Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Riki tanggung karena dia mengambil peran ini. Pasalnya, Riki akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara antara Sintya dan Adit
Hubungan pertemanan Adit yang sudah berjalan 5 tahun harus kandas, karena kehadiran Riki sebagai orang ketiga dari hubungan Adit dan Sintya .
Awalnya Riki hanya disuruh Mira untuk menjauhi Sintya dari Adit. Tetapi diluar rencananya, Riki pun akhirnya jatuh cinta dengan Sintya.
Bagaimana akhir dari kelanjutan cinta antara Adit , Sintya dan Riki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepanikan Sintya
Sudah hampir lima jam, Riki belum juga keluar. Sintya sangat mencemaskan keberadaan Riki.
Kemudian Sintya menghubungi Mommy Jessica yang sedang berada di Singapura.
"Mommy, aku Sintya" ucap Sintya sambil menangis
" Iya, Sintya. Kenapa suaramu seperti sedang menangis? " tanya Mommy Jessica
" Mommy, Riki sedang di ruang operasi. Dan kami sekarang berada di Australia." jawab Sintya panik
" Sekarang kamu berada di rumah sakit mana, Sayang? " tanya Mommy Jessica dengan suara yang lembut
"Internasional Hospital" kata Sintya memberitahu keberadaannya
" Oke, Mommy akan segera ke sana " jawab Mommy Jessica dan langsung menutup teleponnya
Sintya tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Berada di negara orang membuat dia semakin panik. Bahasa Inggris yang pas-pasan membuat dia semakin bingung.
" Jelita, terima kasih telah menemaniku. Kenapa lama sekali operasinya? " kata Sintya yang sudah kelihatan kelelahan.
" Dokter sedang berusaha, Sin. Sebaiknya kita doakan agar semua baik-baik saja" tutur Jelita yang menenangkan Sintya
" Kira-kira berapa lama Mommy Jessica bisa sampai ke sini?" tanya Sintya
" Kisaran delapan jam, Sin." kata Jelita
" Lama sekali" ucap Sintya
Setelah menunggu 6 jam, akhirnya dokter pun keluar.
Dia menjelaskan kepada Jelita bahwa Riki belum tersadar. Karena masih dipengaruhi oleh efek obat bius.
Dan Jelita pun kembali menjelaskan kepada Sintya.
" Thank you, Dok" kata Sintya yang memegang tangan dokter dan mengucapkan terima kasih.
Sintya melihat Riki yang dipindahkan keruang rawat inap. Kemudian Sintya mengikuti para perawat yang membawa Riki. Riki ditempatkan diruang VIP.
" Sin, hari sudah terlalu larut. Aku pulang dulu, besok aku balik lagi untuk menemanimu" pamit Jelita yang langsung memeluk Sintya
" Terima kasih Jelita, kau memang sahabat terbaikku" ucap Sintya yang matanya terlihat sembab karena menangis.
Sintya duduk di samping Riki, dia sangat lelah dan seperti biasa kalau sudah mengantuk dia cepat sekali tertidur. Sintya pun tertidur sambil memegang tangan Riki.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Riki pun tersadar, tetapi dia tidak membangunkan Sintya. Dia semakin erat memegang tangan Sintya yang masih tertidur pulas. Riki memandanginya dengan penuh kebahagiaan, karena dia mendengar semua perkataan Sintya saat di mobil ambulance.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, datang perawat untuk mengecek keadaan Riki. Riki pun berpura-pura tertidur.
"Sorry miss we have to check Mr. Riki" suara perawat yang membangunkan Sintya
Sintya pun terbangun dan melepaskan genggaman tangan Riki, " Ok, oke" sahut Sintya.
Terlihat Riki sudah membuka matanya.
" Riki, kamu tidak apa-apa Sayang?" kata Mommy Jessica yang tiba-tiba muncul dari arah pintu.
" Mommy" jawab Riki
" Apa yang terjadi hingga kamu bisa seperti ini?" tanya Mommy Jessica
Sintya menjelaskan kejadian yang mendetail dari awal hingga akhir.
"Sepulang dari rumah sakit, Mommy harap kamu tinggal sementara di Singapura." permintaan Mommy Jessica kepada Riki
" Tapi, Mom" kata Riki yang ingin menolak permintaan Mommy Jessica
" Bagaimana, Sin?" tanya Mommy Jessica
" Aku mah nurut aja Mom, demi kesembuhan Riki " sahut Sintya
" Mommy, tugas kantor ku banyak setelah kepulangan ku dari sini" kata Riki yang membuat alasan agar tidak tinggal bersama Mommy Jessica.
" Biar Kak Dani yang menyelesaikan, Mommy akan menyuruhnya ke Jakarta" sahut Mommy Jessica
Dani adalah anak pertama dari Mommy Jessica. Dia adalah kakaknya Riki yang tinggal menetap di Singapura. Mereka memegang peranan yang sama di perusahaan. Tetapi Dani memilih menetap di Singapura bersama orangtuanya.
Tiba-tiba Sintya berlari ke kamar mandi, perutnya terasa mual dan kepalanya terasa pusing.
" Uwek, uwek..."
terdengar suara Sintya yang sedang muntah di kamar mandi.
Mommy Jessica menghampiri Sintya dan bertanya, " Kamu kenapa, Sin?"
" Entahlah Mom, mungkin kecapekan. Perut ku mual dan kepalaku pusing." jawab Sintya
" Kamu sudah makan?" tanya Mommy Jessica
" Belum Mom" jawab Sintya
-
-
-
-
* Ada apa dengan Sintya? Yang penasaran, yuk baca episode berikutnya?
- Jangan lupa like dan komen ya! Aku tunggu votenya juga. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan silakan chat Author,👍