Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 34
Tidak tau mengapa Nana bertingkah aneh dan menyebalkan bagi Marcel. Sudah dua minggu sejak kejadian Nana merengek padanya tidak jelas mau apa.
Tapi pas tanya skripsimu udah sampai mana, barulah Nana mengutarakan keinginannya, ingin nonton dan jalan-jalan.
Apa sesusah itu meminta sesuatu?
Di tanya A jawabnya malah B. Dasar wanita!! Marcel cuma bisa sabar menghadapi Nana.
Membuat pusing memang, jengkel iya. Tapi mau bagaimana! Mengelak juga tidak bisa.
Gadis ini, Bunda Mertuanya ngidamnya apa waktu dahulu sewaktu mengandungnya. . .
Gak kebayangkan gimana repotnya Ayah Mertua jadu sesusah apa karnanya.
Punya putri satu-satunya tapi begitu ribet. Belum lagi hobi ngomelnya yang harus membuat Marcel mengeluarkan jurus sabar tingkat tinggi dalam menghadapinya.
Dan apa lagi sekarang orang-orang berbondong-bondong keruangannya. Bukan sih, tepatnya cuma tiga orang.
Dua diantaranya, teman sepropesi sebagai dosen. Dan satu lagi, kalau Marcel tidak salah adalah Mahasiswa bimbingannya dahulu.
Ketiganya kompak meminta bantuannya. Memelas dengan sangat lucu bagi Marcel. Belum lagi ketika ketiganya meminta perlindungan dari Nana istrinya yang datang menghampiri untuk bertanya sesuatu hal yang menurut Marcel wajar, tapi lihatlah wajah ketiga pria dihadapannya sangat ketakutan.
Marcel mulai berpikir, apa yang terjadi.. Mengapa Nana istrinya begitu menakutkan di mata mereka.
Nana cantik, imut dan manis menurut Marcel. Walaupun sangat menyebalkan dan membuat cukup pusing kepala juga, tapi kenapa harus takut padanya. Toh istrinya cuma prempuan yang cukup jahil.
Jahil, Marcel jadi mengerutkan dahinya tersadar satu hal yang sudah lama tidak Nana lakukan.
Nana cukup jadi gadis baik beberapa bulan ini.
Jahil..
Apa Nana kembali berulah kali ini setelah sekian lama.
Huhhhppppp...
Marcel menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya dari raut wajah Dimas, Dion dan Azka cukup menjelaskan kalau Nana berbuat ulah lagi.
"Naya ngapain kalian?" Tanya Marcel yang terdengar seperti pasrah.
"Gila istri loh Bang, aku udah gak sanggup." Jawab Dimas dengan raut memohon.
"Aku juga nyerah Bro. Istri kamu aku angkat tangan." Jawab Azka pasrah.
Sedang Dion,
"Tolong saya Pak! Cuma Bapak yang bisa menyelamatkan masa depan saya." Minta Dion tak kalas dengan Dimas dan Azka.
"Ada apa ini! Apa yang saya bisa lakukan buat bantu kalian?" Tanya Marcel heran.
"Hape Nana!!" Jawab Dion Antusias sementara Marcel makin kebingungan.
"Memangnya ada apa di Handphone Naya.." Tanya Marcel tambah heran.
"Masa depan saya bergantung disana Pak." Jawab Dion.
"Loh kok bisa! Maksud kamu apa sih, bisa gak didepenisikan Dion." Heran Marcel.
"Ini gara-gara kamu Pak Dimas." Tunjuk Dion menyalahkan Dimas.
"Gara-garaku gimana? Kamu tuh. Kalo aja hari itu gak ngantar tugas kerumah saya gak bakalan kejadian." Ucap Dimas membela diri.
"Bapak yang salah. Kalo aja gak ngasih tugas, saya gak bakal ngerjain tugas dan lagi Bapak kenapa hari itu nyuruh saya nganterinya bukannya keruangan malah kerumah Bapak." Jawab Dion tak mau kalah.
Keduanya berdebat tak ada yang mau mengalah. Marcel dan Azka hanya menyergit kebingungan apa yang jadi masalahnya sebenarnya.
"Jangan berkelit sampai berdebat, jelaskan apa masalahnya, Jangan buat saya jadi bingung!" Perintah Marcel menengahi perdebatan keduanya.
"Dia mencium saya!! Dan Nana memphotonya dan menyimpannya dihapenya." Beritahu Dimas dan Dion berbarengan.
•••
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..