Gadis remaja cantik, manis dan sederhana ALUNA MYSHA , 'Luna' itu yang sering di panggil oleh teman teman sekelas nya sekarang, maka dari itu gadis ini terbiasa dengan panggilan 'Luna'.
Gadis remaja yang memiliki masa lalu yang suram, yang berusaha gadis ini lupakan, namun suatu ketika kejadian itu terjadi kembali membuat ALUNA kembali merasakan masa sulit yang sulit dijelaskan..
Akibat sesosok pria yang bernama REYNAD BATARA BREE. Pria yang sering kali di panggil 'Rey' itu adalah anak bungsu dari keluarga 'BREE' pengusaha terkaya di Asia, namun berbeda dengan anak anak pengusaha lainnya, Rey tidak terlalu membanggakan latar belakangnya dan nama marganya. Meskipun seantero sekolah tau dia dari anak pengusaha, dan sifatnya yang kalem tak banyak bicara hanya kepada ketiga sahabatnya saja yang tau sifat dibalik dingin dan kalemnya Rey.
"Sorry gue gak sengaja!" Reynad Batara.
"Gak papa gue juga salah." Aluna Mysha.
Pertemuan pertama yang tidak disengaja membawa perasaan mereka seperti berada di atas perahu yang terombang ambing di tengah laut.
Penasaran sama kisahnya Aluna?
Langsung baca saja..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Basah?
Pikiran Rey saat ini benar benar terpecah menjadi beberapa bagian, pertama usahanya, kedua Alunanya, ketiga ujian sekolah dan terakhir adalah sahabatnya sendiri yang terlihat begitu beda dari biasanya apa lagi jiga ada Alunanya disana.
Rey tidak ingin berpikir buruk tapi untuk waspada mungkin iya, Rey akan berusaha melindungi Aluna jiga memang tujuan Al pada Aluna namun dirinya juga harus melindungi bisnisnya jika Al mengincar karena persaingan bisnis.
Tapi sejak kapan Al berbisnis?
"Sial!" Rey mengumpat dalam hati nya pelajaran saat ini tidak masuk sama sekali pada otaknya karena terlalu banyak hal lain di didalamnya.
Hingga pelajaran hari ini berakhir tidak terlalu banyak hanya pembahasan untuk ujian nanti saja dan Rey bisa bernafas lega sekarang namun tidak dengan kedua sahabatnya itu Bagas dan Zyan mereka pasti mengeluh karena harus dipertemukan dengan ujian.
"Hahh otak gue udah berasap, kapasitas sudah penuh." Ngeluh Bagas menelungkupkan kepalanya dimeja.
"Ck, segitu doang." Ledek Rey.
"Iya elo kapasitas otaknya banyak, lah gue." Tunjuk Bagas pada dirinya sendiri.
"Resiko!" Singkat padat dan jelas ucapan Rey membuat Bagas tertohok meringis meratapi dirinya yang tidak sepintar sahabatnya.
Bukan tidak pintar hanya saja Bagas tipe orang yang memang di bawa enjoy dan terlalu enjoy pada pelajaran.
Hahha, karepmu.
"Gue duluan! Gue mau jemput Luna." Rey memasukan bukunya kedalam tas dan bergegas berdiri.
"Vk, bucin lo sekarang." Sarkas Zyan namun Rey mengedikan bahunya acuh, suka suka dia kan mau gimana juga kan Aluna pacarnya.
"Gue tunggu dirumah!" Teriak Bagas karena Rey sudah berjalan menuju keluar kelas, Ya mereka hari ini seperti biasa akan bermain game dirumah Bagas dan karena permintaan Bagas juga mengajak mereka main kerumahnya.
Dan pria itu hanya mengacungkan jembolnya tanpa menoleh karena Rey harus sudah berada di depan kelas gadisnya sebelum Aluna keluar kelas.
Dan itu membuat satu sahabatnya merasa sangat ingin marah tapi tidak bisa, Al tidak mungkin meluapkan kemarahannya tiba tiba, Al hanya bisa memendam semuanya sendiri bahkan pria ini memiliki ide dan mungkin itu akan berhasil.
Al tersenyum smirk meski tak terlihat lalu keluar kelas bersama Bagas dan juga Zyan,
Kembali pada Rey yang kini sudah berada disebelah pintu kelas gadinya dengan bersandar pada dinding dan menylangkan kedua tangannya tepat didadanya membut semua kaum hawa terpesona.
Jika saja Alunanya melihat mungkin gadis itu akan cemberut, membayangkan nya saja sudah menggemaskan dan terasa rindu dengan tingkah random sang pacar, Rey benar ingin menjadikan Aluna sekarang ini menjadi istrinya biar setiap hari di rumah dan dilingkungan luar pun bisa menatap wajah sang kekasih.
Rey melirik pada jam yang melingkar dilengan sudah pukul empat sore tapi gadisnya belum juga selesai, rasa rindunya sudah memuncak malah ingin meledak rasanya Rey ingin mendekap tubuh mungil gadisnya.
"Kakak!" Ucap Aluna yang kini sudah berada didepan Rey.
"Lama yang." Keluh Rey menundukan kepalanya menaruhnya di bahu Aluna.
"Iya tadi ada tugas tambahan Kak, maaf!" Gadis itu mengelus lembut rambut Rey yang sudah berantakan. "Pulang yuk!" Ajak Aluna dan Rey mengangguk meski masih dalam posisi seperti itu, karena nyaman.
"Ayok dong Kak, aku nanti disuruh belanja sama Tante." Rey memiringkan kepalanya menghadap pada pipi gadisnya.
"Belanja apa? mau Kakak antar?" Rey berbicara dengan berbisik.
" Gak tau Tante tadi kirim pesan ke aku tapi harus sama Kak Andri perginya." Jelas Aluna sekenanya karena memang Anita menyuruhnya belanja bersama Andri tapi tidak diberitau akan belanja apa.
"Hemm ya sudah jika sama Andri, biar ada yang jagain kamu." Rey menegakan tubuhnya lalu menggandeng lengan Aluna menautkan jari jari mereka dan menjadi satu gengaman.
"Ihh emang aku anak kecil apa di jagain." Desis Aluna yang tidak terima dibilang anak kecil.
"Iya karena kamu berharga dan milik Kakak satu satunya jadi, harus bener bener di jagain." Ucap Rey yang membuat pipi gadisnya memerah.
Rey mau bagaimana pun sikap dan perlakuannya tetap saja bisa membuatnya meleleh kapan pun itu, Aluna ingin melompat dan memeluk Rey saat ini juga tapi gadis itu masih punya rasa malu maka dari itu dia harus menahannya.
Rey terus menggandengnya menuju tempat parkir bisa dilihat disana ada ketiga sahabat Rey dan juga Kakak dan teman Kakakanya juga.
"Kak Andri!" Sapa Aluna sedikit berteriak membuat Andri menoleh dan hanya menatapnya saja tanpa menjawab sapaan Aluna atau bahkan tersenyum padanya.
"Isshh." Pekik Aluna yang melihat respon Andri cuek bebek itu.
"Hehe udah sayang Andri kan emang gitu." Rey mengusap lembut kepala Aluna.
"Tapi dulu engga gitu tuh." Aluna cemberut, jika mengingat kembali pada beberapa bulan lalu Andri begitu sangat perhatian padanya bahkan sangat posesif dan juga menjaganya dengan baik tapi sekarang Andri kembali cuek.
"Iya karena sekarang kamu ada Kakak, jadi sekarang yang jagain kamu itu Kakak." Rey membukakan pintu mobil untuk gadisnya dan Aluna langsung masuk.
Rey menutupnya kembali lalu berjalan memutar sebelum benar masuk kedalam mobilnya Rey melambaikan tangan terlebih dahulu pada sahabatnya dan mengacungkan jembolnya pada Andri dkk.
Mobil mulai melaju keluar meninggalkan halaman sekolah, Rey menggengam tangan Aluna dengan sebelah tangannya seolah Aluna akan hilang saat ini juga.
"Kak, aku gak bakal ilang lohh." Rengek Aluna karena Rey tak melepaskan barang sedikit pun.
"Gak tau pengen aja sayang." Balas Rey dengan santai dan tetap fokus pada jalan.
Aluna hanya bisa mendengus menatap prihatin pada tangan yang sudah mulai basah karena genggaman prianya.
"Basah." Lirih Rey masih terdengar oleh Aluna.
Aluna mencengkram dan Rey menoleh "Tangannya sayang ini." Rey mengangkat kedua tangan mereka yang saling menggenggam mengklarifikasi ucapan pertamanya.
Aluna mengerucutkan bibirnya perkataaan Rey selalu ekstrem, "Sayang jangan seperti itu aku takut gak bisa nahan." Rey memekik dan Aluna membuang muka karena wajahnya sudah bersemu merah.
Dan jantungnya berdegup kencang pikirannya menjadi bercabang yang iya iya.
"Jangan gugup sayang." Rey mengusap kepala gadisnya tau karena Aluna pasti akan gugup dan tegang.
Aluna tidak ingin menjawab, dia masih tetap diam dan Rey tersenyum smirk berhasil membuat gadisnya diam meski harus berkata aneh seperti itu. Bahkan jantungnya pun sama berdegup kencang jika memikirkan yang iya iya.
Rey mengecup pelipis gadisnya saat mobil berhenti karena lampu merah, Aluna terkejut dan menoleh pada Rey dengan matanya yang seakan ingin keluar.
"Kakaaaaaaakkkkk...!!!!" Pekik Aluna dan Rey terkekeh lalu mulai melajukan mobilnya kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
**Ya ampun ngasal banget part ini..
Mentok banget idenya 😩😩
Nyari part yang nyambung buat masukin sesuatu nih...
Kasih komen dan saran kalian dongs...
Saran mau kaya gimana buat next episode selanjutnya ❤❤
Semoga besok bisa up juga...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya..
like 😗
komen ❤
vote juga boleh 😍😍🤗
See You...
Happy Reading 😍❤**
kan Aluna gk sengaja nabrak Rey...
koq ketakutan bgt sih....
Salken,Kak Usan
Aq mampir nih...🙏
seru ciritanya
semangat yakkkk