Cerita seorang gadis yang tinggal serumah dengan kakak tirinya, keduanya pernah merasa trauma dari kehidupan keluarga sebelumnya. Alex tipe orang yang sayang dan melindungi walau di awal kelihatan dingin, tapi perhatiannya membuat ia merasa nyaman, prasaan suka yang ia ragukan juga dirasakan Alex.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ji jie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diam tapi menghanyutkan.
...Di kampus ...
...Langit siang yang semula hanya berawan tipis, mendadak berubah menjadi kelabu pekat dalam hitungan menit. Tanpa sempat memberikan peringatan, angin kencang bertiup disusul guyuran hujan deras yang langsung merapatkan jarak pandang....
...Sandra menghela napas panjang melihat hujan yang seolah ditumpahkan dari langit gitu aja, padahal sesuai rencananya hari ini setelah kuliah ingin langsung menuju ke kantor untuk membantu pekerjaan Alex....
..." Aduh, bisa-bisanya hujan di saat masih jauh dari tempat yang aman."...
...Sandra merapatkan tas ranselnya ke dada dan melanjutkan langkahnya Ia berlari secepat yang ia bisa melewati area parkiran dan lorong terbuka. Namun, derasnya curah hujan dan terpaan angin kencang membuat usahanya sia-sia. Meskipun ia berhasil mencapai pos satpam di dekat gerbang untuk berteduh, tubuhnya dari ujung rambut hingga kaki sudah basah kuyup....
..."Non kamu basah kuyup berteduh dulu nunggu terang” seru Pak Budi, satpam kampus yang sedang berjaga, seraya menyodorkan beberapa lembar tisu. ...
..."Iya, Pak, terima kasih banyak," jawab Sandra sambil menerima tisu dengan bibir yang sedikit gemetar karena basah dan terpaan angin kencang. ...
...Melihat kondisi pakaiannya yang basah, Sandra sadar tidak mungkin baginya untuk pergi ke kantor dengan penampilan seperti ini. bisa-bisa terserang demam, belum lagi dengan sikap Alex padanya. ...
...Sandra mengambil ponselnya dari dalam tas yang beruntungnya terlindungi lapisan Waterproof. Jemarinya yang dingin segera mencari nama Alex dan menekan tombol panggilan....
...Hanya dalam dua kali dering, suara tegas Alex langsung menyapa di ujung telepon....
...“Iya, Sandra? Kamu udah selesai kelas? Mau Kakak jemput atau Pak Ali yang jemput ke kampus?"...
...Sandra menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan getar di suaranya agar Alex tidak langsung curiga berlebihan. ...
..."Gak usah dijemput, Kak. Aku... aku nggak jadi ke kantor hari ini."...
...Di seberang sana, nada suara Alex mendadak berubah serius, hendak menyuarakan rasa curiganya." Apa ada masalah?”...
...“Tak ada kebetulan disini mendadak turun hujan, saat Aku jalan menuju pos Satpam membuat bajuku jadi basah kuyup.”...
...Hening sejenak di seberang telepon, sebelum terdengar hembusan napas berat Alex yang kentara sekali khawatir....
..."Beneran nggak papa? Apa merasa pusing atau menggigil?" ucapan Alex bertubi-tubi....
...“Sedikit” sambil nyengir sendiri. ...
...“Ya sudah, kamu langsung naik taksi, begitu sampai rumah, langsung mandi air hangat dan minum susu hangat jangan ditunda. Kakak usahakan pulang cepat sore ini.”...
..."Iya, Ini taksinya udah mau nyampe”jawab lembut mencoba menenangkan pria posesif itu.”...
..."Syukurlah Kakak lanjut kerja dulu, tetap hangat ya Sayang, kabari Kakak begitu kamu sampai rumah."...
...Sandra menyimpan ponselnya ke dalam tas, lalu tersenyum tipis. Walaupun tubuhnya kedinginan usai menerobos hujan, perhatian yang meluncur dari Alex selalu berhasil menghangatkan perasaannya....
...Di rumah ...
...Sesampainya di penthouse, Sandra langsung mandi air hangat dan berganti pakaian tebal, Namun hawa dingin terlanjur menusuk hingga ke tulang. Tak berapa lama, hidungnya mulai bersin-bersin dan kepalanya terasa begitu berat dan berdenyut, Suhu tubuhnya perlahan menaik, rasa kantuk yang luar biasa akibat efek demam membuat Sandra langsung tertidur lelap tanpa sempat mengabari Alex....
...Sore harinya, Alex yang cemas langsung meluncur pulang dari kantor, begitu membuka pintu kamar dan menyentuh dahi Sandra yang hangat menyengat, raut wajah Alex berubah khawatir luar biasa. Ia menyelimuti Sandra, menyiapkan bubur hangat, dan memandu gadisnya yang setengah sadar itu untuk makan dan minum obat penurun panas....
...Sebenarnya malam ini Alex memiliki undangan ke acara pesta pernikahan teman kuliahnya, Rencana awalnya ia ingin mengajak Sandra sebagai pasangannya. Namun melihat kondisi Sandra yang lemas, Alex terpaksa membatalkan rencana itu dan pergi sendiri. ...
...“Kakak masih ada acara undangan pesta pernikahan, tak apa kan kakak tinggal sebentar, kakak gak akan lama.”...
...“Hmm.” gumam Sandra. ...
...Setelah memastikan Sandra makan, minum obat, dan kembali tertidur lelap dengan kompres di dahinya, Alex akhirnya pergi ke pesta tersebut sendirian meski setengah hatinya tetap tertinggal di rumah bersama Sandra....
...Di Hotel ...
...Malam itu, ballroom hotel bintang lima dipenuhi oleh para alumni kampus ternama dan deretan pengusaha muda. Begitu pintu gerbang utama dibuka, kehadiran Alex langsung mencuri perhatian seluruh ruangan....
...Alex tampil sangat mempesona, Balutan tuxedo hitam yang pas di tubuh tegapnya, tatanan rambut yang rapi, serta aura kepemimpinan yang dingin dan dominan membuat banyak pasang mata wanita terpana....
...Bisik-bisik kagum mendadak memenuhi ruangan Saat Alex pergi kebagian pencatat terima tamu undangan ....
...” Siapa dia tampan sekali.” ucap para undangan. ...
...Baru beberapa langkah Alex memasuki area pesta, sebuah suara wanita berseru riang dari arah samping....
..."Alex! Oh my god, kamu beneran datang sendirian.”...
...Alex menoleh Jelas Citra diundang karena teman satu angkatan kuliahnya....
...Malam ini Citra melihat Alex berdiri jangkung seorang diri tanpa kehadiran Sandra di sisinya, matanya langsung berbinar senang, kesempatan yang selama ini ia tunggu seolah terbuka lebar....
..."Sendirian aja nih? Mana adek kesayangan kamu” goda Citra dengan nada manja sambil melangkah mendekati Alex, sengaja berdiri sangat dekat....
...Alex menatap Citra, merapikan lengan jasnya. "Sandra lagi kurang sehat di rumah."...
..."Lho, kasihan banget? Sampaikan salam ku saat pulang nanti."...
..."Hmm" sambil mengangguk. ...
..."Kalau gitu sama Aku saja kita temui teman kita sekalian reuni.” menggandeng lengan Alex secara impulsif."...
...Melihat pemandangan itu, beberapa teman alumni kuliah mereka mulai bertanya- tanya, "Bukanya Citra sama Ardy kenapa sekarang sama Alex?" bisik bisik mereka. ...
..."Wah, Alex! Berdua aja nih sama Citra? apa kalian pacaran.” salah satu teman pria mereka sambil tertawa....
...Citra tersenyum penuh kemenangan, semakin mempererat genggamannya di lengan Alex dan menikmati tatapan iri dari wanita-wanita lain di pesta itu. Bagi Citra, absennya Sandra malam ini adalah celah sempurna untuk kembali mendapatkan perhatian pengusaha muda paling incaran tersebut....
...Namun, Citra mengabaikan tatapan dingin pada tangan yang Sandra pegang, memanfaatkan keheningan Alex yang belum sempat bereaksi, Ia membawa Alex berbaur ke tengah kerumunan alumni. Dengan gaya manjanya yang sengaja dibuat-buat, Citra bergelayut di lengan Alex, tertawa renyah pada setiap gurauan, dan berbisik terlalu dekat di telinga Alex seolah-olah mereka adalah pasangan kekasih yang amat intim....
...“Sandra bukannya dulu sama Ardy ya?”...
...Sandra sedikit kesal dengan pertanyaan itu tapi harus tenang.” Aku sudah putus dengan dia sudah lama.”...
...“Melihat kalian bersama sekarang Alex uda gak jomblo lagi ya, Syukurlah kalau begitu.”...
...Citra tersenyum makin lebar, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Alex dengan riang.” Jangan salah paham kami cuma teman kerja saja.”...
...Citra malam ini, benar-benar beda di mulut dan beda di sikap, benar benar tahu bagaimana cara memanfaatkan keadaan. sengaja membiarkan semua orang berasumsi dan mengira bahwa dialah wanita di samping Alex malam ini....
...Alex melepaskan pegangan tangan Citra saat Alex hendak duduk. Aroma tubuh Sandra yang menenangkan berbanding terbalik dengan parfum Sandra yang menyengat buat Alex tak nyaman. ...
...Beberapa teman pria mulai membuka minuman wine dan minuman beralkohol tinggi. ...
..."Ayo Lex, toast dulu! Jarang-jarang kan lu bisa lepas dari kesibukan kantor!" seru temannya seraya menyodorkan gelas....
..."Iya Lex, minum dikit lah bareng Citra!" derai kawan-kawannya mencoba mempengaruhi. ...
...“Tidak terima kasih kalian saja, Alex hanya tersenyum dan diam Pikirannya saat ini hanya pada satu orang.”...
..."Ada apa denganmu? dari tadi diam saja. Ucap temanya." ...
...Belum sempat Alex menjawab Citra langsung memotong obrolan dengan Aksinya. "Biar Aku yang tos untuk Alex.“ Ucap Citra mengingat Alex tak pandai minum. ...
..."Wah sekali lagi Citra." Ucap yang lain hingga dia tak sengaja menumpahkan minumannya ke baju Alex. ...
...Insiden kecil itu membuat semua terdiam sejenak. ...
...Alex maaf Aku gak sengaja, biar Aku bantu membersihkan. Sambil mengambil tisu dan mengelapnya. ...
...“Biar Aku sendiri saja.” Alex merapikan jasnya yang sedikit basah karena ulah Citra, lalu menatap lurus ke arah teman-temannya tanpa keraguan sedikitpun....
..."Teman- teman Saya tidak minum maaf buat kalian kecewa, Saya tak bisa lama-lama disini saya janji akan pulang cepat malam ini karena Orang yang aku sayang sedang sakit. Senang bertemu kalian silahkan lanjutkan pestanya. ...
...Kata-kata Alex buat semua kaget .”Alex aku pikir kau sama Citra?"...
...“Tadi rencananya aku ingin mengajaknya tapi gak jadi.” ...
...Pantas saja kau diam saja dari tadi sedang kepikiran ya? Ya sudah lain waktu, ajak dia biar kami tau, sekarang pasti dia membutuh kan mu . ...
...“Hmmm.“...
...Alex bangun dari tempat duduknya lalu berbalik badan, dengan langkah tegap dan aura dominan yang tak tersentuh, ia melangkah lebar keluar dari Ballroom hotel, meninggalkan pesta riuh itu demi satu-satunya tempat yang ingin ia tuju: kembali ke sisi Sandra....
...Meninggalkan Citra yang mendadak pucat dan menanggung malu di depan teman-teman alumni, karena sikapnya yang sok intim pada Alex. ini salahnya sendiri tau kalau Alex uda punya pacar masih aja bikin ulah. ...
..."Hei.. Citra kau tak Apa apa? "...