah berdiri didepannya. Miranda yang pernah ketemu dengan Niko, langsung mengenali Niko, hanya saja dia tidak tahu nama Niko.
"Bapak polisi!" sapa Miranda.
"Mari saya antar non! Komandan dari tadi sudah mencari nona dari tadi!" ucap Niko.
Miranda jadi merasa bersalah, karena telah membuat Felix kuatir. Akhirnya Miranda yang ingin cepat pulang, memutuskan untuk mengikuti Felix. Apalagi dia merasa lebih aman dari pada naik ojek malam-malam.
"Pak, apa kak Felix akan marah?" tanya Miranda, karena di takut kalau Felix akan memarahinya karena tidak mengabarinya.
"Saya tidak tahu, non! Tapi setahu saya saat ini kami komandan sangat kuatir!" ucap Niko yang masih fokus dengan membawa mobilnya.
Miranda hanya mengangguk kepalanya, rasa bersalahnya jadi semakin bertambah. Miranda, sudah memutuskan kalau Felix marah, dia akan diam saja dan meminta maaf. Karena dia sendirilah yang bersalah. Seharusnya tadi pagi dia mengatakan kalau dia akan pergi.
Akhirnya setelah setengah jam mereka sampai di rumah Felix. Miranda pun langsung keluar dari mobil dengan gugup. Niko juga ikut turun dan mereka bersama-sama masuk kedalam.
Saat masuk kedalam Miranda melihat Felix duduk di sofa dengan menundukkan kepalanya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kak Felix!" sapa Miranda dengan gugup.
Felix yang mendengar suara yang dirindukannya dari tadi, langsung pelan-pelan melihat kearah sumber suara. Saat melihat Miranda ada didepannya dengan menundukkan kepalanya, Felix langsung bangkit berdiri.
Felix pelan-pelan mendekati Miranda. Sesampai didepan Miranda, Felix langsung menarik Miranda kedalam pelukannya dengan erat. Hal ini membuat Miranda jadi kaget, dia mengira Felix akan marah besar kepadanya.
"Syukurlah kamu sudah pulang Ra! Kamu membuatkan aku jadi jantungan!" ucap Felix dengan tersenyum
****