Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You're Gone
🌿 When you're gone
Saat kau tak ada
The pieces of my heart are missing you
Seluruh hatiku merindukanmu
When you're gone
Saat kau tak ada
The face I came to know is missing too
Wajah yang mulai kukenal juga hilang
When you're gone
Saat kau tak ada
The words I need to hear to always get me through the day and make it okay
Kata-kata yang perlu kudengar untuk membuatku mampu melalui hari dan tetap baik-baik saja
I miss you
Aku merindukanmu🌿
...Avril Lavigne - When You're Gone...
"nanana.... nananana.... "
Suara senandung terdengar memenuhi ruangan, seorang wanita kini begitu fokus mendandani seorang gadis kecil dengan rambut yang di ikat di dua sisi dan juga sebuah pita di atasnya.
"Wahhh kamu cantik sekali lihat? " ujar wanita tersebut dengan senang mengarahkan gadis kecil itu melihat dirinya di cermin, namun ada yang berbeda di wajah gadis itu tidak ada sama sekali rasa bahagia, lalu wanita tersebut langsung mengajak gadis kecil itu pergi dari ruangan tersebut,
"Ayo kamu duduk di sini!" titah si wanita "maaf yah temen-temen sudah lama menunggu kita mulai saja yah pesta tehnya" lanjut si wanita namun ada yang aneh di tempat duduk tersebut bukan orang-orang melainkan sebuah boneka yang duduk menemani mereka
"Kakak?" bisik seorang anak laki-laki memegang lengan kakanya si gadis kecil yang di bawa tadi oleh si wanita
"Suuuttt!.... jagan berisik De" bisiknya
"Kenapa kalian bisik-bisik Hah...? barang si wanita "apa kalian tidak suka bermain seperti ini" tanyanya membentak sehingga membuat kedua anak tersebut kaget dan tubuhnya langsung bergetar
"Maa.Maaf tante.. kita suka ko bermain seperti ini" jawab si gadis kecil
Wanita tersebut langsung tertawa "Panggil aku Yena.. kita sedang berpesta teh sekarang " gadis kecil itu hanya mengangguk namun tanganya mengenggam erat tangan sang adik yang kini juga terlihat takut karna suara tawa dari wanita yang bernama Yena
"lihat teman-teman, ini adalah anakku" ujar yena, mengeluarkan sebuah boneka bayi dalam box, lalu membawa boneka tersebut kepangkuanya "apa kalian mau megedongnya?" tanya Yena
kedua kakak beradik tersebut saling melirik satu sama lain lalu mereka berdua menggelengkan kepalanya dengan perasaan takut
"Cepat gendong anakku" ujar wanita tersebut mengarahkan boneka bayi itu pada merkea berdua "Lihat.. anakku ingin di gendong oleh kalian CEPAT!...." bentaknya
dengan tangan bergetar si anak laki-laki langsung mengulurkan tanganya untuk meraih boneka bayi tersebut karna wanita itu mengarahkan boneka bayi itu padanya,
"A..aku Akan me..menggendongnya" tawar si anak gadis mencegah adiknya untuk mengambil boneka bayi tersebut
"bayi aku ini seorang perempuan jadi harus di gendong seorang laki-laki" jawabnya sambil tertawa " Cepat Gendong! " lanjut Yana menyerahkan boneka bayi itu ke si anak laki-laki
namun saat anak laki-laki itu belum sempat meraihnya boneka itu terjuh kelantai sehingga membuat tangan si boneka itu copot karna terbentur pada sisi meja
"BAYI KU!.... teriak si wanita menghampiri bonekanya "Kalian apakan Bayiku HAH!... " bentaknya
Anak Gadis tersebut langsung menarik adiknya yang ketakutan untuk berdiri di belakangnya "Ma..Maaf tante " ujarnya terbata karna dirinya juga merasa takut, dan tau apa yang akan di lakukan wanita itu padanya setelah ini
Wanita bernama Yena itu sekarang terlihat begitu marah pada mereka berdua apalagi pada anak Laki-laki yang kini tengah bersembunyi di pungung si anak Gadis dengan perasaan takut menundukan kepalanya engan menatap si wanita
"Brengsek sini KAU!.." marah si wanita menghampiri kedua anak tersebut
"Ayo lari Rai!" anak Gadis tersebut langsung menarik tangan si adik untuk mengajaknya berlari, karna ia tahu saat ini sasaran Wanita tersebut adalah adiknya, ia tidak akan membiarkan itu.
"Mau kemana kalian BERENGSEK!"
kedua Kakak beradik itu terus berlari ke arah pintu depan, namun saat di sana pintu tersebut ternyata telah di kunci
"Kak Zella aku takut!" ujar si anak laki-laki menggengam tangan sang Kakak yang bernama Zella
"jangan takut Raihan ada Kakak disini" ujarnya menenangkan sang adik "Pintu ini di kunci" lanjutnya dengan panik lalu suara terikan dari si wanita kembali terdengar, dengan cepat Zella menarik adiknya untuk pergi dari sana
mereka terus berlari menaiki sebuah tangga untuk naik ke atas, tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah kamar dengan cepat Zella menguncinya dari dalam "Ayo Rai cepat masuk " Zella mengajak adiknya untuk bersembunyi di bawah kasur
"Dimana kalian CEPAT KELUAR!" triakkan wanita tersebut kembali terdengar di seluruh ruangan "Aku bilang KELUAR anak Nakal!"
"Aku takut kak" bisik Raihan
"Suuuttt... diam De nanti tante itu denger kita"
Clek...Clek...Clekkkkk
mereka berdua langsung kaget mendengar suara gagang pintu yang bergerak wanita itu kini tahu mereka ada di dalam dan terus berteriak kata buka pada mereka
Dugh!....
Mereka berdua kembali terkejut karna suara pintu kamar di buka secara keras dari luar "aku tahu kalian pasti di sini!..... ayo sayang keluar mamah udah cape main petak umpetnya, Keluar yah?... mamah gak marah ko" Sekarang suara wanita itu terdengar lembut namun mengerika bagi mereka berdua
kedua anak kecil tersebut langsung menutup mulut mereka dengan kedua tangannya agar tidak menimbulkan bunyi, air mata sudah keluar dari kedua bola matanya, tubuh bergetar menahan isak, mereka merasa ketakutan mereka bersembunyi di bawah tempat tidur agar si wanita itu tidak bisa menemukannya
Dan sekarang di bawah tempat tidur mereka berdua dapat melihat kaki si Wanita kini sedang berjalan mendekat pada tempat persembunyian mereka
"Kena!.. mau lari kemana lagi kalian Hah!.." Wanita itu sudah menemukan tempat persembunyian mereka dan menarik salah satu kaki dari mereka
"Kakak!.. Tolong aku kak hiks...hiksss.. aku takut kak, kakaaaaa!...."
"RAIHAN!..." teriak Zella ikut keluar dari tempat persembunyiannya "Tante Jangan sakitin Raihan " mohonya dengan berlinang air mata memeluk kaki Yena karna ia melihat adiknya kini sudah berada di tangan Yena yang kini tengah mencekik adiknya dengan tubuh terangkat tertahan di tembok
"Ka...k ugh...sa....sakit" bisiknya lirih dengan mata yang mulai terpejam
Zella yang melihat itu langsung menggigit kaki Yena dengan keras "Brengsek!" triak Yena dengan kesakitan sehingga membuat tangan yang mencekik Raihan terlepas hingga terjatuh tidak sadarkan diri
"Kau berani menggigitku Anak Silan!" Triak Yena menjambak rambut Zella " Rasakan ini! "
"Akhhh.. sakit tante!" ringis Zella karna Yena menarik rambut Zella
"Dug!...
Akhhhh...
Teriak Zella kesakitan darah segarpun muncul dari pelipisnya karna Yena membenturkanya pada ujung tempat tidur "Kenapa Sakit?..."
"Hiks... Ampun Tante.... Akhhhhhh.... " triaknya karna Yena kembali membenturkan kepala Zella pada sudut tempat tidur
di sisi lain Raihan mulai tersadar mengerjapkan matanya mendengar triakan kesakitan Kakanya "Kakak..." bisik Raihan rilih dengan tubuh sedikit lemas Raihan bangun dengan lengan menahan tubuhnya pada lantai,
ketika Raihan sudah berdiri ia harus segera menyelamatkan Kakanya yang kini sudah terlihat lemas di tangan Yena Raihan melihat kesetiap sudut ruangan untuk mencari sesuatu untuk menyelamatkanya, kali ini giliran dirinya untuk menyelamatkan Kakanya yang terus melindunginya
Raihan berjalan dengan tertatih lalu matanyanya melihat sebuah gunting yang terletak di sebuah meja rias, dengan cepat Raihan meraih gunting tersebut dan berlari ke arah Zella, entah kenapa sebuah keberanian muncul kepada dirinya
"U...udah.. Hiks.. Tente sakit.." ujarnya lirih sangat pelan karna dirinya begitu lemas matanyapun mulai berkunang-kunang darah di plipisnya terus mengalir
"Aku belum Puas karna Kau... Akhhhhh...." Triak Yena memegang pugungnya kesakitan darahpun langsung mengalir dari punggungnya Yena menoleh ke arah belakang "KAU!...." ujar Yana menatapnyatajam .
dengan tangan yang bergetar Raihan menjatuhkan gunting tersebut, melangkah mundur karna Yena berjalan menghampirinya
"Ra...iHan... La..R..ii" ujar Zella terbata-bata tubuhny lemas tergeletak di lantai
"Jagan sakiti KAKAK KU " triak Raihan yang terus melangkah mundur karna Yena menatap dengan tajam
"Sudah berani kau ternyata Rasakan ini "
Plak!...
"Akhhh..." rintih Raihan tubuh kecil langsung tejatuh karna Yena menamparnya
"Rasakan ini Palajaran untuk kamu anak nakal " ujarnya dengan marah langsung menendang perut kecil Raihan
Bugh!...
Akhhhh.....
"Ra...iHan.. Be..Renti Tan..te. " Sura Zella begitu terasa tercekat dengan tubuh yang lemas Zella terus merangkak walupun matanya sudah berkunang-kunang dan begitu terasa pusing,
suara triakan kesakitan Raihan dan bunyi pukulan demi pukulan terus terdengar di telinga Zella, yang kini memejamkan matanya menghilangkan padangan yang berkabur
"BERHENTI!...." triak Zella dengan sisa tenanga yang di milikinya langsung bangun dan berlari mendorong tubuh Yena sehingga membuat tubuh Yena terbentur keras ke lemari hingga membuatnya tidak sadarkan diri, begitupun dengan Zella yang ikut terjatuh setelah mendorongnya
"Raihan" gumam Zella menghampiri adiknya yang kini sudah tidak sadarkan diri seraya melap darah yang mengalir menghalangi penglihatannya " Rai.. bangun Rai.." panik Zella menepuk-nepuk pipi Raihan sehingga dengan perlahan matanya terbuka kembali "Raihan kamu gak apa-apa.. Ayo kita Pergi " tanyanya ketika melihat Raihan sudah sadar
"Pelut Aku Sakit Kak..." ujarnya lirih
"Hiks... Rai.. " tetesan air mata langsung terjatuh membasahi pipinya bercampur dengan darah
"Kak.. aku sekalang bisa liat Mamah lagi telsenyum.. ukh..."
"Raihan!..."triak Zella ketika Raihan terbatuk mengekuarkan darah " Hiks.. Bretahan lah Rai" ujarnya lirih melap darah yang keluar dari mulutnya dan langsung memeluk tubuh Raihan dengan Erat
"Lai.. pengen tidul Kak... Lai boleh tidulkan? Lai udah ngantuk " bisik Raihan di dalam pelukan Zella yang terus menggelengkan kepalanya, dengan isak tangis yang terus keluar Zella tidak mampu membalas perkataan Raihan karna isaknya yang begitu terasa sesak
"Akhhhhh...." lirih sakit Zella memegang rambutnya sehingga tubuhnya yang memeluk Raihan terlepas
"Sialan kau!" barang Yena menarik rambut Zella,
"Raihan " triak Zella melihat adiknya yang terlepas dari pelukanya sudah tidak sadarkan diri
Zella yang di tarik tubuhnya menjauh tidak sengaja menyentuh sebuah gunting yang tergeletak di lantai, dengan cepat Zella meraih gunting tersebut lalu mengunting begitu saja rambutnya yang di jambak oleh Yena
"KAU" lirik tajam Yena melihat Zella yang berhasil melepaskan diri
"Ja...Jan...gn Me..medekat!"dengan tangan yang bergetar mengarahkan gunting yang dia pegangngya ke arah Yena
Yena tesenyum miring melihat keberanian anak gadis di hadapanya itu dan berjalan pelan menghampirinya sedangkan Zella terus melangkah mundur "Dasar Sialan" triak Yena berjalan cepat ke arah Zella namun saat iya akan sampai meraih Zella kakinya tergelincir oleh darah yang berada di lantai sehingga...
Jleb!...
Dugh!...
"Akhhh... Ka...kau..."
keduanyapun langsung tidak sadarkan diri dengan tubuh Yana menindih tubuh kecil Zella darah segarpun seketika mengalir membasahi lantai
"Zella!... Raihan!..." teriak seorang pria dari arah luar terus mengedur-ngedur pintu memanggil meneriaki nama Zella dan Raihan, raut wajah pria itu begitu terlihat hawatir tangannya dengan cepat meraih ponsel dari kantung mengubungi seseorang
beberapa lama kemudian setelah orang tersebut menghentikan percakapanya kembali mengedur-ngedur pintu namun tetap sama tidak ada panggilan " Zella... Raihan .. ini Om Adrian!.. Zella" teriaknya lagi..
perasaan tidak enakpun muncul karna merasa ada yang tidak beres, pada akhirnya Adrian nekat untuk mendobrak pintu tersebut, percobaan dua kali dan ke empat kalinya mencoba mendobrak pintu tersebut terus gagal karna pintu itu begitu kuat
"Shit!..." umpat Adrian mencengkram rambutnya merasa kesal karna dirinya gagal mendobrak pintu tersebut "Jonathan benar-benar membuat pintu begitu keras" batin Adrian
pandangan mata Adrian mengarah pada sebuah batu besar yang ada di taman, lalu ia melihat ke arah kaca, tanpa membuang waktu Adrian mengambil batu tersebut lalau melemparkanya pada kaca tersebut
Prang! ..
bunyi pecahan kacapun terdengar "Good" gumam Adrian melihat kacanya berhasil di pecahkan dengan cepat Adrian membersihkan pinggiean kaca dengan kalinya agar dia masuk nanti tidak terluka
"Zella.. Raihan" triak Adrian ketika sudah berada di dalam, namun tetap seperti tadi tidak ada yang menyautinya namun suara musik kelasik terdengar di sebuah ruangan dengan cepat Adrian mengampiri ruangan tersebut, namun disana tidak ada siapa-siap haya ada banyak boneka yang sedang duduk di sebuah kursi kecil dan meja kecilnyapun hanya ada cangkir kecil dan kue kering,
"Ya Allah Zella.. Raihan" dengan cepat Adrian berlari keluar dari ruangan tersebut perasaanyapun semakin tidak enak, karna Adrian merasakan ada yang tidak beres apalagi setelah melihat boneka-boneka tersebut
Adrian berlari ke arah tangga, naik ke lantai atas lalu setibanya di atas bau anyir darah langsung tercium olehya " Ya Allah jagan sampai "batin Adrian langsung memasuki kamar yag terdapat sumber bau ayir tersebut
"astagfirullahaladzim Raihan!" triak Adrian yang melihat tubuh kecil Raihan tergeletak di lantai lalu dengan cepat memeriksa keadaan Raihan " Ya Allah Rai" lirih Adrian tubuhnya meluruh lemas " Raina Maafkan aku... Raihan... "
"To..tolong" lirik seseorang dengan suara begitu pelan
Adrian langsung menoleh ke arah sumber suara "Zella!" triak Adrian langsung bergegas bangun dari duduknya, dengan cepat adrian membalikan tubuh Yena "Ya allah Zella"
"Raihan" ujarnya pelan
"Jagan bicara dulu sayang, ini Om bertahanlah" dengan cepat Adrian merengkuh tubuh kecil Zella yang kini sudah di lumuri darah.
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat